Rekayasa protein adalah aplikasi ilmu teknik pada proses pengembangan protein. Ini adalah ilmu disiplin yang baru dengan riset yang menguasai hingga pada pemahaman pelipatan protein dan pengenalan protein untuk prinsip desain protein.

Terdapat dua strategi umum pada rekayasa protein. Pertama dikenal dengan desain rasional. Ilmuwan menggunakan pengetahuan yang detail dari struktur dan fungsi protein untuk membuat desain yang diinginkan. Manfaat dari strategi ini adalah tidak mahal dan mudah dilakukan, sejak teknik mutagenesis terpadu telah berkembang dengan baik. Namun, terdapat banyak penolakan dari pengetahuan struktur yang detail dari protein yang sering kali tidak tersedia, dan meski protein itu tersedia, akan sangat sulit untuk memprediksi efek dari berbagai mutasi yang akan dilakukan.

Strategi kedua adalah evolusi terarah. Ini adalah mutagenesis acak yang diaplikasikan untuk protein, dan bagian yang terpilih digunakan untuk mengambil varian-varian yang memiliki kualitas yang diinginkan. Langkah selanjutnya, yaitu mutasi dan penyeleksian. Teknik ini mirip dengan proses evolusi alami, yang pada umumnya menghasilkan hasil yang lebih superior dari desain rasional. Teknik tambahan yang diketahui sebagai pengacakan DNA mencampurkan dan memasangkan kepingan-kepingan dari varian-varian yang sukses untuk menghasilkan hasil yang lebih baik. Proses ini mirip dengan rekombinasi yang terjadi secara alami ketika reproduksi seksual. Manfaat besar dari teknik evolusi terarah adalah tidak membutuhkan pengetahuan banyak tentang struktur protein yang dibuat dan tidak perlu untuk memprediksi apa efek yang akan diberikan oleh protein hasil mutasi. Faktanya, hasil yang diberikan oleh teknik ini sering kali mengejutkan. Kerugiannya adalah, teknik ini membutuhkan sejumlah protein yang cukup banyak, yang kadang-kadang tidak memadai bagi beberapa jenis protein. Dan produknya harus disaring atau dipisahkan untuk mendapatkan kualitas yang diinginkan. Dan juga, hasil yang diinginkan tidak selalu berhasil disaring.

Kedua strategi tidak mutlak eksklusif; peneliti biasanya memakai kedua strategi tersebut. Pada masa depan, detail struktur protein dan fungsinya akan diketahui lebih banyak, sejalan dengan perkembangan teknologi yang akan memperluas kapabilitas rekayasa protein.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Termostabilitas

"Enzyme thermostability and thermoactivity". Protein Engineering. 9 (8): 629–630. doi:10.1093/protein/9.8.629. PMID 8875639. Takami H, Takaki Y, Chee

Reseptor terhubung protein G

"Fingerprinting G-protein-coupled receptors". Protein Engineering. 7 (2): 195–203. February 1994. doi:10.1093/protein/7.2.195. PMID 8170923. "GCRDb: a G-protein-coupled

Protein membran

Protein membran adalah protein yang berinteraksi dengan, atau bagian dari, membran biologis. Protein membran ini memuat protein membran integral yang

Albumin serum

structure of human serum albumin at 2.5 A resolution". Protein Engineering. 12 (6): 439–46. doi:10.1093/protein/12.6.439. PMID 10388840. Hawkins JW, Dugaiczyk

Biofisika

Diarsipkan dari asli tanggal 2021-07-16. Diakses tanggal 2020-10-09. "protein engineering | Encyclopedia.com". www.encyclopedia.com. Diarsipkan dari asli tanggal

Herbivor

kadang-kadang memakan protein hewan lainnya. Dalam pengertian singkat, herbivor adalah organisme yang memakan tumbuhan atau protein dari tumbuhan (pemakan

Metabolisme

yang memerlukan energi untuk menyusun [sintesis] senyawa organik seperti protein, karbohidrat, lipid, dan asam nukleat dari molekul-molekul yang diperlukan)

Operon lac

untuk reseptor protein cAMP, RNA polimerase, dan represor laktosa. Gen struktural dalam lac operon berfungsi untuk menyandikan protein untuk melakukan