Syahadat
Nama resmiSyahadat
Nama lainRukun ke-1 dalam Islam
Dirayakan olehMuslim dan lainnya
JenisIslam
MaknaPengucapan dua kalimat syahadat menjadi syarat pertama bagi seseorang untuk menjadi muslim. Syahadat terbagi menjadi dua bagian, yaitu syahadat ketauhidan dan syahadat kerasulan.
Kegiatan
Terkait denganRukun Islam

Syahadat (bahasa Arab: ูฑู„ุดูŽู‘ู‡ูŽุงุฏูŽุฉ, translit.ย al-syahฤdah audioโ“˜) adalah asas dan dasar dari lima rukun Islam, juga sebagai ruh, inti dan landasan seluruh ajaran Islam.[1] Pengucapan dua kalimat syahadat menjadi syarat pertama bagi seseorang untuk menjadi muslim. Syahadat terbagi menjadi dua bagian, yaitu syahadat ketauhidan dan syahadat kerasulan.[2] Syahadat mengandung nilai penetapan misi yang merupakan bagian dari prinsip ketangguhan pribadi.[3] Pernyataan di dalam syahadat dapat menjadi batal oleh amalan tertentu. Jenis amalan ini dapat berbentuk perkataan, perbuatan, atau keyakinan yang menimbulkan keraguan atas syahadat itu sendiri.[4]

Etimologi

sunting

Syahadat berasal dari kata bahasa Arab yaitu syahada (ุดู‡ุฏ) yang artinya "ia telah menyaksikan". Kalimat itu dalam syariat Islam adalah sebuah pernyataan kepercayaan sekaligus pengakuan akan keesaan Tuhan (Allah) dan Muhammad sebagai rasulNya.

Kalimat

sunting

Syahadat disebut juga dengan Syahadatain karena terdiri dari 2 kalimat (Dalam bahasa arab Syahadatain berarti 2 kalimat Syahadat). Kalimat pertama merupakan syahadah at-tauhid, dan kalimat kedua merupakan syahadah ar-rasul.[5]

Kedua kalimat syahadat itu adalah:

  • Kalimat pertama:
ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽูฐู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ูฑู„ู„ูŽู‘ูฐู‡ู
สพaลกhadu สพan lฤ สพilฤha สพillฤ -llฤh
artinya: Saya bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah
  • Kalimat kedua:
ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุฑูŽุณููˆู„ู ูฑู„ู„ูŽู‘ูฐู‡ู
wa สพaลกhadu สพanna muแธฅammadan rasลซlu -llฤh
artinya: dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

Jika kedua kalimat syahadat digabungkan, maka akan berbunyi:

ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽูฐู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ูฑู„ู„ูŽู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุฑูŽุณููˆู„ู ูฑู„ู„ูŽู‘ูฐู‡ู
aลกhadu สพalฤ สพilฤha สพilla -llฤhu, wa-สพaลกhadu สพanna muแธฅammadan rasลซlu -llฤh
artinya: Saya bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.
Audioโ“˜

Islam Syiah (ุดููŠุนูŽุฉ)

sunting

Islam Syiah mungkin juga memasukkan kalimat ketiga yakni:[6]

ุนูŽู„ููŠูŒู‘ ูˆูŽู„ููŠูู‘ ูฑู„ู„ูŽู‘ูฐู‡ู
สฟalฤซyun walฤซyu -llฤh
artinya: Ali adalah wali Allah

Yang kemudian akan berbunyi sebagai:

ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽูฐู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ูฑู„ู„ูŽู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุฑูŽุณููˆู„ู ูฑู„ู„ูŽู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ุนูŽู„ููŠู‹ู‘ุง ูˆูŽู„ููŠูู‘ ูฑู„ู„ูŽู‘ูฐู‡ู
aลกhadu สพalฤ สพilฤha สพilla -llฤhu, wa-สพaลกhadu สพanna muแธฅammadan rasลซlu -llฤhi wa-สพaลกhadu สพanna สฟalฤซyan walฤซyu -llฤh
artinya: Saya bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah, dan saya bersaksi bahwa Ali adalah wali Allah

Makna syahadat

sunting

Seorang muslim hanya memercayai Allah sebagai satu-satunya Tuhan dan tiada tuhan yang lain selain Allah. Allah adalah Tuhan dalam arti sesuatu yang menjadi motivasi atau menjadi tujuan seseorang. Dengan mengikrarkan kalimat pertama, seorang muslim memantapkan diri untuk menjadikan hanya Allah sebagai tujuan, motivasi, dan jalan hidup.

