Kabupaten Sambas | |
|---|---|
| Transkripsi bahasa daerah | |
| • Abjad Jawi | سمبس |
| • Hanzi | 三發縣 |
| • Pinyin | Sānfā xiàn |
| Motto: Sambas Berkemajuan | |
![]() Peta | |
| Koordinat: 1°25′00″N 109°20′00″E / 1.41667°N 109.33333°E | |
| Negara | |
| Provinsi | Kalimantan Barat |
| Tanggal berdiri | 15 Juli 1999 |
| Dasar hukum | UU Darurat No. 3 Tahun 1953 / UU No. 27 Tahun 1956 |
| Ibu kota | Sambas |
| Jumlah satuan pemerintahan | Daftar
|
| Pemerintahan | |
| • Bupati | H. Satono |
| • Wakil Bupati | Heroaldi Djuhari Alwi |
| • Sekretaris Daerah | Ferry Madagaskar |
| • Ketua DPRD | Abu Bakar |
| Luas | |
| • Total | 6.394,70 km2 (2,469,01 sq mi) |
| Populasi | |
| • Total | 653.502 |
| • Kepadatan | 100/km2 (260/sq mi) |
| Demografi | |
| • Agama | |
| • Bahasa | Indonesia (resmi), Melayu Sambas, Dayak, Bahasa Hakka, Dialek Tiochiu dan Banjar |
| • IPM | Sedang [3] |
| Zona waktu | UTC+07:00 (WIB) |
| Kode BPS | |
| Kode area telepon | +62 562 |
| Pelat kendaraan | KB xxxx P* |
| Kode Kemendagri | 61.01 |
| DAU | Rp. 702.231.663.000.- (2013)[4] |
| Situs web | http://www.sambas.go.id |
Kabupaten Sambas (Melayu Jawi: سمبس; Hanzi: 三發縣 ; Pinyin: Sānfā xiàn) adalah sebuah wilayah kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Ibu kotanya berada di Kecamatan Sambas. Kabupaten Sambas memiliki luas wilayah 6.395,70 km² atau 639.570 ha (4,36% dari luas wilayah Kalimantan Barat), terletak pada bagian pantai barat Kalimantan Barat. Panjang pantai ± 128,5 km dan panjang perbatasan negara ± 97 km.[5]
Kabupaten Sambas yang terbentuk sekarang adalah hasil pemekaran kabupaten pada tahun 2000. Sebelumnya wilayah Kabupaten Sambas sejak tahun 1960 adalah meliputi juga Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang sekarang di mana pembentukan Kabupaten Sambas pada tahun 1960 itu adalah berdasarkan bekas wilayah kekuasaan Kesultanan Sambas. Sambas memiliki 19 kecamatan. Jumlah pendududuk kabupaten ini pada semester pertama 2025 sebanyak 653.502 jiwa.[2][1]
Sejarah
sunting
Sejarah Kerajaan Sambas[6] berkaitan dengan Kerajaan Majapahit dan Kesultanan Banjar. Kerajaan Sambas kemudian dilanjutkan oleh Kesultanan Sambas yang asal-usulnya tidak bisa terlepas dari kerajaan di Brunei Darussalam. Antara kedua kerajaan ini mempunyai kaitan persaudaraan yang sangat erat.
Pada zaman dahulu, di Negeri Brunei Darussalam bertahta seorang raja yang bergelar Sri Paduka Sultan Muhammad. Setelah dia wafat, tahta kerajaan diserahkan kepada anak cucunya secara turun temurun. Sampailah pada keturunan yang kesembilan, yaitu Sultan Abdul Djalil Akbar.[7] and [8]
Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam zuid-ooster-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8.[9]
Geografi
suntingBatas Wilayah
suntingKabupaten Sambas terletak di antara 1’23” LU dan 108’39” BT dengan batas-batas wilayah administratif sebagai berikut:
| Utara | Sarawak, Malaysia Timur |
| Timur | Kabupaten Bengkayang dan Sarawak, Malaysia Timur |
| Selatan | Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang |
| Barat | Selat Karimata, Laut Cina Selatan |
Iklim
suntingKabupaten Sambas termasuk daerah beriklim tropis dengan curah hujan bulanan rata-rata 227,94 mm[10] dan jumlah hari hujan rata-rata 11 hari/bulan. Curah hujan yang tertinggi terjadi pada bulan September sampai dengan Januari dan curah hujan terendah antara bulan Juni sampai dengan Agustus.
