📑 Table of Contents
Dinasti Tay Son

Nhà Tây Sơn
1778–1802
Bendera Tay Son
Bendera
{{{coat_alt}}}
Lambang kekaisaran
StatusKadipaten de jure (fief) dalam Dinasti Lê di Dai Viet (1778–1888)
Anggota sistem percabangan Kekaisaran Tiongkok atau negara pembayar upeti Qing (1789–1802)[1]
Negara sisa (1801–1802)
Ibu kotaĐồ Bàn (1776-1788)
Phú Xuân (1788-1801)
Bắc Thành (1801-1802)
Bahasa resmiVietnam (ditulis menggunakan aksara Chữ Nôm)
Agama
Kepercayaan tradisional Vietnam, Buddha, Taoisme, Katolik, Islam
PemerintahanPemerintahan pemberontak (1771–1778)
Monarki absolut (1778–1802)
Kaisar 
• 1778-1793
Nguyễn Nhạc
• 1788-1792
Quang Trung
• 1792-1802
Cảnh Thịnh
LegislatifTidak ada (diperintah melalui dekrit)
Sejarah 
• Permulaan Pemberontakan Tây Sơn
1771
• Nguyễn Nhạc memproklamasikan dirinya sendiri sebagai Kaisar Thái Đức
1778
• Nguyễn Huệ memproklamasikan dirinya sendiri sebagai Kaisar Quang Trung
1788
• Nguyễn Ánh menaklukan Thăng Long
1802
Populasi
 - Perkiraan 1800
Tidak diketahui, sekitar 10 juta
Mata uangVăn (koin tunai dari campuran tembaga dan seng)
Didahului oleh
Digantikan oleh
Penguasa Nguyễn
Penguasa Trịnh
dnsDinasti
dnsDinasti
Nguyễn
Sekarang bagian dariVietnam
China
Laos
Kamboja
Sunting kotak info
Sunting kotak info • Lihat • Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Nama Tây Sơn digunakan dalam berbagai cara untuk merujuk kepada masa pemberontakan petani dan dinasti-dinasti yang terdesentralisasi yang didirikan antara akhir kepemimpinan dinasti Lê dan permulaan dinasti-dinasti Nguyễn dalam sejarah Vietnam antara 1770 dan 1802. Beberapa akademisi menyebut masa tersebut dengan sebutan "kebangkitan Tây Sơn."[2]

Nama tersebut digunakan untuk merujuk kepada para pemimpin pemberontakan tersebut (Tây Sơn bersaudara), kebangkitan mereka (Kebangkitan Tây Sơn) atau pemerintahan mereka (dinasti Tây Sơn dan dinasti Nguyễn Tây Sơn).[3]

Dinasti Tây Sơn berhasil mengakhiri perang seabad antara keluarga Trịnh dan Nguyễn, melengserkan Dinasti Lê, dan menyatukan negara untuk pertama kalinya dalam 200 tahun. Mereka mengakui kekuasaan Dinasti Qing di Tiongkok dan mendapatkan pengakuan dari Kaisar Qianlong sebagai penguasa sah Vietnam. Di bawah kekuasaan bersaudara Tây Sơn yang paling terkemuka, Nguyễn Huệ (Kaisar Quang Trung), Vietnam mengalami beberapa tahun yang cukup damai dan makmur. Namun, Quang Trung mangkat dalam usia yang masih muda yaitu 40 tahun dan penerusnya, Cảnh Thịnh, yang berkuasa saat masih berusia 9 tahun, tidak mampu mencegah konflik saudara di antara dewan Tây Sơn, yang memungkinkan penguasa Nguyễn terakhir, Nguyễn Ánh, merebut kembali Vietnam selatan, memusnahkan Tây Sơn, dan mendirikan Dinasti Nguyen.

Referensi

sunting
  1. ^ Gundry, "Annam," pp. 613-615., hlm. 613, pada Google Books
  2. ^ George Edson Dutton The Tây Sơn uprising: society and rebellion in eighteenth-century Vietnam. Honolulu: University of Hawaii Press 2008 Page 236 "For a detailed description of the lengths to which the Nguyễn went in this regard see the account in Quách Tân and Quách Giao, Nhà Tây Sơn (The Tây Sơn Dynasty), 234-249."
  3. ^ Trần Trọng Kim (2005). Việt Nam sử lược (dalam bahasa Vietnamese). Ho Chi Minh City: Ho Chi Minh City General Publishing House. hlm. 359. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Bacaan tambahan

sunting
  • George Edson Dutton: The Tay Son Uprising: Society and Rebellion in Eighteenth-Century Vietnam. Honolulu 2006, ISBN 978-0-8248-2984-1

Pranala luar

sunting
Didahului oleh:
Penguasa Nguyễn (selatan)
Penguasa Trịnh (utara)
Dinasti Lê (nominal, utara)
Dinasti Vietnam
1778 - 1802
Diteruskan oleh:
Dinasti Nguyễn

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Nguyễn Nhạc

Nguyễn Nhạc (阮岳, wafat 1793 ) adalah pendiri Dinasti Tây Sơn, menjabat dari 1778 sampai 1793. Pada 1778 - 1788, ia diproklamasikan sebagai Kaisar Thái

Daftar keuskupan di Vietnam

disebutkan lain. Tidak termasuk "Hanoi bagian barat laut" (mencakup kelurahan Sơn Tây dan Tùng Thiện, serta komune An Khánh, Ba Vì, Bất Bạt, Cổ Đô, Đoài Phương

Dinasti Nguyen

tahun 1802 ketika Kaisar Gia Long naik takhta setelah mengalahkan Dinasti Tay Sơn. Pada masanya, kekaisaran Nguyễn memperluas wilayahnya hingga ke kawasan

Kaisar Qianlong

mengirimkan pasukan dalam jumlah besar ke Vietnam untuk menyingkirkan Tay Son, petani pemberontak yang berhasil menguasai Vietnam. Ibu kota Vietnam,

Siam

mendominasi area jauh lebih besar daripada Thailand modern. Pada 1776 ketika Tay-Son, pasukan pemberontak menangkap mereka, Gia Dinh Nguyen dieksekusi beserta

Quang Trung

(0 Desember 1753 – 16 September 1792), adalah kaisar kedua dari dinasti Tây Sơn dari Vietnam, memerintah dari 1788 sampai 1792. Dia juga salah satu komandan

Dai Viet

Perang Trịnh–Nguyễn, dan peperangan Tây Sơn, yang berakhir dengan kemenangan klan Nguyễn dan runtuhnya Dinasti Tây Sơn. Đại Việt dipersatukan kembali, mengakhiri

Gia Long

bersembunyi pada tahun 1777 ketika keluarganya dibantai selama pemberontakan Tay Son. Setelah beberapa hari, ia berkenalan dengan pastor Katolik Prancis Pigneau