Smarta (Dewanagari: เคธเฅเคฎเคพเคฐเฅเคค;ย ,IAST:ย Smฤrta, เคธเฅเคฎเคพเคฐเฅเคค) atau Smarta-sampradaya adalah aliran ortodoks atau sekte Hindu yang digagas kaum brahmana yang mengikuti Sanmata.[1][2] Istilah Smarta digunakan untuk merujuk kepada golongan brahmana tertentu yang mahir tentang smerti, atau yang mengakui smerti sebagai teks paling sahih.[3]

Pada umumnya, umat Smarta memuja Tuhan dalam enam wujud: Ganesa, Siwa, Sakti, Wisnu, Surya, dan Skanda. Karena aliran ini menerima segala dewa-dewi Hindu yang utama, aliran ini dikenal sebagai Hindu liberal atau non-sektarian. Umatnya mengikuti jalan filosofis dan meditasi, yang menekankan persatuan manusia dengan Tuhan melalui kesadaran.[4] Aliran ini tidak terlalu bersifat sekte sebagaimana Waisnawa atau Saiwa, dan menganut asas keyakinan bahwa Brahman adalah prinsip tertinggi dalam alam semesta dan meliputi segala sesuatu yang ada.[5][6][7]

Referensi

sunting
  1. ^ Doniger 1999, hlm.ย 1017.
  2. ^ Popular Prakashan 2000, hlm.ย 52.
  3. ^ Lochtefeld 2002, hlm.ย 656.
  4. ^ "hinduism HimalayanAcademy". Diakses tanggal 7 February 2014.
  5. ^ "ISKCON". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-11-15. Diakses tanggal 7 February 2014.
  6. ^ "Hindus in SA". Diakses tanggal 7 February 2014.
  7. ^ Dubois. Hindu Manners, Customs and Ceremonies. Cosimo. hlm.ย 111.

Daftar pustaka

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Agama Hindu

umumnya, umat Smarta memuja Yang Mahakuasa dalam enam personifikasi: Ganesa, Siwa, Sakti, Wisnu, Surya, dan Skanda. Karena umat Smarta menerima keberadaan

Surya (dewa)

Secara tradisional, dia dipuja sebagai lima dewa utama dalam tradisi Hindu Smarta, yang kelimanya dianggap setara dalam Panchayatana puja dan dimaksudkan

Monoteisme

pandangan Smarta yang adalah sebuah pandangan monoteistik yang inklusif dari monoteisme, seperti yang akan dibahas kelak. Pandangan Smarta ini mendominasi

Ganesa

dengan cepat, dan ia dimasukkan di antara lima dewa utama dalam ajaran Smarta (sebuah denominasi Hindu) pada abad ke-9. Sekte para pemujanya yang disebut

Agama Hindu Bali

manifestasi dari makhluk tertinggi ini. Keyakinan ini sama dengan keyakinan Smarta, yang juga berpendapat bahwa bentuk dewa dan dewi yang berbeda, Wisnu, Siwa

Denominasi

Denominasi utama yang dikenal luas adalah seperti Saiwa, Sakta, Waisnawa dan Smarta. Sepanjang sejarah, Islam terbagi menjadi tiga cabang besar, yaitu cabang

Istadewata

dalam aliran Smarta dan Bhakti dalam agama Hindu, yang membebaskan umatnya untuk memuja dewa/dewi apa pun yang mereka sukai. Dalam aliran Smarta, mereka dapat

Mahima Dharma

bagian sekitarnya. Sekte ini berhaluan monoteisme yang kuat, tidak seperti Smarta dan Hindu tradisional lainnya yang memuja Istadewata. Pendiri Mahima Dharma