Semivokal, geluncuran, atau vokal nonsuku kata, adalah vokal yang membentuk suku kata diftong dengan vokal penuh. Artinya, mereka seperti suara vokal yang tidak membentuk inti dari suku kata atau mora; mereka bukan bagian yang paling menonjol dari suku kata.

Semivokal berbeda dengan konsonan hampiran, yang agak mirip tetapi artikulasi lebih tertutup daripada vokal atau semivokal dan bersifat sebagai konsonan.

Karena mereka mirip secara fonetis, konsep semivokal dan konsonan hampiran sering digunakan secara bergantian. Dalam penggunaan ini, semivokal didefinisikan sebagai konsonan hampiran yang sesuai secara fonetis pada vokal tertutup khusus. Misalnya [j], sesuai dengan [i]; [w] untuk [u]; [ɥ] untuk [y]; dan [ɰ] untuk [ɯ].


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Alfabet Gotik

alfabet Latin Diduga menyerap suatu huruf alfabet Rune untuk membedakan semivokal /w/ dari bunyivokal /u/ Huruf hwair (𐍈) untuk melafalkan konsonan Labial-Velar

G

/dʒ/, selain /g/, dan juga menggunakannya untuk mengindikasikan bunyi semivokal. Nilai lembut dari pengucapan ‹g› berbeda-beda dalam rumpun bahasa Roman:

Aksara Jawa

wyanjana (ꦱꦤ꧀ꦝꦁꦔꦤ꧀ꦮꦾꦚ꧀ꦗꦤ) digunakan untuk menuliskan gugus konsonan dengan semivokal dalam satu suku kata, sebagaimana berikut: Vokal inheren dari tiap aksara

Bahasa Arab

terdiri dari 29 huruf abjad: 26 berupa konsonan murni dan 3 berupa konsonan semivokal yaitu huruf "Alif", "Waw" dan "Ya'". Bunyi vokal tidak dilambangkan dengan

Bahasa Lampung

berakhir dengan vokal, meskipun konsonan akhir juga cukup sering ditemukan. Semivokal dalam bahasa Lampung, seperti /w/ dan /y/, sering kali tidak menampilkan

Daftar kata serapan dari bahasa Sanskerta dalam bahasa Melayu dan bahasa Indonesia modern

/th/, /dh/, /ph/, /bh/ Konsonan Sengau /ng/, /ñ/, /ṇ/, /n/, /m/ Konsonan Semivokal /y/, /r/, /l/, /w/ Konsonan Sibilan /ś/, /ṣ/, /s/, /h/ Konsonan Lain-lain

Alfabet Latin dasar ISO

muncul pada beberapa nama diri Italia asli sebagai varian dari huruf semivokal i. Catatan untuk bahasa Portugis: Huruf k dan y (tetapi bukan huruf w)

Bahasa Jawa Kuno

menjadi /o/, seperti pada perubahan mantra oṣadha menjadi mantroṣadha. Semivokal y /j/ dan w akan menukar vokal /i/, /u/, atau ö ketika diikuti oleh vokal