Istilah permil (dari bahasa Latin permīlle, artinya "di tiap seribu")[1] mengindikasikan satu bagian per ribu.[2] Permil mengunakan simbol ‰, mirip dengan tanda persen% tetapi dengan tambahan satu nol di penyebutnya.
Kamus umum tidak setuju dengan pengejaannya,[1][2][3] memberi opsi lainnya yaitu per mil,[2]per mill,[1][3]permil,[1][4]permill,[1]permille.[5][6]
jalur tergolong terjal—memiliki rata-rata kemiringan jalur sekitar 25‰ (permil)—sementara karakteristik jalur ke arah Stasiun Singosari relatif menurun
memiliki gradien terekstrem pada segmen Padang Panjang–Batu Tabal yaitu 70 permil sehingga lokomotif biasa tidak mampu menanjak pada jalur ini maka itu digunakan
kelahiran dan angka kematian (kasar maupun spesifik). Nilai penuh dalam permil. Nilai uang kertas Baht terbesar yang berlaku saat ini. Nilai uang kertas
angka atau rasio sebagai pecahan dari 100. Tanda-tanda yang terkait seperti permil (per seribu) dengan tanda ‰ dan permiriad (per sepuluh ribu) dengan tanda
dan timur stasiun ini tergolong curam: di barat mencapai 15 permil dan di timur 5-15 permil. Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun
asam jengkolat di setiap 1 kg biji jengkol segar (20 permil) dengan variasi 12 hingga 35 permil tergantung varietasnya. Diketahui pula, biji legum lain
dari kelimpahan alami di bumi biasanya dinyatakan dalam bagian per seribu (permil atau ‰) karena kurang dari satu persen (%). Satu pengecualian untuk ini