Ular babi
Coelognathus flavolineatus Suntingan nilai di Wikidata

Suntingan nilai di Wikidata
Status konservasi
Risiko rendah
IUCN192199 Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
SuperkerajaanHolozoa
KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasReptilia
OrdoSquamata
FamiliColubridae
GenusCoelognathus
SpesiesCoelognathus flavolineatus Suntingan nilai di Wikidata
Schlegel, 1837
Tata nama
Sinonim takson
  • Coluber flavolineatus Schlegel, 1837
  • Elaphe flavolineata
ProtonimColuber flavolineatus Suntingan nilai di Wikidata

Ular babi atau yang juga dikenal dengan nama ular tembaga hitam, ular sawo kopi, atau ular bergaris kuning, adalah spesies ular tikus yang tersebar luas di Asia tenggara.[1]

Deskripsi fisik

sunting

Panjang tubuh ular babi mencapai 1,8 meter. Warna dasar tubuhnya adalah kuning kecokelatan. Pada tubuh bagian atas, terdapat garis tebal tidak beraturan berwarna kuning keemasan atau kecokelatan. Bercak garis tersebut diapit oleh dua bercak garis berwarna kehitaman. Bagian bawah tubuh berwarna kelabu keputihan. Kepalanya berwarna sama dengan tubuh, tetapi lebih gelap, serta dihiasi corak berwarna hitam di belakang matanya. Ekornya berwarna kelabu atau kehitaman.[2]

Penyebaran dan habitat

sunting

Ular babi tersebar luas mulai dari Kepulauan Andaman, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia, Indonesia (Sumatera, Simeuleue, Nias, Kep. Mentawai, Kep. Riau, Bangka-Belitung, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi), dan Brunei Darussalam.[1]

Habitat utama ular babi adalah hutan dataran rendah, pinggiran hutan, hingga lahan pertanian. Ular ini juga sering dijumpai berkeliaran di sekitar permukiman manusia.[2]

Perilaku, makanan, dan reproduksi

sunting

Ular babi hidup dan berkelana di tanah, walaupun mampu memanjat pohon. Ular ini lebih jinak daripada kerabatnya, ular sapi (C. radiatus) yang mudah marah ketika diganggu. Akan tetapi, ular ini juga tidak takut untuk menyerang ketika diganggu.[2]

Seperti jenis ular tikus lainnya, ular ini memangsa tikus sebagai makanan utamanya. Selain tikus, ular ini juga memangsa kadal dan katak/kodok. Ular ini tidak berbisa, sehingga membunuh mangsanya dengan cara membelit, seperti yang dilakukan oleh ular boa dan sanca.[2]

Ular babi berkembang biak dengan bertelur (ovipar). Jumlah telur yang dihasilkan sebanyak 5 hingga 12 butir dan akan menetas setelah diinkubasi selama 15 pekan. Anak ular babi yang baru menetas masing-masing berukuran panjang 25 sampai 30 cm.[2]

Referensi

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Ular (shio)

Namun Ular bermusuhan dengan Babi, Macan dan Kuda. Elemen dasar dari shio ular adalah api dengan polaritas Yin. Menurut Horoskop barat, ular dicocokkan

Babi

- babi Tsat: phui - babi Simalur: bafu - babi domestik Abaknon: bawi - babi hutan Kejaman: bavuy - babi liar Tialo: bauiy - babi Tajio: fafi - babi Muna:

Ular tikus

pada jenis-jenis berikut: Ular jali, Ptyas korros Ular babi, Coelognathus flavolineatus Ular sapi, Coelognathus radiatus Ular-tikus Nusa Tenggara, Coelognathus

Shio

shio. Minggu: Monyet Senin: Kambing Selasa: Naga, Babi Rabu: Kuda, Ayam Kamis: Tikus Jum'at: Kelinci, Ular, Anjing Sabtu: Kerbau, Macan Shio juga digunakan

Ular sendok

hidung babi dan ular kisik bergaris, juga berdiri tegak dan menghasilkan tudung tetapi tidak dianggap sebagai "kobra"; demikian pula, beberapa ular elapidae

Sanca kembang

lain seperti biawak. Ular yang kecil memangsa kodok, kadal dan ikan. Ular-ular berukuran besar dilaporkan memangsa anjing, monyet, babi hutan, rusa, bahkan

Hidangan Amerika Serikat

paling suka dibuat sambal salsa. Bahan-bahan untuk masakan adalah daging ular, antelop, ayam pegar, kelinci, ikan trout, ikan bass, kaktus, kacang cemara

Pulau Panaitan

diselimuti oleh hutan dan berbagai macam hewan liar, seperti rusa, babi hutan, monyet, ular piton dan burung-burung. Beberapa jenis buaya air tawar dan kadal