Kabupaten Banjarnegara
Transkripsiย bahasa daerah
ย โ€ขย Hanacaraka๊ฆง๊ฆš๊ง€๊ฆ—๊ฆ‚๊ฆค๊ฆผ๊ฆ’๊ฆซ
ย โ€ขย Pegonุจุงู†ุฌุงุฑู†ฺฎุงุฑุง
Lambang resmi Kabupaten Banjarnegara
Julukan:ย 
Bumi Dawet Ayu
Motto:ย 
Manunggaling swara tumataning praja
(Indonesia) "Bersatu suara membangun negara"
(1571 Masehi)
Peta
Peta
Kabupaten Banjarnegara di Jawa
Kabupaten Banjarnegara
Kabupaten Banjarnegara
Peta
Kabupaten Banjarnegara di Indonesia
Kabupaten Banjarnegara
Kabupaten Banjarnegara
Kabupaten Banjarnegara (Indonesia)
Koordinat: 7ยฐ24โ€ฒS 109ยฐ48โ€ฒE๏ปฟ / ๏ปฟ7.4ยฐS 109.8ยฐE๏ปฟ / -7.4; 109.8
Negaraย Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
Dasar hukumUndang-Undang Nomor 13 Tahun 1950
Hari jadiFebruariย 26, 1571; 455 tahun laluย (1571-02-26)
Ibu kotaBanjarnegara
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 20
  • Kelurahan: 12
  • Desa: 266
Pemerintahan
ย โ€ขย BupatiAmalia Desiana
ย โ€ขย Wakil BupatiWakhid Jumali
ย โ€ขย Sekretaris DaerahIndarto
Luas
ย โ€ขย Total1.069,73ย km2 (413,03ย sqย mi)
Populasi
ย (30 Juni 2024)[1][2]
ย โ€ขย Total1.068.347
ย โ€ขย Kepadatan951/km2 (2,460/sqย mi)
Demografi
ย โ€ขย Agama
  • 99,13% Islam
  • 0,05% Buddha
  • 0,01% Hindu
  • 0,01% Lainnya[1][3][4]
ย โ€ขย BahasaIndonesia (resmi)
Bahasa Jawa (daerah)
โ€“ Jawa Banyumasan
BISINDO
Lainnya
ย โ€ขย IPMKenaikan 69,16 (2023)
ย sedangย [5]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
Kode BPS
3304 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon+62 286
Pelat kendaraanR xxxx **D/*M/*W
Kode Kemendagri33.04 Suntingan nilai di Wikidata
DAURp 1.015.129.697.000,- (2020)
Semboyan daerahGilar-gilar
(Jawa) Bersih dan rapi[6]
Flora resmiKayu manis cina
Fauna resmiPelatuk bawang
Situs webbanjarnegarakab.go.id


Kabupaten Banjarnegara (bahasa Jawa: Hanacaraka: ๊ฆง๊ฆš๊ง€๊ฆ—๊ฆ‚๊ฆค๊ฆผ๊ฆ’๊ฆซ, Pegon: ุจุงู†ุฌุงุฑู†ฺฎุงุฑุง) adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Ibu kotanya berada di kecamatan Banjarnegara. Kabupaten Banjarnegara terletak di antara 7ยฐ 12'โ€“7ยฐ 31' Lintang Selatan dan 109ยฐ 29'โ€“109ยฐ 45'50" Bujur Timur.

Luas Wilayah Kabupaten Banjarnegara adalah 106.970,997 ha atau 3,10ย % dari luas seluruh Wilayah Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang di sebelah utara, Kabupaten Wonosobo di sebelah timur, Kabupaten Kebumen di sisi selatan, serta Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga di sebelah barat. Pada pertengahan 2024, jumlah penduduk Banajrnegara sebanyak 1.068.347 jiwa.[1]

Geografi

sunting

Bentang alam berdasarkan bentuk tata alam dan penyebaran geografis, wilayah ini dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

Topografi

sunting

Topografi wilayah ini sebagian besar (65% lebih) berada di ketinggian antara 100 s/d 1000 meter dari permukaan laut. Secara rinci pembagian wilayah berdasarkan topografi.

Sungai Serayu mengalir menuju ke Barat, serta anak-anak sungainya termasuk Kali Tulis, Kali Merawu, Kali Pekacangan, Kali Gintung dan Kali Sapi. Sungai tersebut dimanfaatkan sebagai sumber irigasi pertanian.

