Effendi Gazali
Effendi Gazali
Lahir5 Desember 1966 (umur 59)
Padang, Sumatera Barat, Indonesia
Nama lainDek Pendi
Almamater
Pekerjaan
Suami/istri
Hikmah Ridho Ali Alatas
(m. 2008)
Anak3

Effendi Gazali (lahir 5 Desember 1966) adalah tokoh Indonesia yang terkenal dengan acara yang digagasnya yaitu Republik Mimpi yang merupakan parodi dari Indonesia dan para presidennya. Effendi menjadi salah satu staf pengajar program pascasarjana ilmu komunikasi Universitas Indonesia dan dosen pada Sekolah Pascasarjana Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Effendi lulus sarjana dalam bidang Komunikasi Universitas Indonesia tahun 1990, kemudian mendapatkan gelar Master dalam bidang Komunikasi dari universitas yang sama pada 1996, serta Master dalam bidang International Development (konsentrasi: International Communication) dari Universitas Cornell tahun 2000. Gelar Ph.D. dalam bidang Komunikasi Politik kemudian diperolehkan dari Universitas Radboud Nijmegen, tahun 2004 dengan disertasi "Communication of Politics & Politics of Communication in Indonesia: A Study on Media Performance, Responsibility, and Accountability" (diterbitkan oleh: Radboud University Press, Belanda, 2004)

Beberapa penghargaan yang diperolehnya antara lain adalah sebagai salah satu Peneliti Terbaik UI 2003 di bidang Social & Humanity berdasarkan publikasi di jurnal internasional serta penerima ICA (International Communication Association) Award, pada ICA Annual Conference, di New Orleans Mei 2004 untuk Research, Teaching & Publication (dari the ICA Instructional & Developmental Division).

Effendi juga sering muncul di talk show Indonesia Lawyer Club yang dibawakan oleh Karni Ilyas, biasanya ia diundang sebagai pembicara untuk hal komunikasi politik, yang terbaru ia berbicara tentang Setya Novanto dalam acara tersebut yang ditayangkan 21 November 2017 di tvOne.

30 Juli 2019 Effendi Gazali dikukuhkan sebagai profesor tetap Program Pascasarjana Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dalam Bidang Ilmu Komunikasi, dengan orasi ilmiah yang berjudul “Merajut Indonesia: Menuju Konstelasi Algoritma Komunikasi Politik yang Lebih Mempersatukan”

Pada awal tahun 2021 Effendi mengundurkan diri sebagai dosen UI dan mengembalikan gelar profesor nya karena kecewa dengan pemberitaan terhadap dirinya saat dipanggil KPK terkait kasus korupsi ekspor benur.[1]

Effendi Gazali adalah mantan staf ahli Menteri KKP, Edhy Prabowo.

Publikasi ilmiah

sunting

Beberapa publikasi ilmiah yang telah dibuatnya:

  • 2000: "In Search of Quality Measures for Indonesian Television News" (written in conjunction with Leen d’Haenens & Chantal Verelst) in French & Richards (eds.) Television in Conterporary Asia. California-London: Sage Publications
  • 2002: "The Suharto Regime and Its Fall through the Eyes of the Local Media", Gazette, the International Journal for Communication Studies 64 (2)
  • 2003: "Establishing a Middle Ground for Public and Community Broadcasting in Indonesia: An Action Research Project", Communications, 28 (written in conjunction with L. d’Haenens, E. Hollander, D.N. Hidayat, V. Menayang
  • 2004: "Negotiating Public and Community Media in Post-Suharto Indonesia", Javnost-the Public, Journal of the European Institute for Communication and Culture X
  • 2004: "Communication of Politics and Politics of Communication in Indonesia: A Study on Media Performance, Responsibility and Accountability" (The Netherlands: Radboud University Press)
  • 2006: "Political Communication in Indonesia: Media Performance in Three Eras" in Wilnatt & Aw (Eds) “Political Communication in Asia: Challenges & Opportunities”. Washington DC: McGraw Hill

Kegiatan organisasi

sunting
  • Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia (Wacana UI) 1998; kemudian Anggota Presidium
  • Deputi Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI)[2]
  • Anggota International Communication Association (ICA)
  • Artikel-artikel Komunikasi Politik-nya terutama tersebar di Harian Kompas, Tempo, Media Indonesia, dll
  • Dewan Juri Anugerah Adi Warta Wartawan Indonesia 2006 & 2007

Rujukan

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Hubungan Jerman dengan Prancis

paling antusias terhadap integrasi lebih lanjut dari UE. Ulrich Krotz, "Three eras and possible futures: a long-term view on the Franco-German relationship

Pameran dunia

World's Fairs and Expositions", pp. 13–14 Walvis, Tjaco, ed. (April 2004). "Three eras of World Expositions: 1851–present". Cosmopolite: Stardust World Expo

The Eras Tour

Eras Tour (bahasa Indonesia: Tur Erascode: id is deprecated ) adalah tur konser keenam oleh penyanyi-penulis lagu Amerika Taylor Swift Dimulai di Glendale

Benson Boone

adalah salah satu dari tiga artis yang menjadi pembuka untuk pertunjukan Eras Tour di London di Stadion Wembley, bersama Paramore. Boone membuka pertunjukan

Sanjak Vidin

Widin and Nicopolis, and to the command of the fortress of Widin The three eras of Ottoman history, a political essay on the late reforms of ..., hlm

Jeffrey Epstein

berkuasa untuk menjilat mereka dan juga untuk mendapatkan kemungkinan materi pemerasan. Menurut Departemen Kehakiman, ia menyimpan cakram padat yang dikunci

Borobudur

peringatan untuk tidak menyentuh apapun, pengumandangan peringatan melalui pengeras suara dan adanya penjaga, vandalisme berupa pengrusakan dan pencorat-coretan

Felidae

Pantherinae, Felinae, dan Acinonychinae, dibedakan satu sama lain berdasarkan pengerasan aparatus hyoid dan selubung kulit yang melindungi cakar mereka. Konsep