Ratahan
Peta lokasi Kecamatan Ratahan
Peta lokasi Kecamatan Ratahan
Negaraย Indonesia
ProvinsiSulawesi Utara
KabupatenMinahasa Tenggara
Pemerintahan
ย โ€ขย CamatArce Kalalo[1]
Populasi
ย (2021)[2]
ย โ€ขย Total13.910 jiwa
ย โ€ขย Kepadatan192/km2 (500/sqย mi)
Kode Kemendagri71.07.01 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS7109040 Suntingan nilai di Wikidata
Luas72,30 kmยฒ
Kepadatan192
Desa/kelurahan2 desa
9 kelurahan
Peta
PetaKoordinat: 1ยฐ3โ€ฒ28โ€ณN 124ยฐ47โ€ฒ27โ€ณE๏ปฟ / ๏ปฟ1.05778ยฐN 124.79083ยฐE๏ปฟ / 1.05778; 124.79083


Ratahan adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Minahasa Tenggara, provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Kecamatan Ratahan juga merupakan ibu kota dari kabupaten Minahasa Tenggara. Luas wilayah Ratahan 72,30ย km, dengan jumlah penduduk tahun 2021 sebanyak 13.910 jiwa, dan kepadatan penduduk 192 jiwa/kmยฒ.[2]

Wilayah administratif

sunting

Kecamatan Ratahan terdiri dari 9 kelurahan dan 2 desa, yakni:

  1. Kelurahan Lowu Dua
  2. Kelurahan Lowu Satu
  3. Kelurahan Lowu Utara
  4. Kelurahan Nataan
  5. Kelurahan Tosuraya
  6. Kelurahan Tosuraya Barat
  7. Kelurahan Tosuraya Selatan
  8. Kelurahan Wawali
  9. Kelurahan Wawali Pasan
  10. Desa Rasi
  11. Desa Rasi Satu

Demografi

sunting
Kota Ratahan di malam hari

Suku asli yang mendiami kabupaten Minahasa Tenggara adalah suku Minahasa, yang juga tersebar di seluruh kawasan kabupaten/kota Sulawesi Utara. Sub suku Minahasa di Minahasa Tenggara khususnya adalah suku Pasan Ratahan, suku Ponosakan, dan suku Tonsawang.[3] Selain suku Minahasa, ada juga suku lainnya seperti suku Mongondow, Bolaang Uki, Kaidipang Besar, dan Bintauna dan suku lainnya.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri tahun 2021, mayoritas penduduk kecamatan Ratahan memeluk agama Kristen. Adapun persentasi penduduk kecamatan Ratahan menurut agama yang dianut ialah Kekristenan 97,74% di mana Protestan 95,94% dan Katolik 1,80%. Dan sebagian lagi beragama Islam yakni 2,22% dan Buddha 0,04%.[2]

Peristiwa

sunting

Pada 20 September 2021, terjadi banjir bandang di kecamatan Ratahan, dan juga Ratahan Timur, dengan ketinggian air hingga 3 meter. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengatakan bahwa banjir bandang terjadi sekitar pukul 14.30 WITA. Banjir bandang terdampak 33 unit rumah warga, dan 3 unit rumah hanyut. Sementara di Ratahan Timur, terdampak 17 rumah warga dan 1 balai desa. Banjir bandang terjadi akibat cuaca buruk dan intensitas hujan yang lebat. Peristiwa ini tidak mengakibatkan korban meninggal dunia.[4]

Wisata Di Ratahan

sunting
Pintu Masuk wisata Dodoku Aer Konde Ratahan

Ratahan mempunyai tempat beberapa tempat wisata, salah satunya adalah Dododek Aer Konde atau lebih dikenal dengan Aer Konde Ratahan. Wisata ini adalah wisata alam dengan sumber mata air yang jernih dikelilingi pepohonan.[5] Pada 10 April 2017, pemerintahan kabupaten Minahasa Tenggara mengadakan Seminar Adat dan Budaya, yang bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan kebudayaan di Minahasa Tenggara, sehingga dapat menjadi daya tarik pariwisata berbasis budaya di kawasan Minahasa Tenggara.[6]

Ratahan juga mempunyai Gunung Manimporok yang dikenal dengan keindahan alamnya. Gunung ini mulai menarik perhatian banyak pendaki karena suasananya yang tenang, udara yang sejuk, serta pemandangan alam yang memukau. Jalur pendakiannya dipenuhi panorama hijau dan hamparan bunga yang menambah daya tarik bagi para pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam

Lihat pula

sunting
  1. Watu Pinawetengan

Referensi

sunting
  1. ^ Kurama, Kharisma (8 September 2021). "Menguak Tantangan Vaksinasi di Kabupaten Minahasa Tenggara". Tribunnews.com. Diakses tanggal 27 September 2021.
  2. ^ a b c "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 27 September 2021.
  3. ^ "Ragam Suku di Sulawesi Utara". www.suarawajarfm.com. Diakses tanggal 27 September 2021.
  4. ^ Okezone, Tim. "Banjir Bandang di Minahasa Tenggara, 3 Rumah Hanyut". Okezone.com. Diakses tanggal 27 September 2021.
  5. ^ Posumah, Rizali. "Menengok 4 Tempat Wisata yang Ada di Minahasa Tenggara, Dodoku Aer Konde hingga Gunung Soputan". Tribunnews.com. Diakses tanggal 27 September 2021.
  6. ^ "Menapaki Adat dan Budaya Minahasa Tenggara". /mitrakab.go.id. 10 April 2017. Diakses tanggal 27 September 2021.

Pranala luar

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Bahasa Ratahan

yang hampir punah. Ratahan di Ethnologue (ed. ke-18, 2015) Hammarstrรถm, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Ratahan". Glottolog 4.8

Suku Minahasa

Bantik, Pasan/Ratahan, Ponosokan, dan Tonsawang (Tombatu). Sub-etnik Bantik mendiami daerah Kota Manado dan sekitarnya. Sub-etnik Pasan/Ratahan, Ponosokan

Suku Ratahan

Statistik "Ratahan of Indonesia (PGID: PG022860)". PeopleGroups.org (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-05-23. "Ratahan, Bentenan in

Sulawesi Utara

memaksakan kehendaknya, akhirnya menimbulkan perlawanan tahun 1700-an di Ratahan yang memuncak pada Perang Minahasa-Belanda tahun 1809-1811 di Tondano.

Wongkai, Ratahan Timur, Minahasa Tenggara

Langowan dari Desa Atep, tapi karena wilayah ini berada di wilayah Ratahan maka penduduk Ratahan mengambil alih permukiman ini. Daerah sekitar desa Atep Palamba

Kabupaten Minahasa Tenggara

Minahasa Selatan yaitu Belang, Pusomaen, Ratahan, Ratatotok, Tombatu, dan Touluaan. Kecamatan Pasan, Ratahan Timur, Silian Raya, Tombatu Timur, Tombatu

Pangu, Ratahan Timur, Minahasa Tenggara

Pangu merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Ratahan Timur, Kabupaten Minahasa Tenggara, provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. (Indonesia) Keputusan

Wongkai Satu, Ratahan Timur, Minahasa Tenggara

Wongkai Satu: Di kecamatan Ratahan Timur, posisi desa Wongkai berada di sisi Timur desa Pangu. Desa Wongkai Satu, Kecamatan Ratahan Timur terdiri atas 4 Jaga