Tanda petik atau tanda kutip (bahasa Inggris: quotation markcode: en is deprecated ) adalah tanda baca yang digunakan secara berpasangan untuk menandai ucapan, kutipan, frasa, atau kata. Ada dua jenis tanda petik, yaitu tunggal (‘. . .’) dan ganda (“. . .”). Dalam bahasa Indonesia, istilah tanda petik umumnya merujuk pada tanda petik ganda atau disebut juga tanda petik dua. Sedangkan istilah tanda petik tunggal biasanya disebut secara spesifik.
Tergantung pada jenis huruf, tanda kutip pembuka dan penutup bisa berbentuk serupa atau berbeda antara kiri (pembuka) dan kanan (penutup). Tanda petik penutup mirip dengan tanda penyingkat (apostrof), simbol prima, dan juga dengan tanda dito, meskipun keempatnya memiliki fungsi yang berbeda.
Bahasa Indonesia
sunting
Menurut EYD, tanda petik (dua) digunakan untuk:[1]
Mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain. Contoh:
"Saya belum siap," kata Mira, "tunggu sebentar!" " Saya takut," kata Udin.
Mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. Contoh:
Sajak "Berdiri Aku" terdapat pada halaman 5 buku itu.
Mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. Contoh:
Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara "coba dan ralat" saja.
Wayan adalah anak yang sangat "alay."
Menutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung. Contoh:
Kata Tono, "Saya juga minta satu."
Menutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat. Contoh:
Karena warna kulitnya, Budi mendapat julukan "Si Hitam".
diikuti oleh tanda titik, sehingga jumlah titik menjadi empat buah (....). Tanda petik ("...") berfungsi untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan
Tanda ini mirip dengan penutup tanda petik tunggal dan juga dengan simbol prima, meskipun memiliki fungsi yang berbeda. Menurut pedoman EYD, tanda penyingkat
000 (sekitar 1206.181,8) dari satu radian. Tanda petik ′ (U+2032) menunjukkan menit busur, meskipun tanda kutip tunggal ' (U+0027) lebih sering digunakan
Tanda sama dengan atau tanda kesetaraan, dinyatakan sebagai =, adalah simbol matematika yang digunakan untuk menunjukkan kesetaraan. Diciptakan oleh Robert
Tanda koma adalah tanda baca yang memiliki bentuk mirip apostrof atau tanda petik tunggal tapi diletakkan di garis dasar teks. Beberapa jenis huruf menggambarkannya
Tanda hubung atau sempang (secara tidak resmi disebut tanda setrip; simbol -) adalah tanda baca untuk menghubungkan dua kata atau memisahkan dua suku kata
Tanda titik adalah tanda baca yang digunakan untuk menandai akhir dari sebuah kalimat dalam berbagai bahasa. Tanda ini terdiri atas titik kecil yang ditempatkan
angka, misalnya Rp 500,00. Tanda petik dibedakan istilah dan penggunaannya menjadi dua, yaitu tanda petik ganda dan tanda petik tunggal. Kata ulang ditulis