
Singa Belanda (bahasa Belanda: Nederlandse leeuw) adalah singa heraldik yang berdiri tegak dengan mahkota, memegang pedang di kaki kanan dan seikat anak panah di kiri.[1] Dalam lambang yang mewakili Belanda atau Negeri Rendah, singa melambangkan penguasa, pedang melambangkan kekuatan militer, dan anak panah melambangkan provinsi-provinsi Belanda yang bersatu. Sosok singa ini pertama muncul pada tahun 1579 di segel Staten-Generaal (Dewan Negara), lembaga yang sebagian menggantikan peran kepala negara. Karena itu, ia disebut juga generaliteitsleeuw atau Singa Kenegaraan.
Pada tahun 1584, Singa Kenegaraan ini diadopsi sebagai lambang Republik Tujuh Provinsi Bersatu, dengan warna emas di atas perisai merah โ kebalikan dari lambang Holland, provinsi paling berpengaruh dan pemberontak dalam Perang Delapan Puluh Tahun. Pada 1609, singa diberi tambahan mahkota dan digunakan hingga 1795. Karena itu, nama generaliteitsleeuw sering dianggap identik dengan lambang tersebut, bukan hanya singanya.
Ketika Belanda menjadi kerajaan pada 1815, dibuat lambang baru yang didasarkan pada lambang Wangsa Nassau. Singa Nassau diganti dengan generaliteitsleeuw lengkap dengan pedang, anak panah, dan mahkota. Sejak saat itu, istilah Nederlandse leeuw (Singa Belanda) lebih sering digunakan, ditampilkan di atas perisai berpola kotak biru dan emas.
Penggunaan lain Singa Belanda
sunting- Selama berabad-abad, Singa Belanda telah menjadi lambang Angkatan Darat Belanda.
- Dalam kartografi, terdapat tradisi menggambarkan wilayah Lage Landen (Negeri Rendah) dalam bentuk singa, disebut Leo Belgicus (bahasa Latin untuk "Singa Belanda" atau "Singa Belgia").
- Kini, lambang singa masih digunakan dalam olahraga, seperti pada logo KNVB dan seragam tim nasional Belanda.
Sebelum Belanda bersatu sebagai satu negara dan menjadikan singa sebagai simbol nasional, singa sudah lama menjadi lambang regional kekuatan. Meskipun hewan ini tidak hidup di wilayah tersebut, motif singa umum ditemukan dalam heraldik Belanda dan Eropa Utara. Banyak wilayah seperti Holland (merah di atas emas), Brabant (emas di atas hitam), Vlaanderen (hitam di atas emas), Gelre (emas di atas biru), dan Limburg (merah di atas perak/putih) sudah memiliki singa dalam lambangnya. Hingga kini, singa berdiri masih menjadi unsur penting dalam lambang provinsi-provinsi Belanda.
Trivia
sunting- Dalam heraldik, warna-warna biasanya disebut dengan nama khusus: merah = keel, biru = azuur, hitam = sabel, dan seterusnya.
- Singa sering digambarkan dengan warna lidah dan kuku yang berbeda dari warna tubuhnya (getongd en genageld), meski penerapannya bervariasi tergantung zaman dan penggambarnya.
- Pada sisi belakang salib Orde Singa Belanda, terdapat gambar singa dari lambang negara Belanda.
Galeri
sunting-
Segel besar Staten-Generaal digunakan dari tahun 1579 hingga 1795.
-
Generaliteitsleeuw di Barak Pontonniers, Dordrecht.
-
Lambang kerajaan di Museum Marsose, Buren.
-
Lambang Holland di atas Gerbang Maurits (Mauritspoort), dekat Binnenhof.
-
Leo Belgicus karya Jodocus Hondius (1611), dengan orientasi selatan asli.
-
Leo Belgicus pada buku De Bello Belgico decas prima (1632โ1651) karya Famiano Strada, mengenai sepuluh tahun pertama dalam Perang Delapan Puluh Tahun.
Lihat pula
sunting- Orde Singa Belanda
- Singa Kenegaraan (Generaliteitsleeuw)
Referensi
sunting- ^ "NederlandseLeeuw". www.hubert-herald.nl. Diakses tanggal 2025-11-04.