Dengan mengikrarkan kalimat ini seorang muslim memantapkan diri untuk meyakini ajaran Allah yang disampaikan melalui seorang 'Rasul Allah,' Muhammad.

Makna Laa Ilaaha Illallah

sunting

Kalimat Laa Ilaaha Illallah sebenarnya mengandung dua makna, yaitu makna penolakan dan bantahan terhadap segala bentuk sesembahan (baik dewa maupun ilah) selain Allah, dan makna penegasan bahwa gelar Tuhan, Ilah, Dewa atau sesembahan hanyalah milik Allah.[7]

Berdasarkan ayat ini, maka mengilmui makna syahadat tauhid adalah wajib dan mesti didahulukan daripada rukun-rukun Islam yang lain. Di samping itu Rasulullah pun menyatakan: "Barang siapa yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dengan ikhlas maka akan masuk ke dalam surga."[8][9]

Yang dimaksud dengan ikhlas di sini adalah memahami, mengamalkan dan mendakwahkan kalimat tersebut sebelum yang lainnya, karena di dalamnya terkandung tauhid yang karenanya Allah menciptakan alam.[10]

Rasulullah (Muhammad) tinggal selama 13 tahun di Makkah mengajak orang-orang dengan perkataan dia "Katakan Laa Ilaaha Illallah" maka orang kafir pun menjawab "Beribadah kepada sesembahan yang satu, kami tidak pernah mendengar hal yang demikian dari orang tua kami". Orang Suku Quraisy pada zaman nabi sangat paham makna kalimat tersebut, dan barang siapa yang mengucapkannya tidak akan menyeru/berdoa kepada selain Allah.[11]

Kandungan syahadat

sunting
  • Ikrar

Ikrar adalah pernyataan seorang muslim mengenai keyakinannya. Ketika seseorang mengucapkan kalimat syahadah, maka ia memiliki kewajiban untuk menegakkan dan memperjuangkan apa yang ia ikrarkan.

  • Sumpah

Syahadat juga bermakna sumpah. Seseorang yang bersumpah, berarti dia bersedia menerima akibat dan risiko apa pun dalam mengamalkan sumpahnya tersebut. Seorang muslim harus siap dan bertanggung jawab dalam tegaknya Islam dan penegakan ajaran Islam.

  • Janji

Syahadat juga bermakna janji. Artinya, setiap muslim adalah orang-orang yang berserah kepada Allah dan berjanji setia untuk mendengar dan taat dalam segala keadaan terhadap semua perintah Allah beserta segala pesan yang disampaikan oleh Allah melalui pengutusan Muhammad.

  • Persaksian

Syahadat juga bermakna penyaksian. Artinya, bahwa setiap muslim menjadi saksi atas pernyataan ikrar, sumpah dan janji yang dinyatakannya. Dalam hal ini adalah kesaksiannya terhadap keesaan Allah dan terhadap kerasulan Nabi Muhammad

Syarat syahadat

sunting

Syarat syahadat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya maka yang disyaratkannya itu batal. Apabila seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat tanpa memenuhi syarat-syaratnya, bisa dikatakan syahadatnya tidak sah.

Syarat syahadat ada tujuh,[12] yaitu:

1. Mengetahui

Seseorang yang bersyahadat harus memiliki pengetahuan tentang makna dan maksud dari syahadat. Orang yang bersangkutan wajib memahami isi dari dua kalimat yang dinyatakan serta bersedia menerima konsekuensi ucapannya.

2. Yakin

Orang yang mengikrarkannya harus meyakini kandungan syahadat itu. Manakala ia meragukannya maka sia-sia belaka persaksian itu.

3. Menerima

Menerima kandungan dan konsekuensi dari syahadat; menyembah Allah semata dan meninggalkan ibadah kepada selain-Nya.

4. Tunduk dan Patuh dengan kandungan Makna Syahadat

Yaitu tunduk dan menyerahkan diri kepada Allah.

5. Jujur

Yaitu kesesuaian antara ucapan dan keyakinan. Pernyataan syahadat harus dinyatakan dengan lisan dan diyakini dalam hati.

6. Ikhlas

Yaitu bersihnya hati dari segala sesuatu yang bertentangan dengan makna syahadat, dan membersihkan amal dari segala debu-debu kesyirikan.

7. Kecintaan

Yaitu mencintai kalimat syahadat dan isinya, serta orang-orang yang mengamalkan konsekuensinya.

