''Offering to Molech'' dalam Bible Pictures and What They Teach Us, karya Charles Foster, 1897. Gambar ini merupakan penggambaran khas Molokh dalam ilustrasi abad kesembilan belas.[1]

Molokh,[a] Molekh, atau Molek[b] adalah sebuah kata yang muncul beberapa kali dalam Alkitab Ibrani, terutama dalam Kitab Imamat. Septuaginta bahasa Yunani menerjemahkan banyak kemunculan ini sebagai "raja mereka", tetapi mempertahankan kata atau nama Molokh dalam kemunculan lainnya, termasuk satu kali kemunculan tambahan dalam Kitab Amos yang nama tersebut tidak dibuktikan dalam teks Ibrani. Alkitab sangat mengecam praktik-praktik yang dikaitkan dengan Molokh, yang sangat diisyaratkan mencakup pengorbanan anak.[2]

Secara tradisional, nama Molokh telah dipahami merujuk pada sesosok dewa Kanaan.[3] Namun, sejak tahun 1935, para pakar telah berspekulasi bahwa Molokh merujuk pada pengorbanan itu sendiri, karena kata bahasa Ibrani mlk memiliki ejaan yang identik dengan istilah yang berarti "pengorbanan" dalam bahasa Punik yang berkerabat dekat.[4] Pandangan kedua ini menjadi semakin populer, tetapi masih tetap diperdebatkan.[5] Di antara para pendukung pandangan kedua ini, kontroversi terus berlanjut mengenai apakah pengorbanan tersebut dipersembahkan kepada Yahweh atau dewa lain, dan apakah hal tersebut merupakan kebiasaan keagamaan asli bangsa Israel atau budaya yang diimpor dari Fenisia.[6]

Sejak periode abad pertengahan, Molokh sering kali digambarkan sebagai berhala berkepala banteng dengan tangan terentang di atas api; penggambaran ini mengambil penyebutan singkat tentang Molokh dalam Alkitab dan menggabungkannya dengan berbagai sumber, termasuk catatan kuno tentang pengorbanan anak di Kartago dan legenda Minotaur.[7]

Dimulai pada era modern, "Molokh" telah digunakan secara kiasan untuk merujuk pada kekuatan yang menuntut pengorbanan yang mengerikan.[8] Dewa Molokh muncul dalam berbagai karya sastra dan film, seperti Paradise Lost (1667) karya John Milton, Salammbô (1862) karya Gustave Flaubert, Cabiria (1914) karya Giovanni Pastrone, Metropolis (1927) karya Fritz Lang, dan "Howl" (1955) karya Allen Ginsberg.

Etimologi

sunting

Etimologi Molokh tidak pasti: turunannya dari akar kata mlk, yang berarti "memerintah", "diakui secara luas".[9] Sejak pertama kali diusulkan oleh Abraham Geiger pada tahun 1857, beberapa pakar berpendapat bahwa kata "Molokh" telah diubah dengan menggunakan huruf vokal dari bōšet yang berarti "rasa malu".[10] Pakar lain berpendapat bahwa nama tersebut merupakan partisip qal dari kata kerja yang sama.[11] R. M. Kerr mengkritik kedua teori tersebut dengan mencatat bahwa sepertinya tidak ada nama dewa lain yang dibentuk dari partisip qal, dan bahwa usulan Geiger adalah "teori usang yang tidak pernah mendapat dukungan faktual apa pun".[12] Paul Mosca, Profesor Emeritus di Universitas British Columbia, dengan nada serupa berpendapat bahwa "teori yang menyatakan bahwa bentuk molek akan serta-merta mengingatkan pembaca atau pendengar pada kata boset (alih-alih qodes atau ohel) merupakan produk rekaan abad kesembilan belas, bukan karena tendensi Masoret [sic] atau pra-Masoret".[13]

Para pakar yang tidak meyakini bahwa Molokh melambangkan sesosok dewa justru membandingkan nama tersebut dengan prasasti dalam bahasa Punik yang berkerabat dekat, yang mana kata mlk (molk atau mulk) merujuk pada sejenis pengorbanan, sebuah kaitan yang pertama kali diusulkan oleh Otto Eissfeldt (1935).[14] Eissfeldt sendiri, mengikuti Jean-Baptiste Chabot, mengaitkan kata Punik mlk dan Molokh dengan kata kerja Suryani mlk yang berarti "berjanji", sebuah teori yang juga didukung sebagai "solusi yang paling tidak bermasalah" oleh Heath Dewrell (2017).[15] Makna yang diusulkan Eissfeldt mencakup tindakan maupun objek pengorbanannya.[4] Para pakar seperti W. von Soden berpendapat bahwa istilah tersebut adalah bentuk kausatif yang dinominalisasi dari kata kerja ylk/wlk, yang berarti "mempersembahkan", "menyajikan", dan dengan demikian berarti "tindakan mempersembahkan" atau "sesuatu yang dipersembahkan".[16] Kerr justru menurunkan kata Punik maupun Ibrani tersebut dari kata kerja mlk, yang ia usulkan memiliki arti "memiliki", "menguasai" dalam Proto-Semit, dan baru pada kemudian hari berarti "memerintah"; dengan demikian makna Molokh pada awalnya adalah "pemberian", "hadiah", dan kemudian berubah makna menjadi "pengorbanan".[17]

