Stasiun Baron

Stasiun Baron pada tahun 2020
Lokasi
Koordinat7°36′13″S 112°2′5″E / 7.60361°S 112.03472°E / -7.60361; 112.03472
Ketinggian+46 m
Operator
Letak
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama agak tinggi)
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
LayananHanya untuk melayani penyusulan antarkereta api.
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiIII/kecil[2]
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Musala Toilet Pos kesehatan 
Jenis persinyalan
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Baron (BRN) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Kedungrejo, Tanjunganom, Nganjuk dan termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun. Stasiun ini terletak di Jalan Raya NganjukKertosono, di barat perlintasan sebidang. Walaupun dinamakan "Baron", stasiun ini tidak terletak di wilayah Baron, melainkan terletak di utara wilayah tersebut.

Stasiun ini dibangun ulang seluruhnya oleh Balai Teknik Perkeretaapian Surabaya (dahulu BTP Jatim) Direktorat Jenderal Perkeretaapian sebagai paket dalam proyek Jalur Ganda Madiun-Jombang yang beroperasi pada 2019. Seiring dengan pengoperasian jalur ganda per tahun 2019, tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini dan hanya melayani penyusulan antarkereta api.

Bangunan dan tata letak

sunting
Bangunan lama Stasiun Baron yang telah dirobohkan, 2009
Kaca patri bangunan baru Stasiun Baron

Pada awalnya, Stasiun Baron memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 lama merupakan sepur lurus serta satu sepur badug di sisi timur bangunan lama. Setelah jalur ganda menuju Stasiun Nganjuk dioperasikan per 14 Maret 2019[3] dan kemudian menuju Stasiun Jombang per 30 Oktober 2019,[4] jumlah jalur bertambah menjadi empat. Jalur 1 lama diubah menjadi jalur 2 sebagai sepur lurus arah Madiun, jalur 2 lama diubah menjadi jalur 3 sebagai sepur lurus arah Kertosono. Selain itu, sistem persinyalan diubah dari sistem mekanik menjadi sistem persinyalan elektrik. Karena terkena dampak pembangunan jalur 1 di bekas sepur badug lama, bangunan lama peninggalan Staatsspoorwegen dirobohkan dan digantikan dengan bangunan baru yang lebih besar.



Galeri

sunting

Bangunan baru

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ^ Bagus, Rahadian (2019-03-14). "Jalur Ganda Baron-Nganjuk Mulai Beroperasi, Beberapa KA Alami Keterlambatan". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2020-05-13.
  4. ^ Wahyudi, Eko (2019-10-30). Setiawan, Kodrat (ed.). "Jalur Ganda Kereta Jombang-Baron Siap Beroperasi Hari ini". Tempo.co. Diakses tanggal 2019-10-30.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Sukomoro Solo Balapan–Wonokromo Kertosono
menuju Wonokromo


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Baron, Nganjuk

terkenal di Baron antara lain Stasiun Baron yang nonaktif, berbagai pasar seperti Pasar Baron dan Sambikenceng, serta Pondok Pesantren Baron. Baron memiliki

Stasiun Sukomoro

digantikan dengan bangunan baru yang lebih besar. Ke arah timur sebelum Stasiun Baron, terdapat perhentian Ngrajek yang telah dinonaktifkan dan tidak meninggalkan

Kabupaten Nganjuk

selatan Pulau Jawa serta beberapa stasiun kecil seperti Stasiun Baron, Stasiun Sukomoro, Stasiun Bagor, dan Stasiun Wilangan yang keseluruhan berada di

Stasiun Pasar Senen

Stasiun Pasar Senen (PSE) (juga disebut sebagai Stasiun Senen atau Jakarta Pasar Senen) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Senen

Stasiun Pati

Stasiun Pati (PT) adalah stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Puri, Pati, Pati. Stasiun ini termasuk dalam Wilayah Penjagaan Aset IV Semarang

Stasiun Sembung (Jombang)

awalnya, stasiun berperon sisi ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda ruas Jombang-Baron dioperasikan

Stasiun Nganjuk

Setelah pengoperasian jalur ganda menuju Stasiun Baron dilakukan sejak 14 Maret 2019 dan kemudian menuju Stasiun Babadan sejak 30 April 2019, jalur 2 yang

Stasiun Solo Balapan

Mangkunegara IV dan mengundang Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Baron van de Beele. Stasiun Solo dibuka pada tanggal 10 Februari 1870 bersamaan dengan pembukan