| Protobothrops cornutus | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Reptilia |
| Ordo: | Squamata |
| Subordo: | Serpentes |
| Famili: | Viperidae |
| Genus: | Protobothrops |
| Spesies: | P. cornutus
|
| Nama binomial | |
| Protobothrops cornutus (M. A. Smith, 1930)
| |
| Sinonim[2] | |
| |
Protobothrops cornutus atau yang lebih dikenal sebagai ular berbisa bertanduk atau ular bertanduk fan-si-pan, merupakan spesies ular berbisa dari kelompok beludak kepala ceruk yang hidup di wilayah Vietnam bagian utara dan tengah, serta di kawasan selatan Tiongkok, khususnya Guangdong. Saat ini, spesies tersebut tidak memiliki subspesies yang diakui. Ular ini biasanya ditemukan di hutan cemara yang berada pada lanskap pegunungan kapur maupun granit, dengan sebaran elevasi sekitar 250 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut.[3][1][2]
Taksonomi
suntingSpesies ini pertama kali diperkenalkan oleh M.A. Smith pada tahun 1930 melalui publikasinya berjudul Two new Snakes from Tonkin, Indo-China. Ketika ditemukan, ular tersebut dimasukkan ke dalam genus Trimeresurus, tetapi penelitian berikutnya yang memanfaatkan analisis morfologi dan data molekuler mengarah pada perubahan klasifikasinya. Nama spesifik cornutus, yang berarti “bertanduk” dalam bahasa Latin, merujuk pada ciri khas berupa tonjolan mirip tanduk di bagian atas kepala atau mata ular ini. Pada tahun 2004, Herrmann dan koleganya memindahkan spesies ini ke dalam genus Protobothrops setelah meninjau ciri-ciri morfologinya termasuk karakter eksternal dan struktur hemipenis dan mengonfirmasi temuan tersebut melalui analisis molekuler.[4]
Deskripsi
suntingPanjang Protobothrops cornutus umumnya berkisar antara 60 hingga 90 cm. Tubuhnya relatif ramping dan memanjang, sementara kepalanya berbentuk segitiga lonjong yang datar, jelas terpisah dari leher, serta ditutupi sisik-sisik kecil. Sisik di sekitar lubang hidungnya juga membentuk pola segitiga yang khas. Spesies ini diketahui memiliki salah satu percepatan serangan tercepat di antara ular berbisa, dengan kekuatan akselerasi yang dilaporkan mencapai sekitar 18 g, menjadikannya pemangsa yang sangat efisien ketika menangkap mangsa.[5]
Rentang persebaran
suntingLokasi tipe yang tercatat untuk spesies ini adalah “Pegunungan Fan-si-pan, Tonkin, Indo-Cina” yang merujuk pada Gunung Fansipan. Saat ini ular tersebut diketahui tersebar di sejumlah wilayah di Vietnam, termasuk Provinsi Lao Cai, Ha Giang, Quang Binh, Kota Hue, dan Provinsi Lang Son. Sementara itu, satu-satunya laporan kemunculannya di Tiongkok berasal dari Kabupaten Otonomi Ruyuan Yao di Guangdong bagian utara, di mana populasi tersebut awalnya dideskripsikan sebagai spesies terpisah dengan nama Ceratrimeresurus shenlii.[6]
Referensi
sunting- ^ a b Stuart, B.; Grismer, L.; Nguyen, T.Q. (2012). "Protobothrops cornutus". 2012 e.T22151A2781729. doi:10.2305/IUCN.UK.2012-1.RLTS.T22151A2781729.en. ;
- ^ a b Protobothrops cornutus di Reptarium.cz Reptile Database. Diakses 2025-11-26.
- ^ Gumprecht A, Tillack F, Orlov NL, Captain A, Ryabov S. 2004. Asian Pitvipers. GeitjeBooks. Berlin. 1st Edition. 368 pp. ISBN 3-937975-00-4.
- ^ "Protobothrops cornutus". The Reptile Database. Diakses tanggal 2025-11-26.
- ^ Cleuren, Silke G. C.; Rule, James P.; Ksas, Remi; Herrel, Anthony; Hocking, David P.; Evans, Alistair R. (2025-10-15). "Kinematics of strikes in venomous snakes". Journal of Experimental Biology (dalam bahasa Inggris). 228 (20). doi:10.1242/jeb.250347. ISSN 0022-0949. PMC 12582407. PMID 41128666.
- ^ McDiarmid RW, Campbell JA, Touré T. 1999. Snake Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference, Volume 1. Herpetologists' League. 511 pp. ISBN 1-893777-00-6 (series). ISBN 1-893777-01-4 (volume).