Rogoselo
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenPekalongan
KecamatanDoro
Kode pos
51191
Kode Kemendagri33.26.06.2004 Suntingan nilai di Wikidata
Luas4.000 m2
Jumlah penduduk4500
Kepadatan211
Peta
PetaKoordinat: 7°3′17″S 109°39′59″E / 7.05472°S 109.66639°E / -7.05472; 109.66639

Rogoselo (bahasa Jawa: ꦫꦒꦱꦺꦭ) adalah desa di kecamatan Doro, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia.

Pembagian Administratif

sunting

Desa ini terdiri dari 13 dukuh/dusun, 18 RT, dan 4 RW. Berikut adalah daftar dukuh di Rogoselo:

  • Jati
  • Sandong
  • Tembelang kulon
  • Tembelang wetan
  • Plumutan
  • Bangunrejo/Tangsi
  • Rogoselo kaum
  • Sari
  • Sawahan
  • Sibatuk
  • Bon anom
  • Surangan
  • Sorosido

Sejarah

sunting

Versi Legenda

Desa Rogoselo di ambil dari nama " Rogo" yang artinya badan, sedangkan " Selo" yang berarti batu. Menurut cerita yang saya ketahui pada zaman dahulu kala ada seorang yang bernama "KI ATAS ANGIN" orang yang sangat sakti dan berjiwa kesatria dan juga sangat kuat dalam menjalankan perintah agama. Dia juga termasuk salah satu murid kesayangan SUNAN KALI JOGO (WALI SONGO). KI ATAS ANGIN selalu dimusuhi oleh orang belanda, salah satunya oleh BARON SEKEBER. Baron sekeber orang belanda yang juga sakti mandra guna. Dia mencintai istri Ki Atas Angin karena kecantikannya. Pada suatu ketika Baron Sekeber mengajak Ki Atas Angin untuk melihat pertunjukan wayang di mana dalangnya adalah Sunan Kali Jogo. Ternyata Baron Sekeber mengajak Ki Atas Angin karena ada maksud di balik semua itu, dengan diam-diam Baron Sekeber pergi meninggalkan Ki Atas Angin dan Baron Sekeber membawa pergi istri Ki Atas Angin yang di tinggal di rumah sendirian. Karena Ki Atas Angin merasa di bohongi oleh Baron Sekeber lalu beliau minta bantuan ke Sunan Kali Jogo . Karena Sunan Kali Jogo adalah salah satu wali yang sangat berbudi luhur Beliaupun membantu Ki Atas Angin yang meminta bantuan ke padanya dengan cara Ki Atas Angin di suruh masuk ke layar pertunjukan wayang. Dan dengan sekejap mata Ki Atas Angin sampai di rumah. Setelah sampai di rumah betapa terkejutnya Beliau mendapati istrinya sudah tidak ada. Tanpa berpikir panjang Ki Atas Angin pergi mencari Baron Sekeber yang telah membawa kabur istrinya. Diapun terbang dan tidak lama kemudian dia melihat Baron Sekeber . Lalu Ki Atas Angin terus mengejar ngejar Baron Sekeber. Merekapun saling mengadu kekuatan ,karena mereka sama sama sakti maka pertempuranpun berlangsung sangat lama. Mereka saling serang saling tangkis sampai mereka tidak tau kalau waktu sudah gelap. Sampai beberapa lama mereka terus melakukan perkelahian. Tapi setelah mereka saling serang Ki Atas Angin yang memenangkan pertarungan dan baron sekeber pun terus di kejar kemanapun dia pergi. Sampai di suatu tempat Baron Sekeber masuk kedalam batu dan KI Atas Angin terus menunggu sampai Bron Sekeber muncul .Tapi karena sampai beberapa hari Baron Sekeber tidak muncul juga maka Ki Atas Angin pun menunggu sampai sekarang di dalam batu yang berada di depannya sampai sekarang.

Setelah sekian tahun ada seorang penduduk yang memotong hidung salah satu patung , maka sesampainya di rumah penduduk itu tidak lama kemudian sakit dan meninggal. Sampai saat ini warga menjadikan tempat itu sebagai tempat keramat yang setiap bulannya sering di kunjungi oleh masyarakat dari mana saja.[1]

Versi Catatan Sejarah

Berdasarkan catatan perjalanan Bujangga Manik, Rogoselo disebut sebagai "Arega Sela/Arga Sela" yang berarti gunung batu dalam bahasa Jawa kuno. Rogoselo adalah salah satu dari banyak tempat yang ia sebut saat memasuki wilayah Kerajaan Jawa untuk kedua kalinya (Pada perjalanan pertama beliau hanya sampai Pemalang). Pada situs Baron Sekeber, terdapat arca-arca yang disebut sebagai Baron Sekeber dan Istrinya, tetapi jika dilihat berdasarkan sejarah, tipe arca tersebut adalah arca Dwarapala yang umum di tanah Jawa sebagai patung yang ada di depan sebuah situs suci seperti candi. Di bukit Goromanik yang ada di desa ini, ditemukan pula sebuah prasasti yang berasal dari abad ke-17. Keberadaan prasasti tersebut unik karena berdasarkan penanggalannya, prasasti tersebut berasal dari era Islam, hal itu menunjukkan pada masa Kerajaan Mataram Islam, masih terdapat penganut Hindu-Buddha di Rogoselo.

Referensi

sunting
  1. ^ "Selaayang Pandang Desa Rogoselo". Rogoselo.id. 12 Februari 2010. Diakses tanggal 17 April 2020.[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Doro, Pekalongan

Pungangan Randusari Rogoselo Sawangan Sidoharjo Wringin Agung (Indonesia) BPS Kabupaten Pekalongan (Indonesia) Situs resmi Kabupaten Pekalongan l b s

Doro, Doro, Pekalongan

Doro (bahasa Jawa: ꦢꦫ) adalah desa di kecamatan Doro, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Doro merupakan pusat pemerintahan Kecamatan Doro, juga

Sawangan, Doro, Pekalongan

Sawangan (bahasa Jawa: ꦱꦮꦔꦤ꧀) adalah salah satu desa di kecamatan Doro, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Sawangan terdiri dari beberapa pedukuhan/dusun

Larikan, Doro, Pekalongan

berada di wilayah Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia. Larikan merupakan desa terkecil di Kecamatan Doro. Desa Larikan dilalui oleh

Lemahabang, Doro, Pekalongan

Lemahabang (bahasa Jawa: ꦊꦩꦃꦲꦧꦁ) adalah desa di kecamatan Doro, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia. Lemahabang merupakan desa yang berada ketinggian sekitar

Bligorejo, Doro, Pekalongan

Bligorejo (bahasa Jawa: ꦧ꧀ꦭꦶꦒꦺꦴꦉꦗ) adalah desa di kecamatan Doro, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Bligorego terdiri dari enam dukuh yaitu: Dukuh

Dororejo, Doro, Pekalongan

Dororejo adalah desa di kecamatan Doro, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Dororejo terdiri dari 6 (enam) dusun, yaitu: Doromantek Dorogunung Dorobulu

Harjosari, Doro, Pekalongan

gedong. batas desa selatan rogoselo timur lemahabang barat larikan utara dororejo dan sawangan (Indonesia) BPS Kabupaten Pekalongan Diarsipkan 2023-06-04 di