Prof. Dr.Eng. Yudi Darma, S.Si., M.Si. , adalah fisikawan Indonesia, tepatnya guru besar bidang keahlian fisika material di Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung.[1] Penelitian yang dilakukan berfokus pada bidang advanced material dan multifunctional devices applications.[2] Saat ini, Ia menjabat sebagai kepala Laboratorium Quantum Semiconductor and Devices, Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung. Selain bidang akademis, ia juga menjabat sebagai Ketua Pembina di Yayasan Taruna Bakti.[3]

Riwayat Hidup

sunting

Masa Kecil dan Pendidikan

sunting

Yudi Darma lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat. Ia menempuh pendidikan SD hingga SMA di Sumatera Barat.[4] Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikan dengan mengambil jurusan fisika di Institut Teknologi Bandung hingga memperoleh gelar sarjana sains di tahun 1997. Kemudian disusul dengan gelar magister sains dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 2000, dan gelar doktor dari Hiroshima University dalam bidang Quantum Matter and Integrated Devices pada tahun 2004.[5]

Karier

sunting

Setelah menyelesaikan program doktoral, ia bergabung dengan beberapa kelompok penelitian antara lain sebagai peneliti postdoctoral di Research Center for Nanodevices and Systems, Hiroshima University, Jepang kemudian Research Fellow di Photonic Lab, School of Physics, University of New South Wales, Sydney, Australia dan Research Fellow di Singapore Synchrotron Light Source, National University of Singapore. Kemudian, ia menjadi pengajar di Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung.[6]

Selain itu, pada tahun 2016-2018, ia juga menjabat sebagai wakil presiden Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) untuk frontier of science.[7] Sejak tahun 2006, ia juga menjadi mitra inti di kedutaan Jepang di Indonesia untuk urusan pendidikan tinggi. Ia juga menjabat sebagai penasihat senior dan bagian dari beberapa gugus tugas di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia dan pada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan SDM seperti program diaspora, manajemen talenta dan program academic leader di lingkungan perguruan tinggi Indonesia. Saat ini, ia juga menjadi anggota tim penanganan Covid-19 dibawah koordinasi Kemersitek/BRIN dan juga terlibat sebagai anggota tim ahli hilirisasi mineral di lingkungan Kemenkomarves RI.[8]

Penghargaan

sunting

Dia menerima beberapa penghargaan Internasional dan Nasional antara lain;

  1. Penghargaan HAKI produktif dan berkualitas tahun 2020 dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Republik Indonesia,
  2. Penghargaan Prestasi Indonesia Bidang Iptek tahun 2007,
  3. Penghargaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk peneliti muda terbaik di bidang Engineering and Technology pada tahun 2006,
  4. Penghargaan Solid State Devices and Material (SSDM) 2003 di Tokyo,
  5. Penghargaan Distinction Award Universitas Hiroshima 2004 di Hiroshima
  6. Penghargaan Mikroproses dan Nanoteknologi (MNC) 2002 di Tokyo.[9]

Referensi

sunting
  1. ^ "Yudi Darma โ€“ FMIPA ITB" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-02-24.
  2. ^ ITB, Webmaster Team, Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi. "Yudi Darma -". Institut Teknologi Bandung (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-02-24. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  3. ^ "Selayang Pandang". Yayasan Taruna Bakti (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-02-24.
  4. ^ "Bernas.id | Perjalanan Yudi Darma, Mencintai Fisika hingga Menjadi Guru Besar ITB". bernas.id. Diakses tanggal 2022-02-24.
  5. ^ "PDDikti - Pangkalan Data Pendidikan Tinggi". pddikti.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2022-02-24.
  6. ^ "Peneliti Jelaskan Perjalanan Waktu di 'Avengers: Endgame'". CNN Indonesia. Diakses tanggal 2022-02-24.
  7. ^ Ngazis, Amal Nur (2019-05-14). "Peneliti Fisika: Thanos Selamatkan Alam Semesta". VIVA.co.id. Diakses tanggal 2022-02-24.
  8. ^ "Anggota ALMI". ALMI. Diakses tanggal 2022-02-24.
  9. ^ "Yudi Darma". orcid.org. Diakses tanggal 2022-02-24.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Barbara R. Holland

Allan Wilson Centre, pertama sebagai Pascadoktoral Fellow (2002โ€“2005) dan kemudian sebagai Research Fellow (2005โ€“2010). Pada tahun 2007, Holland mulai mengajar

Brian Cox (fisikawan)

Kelvin Prize (2010) OBE (2010) Michael Faraday Prize (2012) University Research Fellow (2005โ€“2013) FRS (2016) Karier ilmiah Bidang Fisika partikel Institusi

Sidik W. Martowidjojo

satu-satunya orang dari luar Tiongkok yang diangkat sebagai anggota peneliti (Research Fellow) pada Chinese Academy Of Art (Pusat Penelitian Seni Republik Rakyat

Wibawanto Nugroho Widodo

Non-Resident Senior Fellow di Westminster Institute, Washington, D.C. (2019 - sekarang) Designated Subject Matter Expert/Alumni Doctoral Research Fellow di U.S. National

Qonita Kurnia Anjani

Irlandia Utara. Saat ini Qonita aktif menjabat sebagai Postdoctoral Research Fellow di Queenโ€™s University, sekaligus menjadi staf pengajar di Universitas

Nadirsyah Hosen

Professor. Sebelum itu, pada 2005, ia bekerja sebagai post-doctoral research fellow di TC. Beirne School of Law, Universitas Queensland. Saat ini Prof

KC Claffy

data internet. Claffy diangkat sebagai associate research scientist pada 1994 dan menjadi research scientist pada 2007. Pada 1996, ia mendirikan Center

Myles Burnyeat

Fredric, (born 1 Jan. 1939), Senior Research Fellow in Philosophy, All Souls College, Oxford, 1996โ€“2006, now Emeritus Fellow | WHO'S WHO & WHO WAS WHO". www