Asio clamator Suntingan nilai di Wikidata

Suntingan nilai di Wikidata
Status konservasi
Risiko rendah
IUCN22689522 Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
KelasAves
OrdoStrigiformes
FamiliStrigidae
GenusAsio
SpesiesAsio clamator Suntingan nilai di Wikidata
Vieillot, 1807
Tata nama
ProtonimBubo clamator Suntingan nilai di Wikidata
Distribusi

Suntingan nilai di Wikidata

Burung hantu bergaris (Asio clamator) adalah burung hantu berukuran sedang dengan jambul telinga besar dan cakram wajah berwarna cokelat keputihan yang dibatasi warna hitam. Paruhnya berwarna hitam dan matanya berwarna kayu manis. Sayapnya lebih pendek dan bulat dibandingkan kerabatnya yang lain. Bagian atas tubuh berwarna kayu manis dengan garis-garis halus hitam dan corak tebal, sedangkan bagian bawah berwarna cokelat pucat dengan garis-garis gelap. Burung ini asli Amerika Selatan dan sebagian Amerika Tengah.

Taksonomi

sunting

Burung hantu bergaris (Asio clamator) pertama kali dideskripsikan oleh ornitolog Prancis Louis Pierre Vieillot pada tahun 1808 dengan nama binomial Bubo clamator.[1] Nama spesifik clamator berasal dari bahasa Latin yang berarti "penyeru".[2] Lokasi tipe spesimen berasal dari Cayenne, Guyana Prancis.[3] Burung ini pernah ditempatkan dalam genus tersendiri Rhinoptynx dan kemudian dipindahkan ke genus Pseudoscops.[3][4] Studi molekuler yang membandingkan urutan DNA mitokondria menunjukkan bahwa spesies ini sebaiknya ditempatkan dalam genus Asio,[5] hasil yang dikonfirmasi oleh studi filogenetik besar pada 2019.[6][7]

Deskripsi

sunting

Burung hantu bergaris adalah spesies berukuran relatif besar dengan jambul bulu panjang di bagian mahkota yang menyerupai telinga. Panjangnya 30โ€“38 cm dan berat 320โ€“546 g.[8] Kepala, punggung, sayap, dan ekor berwarna cokelat dengan garis hitam dan tanda-tanda kecil, sedangkan bagian bawah berwarna krem dengan garis hitam tebal di dada. Cakram wajah berwarna putih murni dengan tepi tipis hitam.[9]

Sebaran

sunting

Burung hantu ini berasal dari sebagian besar Amerika Selatan dan Tengah. Sebarannya meliputi Argentina, Belize, Bolivia, Brasil, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, El Salvador, Guyana Prancis, Guatemala, Guyana, Honduras, Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Suriname, Trinidad dan Tobago, Uruguay, dan Venezuela. Habitatnya bervariasi, termasuk hutan riparian, rawa, sabana, padang rumput terbuka, dan hutan hujan tropis, dari permukaan laut hingga ketinggian 1.600 m ke atas.[10]

Status

sunting

Populasi burung hantu bergaris diyakini stabil dengan sebaran yang sangat luas, tidak menghadapi ancaman khusus, dan diklasifikasikan oleh IUCN sebagai berisiko rendah.[10]

Referensi

sunting
  1. ^ Vieillot, Louis Pierre (1807). Histoire naturelle des oiseaux de l'Amรฉrique Septentrionale: contenant un grand nombre d'espรจces dรฉcrites ou figurรฉes pour la premiรจre fois (dalam bahasa French). Vol.ย 1. Paris: Chez Desray. hlm.ย 52, Plate 20. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Although the title page bears the year 1807, the volume was not publish until 1808. See:Dickinson, E.C.; Overstreet, L.K.; Dowsett, R.J.; Bruce, M.D. (2011). Priority! The Dating of Scientific Names in Ornithology: a Directory to the literature and its reviewers. Northampton, UK: Aves Press. hlm.ย 157. ISBNย 978-0-9568611-1-5.
  2. ^ Jobling, James A. (2010). The Helm Dictionary of Scientific Bird Names. London: Christopher Helm. hlm.ย 110. ISBNย 978-1-4081-2501-4.
  3. ^ a b Peters, James Lee, ed. (1940). Check-List of Birds of the World. Vol.ย 4. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press. hlm.ย 166.
  4. ^ Dickinson, E.C.; Christidis, L., ed. (2014). The Howard & Moore Complete Checklist of the Birds of the World. Vol.ย 2: Passerines (Edisi 4th). Eastbourne, UK: Aves Press. hlm.ย 268 Note 11. ISBNย 978-0-9568611-2-2.
  5. ^ Wink, M., A. A. El-Sayed, H. Sauer-Gurth, & J. Gonzalez. 2009. Molecular phylogeny of owls (Strigiformes) inferred from DNA sequences of the mitochondrial cytochrome b and the nuclear RAG-1 gene. Ardea 97(4):581-591.
  6. ^ Salter, J.F.; Oliveros, C.H.; Hosner, P.A.; Manthey, J.D.; Robbins, M.B.; Moyle, R.G.; Brumfield, R.T.; Faircloth, B.C. (2019). "Extensive paraphyly in the typical owl family (Strigidae)". The Auk. 137 (ukz070). doi:10.1093/auk/ukz070. hdl:2346/93048.
  7. ^ Gill, Frank; Donsker, David; Rasmussen, Pamela, ed. (January 2021). "Owls". IOC World Bird List Version 11.1. International Ornithologists' Union. Diakses tanggal 17 May 2021.
  8. ^ [1] Owl pages (2011).
  9. ^ Thurber, Walter A.; Rebecca Lohnes & Thomas S. Schulenberg (2009). "Pseudoscops clamator: Striped Owl". Neotropical Birds Online. Cornell Lab of Ornithology. Diakses tanggal 2013-12-22.
  10. ^ a b BirdLife International (2016). "Asio clamator". 2016 e.T22689522A93234205. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22689522A93234205.en. ;

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Ketupa nipalensis

Brumfeld, R. T. & Faircloth, B. C. (2020). Extensive paraphyly in the typical owl family (Strigidae).The Auk, 137(1), ukz070. WInk, M., & Sauer-Gรผrth,

Surnia ulula

masih hidup dalam genus Surnia dari famili Strigidae, yaitu burung hantu 'typical' (berbeda dari burung hantu gudang, Tytonidae). Spesies ini kadang disebut

Burung

Skeleton". paulnoll.com. Diakses tanggal 13 December 2007. "Skeleton of a typical bird". Fernbank Science Center's Ornithology Web. Diakses tanggal 13 December

Once Upon a Time in Hollywood

went to see the film because of who the director was (compared to the typical 7%) and 37% went because of the cast (compared to normally 18%). The film