Iklim dan Cuaca

sunting

Wilayah kabupaten Banjarnegara memiliki iklim tropis, dengan curah hujan rata-rata 3.000ย mm/tahun, serta suhu rata-rata 20ยฐ- 26ย ยฐC.

Data iklim Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia
BulanJanFebMarAprMeiJunJulAgtSepOktNovDesTahun
Rata-rata tertinggi ยฐC (ยฐF)29.2
(84.6)
29.4
(84.9)
29.5
(85.1)
29.5
(85.1)
29.5
(85.1)
28.9
(84)
28.3
(82.9)
28.6
(83.5)
29.3
(84.7)
29.6
(85.3)
29.2
(84.6)
28.9
(84)
29.16
(84.48)
Rata-rata terendah ยฐC (ยฐF)21.6
(70.9)
21.6
(70.9)
21.7
(71.1)
21.7
(71.1)
21.3
(70.3)
20.6
(69.1)
19.9
(67.8)
19.7
(67.5)
20.5
(68.9)
21.5
(70.7)
21.8
(71.2)
21.9
(71.4)
21.15
(70.08)
Curah hujan mm (inci)513
(20.2)
495
(19.49)
480
(18.9)
411
(16.18)
237
(9.33)
134
(5.28)
83
(3.27)
51
(2.01)
86
(3.39)
288
(11.34)
510
(20.08)
540
(21.26)
3.828
(150,73)
Rata-rata hari hujan 20202018107535121921160
% kelembapan89888479747166636978808377
Rata-rata sinar matahari harian4.75.05.46.16.97.68.18.88.97.56.45.66.75
Sumber #1: Climate-Data.org [7]
Sumber #2: BMKG[8]

Sejarah

sunting
Aloen-aloen di Bandjarnegara, Terlihat dari rumah staf, dulunya rumah Kepala Konstruksi Kabupaten Wonosobo Bandjarnegara.

Wilayah yang menjadi Kabupaten Banjarnegara telah dihuni oleh suku Jawa sejak masa lampau. Peninggalan peradabannya sudah ada sejak abad ke-8, hal ini ditandai dengan ditemukanya Percandian Dieng yang dibangun pada akhir abad ke-8 oleh Kerajaan Medang sekaligus merupakan percandian tertua milik suku jawa. Selain candi, terdapat pula prasasti seperti Prasasti Er Hangat dan Prasasti Mangulihi yang menunjukkan pentingnya wilayah Banjarnegara pada masa lampau. Kemungkinan wilayah Banjarnegara, khususnya wilayah Dieng merupakan salah satu pusat budaya dari Suku Jawa pada masa lampau.

Dalam perang Diponegoro, R.Tumenggung Dipoyudo IV berjasa kepada pemerintah Kasunanan Mataram Surakarta, sehingga di usulkan oleh Sri Susuhunan Pakubuwono VII untuk di tetapkan menjadi bupati banjar berdasarkan Resolutie Governeor General Buitenzorg tanggal 22 agustus 1831 nomor I, untuk mengisi jabatan Bupati Banjar yang telah dihapus statusnya, berkedudukan di Banjarmangu dan dikenal dengan Banjarwatulembu. Usul tersebut disetujui.

Persoalan meluapnya Sungai Serayu menjadi kendala yang menyulitkan komunikasi dengan Kasunanan Surakarta. Kesulitan ini dirasakan menjadi beban bagi bupati ketika dia harus menghadiri Pasewakan Agung pada saat-saat tertentu di Kasunanan Surakarta. Untuk mengatasi masalah ini diputuskan untuk memindahkan ibu kota kabupaten ke selatan Sungai Serayu.

Daerah Banjar (sekarang Kota Banjarnegara) menjadi pilihan untuk ditetapkan sebagai ibu kota yang baru. Kondisi daerah yang baru ini merupakan persawahan yang luas dengan beberapa lereng yang curam. Di daerah persawahan (Banjar) inilah didirikan ibu kota kabupaten (Negara) yang baru sehingga nama daerah ini menjadi Banjarnegara (Banjar: Sawah, Negara: Kota).