Temperatur udara rata-rata berkisar antara 22,9°C. Sampai 31,05 °C. Suhu udara terendah 21,2 °C terjadi pada bulan Agustus dan yang tertinggi 33,0 °C pada bulan Juli. Kelembapan udara relatif 81-90%, tekanan udara 1,001-1,01/Hm Bar, kecepatan angin 155 – 173 km/hari, elipasi sinar matahari 50.73%, penguapan (evaporasi ) harian antara 4,2-5,9 Hm dan evapotranspirasi bulanan 134,7 – 171,4 mm.[5]
Jenis Tanah
suntingLahan pada pantai di Kabupaten Sambas berupa rawa pasang surut.[11] Jenis tanah di daerah datar meliputi jenis Organosol, Aluvial dan Podsolik merah kuning sedangkan di daerah berbukit dan bergunung meliputi jenis tanah Latosol dan Podsolik merah kuning. Secara terperinci luas masing-masing jenis tanah tersebut adalah sebagai berikut:[5]
- Organosol: 136.230 ha
- Podsolik Merah Kuning (PMK): 157.320 ha
- Aluvial: 230.630 ha
- Podsol: 44.600 ha
- Latosol: 70.790 ha
Tekstur Tanah
sunting- Halus: 300.798 ha
- Sedang: 157.320 ha
- Kasar: 76.112 ha
- Gambut: 69.510 ha
- Lainnya: 72.990 ha
Geomorfologi
suntingKondisi wilayah Kabupaten Sambas bedasarkan ketinggian di atas permukaan laut dapat dikelompokkan sebagai berikut:[5]
- Ketinggian 0–7 mdpl terdapat di kecamatan:
- Sejangkung
- Sambas
- Tebas
- Selakau
- Jawai
- Paloh
- Teluk Keramat
- Ketinggian 8–25 mdpl terdapat di kecamatan:
- Sejangkung
- Sambas
- Tebas
- Selakau
- Pemangkat
- Teluk Keramat
- Ketinggian 26–100 mdpl terdapat di kecamatan:
- Sejangkung
- Sambas
- Tebas
- Selakau
- Pemangkat
- Teluk Keramat
- Paloh
Daerah Aliran Sungai
suntingSecara umum Kabupaten Sambas memiliki 3 Daerah Aliran Sungai dengan total hamparan 516.200 ha, meliputi:[5]
- DAS Paloh: 64.375 ha.
- DAS Sambas: 258.700 ha
- DAS Sebangkau: 193.125 ha.
- DAS Salakau : 190.155 ha.
Pemerintahan
suntingKepala daerah
sunting| No. | Bupati | Awal menjabat | Akhir menjabat | Wakil Bupati | ||
|---|---|---|---|---|---|---|
| 19 | H. Satono | 20 Februari 2025 | Petahana | Heroaldi Djuhardi Alwi | ||
Dewan Perwakilan
suntingBerikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Sambas dalam tiga periode terakhir.
| Partai Politik | Jumlah Kursi dalam Periode | |||
|---|---|---|---|---|
| 2014–2019[12][13] | 2019–2024[14] | 2024–2029 | ||
| PKB | 0 | |||
| Gerindra | 5 | |||
| PDI-P | 6 | |||
| Golkar | 7 | |||
| NasDem | 4 | |||
| PKS | 4 | |||
| Hanura | 3 | |||
| PAN | 6 | |||
| PBB | 1 | |||
| Demokrat | 4 | |||
| Perindo | (baru) 1 | |||
| PPP | 4 | |||
| PKPI | 1 | |||
| Jumlah Anggota | 45 | |||
| Jumlah Partai | 11 | |||
Kecamatan
suntingKabupaten Sambas terdiri dari 19 kecamatan dan 195 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 631.865 jiwa dengan luas wilayah 6.716,52 km² dan sebaran penduduk 94 jiwa/km².[15][16]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Sambas, adalah sebagai berikut:
| Kode Kemendagri |
Kecamatan | Jumlah Desa |
Daftar Desa |
|---|---|---|---|
| 61.01.11 | Galing | 10 | |
| 61.01.03 | Jawai | 13 | |
| 61.01.16 | Jawai Selatan | 9 | |
| 61.01.08 | Paloh | 8 | |
| 61.01.05 | Pemangkat | 8 | |
| 61.01.14 | Sajad | 4 | |
| 61.01.09 | Sajingan Besar | 5 | |
| 61.01.18 | Salatiga | 5 | |
| 61.01.01 | Sambas | 18 | |
| 61.01.15 | Sebawi | 7 | |
| 61.01.06 | Sejangkung | 12 | |
| 61.01.07 | Selakau | 11 | |
| 61.01.19 | Selakau Timur | 4 | |
| 61.01.13 | Semparuk | 5 | |
| 61.01.10 | Subah | 13 | |
| 61.01.17 | Tangaran | 8 | |
| 61.01.04 | Tebas | 23 | |
| 61.01.12 | Tekarang | 7 | |
| 61.01.02 | Teluk Keramat | 25 | |
| TOTAL | 193 |
Demografi
suntingJumlah Penduduk
suntingBerdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sambas per Agustus 2013 Jumlah penduduk Kabupaten Sambas sebanyak 667.921 jiwa. Total penduduk laki-laki sebanyak 341.982 jiwa (51%), sedangkan penduduk perempuan sebanyak 325.939 jiwa (49%).
