Desain Perkotaan Di IRAN-Kota Qom-2016 & 2017-Canon Foto-Mostafa Meraji 14

Planologi (bahasa Inggris: plan (perencanaan) & bahasa Yunani: logos (ilmu)) merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang perencanaan suatu wilayah atau kota beserta dengan unsur-unsur tertentu.[1][2] Dalam planologi, akan dipelajari mengenai ilmu geologi, geografis, ekonomi, politik, sosial, budaya, statistika, dan ilmu lainnya. Planologi juga mempelajari tentang aspek perencanaan, penataan, pembangunan, serta lingkungan dari suatu wilayah atau kota. Di Indonesia, planologi sempat ada pada bulan September tahun 1959 di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan bantuan para ahli dari Harvard University di bawah naungan United Nations Technical Assistance Bureau (UNTAB) dan pada tahun 2010, ilmu planologi telah berubah menjadi ilmu perencanaan wilayah & kota (PWK) secara nasional.[3]

"A place for everything and everything in its place" - Tujuan dari ilmu planologi[4]

Sejarah planologi

sunting
Rhodes, abad ke-16
Peta sejarah Roma kuno abad ke-1 Masehi yang diterbitkan di Italia pada tahun 1570
Lokomotif uap C56 153 menarik kereta barang di Jalur Nanao.jpg

Planologi pertama kali dicetuskan oleh J.M. (Joel Moijer) de Casseres (1902-1991) di Belanda melalui publikasi artikel berjudul Principles of Planology dalam De Gids pada tahun 1929.[5] Namun jauh dari tahun 1929, kinerja planologi telah bekerja melalui urbanisasi pada sekitaran tahun 4000 tahun SM di daerah Bulan — Sabit Yang Subur (Fertile Crescent) yang membentang dari Lembah Sungai Nil sampai ke dataran alluvial Sungai Tigris dan Efrat. Dimulai dengan perkembangan berbagai bentuk kerajaan kota yang didirikan oleh Bangsa Sumeria dan Assiria, kemudian dibangun sebagai benteng pertahanan sekaligus pusat perdagangan hasil pertanian. Setelah itu, pada abad ke-5 SM, munculah wacana demokrasi untuk pertama kalinya dengan bergantinya berbagai kuil yang ada menjadi tempat sidang yang nantinya akan menjadi pusat peradaban. Hipodamus, seorang tokoh yang merancang Kota Pireus, Pelabuhan Athena, Kota Rhodes, dan Thurij di Italia yang kemudian dikenal sebagai bapak "urban planning". Kemudian pada tahun 27 SM, Bangsa Romawi berhasil menaklukkan berbagai wilayah, sehingga Romawi dapat membangun jalan-jalan imperiumnya dari Inggris ke Babilon dan Spanyol ke Mesir. Hal ini memicu Roma sebagai wilayah dengan perencanaan kota dengan sistem transportasi pertama di dunia. Ketika kekuasaan Romawi runtuh pada tahun 324 M yang sekaligus melebarnya kekuasaan Kristen disana, menyebabkan hancurnya sistem demokrasi dan penataan wilayah & kota, sehingga memulaikan sebuah zaman kegelapan atau abad pertengahan. Saat abad pertengahan, bangunan-bangunan kota sangat bergantung terhadap gereja. Pada saat ini juga terjadilah perbudakan. Kota-kota benteng berkembang pesat karena kekacauan terjadi di mana-mana. Pada abad ke 14, Kristen menjadikan Kota Florence sebagai pusat politik. Waktu ditemukannya bahan peledak pada abad ke-15, pola kota dengan pergeseran fungsi benteng mulai tidak digunakan lagi dan masa Renaissance yang mengutamakan kreatifitas dan estetika bangunan mulai memasuki. Dalam masa ini, muncullah gaya poros dengan perhatian lebih ke estetika, fungsi, dan bentuk kota itu sendiri. Leonardo da Vinci serta Miichelangelo memiliki peran penting dalam perencanaan wilayah pada masa ini. Pada tahun 1769, James Watt menemukan mesin uap yang memulaikannya masa revolusi industri. Banyak pabrik mulai bermunculan seiring dengan pesatnya para pekerja dan pada tahun 1800an, muncullah kereta uap untuk mendistribusikan barang produksinya kepada konsumen dengan cepat. Dengan adanya kereta uap ini, kota-kota lebih terbuka karena pembangunan jalur rel. Mulailah masalah-masalah seperti kriminalitas, kemacetan, polusi udara, dan polusi air terjadi. Dikarenakan hal ini, muncullah gerakan reformasi pada abad ke-19 dengan pembentukan undang-undang kesehatan masyarakat dengan standar perumahan, pengontrolan guna lahan, dan tinggi bangunan. Tidak hanya itu, aspek sosial juga ditambahkan pada perencanaan wilayah oleh Ebener Howard dan urban conurbation oleh bapak perencanaan modern, yakni Patrick Gaddes. Pasca industri, terjadilah eksploitasi sumber daya alam secara masif, sehingga memunculkan pembangunan berwawasan lingkungan atau biasa dikenal dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Dengan berkembangnya teknologi, transportasi dan komunikasi menjadikannya lebih cepat dan praktis. Hal ini memacu terjadinya urbanisasi yang parak terjadi pada masa pasca industri.[6]

