Ratu Laut Selatan adalah gelar dalam mitos Nusantara bagi entitas yang dianggap menguasai laut selatan pulau Jawa. Mitos tersebut pada umumnya merujuk pada 3 tokoh, yaitu: Kanjeng Ratu Kidul dan anak asuhnya Nyi Roro Kidul, serta Nyi Blorong.

Legenda cerita ini sangat populer di kalangan masyarakat Pulau Jawa dan Bali. Kepercayaan akan adanya penguasa lautan di selatan Jawa (Samudra Hindia) terutama dikenal oleh Suku Sunda dan Suku Jawa. Orang Bali juga meyakini adanya kekuatan yang menguasai pantai selatan ini.

Entitas Ratu Laut Selatan

sunting
Gambaran populer wujud Nyi Roro Kidul (Nyai Rara Kidul), mengenakan pakaian berwarna hijau.

Dalam kepercayaan asli Nusantara terdapat beberapa entitas yang dianggap menyandang gelar Ratu Laut Selatan. Di antaranya yakni: Kanjeng Ratu Kidul, Nyi Roro Kidul, dan Nyi Blorong. Beberapa deskripsi mengenai sosok tersebut mengandung inkonsistensi, bahkan beberapa nama dianggap merupakan panggilan berbeda untuk satu sosok yang sama.

Kanjeng Ratu Kidul

sunting

Kanjeng Ratu Kidul adalah tokoh legenda yang sangat populer di kalangan masyarakat Pulau Jawa dan Bali. Ia memiliki kuasa atas ombak keras samudra Hindia dari istananya yang terletak di jantung samudra. Dalam mitologi Jawa, Kanjeng Ratu Kidul merupakan ciptaan dari Dewa Kaping Telu. Ia mengisi alam kehidupan sebagai Dewi Padi (Dewi Sri) dan dewi-dewi alam yang lain.

Menurut kepercayaan, ia merupakan pasangan spiritual para sultan dari Mataram dan Yogyakarta, dimulai dari Panembahan Senapati hingga sekarang. Ia juga menjadi istri spiritual Susuhunan Surakarta. Pengamat sejarah kebanyakan beranggapan, keyakinan akan Kanjeng Ratu Kidul memang dibuat untuk melegitimasi kekuasaan dinasti Mataram.

Keraton Surakarta menyebutnya sebagai Kanjeng Ratu Ayu Kencono Sari.[1] Ia dipercaya mampu untuk berubah wujud beberapa kali dalam sehari.[2] Sultan Hamengkubuwono IX menggambarkan pengalaman pertemuan spiritualnya dengan sang Ratu; ia dapat berubah wujud dan penampilan, sebagai seorang wanita muda biasanya pada saat bulan purnama, dan sebagai wanita tua di waktu yang lain.[3]

Nyi Roro Kidul

sunting

Nyi Roro Kidul (Nyai Rara Kidul) dipercaya menguasai Laut Selatan dalam mitos Sunda dan Jawa. Dia dipercaya akan menarik orang-orang yang mengenakan baju berwarna kehijauan di pantai Laut Selatan. Dalam mitologi Jawa, Kanjeng Ratu Kidul merupakan ciptaan dari Dewa Kaping Telu yang mengisi alam kehidupan sebagai dewi padi dan dewi alam yang lain. Sedangkan Nyi Roro Kidul mulanya merupakan putri Kerajaan Sunda yang diusir ayahnya karena ulah ibu tirinya. Dalam perkembangannya, masyarakat cenderung menyamakan Nyi Roro Kidul dengan Kanjeng Ratu Kidul, meskipun dalam kepercayaan Kejawen, Nyi Roro Kidul adalah bawahan setia Kanjeng Ratu Kidul.[4]

Nyi Blorong

sunting
Sebuah lukisan Jawa menggambarkan sosok Nyi Blorong.

Menurut kepercayaan masyarakat, Nyi Blorong adalah penguasa keraton pantai selatan yang memiliki kesaktian luar biasa, memiliki pengikut berbagai macam makluk halus. Ia konon memang ditugaskan untuk menyesatkan manusia agar terjerumus pesugihan dan menjadikan manusia budak-budaknya yang taat. Nyi Blorong tampil mengenakan kebaya berwarna hijau dengan rajutan emas. Kain panjang berwarna emas tersebut konon merupakan perwujudan sosok aslinya, yaitu ular raksasa. Pada saat bulan purnama, kecantikan dan kesaktian Nyi Blorong mencapai puncaknya, tetapi saat bulan mengecil, ia akan kembali ke wujudnya yang semula yaitu ular raksasa.