Asas dari tauhid dan Islam

sunting

Laa Ilaaha Illallah adalah asas dari tauhid dan Islam.

Ibnu Rajab, seorang ulama besar, mengatakan: "Al ilaah adalah yang ditaati dan tidak dimaksiati, diagungkan dan dibesarkan dicinta, dicintai, ditakuti, dan dimintai pertolongan harapan. Itu semua tak boleh dipalingkan sedikit pun kepada selain Allah. Kalimat Laa Ilaaha Illallah bermanfaat bagi orang yang mengucapkannya selama tidak membatalkannya dengan aktivitas kesyirikan."

Makna syahadat bagi Muslim

sunting

Bagi penganut agama Islam, kedua kalimat syahadat memiliki makna sebagai berikut:[13]

  1. Pintu masuk ke dalam Islam[14][15] dan pembeda dari umat lain
  2. Intisari ajaran Islam
  3. Dasar-dasar perubahan
  4. Hakikah dakwah para rasul
  5. Mendapat ganjaran besar[16][17][18]

Perkara yang membatalkan

sunting

Dikutip dari kitab Nawaqidhul Islam (makna harfiah: pembatal-pembatal Islam) karya Syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahhab, pembatal keislaman ada 10:

1. Menyekutukan Allah (syirk).

Yaitu menjadikan sekutu atau menjadikannya sebagai perantara antara dirinya dengan Allah.

Contoh: Berdoโ€™a, memohon syafa'at (kecuali Rasulullah SAW karena diizinkan Allah [1]), bertawakal, beristighatsah, bernadzar, menyembelih yang ditujukan kepada selain Allah, dengan keyakinan bahwa para sesembahan selain Allah itu dapat menolak bahaya atau dapat mendatangkan manfaat.

Dalil: An-Nisa':48, Al-Ma'idah:72, dan lain-lain.

2. Membuat perantara antara dirinya dengan Allah.

Yaitu dengan berdoโ€™a, memohon syafaโ€™at, serta bertawakal kepada mereka.

Dalil: Al-Isro':56-57, dan lain-lain.

3. Tidak mengkafirkan orang-orang musyrik, atau meragukan kekafiran mereka, atau membenarkan pendapat mereka.

Dalil: Ali-'Imron:19, Ali-'Imron 85, Al-Bayyinah:6, dan lain-lain.

4. Meyakini adanya petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.

Dalil: Al-Ma'idah:44, Al-Ma'idah:45, Al-Ma'idah:47, Al-Ma'idah:50, dan lain-lain.

5. Membenci apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.

Yaitu benci terhadap apa-apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, walaupun ia melaksanakannya, maka telah batal keislamannya.

Dalil: Muhammad:8-9, Muhammad:25-28, dan lain-lain.

6. Menghina Islam.

Yaitu orang yang mengolok-olok (menghina) Allah dan Rasul-Nya, Al-Qur'an, agama Islam, Malaikat atau para ulama karena ilmu yang mereka miliki. Atau menghina salah satu syiโ€™ar dari syiโ€™ar-syiโ€™ar Islam, seperti shalat, zakat, puasa, haji, thawaf di Kaโ€™bah, wukuf di โ€˜Arafah atau menghina masjid, azan, memelihara jenggot atau Sunnah-Sunnah Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam lainnya, dan syiโ€™ar-syiโ€™ar agama Allah pada tempat-tempat yang disucikan dalam keyakinan Islam serta terdapat keberkahan padanya, maka telah batal keislamannya.

Dalil: At-Tawbah:65-66, Al-An'am:68, dan lain-lain.

7. Melakukan sihir.

Dalil: Al-Baqoroh:102, Abu Dawud:3883, dan lain-lain.

8. Memberikan pertolongan dan bantuan kepada orang-orang kafir dalam rangka memerangi kaum Muslim.

Dalil: Al-Ma'idah:51, Al-Ma'idah:57, dan lain-lain.

9. Meyakini bahwa manusia bebas keluar dari syariโ€™at Nabi Muhammad Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.

Dalil: Al-A'rof:158, Saba':28, Al-Ambiya':107, Ali-'Imron:83, dan lain-lain.

10. Berpaling dari agama.

Yaitu tidak mempelajarinya dan tidak beramal dengannya.

Dalil: Al-Ahqof:3, As-Sajdah:22, Thoha:124, dan lain-lain.