Jumlah Penduduk berdasarkan kelompok umur (pertengahan tahun 2013):
- 0 - 14 tahun sebanyak 26%.
- 15 - 64 tahun sebanyak 66%
- 65 tahun ke atas sebanyak 8%
dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa jumlah penduduk sambas lebih di dominasi penduduk dengan usia produktif di bandingkan penduduk usia tidak produktif.
Jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin dengan rincian total kelompok umur 0-9 tahun sebanyak 58.467 orang (urutan pertama terbesar), total kelompok umur 0-4 tahun sebanyak 57.301 orang (urutan kedua terbesar), total kelompok umur 10-14 sebanyak 52.607 orang (urutan ketiga terbesar), (Tabel 4.1).
Kepadatan penduduk sekitar 78 jiwa/km² atau 2.724 jiwa per desa. Penyebaran penduduk di Kabupaten Sambas tidak merata antar kecamatan yang satu dengan yang lainnya. Kecamatan Pemangkat merupakan kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi yaitu 403 jiwa/km². Sebaliknya Kecamatan Sajingan Besar dengan luas sekitar 21,75% dari total wilayah Kabupaten Sambas hanya dihuni 7 jiwa/km². Laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,01 %. Laju pertumbuhan penduduk Kecamatan Tangaran adalah yang tertinggi dibandingkan kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Sambas yakni sebesar 3,50 %. Sedangkan yang terendah adalah Kecamatan Jawai Selatan yaitu sebesar -0,33 %. Kecamatan Tebas berada pada urutan pertama dari jumlah penduduk, tetapi dari sisi laju pertumbuhan penduduk masih berada di bawah laju pertumbuhan Kabupaten Sambas yaitu 0,92 %.
Pariwisata
suntingKabupaten Sambas menjadi salah satu kabupaten di Kalimantan Barat yang dikembangkan menjadi destinasi wisata. Wisata bahari dan wisata budaya menjadi andalan Kabupaten Sambas. Selain itu juga terdapat wisata agro, wisata alam, wisata religi, wisata ritual, dan wisata buatan.[17]
Wisata Bahari
sunting- Pantai Polaria, Selakau
- Pantai Saadi, Selakau
- Pantai Tanjung Batu, Pemangkat
- Pantai Sinam, Pemangkat
- Pantai Kahona, Jawai
- Pantai Natuna Indah, Jawai
- Pantai Datok Buntar, Jawai
- Pantai Puteri Serayi, Jawai Selatan
- Pantai Muare Jalan Indah, Tangaran
- Pantai Daratan Merdeka, Tangaran
- Pantai Tanjung Terabitan, Tangaran
- Pantai Tanjung Lestari, Paloh
- Pantai Harapan, Paloh
- Pantai Pulau Selimpai, Paloh
- Pantai Kampak Indah, Paloh
- Pantai Kalangbau, Jawai Selatan
- Pantai Tanjung Bendera, Paloh
- Pantai Tanjung Kemuning, Paloh
- Pantai Banyuan, Paloh
- Pantai Camar Bulan, Paloh
- Dermaga Asam Jawe, Paloh
- Pantai Telok Atong Bahari, Paloh
- Pantai Batu Pipih, Paloh
- Pantai Kalimantan, Paloh
Wisata Budaya
sunting- Komplek Istana Alwatzikoebillah, Kota Sambas
- Makam Bujang Nadi-Dare Nandong, Sebawi
- Makam Bantilan, Sajad
- Makam Ratu Sepudak, Galing
- Rumah Batu, Subah
Wisata Agro
sunting- Perkebunan Sawo, Tekarang
- Agro Wisata Matang Nangka, Tebas
- Agro Wisata Kota Jeruk, Tebas
- Agro Wisata Buah Naga, Kota Sambas
- Agro Wisata Buah Naga, Jawai
- Agro Wisata Buah Naga, Jawai Selatan
- Perkebunan Salak, Teluk Keramat
Wisata Alam
sunting- Air terjun Gunung Selindung, Salatiga
- Taman rekreasi Batu Mak Jage, Tebas
- Goa Kelelawar
- Danau Sebedang, Sebawi
- Air terjun Riam Merasap, Sajingan Besar
- Air terjun Riam Caggat, Sajingan Besar