Lambang sebelum diubah

sunting

Pada tanggal 17 Agustus 1967, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gotong Royong (DPRDGR) Kabupaten Banjarnegara meluncurkan lambang daerahnya oleh R.M. Soedjirno, Bupati Banjarnegara ke-7. Lambang Banjarnegara didesain oleh Soehardjo, Wakil Bupati Banjarnegara periode 2006โ€“2011. Ia menyebutkan bahwa lambang tersebut dibuat saat usianya 10 tahun dan merupakan hasil dari perlombaan (sayembara). Ia mengaku bahwa proses untuk dapat disahkan menjadi lambang resmi daerah tersebut berlangsung selama satu tahun, lalu pada dekade 1980-an lambangnya kemudian diberikan sengkalan di bawahnya yang menjadi motto daerah, Wani memetri rahayuning praja, yang artinya "Bertekad melestarikan kemakmuran menuju kebahagiaan lahir-batin bagi rakyat dan pemerintahnya".[9]

Lambang tersebut berbentuk perisai hijau dengan tepi kuning. Di dalamnya terdapat padi 17 butir, kapas 8 kuntum bunga, segilima merah putih, bintang, pohon beringin, gunung dan daratan, sifon Belanda, sebilah keris, dan gelombang air. Lambang dengan sengkalan daerah ini dikukuhkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Banjarnegara Nomor 11 Tahun 1988 tentang Perubahan Pertama Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Tentang Lambang Daerah.

Perubahan lambang

sunting
Lambang lama Banjarnegara

Pada tahun 2018, Pemkab Banjarnegara menghadirkan tanggal hari jadi yang baru, 26 Februari 1571.[10] Akibat dari penetapan hari jadi yang baru ini, Pemkab Banjarnegara berencana untuk merevisi lambang daerahnya agar sesuai dengan hari jadinya yang baru itu. Pada tahun 2021, sejumlah rancangan lambang versi baru dibocorkan di media sosial. Sekda Banjarnegara Indarto menjelaskan bahwa lambang yang berseliweran ini muncul atas usulan masyarakat Banjarnegara. Namun, pihaknya menyebut bahwa perubahan tersebut masih dibahas di DPRD. Ada usulan dawet ayu yang muncul dari sejarawan Banjarnegara Heni Purwono.[11] Di tengah-tengah pandemi, draf lambang daerah yang diusulkan oleh DPRD itu bocor, dengan hilangnya gambar beringin, diganti dengan Candi Arjuna yang ada di kompleks Candi Dieng l dengan latar belakang logo Kabupaten banjarnegara yg di dominasi Pegunungan / Daratan tinggi. Saat desain tersebut dituding berkaitan dengan sebuah kepentingan politik tertentu, Tuswadi, ilmuwan yang tergabung dalam anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia beranggapan bahwa beringin bukanlah simbol politik, melainkan perwujudan dari sila ketiga Pancasila, dan tak dapat "disandingkan dengan pohon di lambang partai".[12]

Bentuk final dari lambang tersebut akhirnya muncul di situs resmi Pemerintah Kabupaten Banjarnegara pada Februari 2022. Lambang tersebut mempertahankan mayoritas elemen lama, dengan menambah Candi Arjuna di Dieng, Gunung / Daratan Tinggi ,sawah dan ladang kentang, serta Bendungan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Motto daerah yang baru ini adalah sengkalan Manunggaling swara tumataning praja, yang dapat dimaknai sebagai 1571 Masehi. Secara maknawi, sengkalan ini bermakna "Bersatu padunya masyarakat dan pemerintah dalam membangun dan menata kehidupan demi terwujudnya baldatun แนญayyibatun wa rabbun ฤกafลซr". Lambang ini dikukuhkan dengan Perda No. 1 Tahun 2022.

Pemerintahan

sunting

Bupati

sunting
No.BupatiAwal jabatanAkhirjabatanWakil Bupati
16Bupati Banjarnegara 2025Amalia Desiana20 Februari 2025PetahanaWakhid Jumali

Dewan Perwakilan

sunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Banjarnegara dalam empat periode terakhir.

Partai PolitikJumlah Kursi dalam Periode
2009โ€“2014[13]2014โ€“2019[14]2019โ€“2024[15]2024โ€“2029
PKB5Steady 5Kenaikan 7Steady 7
Gerindra(baru) 3Kenaikan 5Penurunan 3Kenaikan 4
PDI-P7Penurunan 6Kenaikan 9Penurunan 7
Golkar8Penurunan 6Penurunan 4Kenaikan 7
NasDem(baru) 3Kenaikan 4Penurunan 3
PKS6Penurunan 5Steady 5Steady 5
Hanura(baru) 0Steady 0Kenaikan 2Steady 2
PAN8Penurunan 6Penurunan 4Steady 4
Demokrat5Penurunan 3Kenaikan 7Kenaikan 8
PPP6Steady 6Penurunan 5Penurunan 3
PDP(baru) 1
PKNU(baru) 1
Jumlah Anggota50Penurunan 45Kenaikan 50Steady 50
Jumlah Partai10Penurunan 9Kenaikan 10Steady 10