Penggunaan pada bendera

sunting
Varian bendera Jihad dari Ar-Rayah dan Al-Liwa yang digunakan oleh beberapa organisasi Islam sejak akhir tahun 1990-an, yang mengandung kalimat Syahadat warna putih di atas latar hitam

Syahadat dapat ditemukan di beberapa bendera Islam. Bani Saud dan kelompoknya telah menggunakan Syahadat di bendera mereka sejak abad ke-18.[19] Pada tahun 1902, Ibnu Saud, pemimpin Wangsa Saud dan pendiri Arab Saudi menambahkan pedang pada bendera ini.[19] Bendera Arab Saudi modern diperkenalkan kepada publik pada tahun 1973.[20] Bendera Somaliland memiliki baris horizontal berwarna hijau, putih, dan merah dengan Syahadat ditulis di baris Hijau.[21]

Antara tahun 1997 dan 2001, dan pendudukan kembali kekuasaan Taliban pada tahun 2021, Taliban telah memiliki bendera putih dengan kalimat Syahadat yang ditulis menggunakan warna hitam dalam bendera Keamiran Islam Afganistan.

Bendera Nasional dengan kalimat Syahadat

sunting

Lihat pula

sunting
  • Kredo, kalimat syahadat dalam agama nasrani.

Referensi

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ "Pentingnya Dua Kalimat Syahadat". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-11-23. Diakses tanggal 2006-11-22.
  2. ^ Hambali 2017, hlm.ย 18.
  3. ^ Sagala, Rumadani (2018). Pendidikan Spiritual Keagamaan: Dalam Teori dan Praktik (PDF). Yogyakarta: SUKA-Press. hlm.ย 93. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ Hambali 2017, hlm.ย 19.
  5. ^ Al Manar (site admin) (13 Desember 2012). "Syahadatain dan Revolusi Diri". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-02. Diakses tanggal 2015-02-02.
  6. ^ The Later Mughals oleh William Irvine p.ย 130
  7. ^ "Tahukah Antum Makna Syahadat Laa Ilaaha Illallaah". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-08-08. Diakses tanggal 2007-06-13.
  8. ^ Hadits riwayat Imam Ahmad dengan sanad yang shohih.
  9. ^ Al Hasan Al Bashri rahimahullah pernah diberitahukan bahwa orang-orang mengatakan,โ€Barangsiapa mengucapkan laa ilaha illallah maka dia akan masuk surga.โ€ Lalu dia rahimahullah mengatakan, โ€Barangsiapa menunaikan hak kalimat tersebut dan juga kewajibannya, maka dia akan masuk surga.โ€ Wahab bin Munabbih telah ditanyakan,โ€Bukankah kunci surga adalah laa ilaha illallah?โ€ Dia menjawab,โ€Iya betul. Namun, setiap kunci itu pasti punya gerigi. Jika kamu memasukinya dengan kunci yang memiliki gerigi, pintu tersebut akan terbuka. Jika tidak demikian, pintu tersebut tidak akan terbuka.โ€ Dia rahimahullah mengisyaratkan bahwa gerigi tersebut adalah syarat-syarat kalimat laa ilaha illallah. (Lihat Fiqhul Adโ€™iyyah wal Adzkar I/179-180)
  10. ^ Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). (Ath-Thur: 35-36)
  11. ^ Hakim, M. Saifudin (2019-07-28). "Ternyata Orang Musyrik Zaman Dahulu Lebih Paham Makna Kalimat Tauhid". Muslim.or.id. Diakses tanggal 2024-01-27.
  12. ^ "Syahadat yang diterima Allah SWT". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-12-19. Diakses tanggal 2006-11-22.
  13. ^ "Pentingnya Dua Kalimat Syahadat (Syahadatain)". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-11-23. Diakses tanggal 2006-11-22.
  14. ^ โ€œRasulullah bersabda kepada Muadz bin Jabal saat mengutusnya ke penduduk Yaman, โ€œKamu akan datang kepada kaum ahli kitab. Jika kamu telah sampai kepada mereka, ajaklah mereka agar bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah. Jika mereka mentaatimu dalam hal itu, beritakan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka lima salat setiap siang dan malam. Jika mereka mentaatimu dalam hal itu beritakan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan sedekah (zakat) yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan dikembalikan kepada orang-orang miskin. Jika mereka mentaatimu dalam hal itu hati-hatilah kamu terhadap kemuliaan harta mereka dan waspadalah terhadap doanya orang yang dizalimi, sebab antaranya dan Allah tidak ada dinding pembatas.โ€ (HR. Bukhari Muslim)
  15. ^ Dari Abdullah bin Umar bahwa rasulullah ๏ทบ bersabda, "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, mendirikan salat, dan menunaikan zakat. Jika mereka telah melakukan hal itu, terperihalah darah dan harta benda mereka kecuali dengan haknya sedangkan hisab mereka kepada Allah.โ€ (HR. Bukhari Muslim)
  16. ^ Ubadah bin Shamit meriwayatkan dari nabi ๏ทบ dia bersabda, โ€œBarangsiapa mengatakan tiada ilah selain Allah tiada sekutu bagi-Nya dan bahwa Muhammad adalah utusan-Nya dan rasul-Nya, bahwa Isa adalah hamba dan utusan-Nya, kalimat-Nya yang dicampakkan kepada Maryam dan ruh dari-Nya, dan bahwa surga adalah haq serta neraka itu haq. Allah akan memasukkannya ke surge, apapun amal perbuatannya.โ€ (HR. Bukhari)
  17. ^ Dari Anas dari nabi ๏ทบ bersabda, โ€œkeluar dari neraka orang yang mengucapkan la ilaha illallah dn di hatinya ada seberat rambut kebaikan. Keluar dari neraka orang yang mengucapkan la ilaha illallah sedang di hatinya ada seberat gandum kebaikan, dan keluar dari neraka orang yang mengatakan la ilaha illallah sedang di hatinya ada seberat zarrah kebaikan.โ€ (HR. Bukhari)
  18. ^ Abu Hurairah berkata, rasulullah ๏ทบ ditanya, siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafaatmu pada hari Kiamat? Rasulullah ๏ทบ bersabda, โ€œAku telah mengira ya Abu Hurairah, bahwa tidak ada seorang pun yang tanya tentang hadits ini yang lebih dahulu daripada kamu, karena aku melihatmu sangat antusias terhadap hadits. Orang yang paling bahagia dengan syafaatku pada hari Kiamat adalah yang mengatakan la ilaha illallah secara ikhlas dari hatinya atau jiwanya.โ€ (HR. Bukhari)
  19. ^ a b Firefly Books (2003). Firefly Guide to Flags of the World. Firefly Books. ISBNย 978-1-55297-813-9. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 June 2018. Diakses tanggal 8 Desember 2021.
  20. ^ "Saudi Arabia Flag and Description". World Atlas. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 June 2015. Diakses tanggal 8 Desember 2021.
  21. ^ James B. Minahan (30 May 2002). Encyclopedia of the Stateless Nations: Ethnic and National Groups Around the World A-Z. Greenwood Publishing Group. hlm.ย 806. ISBNย 9780313076961.

