
Posisi sendok atau spooning adalah sebuah posisi seks sekaligus teknik berpelukan. Namanya berasal dari cara sendok diletakkan berdampingan dengan bagian cekung yang sejajar.[1]
Posisi seks sendok merupakan salah satu bentuk posisi penetrasi dari belakang, bentuk lainnya adalah posisi gaya anjing.[2] Posisi ini disebut sebagai salah satu dari "empat posisi dasar" dalam hubungan seks.[3]
Sejarah
sunting
Kerangka di gua Alepotrypa yang berasal dari era Neolitikum ditemukan dalam posisi sendok.[4] Sebagian besar seni erotis Romawi menggambarkan pasangan dalam posisi sendok.[5]
Praktik
suntingDalam posisi berpelukan sendok, salah satu pasangan berbaring miring dengan lutut ditekuk sementara pasangan lainnya berbaring dengan bagian depan tubuh menempel pada punggung pasangan pertama. Posisi berpelukan ini tidak terbatas hanya untuk dua orang.
Dalam posisi seks, pasangan penerima berada di posisi sendok bagian dalam dan pasangan yang melakukan penetrasi berada di posisi sendok luar sebagai persiapan untuk penetrasi dari belakang. Untuk melakukan penetrasi, pasangan dapat memisahkan tubuh bagian atas mereka sehingga hanya bagian panggul yang bersentuhan, dan kaki mereka juga dapat diletakkan di atas satu sama lain.[6] Pasangan penerima dapat mengangkat lutut bagian atas untuk memudahkan penetrasi.[7]
Selama aktivitas seksual heteroseksual, pasangan yang melakukan penetrasi dapat membelai perut wanita dan menstimulasi payudara, bagian belakang leher, telinga, serta klitoris. Wanita tersebut dapat menstimulasi klitorisnya sendiri atau skrotum pasangannya.[8] Selain itu, penis menstimulasi bagian depan vagina, dan dapat merangsang area yang biasa disebut sebagai Titik-G.[9] Bersama dengan posisi gaya anjing, ini mungkin merupakan posisi terbaik untuk menstimulasi area tersebut.[10][11]
Variasi dari posisi ini mencakup pasangan yang berbaring miring sambil berhadapan atau dalam posisi gunting.[12] Seks anal juga memungkinkan dalam posisi ini, serta penggunaan vibrator.[13][14]
Kelebihan dan kekurangan
suntingPosisi sendok memungkinkan keintiman fisik yang tinggi karena adanya kontak seluruh tubuh yang memungkinkan untuk berpelukan.[14] Kedua pasangan memiliki kendali atas sudut dan kedalaman penetrasi, dan seks dengan intensitas rendah yang lambat dapat berlangsung lama karena biasanya pria membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai orgasme.[15] Namun, stimulasi visual bagi kedua pasangan tergolong minim karena mereka tidak saling berhadapan dan tidak dapat melihat tubuh satu sama lain secara penuh. Penis juga dapat terlepas dengan mudah.[8]
Posisi sendok mungkin lebih disukai oleh pasangan yang baru bangun tidur atau sedang sangat lelah. Posisi ini dapat digunakan jika wanita sedang hamil, bahkan pada trimester terakhir, karena tidak memberikan tekanan pada perut.[12] Posisi ini juga baik bagi mereka yang sedang dalam masa pemulihan dari sakit atau operasi, atau bagi lansia, karena tidak terlalu membebani otot.[7][9]
Referensi
sunting- ^ Cox, Tracey. The Hot Sex Handbook (Random House, Inc., 2005), p. 64.
- ^ Nilamadhab Kar; Gopal Chandra Kar (2005). Comprehensive Textbook of Sexual Medicine. Jaypee Brothers Publishers. hlm.ย 110โ111. ISBNย 81-8061-405-0. Diakses tanggal February 10, 2014.
- ^ Tim F. LaHaye, Beverly LaHaye, Mike Yorkey. The Act of Marriage After 40: Making Love for Life (Zondervan, 2000), pp. 92-93.
- ^ Cline, Diane Harris (2016). "Chapter One: Dawn of the Greeks". The Greeks: An Illustrated History. Washington, D.C.: National Geographic. hlm.ย 13. ISBNย 978-1-4262-1670-1.
- ^ Younger, John Grimes. Sex in the Ancient World from A to Z (Psychology Press, 2005), p. 124.
- ^ Castleman, Michael. Great Sex: A Man's Guide to the Secret Principles of Total-Body Sex (Rodale, 2004), p. 143.
- ^ a b Locker, Sari. The Complete Idiot's Guide to Amazing Sex (Penguin, 2005), pp. 194-195.
- ^ a b Foley, Sallie; Kope, Sally A.; Sugrue, Dennis P. (2002). Sex Matters for Women: A complete guide to taking care of your sexual self (dalam bahasa Inggris). Guilford Publications. ISBNย 978-1-57230-641-7.
- ^ a b Rosenau, Douglas E. A Celebration of Sex (Thomas Nelson Inc, 2002), p. 147.
- ^ Stefan Bechtel, Larry Stains, Laurence Roy Stains. Sex: A Man's Guide (Rodale, 1996), p. 100.
- ^ Keesling, Barbara. Sexual Pleasure: Reaching New Heights of Sexual Arousal and Intimacy (Hunter House, 2005), p. 101.
- ^ a b Kalish, Nancy. The Nice Girl's Guide to Sensational Sex (iUniverse, 2003), p. 182.
- ^ Taormino, Tristan. Down and Dirty Sex Secrets: The New and Naughty Guide to Being Great in Bed (HarperCollins, 2003), p. 143.
- ^ a b Julia Heiman, Joseph Lopiccolo, David Palladini. Becoming Orgasmic: A Sexual and Personal Growth Program for Women (Simon and Schuster, 1987), p. 203.
- ^ Salinger, Eve. The Complete Idiot's Guide to Pleasing Your Man (Penguin, 2005).
Bacaan lebih lanjut
sunting- Jean Rogiere (2001). The Little Book of Sex. Ulysses Press. hlm.ย 96. ISBNย 1-56975-305-9.
Pranala luar
sunting
Media terkait Spooning positions di Wikimedia Commons