Kecamatan

sunting

Kabupaten Banjarnegara terdiri dari 20 kecamatan, 12 kelurahan, dan 266 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.002.398 jiwa dengan luas wilayah 1.023,73 kmยฒ dan sebaran penduduk 979 jiwa/kmยฒ.[16][17]

Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Banjarnegara, dengan kecamatan terluas dan memiliki penduduk terbanyak adalah kecamatan Punggelan. Kota-kota kecamatan yang cukup signifikan adalah: Kota Mandiraja, Klampok, Wanadadi, Karangkobar, dan Kalibening.

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Banjarnegara, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Kodepos[18]StatusDaftar
Desa/Kelurahan
33.04.09Banjarmangu1753452Desa
33.04.06Banjarnegara9453411-53419Desa
Kelurahan
33.04.16Batur853456Desa
33.04.05Bawang1853471Desa
33.04.18Kalibening1653458Desa
33.04.13Karangkobar1353453Desa
33.04.08Madukara21853482Desa
Kelurahan
33.04.03Mandiraja1653473Desa
33.04.20Pagedongan953451Desa
33.04.14Pagentan1653455Desa
33.04.19Pandanarum853464Desa
33.04.15Pejawaran1753454Desa
33.04.12Punggelan1753462Desa
33.04.04Purwanegara1353472Desa
33.04.02Purworejo Klampok853474Desa
33.04.11Rakit1153463Desa
33.04.07Sigaluh11453481Desa
Kelurahan
33.04.01Susukan1553475Desa
33.04.10Wanadadi1153461Desa
33.04.17Wanayasa1753457Desa
TOTAL12266

Pendidikan

sunting

Di Banjarnegara juga terdapat perguruan tinggi baik negeri maupun swasta antara lain:

  • Politeknik Banjarnegara
  • STIE Taman Siswa
  • STIMIK Tunas Bangsa
  • STIT Tunas Bangsa
  • STAI Tanbihul Ghofilin
Pendidikan formalTK atau RASD atau MISMP atau MTsSMA atau MASMKPerguruan tinggi
Negeri3657951040
Swasta5392104917133
Total54286714427173
Data sekolah di Kabupaten Banjarnegara
Sumber:[19]

Kesehatan

sunting

Rumah Sakit yang memiliki fasilitas yang memadai di antaranya:

Pariwisata

sunting

Tempat Wisata

sunting
Danau bekas tambang batu Gunung Tampomas di desa Gentansari

Objek wisata yang ada di Banjarnegara, antara lain:

1. Objek Wisata Dataran Tinggi Dieng

2. Area Utara Banjarnegara

3. Area Timur Banjarnegara

4. Area Selatan Banjarnegara

5. Area Kota Banjarnegara dan Barat

Transportasi

sunting
Emplasemen Banjarnegara

Banjarnegara dilalui jalan nasional lintas tengah Jawa yang menghubungkan Jakarta dengan Surabaya melalui Purwokerto dan Yogyakarta. Klampok merupakan persimpangan jalur menuju Purbalingga dan Banyumas. Selain itu terdapat juga jalan provinsi yang menghubungkan Banjarnegara dengan Pekalongan & Batang, melintasi dataran tinggi Dieng, serta daerah Mandiraja sebagai penghubung antara Banjarnegara dengan Kebumen.

Angkutan bus antarkota yang melewati Banjarnegara antara lain adalah jurusan Solo-Bawen-Wonosobo-Purwokerto, Semarang-Bawen-Wonosobo-Purwokerto, Wonosobo-Banjarnegara-Bandung, Wonosobo-Banjarnegara-Banyumas serta Banjarnegara-Jakarta.