Serat Centhini menyebutkan bahwa Nyi Blorong yang cantik adalah putri dari Ratu Anginangin. Ia dinikahkan dengan Jaka Linglung setelah calon suaminya itu berhasil membunuh buaya putih penjelmaan Prabu Dewatacengkar.[5]

Ratu Ayu Pagedongan

sunting

Ratu Pagedongan adalah putri Raden Panji, seorang putra raja Jenggala, dengan Retnaning Dyah Angin-Angin yang merupakan putri lelembut. Saat membuka hutan (babat alas) Sigaluh, pohon beringin putih yang merupakan pusat kerajaan lelembut ikut tumbang. Roh raja lelembut, Prabu Banjaran Seta, masuk ke dalam tubuh Raden Panji sehingga ia menjadi semakin sakti. Dengan demikian, kekuasaan hutan Sigaluh dan kerajaan lelembut menjadi miliknya. Retnaning Dyah Angin-Angin adalah adik dari Prabu Banjaran Seta.

Saat Ratu Hayu lahir, kakek Ratu Hayu yang bernama Eyang Sindhula datang dan memberinya nama Ratu Pagedongan dengan harapan ia menjadi wanita tercantik di seluruh alam. Setelah beranjak dewasa, Ratu Pagedongan meminta kakeknya agar kecantikannya abadi. Hal tersebut dapat terjadi hanya jika Ratu Pagedongan menjadi lelembut. Setelah menjadi lelembut, Raden Panji menyerahkan laut selatan di bawah kekuasaan putrinya, sampai saatnya ia bertemu dengan Wong Agung ("orang besar") yang memerintah Jawa.

Lara Kidul Dewi Nawangwulan

sunting

Lara Kidul Dewi Nawangwulan adalah ratu sebuah kerajaan kecil pada masa Kerajaan Majapahit. Ia adalah keturunan Bhre Wengker (1456-1466), seorang raja Majapahit. Suaminya adalah Jaka Tarub, sementara ia sendiri menjadi salah satu dari tujuh bidadari yang mandi di telaga. Keduanya memiliki putri bernama Dewi Nawangsih. Nawangsih menikah dengan Raden Bondan Kejawan atau Lembu Peteng, pangeran Majapahit yang diangkat anak oleh Jaka Tarub. Keduanya adalah moyang dari Panembahan Senapati, pendiri Kesultanan Mataram.

Dalam legenda, saat Nawangwulan sampai di khayangan, ia ditolak karena sudah berbau manusia. Nawang Wulan kembali turun ke bumi tetapi tidak bermaksud kembali ke suaminya. Ia naik gunung Merbabu dan meloncat ke laut selatan untuk bunuh diri. Di laut selatan, Nyi Nawang Wulan perperang dengan Nyi Roro Kidul dan memperoleh kemenangan, sehingga ia menguasai laut selatan. Dengan demikian, Nawangwulan menjadi salah satu dari tiga penguasa laut selatan di samping Nyi Roro Kidul dan Nyi Blorong.

Dalam versi lain, penguasa khayangan menjadikan Nawangwulan penguasa laut kidul karena ia sudah tidak layak untuk tinggal di khayangan, tetapi juga tidak pantas untuk kembali tinggal di antara manusia di bumi. Semenjak saat itu, Nawangwulan dikenal dengan nama Nyi Roro Kidul.

Bodhisatwa Kwan Im Laut Selatan

sunting
Gerbang samudra Sanggar Agung dihiasi patung raksasa Kwan Im Laut Selatan.

Kwan Im adalah bodhisatwa welas asih dalam ajaran Buddha Mahayana. Ia bersumpah tidak akan beristirahat hingga ia berhasil membebaskan seluruh makhluk hidup dari penderitaan samsara (atau kelahiran kembali berulang ke dunia). Di China, para nelayan berdoa kepadanya agar selamat selama di laut mencari ikan. Itulah sebabnya Bodhisatwa Kwan Im juga dijuluki Kwan Im Laut Selatan,[6] yang sebenarnya merujuk pada Laut Cina Selatan.

