Sup Yusup (13 Desember 1939 – 18 September 2011) adalah pelawak senior Indonesia.[1][2] Ia terkenal dalam perannya sebagai tokoh komedi di film Indonesia era 1970 dan 1980-an. Selain itu ia pernah bergabung singkat dalam acara Ria Jenaka yang ditayangkan TVRI pada era 1980-an.

Riwayat hidup

sunting

Sup Yusup adalah salah satu dari sekian seniman asal Kota Bandung ataupun Jawa Barat yang membawakan lawakan dengan kekhasannya yang Nyunda. Selain Sup Yusup, karakter orang Sunda yang ditampilkan dalam komedian (lawakan) diantaranya Abah Us Us, Kang Ibing,dan Yan Asmi dan juga Aom Kusman, Rudi Jamil, Sambas, Maman Widjaya, Kusye, dan lainnya.

Dibandingkan dengan para pelawak Nyunda lainnya, Sup Yusup memiliki karakter atau ciri tersendiri. Selain memiliki postur tubuh yang tinggi dan kumis hitam tebal, Sup Yusup juga memiliki suara yang lantang.

Diusianya yang masih belia pada era tahun 1960-an, Sup Yusup mulai mengenal dunia lawak atau Bodoran sejak bertemu dengan rekannya Sambas dan Maman Wijaya. Namun namanya mulai dikenal saat diajak bergabung oleh Abah Us Us dalam grup lawak D’Bodors.

Setelah lepas dari D’Bodors, Sup Yusup mulai hijrah ke Jakarta dan membentuk grup lawak 4 S bersama Sofyan Hanggono dan Suryana Fatah (ex De Kabayan) serta Sol Saleh. Mereka cukup lama bersama-sama melawak setelah kemudian pada era tahun 1975-an Sup Yusup dan Sol Saleh bergabung dengan Ateng dan Iskak, sementara Sofyan Hanggono (terkenal dengan nama panggung Wawa Sofyan) dan Suryana Fatah (terkenal dengan nama panggung Abah Holiang) membentuk grup D Kabayan bersama Kang Ibing, Aom Kusman dan Ujang.

Bersama Ateng dan Iskak juga nama Sup Yusup serta Sol Saleh sebagai seniman lawak Sunda melambung. Sejumlah film dibintangi keduanya, antara lain film “Ateng Bikin Pusing” (1977) yang disutradarai oleh Hasmanan dan dibintangi antara lain oleh Sup Yusup bersama Ateng, Iskak, Wolly Sutinah, Rus Pentil, Vivi Sumanti, Sol Saleh, Tatiek Suwarno, Chitra Dewi dan Johny Gudel. Selain itu ada juga film “Ateng Sok Aksi” (1977) yang disutradarai oleh Ahmad Jamal, dan dibintangi antara lain oleh Ateng, Iskak, S. Bagio, Lenny Marlina, Kusno Sudjarwadi, Johny Gudel, Kardjo AC-DC, Darto Helm, Diran, Ade Irawan dan Sol Saleh. Film yang lain seperti “Dang Ding Dong”(1978) karya Imam Tantowi dan dibintanginya bersama Ateng, Iskak serta Titiek Suwarno.[3]

Rujukan

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Dang Ding Dong

dilema. Jika bayi itu diambil, takut pada pengurus panti pak Sastro (Sup Yusup). Namun jika tidak diambil bertentangan dengan profesi dan nuraninya.

Benyamin Biang Kerok (film 1972)

Hamid Arief Ellya Khadam Meggy Z Connie Sutedja Wolly Sutinah Tatty Saleh Sup Yusup Us Us Bung Salim Ardi HS Bissu Usman Penata musik H.M. Taba Perusahaan

Si Kabayan

Ibing Lenny Marlina Tuty S Rachmat Hidayat Tatty Saleh M. Pandji Anom Sup Yusup Adang Mansyur Penata musik Idris Sardi Sinematografer Harry Susanto Penyunting

Traktor Benyamin

R Gofrinto Pemeran Benyamin S Yatni Ardi A. Hamid Arief Lenny Marlina Sup Yusup Herry Hetty Koes Endang Diran Penata musik Budiman BJ Sinematografer HN

Liza Tanzil

operet Sanggar Sangrila Pahlawan Angkasa bersama bersama Ateng, Iskak, Sup Yusup, Vivi & Nita, dirilis 1981) Filmografi Liza Tanzil di filmindonesia.or

Ira Maya dan Kakek Ateng

Iskak Kardjo AC-DC Lili Nur Indahsari Mutia Datau Ria Irawan Sumiati Sup Yusup Penata musik A. Ryanto Sinematografer Thomas Susanto Tanggal rilis 1979

Ria Jenaka

ditambahkan sebagai pelengkap yaitu Mono (diperankan oleh Teten Ahmad), Sup Yusup dan Cempluk (diperankan oleh komedian Nenny Ribut Rawit). Acara ini diprakarsai

Pinokio, Si Boneka Kayu

Tantowi Abbi Wiyono Pemeran Ateng Iskak Dina Mariana Jack John Liza Tanzil Sup Yusup Soes DA Penata musik Gatot Subarto Sinematografer Asmawi Penyunting E