Sepur belok di emplasemen Stasiun Tanjung Priuk.
Sepur belok di emplasemen Stasiun Tanjung Priuk.
Sepur belok
Jalur utama
Sepur belok

Sepur belok (bahasa Inggris: passing loop, passing siding) adalah bagian dari stasiun kereta api, terutama pada jalur tunggal, yang digunakan untuk persilangan atau papasan kereta api atau trem.[1] Kereta/trem yang memiliki arah perjalanan yang sama dapat saling bersusulan, dengan menggunakan persinyalan kereta api. Sepur belok memilki dua ujung yang tersambung dengan sepur lurus menggunakan wesel, atau hanya pada salah satu ujung sebagai sepur simpan.

Idealnya, untuk memastikan agar sudah memenuhi preipal, sepur belok harus lebih panjang daripada panjang rata-rata kereta apinya. Kereta api pertama yang datang harus berhenti atau berjalan pelan-pelan (jika jalur beloknya sangat panjang) di sepur belok, kemudian kereta api kedua melaju kencang di sepur lurus. Jika kereta api pertama terlalu panjang untuk petak tersebut, kereta api harus menunggu kereta api lawan berhenti di sepur belok. Secara umum, kereta api yang lebih pendek harus datang pertama terlebih dahulu. Jika dua-duanya terlalu panjang, operasi see-saw diperlukan untuk persilangan.[2]

Jika stasiun menggunakan peron, terutama peron tinggi untuk penumpang yang naik dan turun dari kereta api, peron dapat disediakan di kedua jalur, atau dapat juga hanya satu.

Referensi

sunting
  1. ^ Jackson, Alan A. (2006). The Railway Dictionary (Edisi 4th). Sutton Publishing Ltd. hlm.ย 80. ISBNย 0-7509-4218-5.
  2. ^ ""double saw-by"". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-02-20. Diakses tanggal 2020-10-30.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Sepur simpang

penolong. Salah satu bentuk sepur simpang adalah sepur belok. Sepur belok adalah percabangan jalur kereta api yang sejajar dengan sepur utama yang terhubung

Wesel

Pergerakan ini disebut dari belok/lurus. Wesel umumnya memiliki satu jalur lurus (sepur lempeng) dan satu jalur belok (sepur belok), yang juga disebut sebagai

Stasiun Kedungjati

Stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api aktif dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Dua jalur di peron selatan memiliki percabangan ke Ambarawa, Magelang

Stasiun Palur

Palur memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 yang lama merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda menuju Stasiun Kedungbanteng dioperasikan per

Stasiun Plabuan

sebagai sepur lurus hanya untuk arah Semarang, jalur 1 eksisting sedikit digeser ke arah utara dan diubah menjadi jalur 2 yang baru sebagai sepur belok dengan

Stasiun Cirebon Prujakan

merupakan sepur lurus, empat jalur lainnya menuju Jakarta dan Surabaya melalui lintas selatan Jawa (jalur 6-9) dengan jalur 7 merupakan sepur lurus, serta

Stasiun Randublatung

merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda segmen Sulurโ€“Wadu resmi dioperasikan pada pertengahan Maret 2014, jalur 4 dijadikan sebagai sepur lurus untuk

Stasiun Kalibaru

ini memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus ditambah satu sepur badug di sebelah barat stasiun. Berikut ini adalah layanan