Pendekatan planologi dalam saintek & soshum

sunting
Geographic Information System

Adapun beberapa sains dan teknologi (saintek) yang berkontribusi dalam planologi, yakni:[2]

  • Geographic Information System (GIS), merupakan sistem geografis yang bisa mengidentifikasi spasial bumi dalam bentuk hasil peta kemiringan lereng, peta administrasi, peta jaringan jalan, peta tutupan lahan, peta rawan bencana, dan peta lainnya.
  • Statistika, ilmu cabang matematika yang digunakan untuk menganalisis data waktu menganalisis sampling, pengujian hipotesis, atau mengetahui korelasi variabel penelitian wilayah tertentu.

Sedangkan, untuk sosial dan hukum (soshum) memiliki kontribusinya sendiri melalui pendekatan:[2]

Prospek kerja planologi

sunting
Petugas survei tanah AS

Seorang yang mempelajari ilmu planologi biasa disebut sebagai planner. Lulusan planologi memiliki beberapa prospek pekerjaan yang diantaranya:[7]

  • Surveyor kontrol bangunan
  • Inspektur/petugas konservasi bangunan bersejarah
  • Manajer/petugas perumahan
  • Pejabat pemerintah daerah
  • Perencana kota
  • Perencana transportasi
  • Perancang perkotaan
  • Teknolog arsitektur
  • Administrator Layanan Sipil
  • Pekerja pengembangan masyarakat
  • Manajer lingkungan
  • Manajer perumahan
  • Penilai risiko kebakaran
  • Arsitek lanskap
  • Surveyor perencanaan dan pengembangan
  • Konsultan keberlanjutan

Daftar referensi

sunting
  1. ^ "Informasi Lengkap Kuliah Jurusan Planologi di Luar Negeri: Universitas & Prospek Kerjanya". www.hotcourses.co.id (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2025-08-17. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ^ a b c Amin, Muqsith Dzupril. "Mengenal Lebih Dekat tentang Jurusan Planologi : Kolaborasi antara Saintek dan Soshum". anakteknik.co.id. Diakses tanggal 2025-08-17.
  3. ^ Team, Ruangguru Tech; Nanda, Salsabila (2024-10-31). "Jurusan Perencanaan Wilayah Kota (Planologi), Belajar Apa?" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-17.
  4. ^ CASSERES, J. M. DE (1937-02). "PRINCIPLES OF PLANOLOGY. A Contribution to the Scientific Foundation of Town and Country Planning". Town Planning Review. 17 (2): 103. doi:10.3828/tpr.17.2.fm0217694643w647.
  5. ^ Suprayoga, ~ G. B. (2019-11-23). "J.M. de Casseres: Penemu 'Planologi'". Deep Planning. Diakses tanggal 2025-08-17.
  6. ^ "2 bahan ajar sejarah perencanaan kota DI DUNIA". SlideShare (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-18.
  7. ^ AGCAS, editors (December 2023). "Urban planning". PROSPECTS. Diakses tanggal 18-08-2025. ;

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Eko Budihardjo

Teknik Universitas Gajah Mada Yogyakarta (1969) Master of Science in Town Planning University of Wales Institute of Science and Technology, Inggris pada

Perencanaan perkotaan

Versailles Town and Country Planning Association Town and Country Planning in the United Kingdom Planum - The European Journal of Planning American Planning Association

Tripoli

Journal of Libyan Studies 3, 1 (2002) p. 59-68: "Local Elites and Italian Town Planning Procedures in Early Colonial Tripoli (1911–1912)" by Denis Bocquet and

Dai pai dong

ada di Hong Kong. Lai, Lawrence Wai-chung (2003). Town Planning in Hong Kong: A Review of Planning Appeal Decisions, 1997–2001. Hong Kong: Hong Kong University

Ipswich Town F.C.

Ipswich Town Football Club adalah klub sepak bola profesional Inggris yang berbasis di Ipswich, Suffolk. Ipswich Town didirikan pada tahun 1878 tetapi

Herbowo

nama ARPEL 2.1 dan sering mengadakan pameran lukisan bersama ARPEL 2.1 Town planning in the Dutch East Indies and Indonesia (1905-1950) Diarsipkan 2016-03-03

Museum pertanian

Kornwolf, James D. & Kornwolf, Georgiana Wallis (2002). Architecture and Town Planning in Colonial North America, Volume 1. JHU Press. hlm. 289. ISBN 0801859867

Stasiun kereta api sentral

978-0-7603-4890-1. Haywood, Russell. Railways, Urban Development and Town Planning in Britain: 1948-2008, 2009. ISBN 9780754673927. Biddle, 1986, 37. Fawcett