Ejaan "Molokh" mengikuti Septuaginta bahasa Yunani dan Vulgata bahasa Latin; ejaan "Molekh" atau "Molek" mengikuti Vokalisasi Tiberias bahasa Ibrani, dengan ejaan "Molech" (Molekh) digunakan dalam Alkitab Versi Raja James bahasa Inggris.[18]

Penyebutan dalam Alkitab

sunting

Teks Masoret

sunting

Kata Molokh (מלך) muncul delapan kali dalam Teks Masoret, teks standar bahasa Ibrani dari Alkitab. Lima di antaranya terdapat dalam Kitab Imamat, dengan satu dalam 1 Raja-raja, satu dalam 2 Raja-raja, dan satu lagi dalam Kitab Yeremia. Tujuh kemunculan di antaranya memuat artikel definit Ibrani ha- ('sang' atau 'itu') atau memiliki bentuk preposisional yang menunjukkan keberadaan artikel definit tersebut.[9] Semua teks ini mengecam bangsa Israel yang terlibat dalam praktik-praktik yang dikaitkan dengan Molokh, dan sebagian besar mengaitkan Molokh dengan penggunaan anak-anak sebagai persembahan.[19]

Kitab Imamat berulang kali melarang praktik mempersembahkan anak-anak kepada Molokh:

Janganlah kauserahkan seorang dari anak-anakmu untuk dipersembahkan kepada Molokh, supaya jangan engkau melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah TUHAN.

Mayoritas rujukan dalam Kitab Imamat berasal dari satu perikop yang terdiri dari empat baris:[20]

Katakanlah kepada orang Israel: Setiap orang, baik dari bangsa Israel maupun dari orang asing yang tinggal di tengah-tengah Israel, yang menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, pastilah ia dihukum mati; rakyat negeri harus melontarinya dengan batu. Aku sendiri akan menentang orang itu dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya, karena ia telah menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, untuk menajiskan tempat kudus-Ku dan melanggar kekudusan nama-Ku yang kudus. Tetapi jikalau rakyat negeri benar-benar memejamkan mata terhadap orang itu, ketika ia menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, dan tidak menghukum dia mati; maka Aku sendiri akan menentang orang itu serta keluarganya, dan akan melenyapkan dia, beserta semua orang yang turut sesat mengikutinya untuk menyembah Molokh, dari tengah-tengah bangsanya.

Dalam 1 Raja-raja, Salomo digambarkan sebagai sosok yang memperkenalkan kultus Molokh ke Yerusalem:

Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos, dewa kejijikan orang Moab, di gunung di sebelah timur Yerusalem, dan bagi Molokh, dewa kejijikan bani Amon.

Ini adalah satu-satunya kemunculan nama Molokh tanpa artikel definit dalam teks Masoret: hal ini mungkin memberikan asal-usul historis dari kultus Molokh dalam Alkitab,[9] atau mungkin saja sebuah kesalahan penulisan untuk Milkom, dewa bani Amon (begitulah bacaan dalam beberapa manuskrip Septuaginta).[11][9]

Dalam 2 Raja-raja, Molokh dikaitkan dengan tofet di lembah Gehena ketika tempat tersebut dihancurkan oleh raja Yosia:

Ia menajiskan juga Tofet yang ada di lembah anak Hinom, supaya tidak ada lagi orang yang mempersembahkan anak laki-laki atau anak perempuannya sebagai korban dalam api untuk Molokh.

