Bandara ini terletak di Racha Thewa, di distrik Bang Phli, provinsi Samut Prakan, sekitar 25 kilometer sebelah timur Bangkok. Nama Suvarnabhumi dipilih oleh Raja Bhumibol Adulyadej yang artinya tanah emas. Bandara ini mempunyai menara kontrol dengan tinggi 132,2 meter, menjadikannya sebagai bandara dengan menara kontrol tertinggi di dunia.
Luas terminal bandara (563.000 meter persegi) juga menjadikannya sebagai bandara yang mempunyai luas terminal tunggal kedua di dunia di bawah Bandara Internasional Hong Kong.
menyeluruh yang akan mengungkap mana dari beberapa versi Suvarnabhumi adalah orisinal. Istilah Suvarnabhumi ("Negeri Emas"), umumnya dianggap mengacu kepada Semenanjung
pada Prasasti Padang Roco yang ditulis pada tahun 1286 M yang mencatat Suvarṇabhūmi sebagai Sumatra dan Bhūmijāva sebagai Jawa.Pada Prasasti Kuburajo, Adityawarman
2216 adalah sebuah penerbangan penumpang internasional dari Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand, ke Bandara Internasional Muan di Muan, Korea Selatan
Ibunda Beliau. Pada tahun 1377, Prabu Hayam Wuruk kembali menaklukan Suvarnabhumi/Dharmasraya (sekarang Sumatra), karena pelanggaran yang dilakukan penguasanya
Barat terdapat kawasan serupa bernama Thon Buri. Bandara Internasional Suvarnabhumi sering dianggap sebagai batu loncatan bagi pembangunan kawasan di Bangkok
merupakan bandar udara tersibuk ketiga di Thailand, setelah Bandar Udara Suvarnabhumi dan Bandar Udara Internasional Don Mueang di Bangkok. Bandar udara ini
Laos, Myanmar, Singapura dan Vietnam. Pangkalan utamanya adalah di Suvarnabhumi Airport, Bangkok. Bangkok Airways didirikan pada tahun 1968 dengan nama