- Hutan hujan tropis Tanjung Dato', Paloh
- Air terjun Teluk Nibung
- Air terjun Gunung Pangi
- Bukit Piantus, Sejangkung
Wisata Religi
sunting- Masjid Jami' Sultan Muhammad Tsafiuddin II, Kota Sambas
- Toa Pekong Ular Putih, Pemangkat
- Toa Pekong Dewi Kwan Im, Pemangkat
- Goa Alam Satok, Sajingan Besar
Wisata Ritual
sunting- Taman rekreasi Batu Bejamban, Paloh
Wisata Buatan
sunting- Waterfront City Sambas, Kota Sambas
- Kebun Raya Sambas, Subah
Lihat pula
suntingReferensi
sunting- ^ a b "Kabupaten Sambas Dalam Angka 2021". sambaskab.bps.go.id. hlm. 7, 71, 150–151. Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2022-03-27. Diakses tanggal 20 Oktober 2021.
- ^ a b c "Data Agregrat Kependudukan Semester 1 Tahun 2025" (PDF). disdukcapil1.sambas.go.id. hlm. 1, 21–22. Diakses tanggal 25 Februari 2026.
- ^ "[Metode Baru] Indeks Pembangunan Manusia, 2024". www.bps.go.id. Diakses tanggal 25 Februari 2026.
- ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-02-14. Diakses tanggal 2013-02-15.
- ^ a b c d e "Kondisi umum Kabupaten Sambas di situs resmi". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-02-21. Diakses tanggal 2007-05-24.
- ^ (Melayu)Johannes Jacobus Ras, Hikayat Banjar diterjemahkan oleh Siti Hawa Salleh, Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka, Lot 1037, Mukim Perindustrian PKNS - Ampang/Hulu Kelang - Selangor Darul Ehsan, Malaysia 1990.
- ^ "Sekilas sejarah kesultanan Sambas di situs sambas.go.id". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-02-21. Diakses tanggal 2007-05-24.
- ^ "Sejarah Sambas di situs humassambas.com". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-03-19. Diakses tanggal 2011-08-03.
- ^ "(Belanda) Staatsblad van Nederlandisch Indië, s.n., 1849". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-01-24. Diakses tanggal 2011-04-02.
- ^ "Iklim, Cuaca Menurut Bulan, Suhu Rata-Rata Sambas (Indonesia) - Weather Spark". id.weatherspark.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-09. Diakses tanggal 2022-05-25.
- ^ Fahmi, A., dkk. (Desember 2024). Sasiwi, Prapti (ed.). Sif at dan Pengelolaan Tanah Sulfat Masam dan Gambut. Kota Jakarta Pusat: Penerbit BRIN. hlm. 5. ISBN 978-602-6303-47-9. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ [1] BIAK SAMBAS BEKESAH - Pileg Sambas: 45 Anggota DPRD Kabupaten Sambas Terpilih Periode 2014-2019
- ^ [2] DOC PLAYER - Bio Data Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sambas Terpilih Periode Pemilu Tahun 2014
- ^ "Perolehan Kursi DPRD Sambas 2019-2024". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-04-10. Diakses tanggal 2020-05-24.
- ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
- ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
- ^ "Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Sambas No. 17 Tahun 2015 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sambas". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-02-06. Diakses tanggal 06-02-2020. ;
Pranala luar
sunting- Sejarah Singkat Kabupaten Sambas Diarsipkan 2010-05-29 di Wayback Machine.
- Sejarah Kerajaan Sambas Diarsipkan 2012-03-19 di Wayback Machine.
- Kecamatan di Kabupaten Sambas Diarsipkan 2011-07-23 di Wayback Machine.
- E-Sambas Media Diarsipkan 2015-10-04 di Wayback Machine.