Aktivitas serupa yakni membiarkan anak-anak "dikorbankan dalam api" disebutkan, tanpa merujuk pada Molokh, di berbagai ayat lain dalam Alkitab, seperti dalam Ulangan (Ulangan 12:31, 18:10), 2 Raja-raja (2 Raja-raja 16:3; 17:17; 17:31; 21:6), 2 Tawarikh (2 Tawarikh 28:3; 33:6), Kitab Yeremia (Yeremia 7:31, 19:5), dan Kitab Yehezkiel (Yehezkiel 16:21; 20:26, 31; 23:37).[21]

Terakhir, nabi Yeremia mengecam praktik-praktik yang dikaitkan dengan Molokh sebagai bentuk ketidaksetiaan terhadap Yahweh:[22]

Mereka mendirikan bukit-bukit pengorbanan Baal, yang ada di lembah anak Hinom, untuk mempersembahkan anak laki-laki dan anak perempuan mereka kepada Molokh; sesuatu yang tidak pernah Kuperintahkan kepada mereka, dan tidak pernah timbul di dalam hati-Ku, bahwa mereka akan melakukan kekejian ini; yang mengakibatkan Yehuda berbuat dosa.

— Yeremia 32:35

Mengingat kemiripan nama tersebut dengan kata bahasa Ibrani melek yang berarti "raja", para pakar juga telah menelusuri teks Masoret untuk menemukan kemunculan melek yang mungkin saja merupakan kesalahan penulisan untuk Molokh. Sebagian besar pakar menganggap hanya ada satu kemunculan yang kemungkinan besar merupakan sebuah kesalahan penulisan, yakni dalam Kitab Yesaya:[23]

Sebab dari dahulu sudah tersedia tempat pembakaran; ya, itu disiapkan untuk raja [melek], dibuat dalam dan lebar; tumpukan kayunya dan api sangat banyak; nafas TUHAN, seperti arus belerang, menyalakannya.

Referensi

sunting

Notes

  1. ^ /ˈmɒlək, ˈmlɒk/. Lihat "Moloch". Merriam-Webster Dictionary. Diakses tanggal 2025-08-06.
  2. ^ Biblical Hebrew: מֹלֶךְ Mōleḵ, tepatnya הַמֹּלֶךְ‎, hamMōleḵ "sang Molokh"; Yunani Kuno: Μόλοχ; Latin: Moloch

Kutipan

  1. ^ Soltes 2021.
  2. ^ Stavrakopoulou 2013, hlm. 134-144.
  3. ^ Day 2000, hlm. 209.
  4. ^ a b Stavrakopoulou 2013, hlm. 144.
  5. ^ Stavrakopoulou 2013, hlm. 147.
  6. ^ Xella 2013, hlm. 265.
  7. ^ Rundin 2004, hlm. 429-439.
  8. ^ Boysen & Ruwe 2021.
  9. ^ a b c d Schmidt 2021.
  10. ^ Day 2000, hlm. 128.
  11. ^ a b Heider 1999, hlm. 581.
  12. ^ Kerr 2018, hlm. 67.
  13. ^ Mosca 1975, hlm. 127.
  14. ^ Heider 1999, hlm. 581–582.
  15. ^ Dewrell 2017, hlm. 127-128.
  16. ^ Holm 2005, hlm. 7134.
  17. ^ Kerr 2018.
  18. ^ Dewrell 2017, hlm. 4.
  19. ^ Stavrakopoulou 2013, hlm. 143–144.
  20. ^ Heider 1999, hlm. 583.
  21. ^ Stavrakopoulou 2013, hlm. 140.
  22. ^ Stavrakopoulou 2013, hlm. 143.
  23. ^ Heider 1999, hlm. 585.

Sumber

sunting

Lihat pula

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Nigel Bagnall

Anna Caroline; mereka memiliki dua anak perempuan. Bagnall, Nigel, The Punic Wars: Rome, Carthage and the Struggle for the Mediterranean, London: Hutchinson

Leonardo Bruni

interpretatione recta on Wikisource Lewis E 54 De primo bello punico (On the first Punic War) at OPenn De duobus amantibus Guiscardo et Sigismunda. Ulm, Johann Zainer

Prasejarah

(2005). A critical history of early Rome : from prehistory to the first Punic War. Berkeley: University of California Press. hlm. 12. ISBN 978-0-520-94029-1

Majelis Romawi

Decline and Fall of the Roman Empire, 1776–1789 Goldsworthy, Adrian. The Punic Wars, Cassell & Co, 2000, ISBN 0-304-35284-5 Goldsworthy, Adrian. In the

Perang Punik I

II – A Short History of the Roman People. Boston: Ginn & Company. OCLC 702198714. Bagnall, Nigel (1999). The Punic Wars: Rome, Carthage and the Struggle

Romawi Kuno

World. United States: David McKay Company, Inc. hlm. 376–393. Rome: The Punic Wars by Richard Hooker. Washington State University. 6 Juni 1999. Diakses

Makedonia (kerajaan kuno)

Postscript (link) Head, Duncan (2016) [1982]. Armies of the Macedonian and Punic Wars: 359 BC to 146 BC (Edisi reprint). Wargames Research Group Ltd.