Pertempuran Pydna
Bagian dari the Perang Makedonia Ketiga

Lokasi pertempuran Pydna
Tanggal22 Juni 168 SM
LokasiDekat Pydna
Hasil Kemenangan Romawi
Pihak terlibat
Kingdom of Macedon Macedon Republik Romawi
Tokoh dan pemimpin
Kingdom of MacedonPerseus dari Makedoniaย (POW) Lucius Aemilius Paullus
Publius Cornelius Scipio Nasica Corculum
Kekuatan
44,000 38,000
Korban
25,000 terbunuh dan terluka 1,000+ meninggal; banyak yang terluka

Pertempuran Pydna adalah pertempuran yang terjadi pada 168 SM antara Romawi melawan Dinasti Anitgonid Makedonia. Hasilnya adalah semakin kuatnya pengaruh Romawi di Yunani dan dunia Hellenis serta berakhirnya garis keturunan raja-raja Antogonid, yang dulunya berasal dari Aleksander yang Agung.

Paul K. Davis menulis, "Pydna menandai kehancuran terakhir kekaisaran Aleksander dan pengenalan kekuasaan Romawi di Timur Dekat."[1]

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Paul K. Davis, 100 Decisive Battles from Ancient Times to the Present: The Worldโ€™s Major Battles and How They Shaped History (Oxford: Oxford University Press, 1999), 51.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pertempuran Pidna (148 SM)

Pertempuran Pidna adalah sebuah pertempuran yang berlangsung pada tahun 148 SM antara pasukan Republik Romawi melawan pasukan yang dipimpin oleh pengklaim

Makedonia (kerajaan kuno)

kemenangan melawan pasukan Romawi dalam Pertempuran Kalinikos pada 171ย SM, Makedonia mengalami kekalahan dalam Pertempuran Pidna pada Juni 168ย SM. Perseus melarikan

Berea

wilayah Makedonia yang jatuh ke tangan Kekaisaran Romawi, setelah Pertempuran Pidna pada tahun 168 SM. Pada abad ke-1, terdapat dua jalan utama yang menghubungkan

Laodike V

mutlak oleh Romawi di bawah komando Lucius Aemilius Paullus dalam pertempuran Pidna pada tahun 168 SM. Selanjutnya, Makedonia menjadi Provinsi Romawi

Perang Makedonia Ketiga

beberapa tahun, Romawi akhirnya berhasil mengalahkan Makedonia dalam Pertempuran Pidna pada tahun 168 SM dan mengakhiri perang ini. Akibat kemenangan Romawi

Gajah perang

Bertahun-tahun kemudian, Romawi mengerahkan dua puluh dua gajah perang dalam Pertempuran Pidna pada 168 SM. Gajah perang juga digunakan oleh Romawi dalam kampanye

Andriskos

dipimpin oleh jenderal Quintus Caecilius Metellus Macedonicus dalam Pertempuran Pidna Kedua. Setelah itu, Makedonia menjadi salah satu provinsi Romawi.

Olimpias

lama kemudian, Kasandros mencegat dan mengepung bala tentara Olimpias di Pidna. Salah satu syarat penyerahan diri yang diajukan Olimpias adalah jaminan