Rahmatullah
ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡
Susuhunan Banjar
Sultan Banjar
Berkuasa1546 โ€“ 1570
PendahuluSuriansyah
PenerusHidayatullah I
Pemakaman
Keturunan
Nama takhta
ุชูˆุงู† ูƒุจูˆู‡ ุฏูˆู„ูŠ ูŠฺ  ู…ู‡ุง ู…ู„ูŠุง ฺคุฏูˆูƒ ุณุฑูŠ ุณู„ุทุงู† ุฑุญู…ุฉุงู„ู„ู‡ ุณูˆู†ู† ุจุงุชูˆ ฺคูˆุชูŠู‡
Tuan Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Sultan Rahmatullah Sunan Batu Putih[1][2][3]
Nama anumerta
  • ฺคุงู†ู…ุจู‡ุงู† ุจุงุชูˆ ฺคูˆุชูŠู‡
  • Panembahan Batu Putih
  • ุณูˆุณูˆู‡ูˆู†ู† ุจุงุชูˆ ฺคูˆุชูŠู‡
  • Susuhunan Batu Putih
WangsaDinasti Banjarmasin
AyahSuryanullah Syah
AgamaIslam Sunni

Rahmatullah adalah Sultan Banjar kedua yang memeritah Kesultanan Banjar menggantikan ayahnya, Suriansyah dari Banjar, sejak tahun 1546 hingga kematiannya pada tahun 1570.[5][6][7][8][9][10][11][12]

Kehidupan

sunting

Rahmatullah adalah putra tertua dari Suriansyah, sultan pendiri Kesultanan Banjar.[13] Rahmatullah mempunyai seorang adik lelaki yang menjabat sebagai Raden Dipati (wakil Pangeran Mahkota) bernama "Pangeran Anom" yang dijuluki "Pangeran di Hangsana", karena di dalam kompleks keraton terdapat pohon angsana.[13]

Menurut suku Maanyan yang mendiami kampung Jaar-Sanggarwasi di Barito Timur, ayah Sultan Rahmatullah yaitu Sultan Suriansyah juga telah menikahi Norhayati puteri dari Labai Lamiah, tokoh suku Dayak Maanyan yang telah memeluk Islam, yang kemudian melahirkan Putri Mayang Sari yang memerintah wilayah Jaar yang juga dinamakan Singarasi dan makam Putri Mayang Sari juga terdapat di sana.[14]

Pada masa Sultan Rahmatullah pengiriman persembahan (upeti) kepada Kesultanan Demak dihentikan karena penguasa negeri Jawa sudah berpindah kepada raja Kesultanan Pajang.

Kematian

sunting

Rahmatullah meninggal dunia pada tahun 1570, ini sesuai dengan penanggalan dalam tradisi lokal. Setelah kematiannya, Rahmatullah mendapat nama anumerta Panembahan Batu Putih[15] atau Susuhunan Batu Putih, yang dinamakan berdasarkan warna putih pada batu yang menutupi pusara makamnya di Komplek Makam Sultan Suriansyah di kecamatan Banjarmasin Utara, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia.

Keturunan

sunting

Manuskrip Cerita turunan raja Banjar dan Kutaringin yang sekarang ini disebut Hikayat Banjar dan Kotawaringin menyebutkan:[13]

Maka sumalah Sultan Suryanu'llah itu, bertinggal anak laki-laki dua orang itu. Yang tua menjadi raja bernama Sultan Rahmatu'llah, yang muda menjadi Dipati bernama Pangeran Anom. Ia itu disebut orang: Pangeran di Hangsana karena dalam paseban itu ada kayu hangsana. Zaman itu masih menyuruh maaturkan persembah pada sultan Damak. Hatta kemudian daripada itu sultan Damak sumalah. Sudah itu maka yang termasyhur raja di negeri Pajang - banyak negeri Jawa yang takluk itu - bernama Sultan Surya Alam. Zaman itulah raja Banjarmasih tiada lagi menyuruh maaturkan persembah pada raja negeri Jawa itu. Maka Sultan Rahmatu'llah itu kerajaannya masih seperti adat kerajaan yang dahulu jua itu. Banyak tiada tersebut. Hatta berapa lamanya maka Sultan Rahmatullah sumalah, bertinggal anak laki-laki tiga orang. Yang muda bernama Pangeran Damang, itu yang penengah; yang pembusu itu bernama Raden Zakaria. Yang tua itu menjadi raja bernama Sultan Hidayatullah. Kerajaan itu masih seperti dahulu itu jua. Aria Taranggana mati, Patih Masih mati, Patih Balit mati, Patih Kuwin mati, Patih Balitung mati. Sekaliannya itu sudah sama mati. Yang jadi mangkubumi itu Kiai Anggadipa. Itulah yang memerintah di Banjarmasih zaman itu.[13]

Sultan Suryanullah
(Panembahan Batu Habang)
Sultan Rahmatullah
(Panembahan Batu Putih)
Pangeran Demang
(Dipati Demang)
Sultan Hidayatullah 1
(Panembahan Batu Hirang)
Raden Zakaria
Raden Subamanggala
(Pangeran Mangkunagara, leluhur Sultan Sumbawa)
Ratu Bagus
(Raden Bagus)
Sultan Mustain Billah
(Dalem Marhum Panembahan)
Raden Senapati
Gusti Kecil
Raden Kushil
Raden Rangga Kasuma & 40 orang putra-putri lainnya.

