Tabanio
Peta lokasi Desa Tabanio
Negaraย Indonesia
ProvinsiKalimantan Selatan
KabupatenTanah Laut
KecamatanTakisung
Kode pos
70861
Kode Kemendagri63.01.01.2002 Suntingan nilai di Wikidata
Luas... kmยฒ
Jumlah penduduk... jiwa
Kepadatan... jiwa/kmยฒ
Peta
PetaKoordinat: 3ยฐ45โ€ฒ24.30โ€ณS 114ยฐ37โ€ฒ56.03โ€ณE๏ปฟ / ๏ปฟ3.7567500ยฐS 114.6322306ยฐE๏ปฟ / -3.7567500; 114.6322306


Benteng Tabanio pada tahun 1865 (gambar oleh W. A. van Rees)

Tabanio (Tabanjouw Tabeniouw atau Taboeniouw, logat Banjar Tabuniau) adalah salah satu desa di Kecamatan Takisung,[1] Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Indonesia.

Benteng Tabanio

sunting

Tabanio merupakan pelabuhan laut Kesultanan Banjar. Pada abad ke-18, Tabanio menarik perhatian bangsa Eropa karena perkebunan lada, perikanan dan tambang emas Pelaihari. Tanggal 6 Juli 1779 ditandatangani satu perjanjian antara Kesultanan Banjar dan VOC, di mana VOC diberi monopoli atas perdagangan di Banjar. Dalam perjanjian tersebut, VOC berhak membangun sebuah benteng.

Letak Tabanio menurut peta kuno

sunting

Lihat pula

sunting


Referensi

sunting
  1. ^ (Indonesia)"Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Laut Nomor 1 Tahun 2017 - Wikisource bahasa Indonesia". id.wikisource.org. Diakses tanggal 2018-03-19.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Distrik Tabanio

Pusat Distrik Tabanio terletak di desa Tabanio dan desa-desa sekitarnya yang meliputi daerah aliran sungai Tabanio. Kampung Tabanio, Tambangan, dan

Benteng Tabanio

Benteng Tabanio (bahasa Inggris: Fort Tabanio) adalah bekas benteng historis sebagai pusat pertahanan militer Belanda yang terletak di Distrik Tabanio (sekarang

Kabupaten Tanah Laut

Satui (sekarang wilayah Kabupaten Tanah Bumbu) Tabanio Maluka Pada masa sekitar abad 17 daerah Tabanio merupakan daerah yang strategis dan penting bagi

Demang Lehman

Kiai Langlang, Kiai Demang Lehman berhasil merebut benteng Belanda di Tabanio. Pada tanggal 27 September 1859 pertempuran terjadi juga di benteng Gunung

Kesultanan Kutai Kertanegara ing Martapura

meninggalkan Banjarmasin (kota Tatas) dan menyerahkan benteng Tatas dan benteng Tabanio kepada Sultan Banjar yang ditukar dengan intan 26 karat. Kemudian wilayah

Haji Buyasin

mematikan tadi. Peristiwa โ€œBenteng Tabanioโ€ dalam bulan Agustus 1859 juga membuktikan keberaniannya. Benteng Tabanio yang diduduki Belanda berhasil direbut

Tionghoa Parit

pendirian di Bandjermasin, di mana seorang pejabat kepala ditempatkan. Tabanio juga diduduki lagi dan Jager resmi ditunjuk sebagai pemegang pos di sana

Kabupaten Tanah Bumbu

1785, Pangeran Amir anak Sultan Kuning dibantu Arung Tarawe menyerang Tabanio dengan pasukan 3000 orang Bugis-Paser berkekuatan 60 buah perahu untuk