Pada saat terjadi diaspora penduduk China ke Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Kwan Im Laut Selatan dianggap sebagai pelindung para imigran tersebut. Seluruh wilayah di selatan China (termasuk Laut China Selatan) dipercaya berada di bawah perlindungan (kekuasaan) Kwan Im. Oleh sebab itu, pemujaan terhadap Kwan Im cukup populer di Indonesia, misalnya di Klenteng Sanggar Agung di Surabaya dan Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa di Simpenan, Sukabumi.[7]

Putri Raja Thailand IV

sunting

Menurut legenda yang beredar di Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa, Simpenan, Sukabumi, Ratu Pantai Selatan merupakan putri Raja Thailand,[7] yaitu Raja kelima dari dinasti Chakri, Chulalongkorn.

Lihat pula

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Karaton Surakarta, Yayasan Pawiyatan Kabudayaan Karaton Surakarta, Sekilas Sejarah Keraton Surakarta, R.Ay. Sri Winarti P, 2004
  2. ^ Bogaerts, Els. Scription Van sunans, sultans en sultanes; Ratu Kidul in the Panitik Sultan Agungan - M.A. Thesis, Rijskuniversiteit Leiden, Holland
  3. ^ Sultan Hamengkubuwono IX memoire "Takhta untuk Rakyat"
  4. ^ Herman Utomo dan Silvie Utomo. 2008. Dialog dengan Alam Dewa. Jakarta: Kelompok Spiritual Universal.
  5. ^ Ranggasutrasna, Ngabei (1991). Centhini: Tambangraras-Amongraga, Jilid I, hal. 70-71. Jakarta: Balai Pustaka. ISBNย 979-407-358-X.
  6. ^ Mary Bai. Guanyin, the Chinese Goddess of Mercy Diarsipkan 2014-04-07 di Wayback Machine.. (Inggris)
  7. ^ a b Ada Ratu Pantai Selatan di Vihara Nam Hai Diarsipkan 2014-04-03 di Wayback Machine..

Rujukan

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Nyi Roro Kidul

Kidul dengan Kanjeng Ratu Kidul, meskipun dalam kepercayaan Kejawen, Nyi Roro Kidul adalah bawahan setia Kanjeng Ratu Kidul. Kedudukan Nyi Roro Kidul

Kanjeng Ratu Kidul

Sri Gusti Kanjeng Ratu Kidul (bahasa Jawa: ๊ง‹๊ฆฑ๊ฆฟ๊ฆถ๊ฆ’๊ฆธ๊ฆฑ๊ง€๊ฆ ๊ฆถ๊ฆ๊ฆš๊ง€๊ฆ—๊ฆผ๊ฆ๊ฆซ๊ฆ ๊ฆธ๊ฆ๊ฆถ๊ฆข๊ฆธ๊ฆญ๊ง€code: jv is deprecated ) adalah tokoh legenda yang sangat populer di kalangan masyarakat

Nyi Blorong

merupakan panglima terkuat yang dimiliki oleh Kanjeng Ratu Kidul dan sering dianggap sama dengan Nyi Roro Kidul. Menurut kepercayaan masyarakat, Nyi Blorong adalah

Pantai Parangtritis

sisi timur Pantai Parangkusumo ini memiliki legenda yang melekat dengan Ratu Kidul sebagai penguasa laut selatan dan keindahannya. Pantai ini merupakan pantai

Ratu Laut Utara

kasihan kemudian menasehatinya agar bertapa di Pantai Selatan menghadap Ratu Kidul. Selanjutnya mereka berpisah, Panembahan Senopati beserta patihnya melanjutkan

Nyi Roro Kidul (seri televisi 2003)

Moudy Wilhelmina, Revi Mariska dan Choky Adriano. Nyi Roro Kidul atau tepatnya Kanjeng Ratu Kidul adalah tokoh siluman untuk makhluk halus yang baik yang

Lukisan Ratu Kidul

Lukisan Ratu Kidul adalah film hantu Indonesia yang dirilis pada 4 April 2019 disutradarai oleh Ginanti Rona dan dibintangi oleh Teuku Zacky, Ussy Sulistiawaty

Tari Bedaya Ketawang

pertapaannya, Panembahan Senapati bertemu dan bercinta dengan Ratu Kencanasari atau Kangjeng Ratu Kidul, ratu penguasa Laut Selatan, yang kemudian menjadi cikal