Referensi

sunting
  1. ^ "Sultan Kotawaringin XV Dinobatkan". Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-05-24. Diakses tanggal 2011-04-08.
  2. ^ (Indonesia)Setiawati, Nani. Cerita Rakyat Kalimantan Tengah 2. Grasindo. ISBNย 9789797320539. ISBN 979-732-053-7
  3. ^ http://blotanjungputing.blogspot.co.id/2016/05/silsilah-kami-keturunan-sultan-xii.html
  4. ^ (Belanda) van Eysinga, Philippus Pieter Roorda (1841). Handboek der land- en volkenkunde, geschiedtaal-, aardrijks- en staatkunde von Nederlandsch Indie.
  5. ^ (Belanda)J. Pijnappel (1854). Beschrijving van het westelijke gedeelte van de zuid- en oosterafdeeling van Borneo: (De afdeeling Sampit en de zuidkust). Indonesia: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Wilayah Propinsi Nusa Tenggara Barat, Bagian Proyek Pembinaan Permuseuman Nusa Tenggara Barat.
  6. ^ (Belanda) Willem Adriaan Rees, De bandjermasinsche krijg van 1859-1863, Volume 2, D. A. Thieme, 1865
  7. ^ (Belanda) Lembaga Kebudajaan Indonesia, Notulen van de algemeene en directie-vergaderingen, Volume 3-6, G. Kolff, 1866
  8. ^ (Indonesia)Poesponegoro (1992). Sejarah nasional Indonesia: Nusantara pada abad ke-18 dan ke-19. Indonesia: PT Balai Pustaka. ISBNย 979-407-410-1. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-01-04. Diakses tanggal 2011-03-27. ; ; ISBN 978-979-407-410-7
  9. ^ (Belanda) Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde (1860). "Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde". 9: 102.
  10. ^ (Inggris) Truhart, Peter (2003). Regents of nations: systematic chronology of states and thier political representatives in past and presentย : a biographical reference book. Asia & Pacific Oceania. Asien & Pazifischer Ozean. Mรผnchen. hlm.ย 3. ISBNย 3598215452. ISBN 978-3-598-21545-2
  11. ^ (Belanda) Verhandelingen en berigten betrekkelijk het zeewezen en de zeevaartkunde, Volume 13, 1853
  12. ^ (Belanda) Perhimpunan Ilmu Alam Indonesia, Madjalah ilmu alam untuk Indonesia. Indonesian journal for natural science, Volume 29-30, 1866
  13. ^ a b c d (Melayu)Ras, Johannes Jacobus (1990). Hikayat Banjar diterjemahkan oleh Siti Hawa Salleh. Malaysia: Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka. ISBNย 9789836212405. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)ISBN 983-62-1240-X
  14. ^ Hubungan Raja-raja Banjar dan Pengetua Kampung Jaar-Sanggarwasi
  15. ^ (Belanda) Johannes Cornelis Noorlander, Bandjarmasin en de Compagnie in de tweede helft der 18de eeuw, M. Dubbeldeman, 1935

Pustaka

sunting
  • (Indonesia) [Rosyadi, Soeloso, Hikayat Banjar dan Kotaringin, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara, 1993]
  • (Indonesia) [Nani Setiawati, Cerita R Kal. Tengah 2, Grasindo, ISBN 979-732-053-7, 9789797320539]
  • (Indonesia) [Siti Chamamah Soeratno, Hikayat Iskandar Zulkarnain: analisis resepsi, Balai Pustaka, 1991 ISBN 979-407-359-8, 9789794073599]
  • Johannes Jacobus Ras, Hikayat Banjar terjemahan oleh Siti Hawa Salleh, Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka, Lot 1037, Mukim Perindustrian PKNS - Ampang/Hulu Kelang - Selangor Darul Ehsan, Malaysia 1990.

Pranala luar

sunting
Rahmatullah dari Banjar
Meninggal: 1570
Didahului oleh:
Suriansyah dari Banjar
Sultan Banjar
1546 โ€“ 1570
Diteruskanย oleh:
Hidayatullah I dari Banjar

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Ning Umi Laila

Ning Umi Laila (lahir 8 Agustus 2000) adalah anak dari pasangan Edy Rahmatullah (Kyai Granat) dan Sulastri, dan anak ke 1 dari 3 bersaudara. Ia ramai

Sunan Ampel

Sayyid Ali Rahmatullah atau yang dikenal dengan Sunan Ampel adalah seorang wali yang menyebarkan ajaran Islam di Tanah Jawa. Ia lahir pada tahun 1401

Sunan Gunung Jati

Sukalila, Cirebon. Syekh Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati berpulang ke rahmatullah pada tanggal 26 Rayagung tahun 891 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal

Sunan Giri

diganti dengan Maulana Ainul Yaqin oleh gurunya yaitu Syekh Sayyid Ali Rahmatullah atau Sunan Ampel. Ada Bukti Otentik tentang asal-usul dari Sunan Giri

Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung atau UIN SATU Tulungagung (berdiri dengan nama STAIN Tulungagung yang kemudian berubah

Modual Nekad

Podkesmas Main Film". KapanLagi.com. Diakses tanggal 2026-01-10. Alfajri, Rahmatul (2025-12-23). "Sekuel Modual Nekad Bawa Konflik dan Cerita yang Makin ga

Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

mendampingi dan mengasuhnya sampai ibunda tercintanya itu berpulang ke rahmฤtullฤh tiga setengah tahun kemudian dan dimakamkan di Maโ€™lah, Mekkah al-Mukarramah

Masjid Rahmatullah Lampuuk

"Masjid Rahmatullah: Yang Kokoh Diterjang Tsunami 30 Meter di Aceh". https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/masjid-rahmatullah