Stasiun

sunting

Kabupaten Banjarnegara memiliki 15 stasiun di Jalur kereta api Purwokertoโ€“Wonosobo yang tidak beroperasi, di antaranya:

Referensi

sunting
  1. ^ a b c "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 10 September 2024.
  2. ^ "Kabupaten Banjarnegara Dalam Angka 2021". www.banjarnegarakab.bps.go.id. hlm.ย 8, 78. Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2021-06-16. Diakses tanggal 15 Juni 2021.
  3. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Banjarnegara". www.sp2010.bps.go.id. ;
  4. ^ "Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten Kota dan Agama di Provinsi Jawa Tengah, 2020". Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. 14 April 2021. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-09-13. Diakses tanggal 4 Maret 2022.
  5. ^ "[Metode Baru] Indeks Pembangunan Manusia menurut Kabupaten/Kota (Umur Harapan Hidup Hasil Long Form SP2020), 2022-2023". www.jateng.bps.go.id. Diakses tanggal 4 Oktober 2024.
  6. ^ VIVA, PT VIVA MEDIA BARU- (2023-08-21). "5 Fakta Alun-Alun Banjarnegara, Rekomendasi Tempat Wisata Bareng Keluarga Gratis". bandung.viva.co.id. Diakses tanggal 2024-11-25.
  7. ^ "Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 30 April 2025.
  8. ^ "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm.ย 74 & 139. Diakses tanggal 30 April 2025.
  9. ^ Pradikta, Dimas Diyan (2021-09-28). "Logo Banjarnegara Baru Harus Miliki Filosofis dan Historis". Pikiran-Rakyat.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-02-08. Diakses tanggal 2022-02-08.
  10. ^ Suwito, Castro (2018-12-24). "Hari Jadi Banjarnegara Disepakati 26 Februari 1571 - Suara Merdeka". Suara Merdeka Online. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-02-08. Diakses tanggal 2022-02-08.
  11. ^ "Marak Gambar Logo Baru Pemkab Banjarnegara, Ini Kata Sekda". SerayuNews. 2021-09-24. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-02-08. Diakses tanggal 2022-02-08.
  12. ^ Muzaki, Khoirul (2021-10-01). "Desain Logo Baru Kabupaten Banjarnegara Dikaitkan Partai Politik: Pohon Beringin Lambang Sila Ketiga". Tribunnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-02-08. Diakses tanggal 2022-02-08.
  13. ^ Perolehan Kursi DPRD Banjarnegara 2009-2014
  14. ^ Perolehan Kursi DPRD Banjarnegara 2014-2019
  15. ^ Perolehan Kursi DPRD Banjarnegara 2019-2024
  16. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  17. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  18. ^ Kode Pos Kabupaten Banjarnegara
  19. ^ Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) [1]Diarsipkan 2011-06-19 di Wayback Machine. Diarsipkan 2011-06-19 di Wayback Machine. Diarsipkan 2011-06-19 di Wayback Machine. Diarsipkan 2011-06-19 di Wayback Machine. Diarsipkan 2011-06-19 di Wayback Machine. Wilayah Kabupaten Banjarnegara (2010/2011)

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kucing pallas

Mereka memakan sebagian besar spesies mangsa diurnally aktif seperti gerbil, pikas, tikus dan ayam hutan Chukar, dan kadang-kadang menangkap marmut muda. Musim

Kromosom

S2CIDย 19327437. Chapman JA, Flux JE (1990), "section 4.W4", Rabbits, Hares and Pikas. Status Survey and Conservation Action Plan, hlm.ย 61โ€“94, ISBNย 9782831700199

Daftar organisme menurut jumlah kromosom

Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) "Rabbits, Hares and Pikas. Status Survey and Conservation Action Plan". hlm.ย 61โ€“94. Diarsipkan dari

Rubah korsak

memakan mangsa yang lebih besar dari waktu ke waktu, termasuk kelinci dan pikas, dan akan mencari bangkai dan makanan sampah manusia. Meskipun didominasi

Gabek, Pangkalpinang

Pangkalpinang, Prop. Bangka- Belitung 11. SD Negeri 10 Pangkalpinangย Jl. Pikas, Kel. Air Salemba, Kec. Gabek, Kota Pangkalpinang, Prop. Bangka- Belitung

Caprolagus hispidus

hispidus". Dalam Chapman, J. A.; Flux, J. E. C. (ed.). Rabbits, Hares, and Pikas: Status Survey and Conservation Action Plan. Gland, Switzerland: International

Kucing gunung tiongkok

Kucing-gunung tiongkok aktif di malam hari, mereka memburu hewan pengerat, pikas, dan burung. Berkembang biak antara Januari dan Maret, melahirkan 2-4 anak

Terwelu antelop

Johnston, Charlotte H.; Alves, Paulo C.; Hacklรคnder, Klaus (ed.). Lagomorphs: Pikas, Rabbits, and Hares of the World. Baltimore: Johns Hopkins University Press