Daftar pustaka

sunting

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kredo Nikea

Kredo Nikea, disebut juga Syahadat Nikea atau Pengakuan Iman Nicea, merupakan pernyataan iman yang paling penting dalam Kekristenan Nikea atau Kekristenan

Kredo Para Rasul

Syahadat Para Rasul (bahasa Latin: Symbolum Apostolorumcode: la is deprecated ) atau Syahadat Rasuliah (bahasa Latin: Symbolum Apostolicumcode: la is

Rukun Islam

dalam agama Islam. Lima hal tersebut antara lain mengucapkan dua kalimat syahadat, melaksanakan salat, melaksanakan puasa, membayar zakat, dan pergi haji

Konsili Nikea I

doktrin pertama yang dianut segenap umat Kristen, yakni Syahadat Nikea. Dengan dirumuskannya Syahadat Nikea, muncul preseden bagi konsili-konsili tingkat

Teologi Katolik

pokok-pokok iman yang diungkapkan dalam syahadat atau pengakuan iman, terutama Syahadat Para Rasul (Puji Syukur 1) dan Syahadat hasil Konsili Nikea-Konstantinopel

Surah Al-Ikhlas

dianggap sebagai slogan negara Khilafah Islamiyah, bersama dengan dua kalimat Syahadat. Ada beberapa hadis yang menjelaskan Asbabunnuzul surah ini yang mana seluruhnya

Kekristenan

dalam satu pribadi. Syahadat Atanasius, yang diterima di Gereja Barat sebagai syahadat yang setaraf dengan Syahadat Nikea dan Syahadat Kalsedon, berisi kalimat

Jusuf Hamka

1981. Waktu itu ia melihat di Majalah Tempo, ada orang masuk Islam (disyahadatkan) di Masjid Agung Al-Azhar. Alun langsung ke sana, bertemu Ustaz Zaimi