Ular-bajing bamban
Gonyosoma oxycephalum Suntingan nilai di Wikidata

Suntingan nilai di Wikidata
Status konservasi
Risiko rendah
IUCN183196 Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
SuperkerajaanHolozoa
KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasReptilia
OrdoSquamata
FamiliColubridae
GenusGonyosoma
SpesiesGonyosoma oxycephalum Suntingan nilai di Wikidata
Boie, 1827
Distribusi

Ular-bajing bamban (Gonyosoma oxycephalum)[1] atau juga disebut, adalah sejenis ular bajing (Gonyosoma) yang hidup dan berkelana di pepohonan. Ular ini tersebar luas di Asia Tenggara. Dinamakan ular bajing karena ular ini sering ditemukan memangsa bajing dan tupai pohon, selain tikus sebagai makanan utamanya. Sedangkan nama spesifiknya, oxycephalum, berasal dari dua kata: oxy="tajam" dan cephalos="kepala", mengacu pada bentuk kepalanya yang meruncing mirip ujung panah.[2][3]

Morfologi

sunting

Panjang tubuh ular-bajing bamban mencapai 2.1 meter. Tubuh bagian atas berwarna hijau terang menyerupai dedaunan yang subur. Lidah berwarna kebiruan dan terdapat corak hitam di belakang mata. Ekornya berwarna kecokelatan. Beberapa spesimen yang pernah ditemukan memiliki warna atau kombinasi warna yang berbeda seperti cokelat, kuning, hijau-kebiruan, atau abu-abu.[4][5][6]

Penyebaran

sunting

Ular-bajing bamban tersebar luas di Kep. Andaman, Myanmar, Laos, Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia, Singapura, Indonesia (Sumatra, Nias, Mentawai, Kep. Riau, Bangka-Belitung, Jawa, Kalimantan, dan pulau-pulau di sekitarnya) dan Filipina (Balabac, Bohol, Lubang, Luzon, Negros, Palawan, Kep. Sulu, Panay, Agusan del Sur, Dinagat).[7]

Ekologi

sunting

Ular-bajing bamban aktif pada siang hari dan berkelana di atas pohon. Ular ini dapat ditemukan di dataran rendah hingga ketinggian 1100 meter DPL. Seperti ular tikus lainnya, tikus adalah makanan utama ular bajing. Selain tikus, ular ini juga memangsa kelelawar, burung, dan kadal. Ular ini membunuh mangsanya dengan cara membelitnya. Jika diganggu, ular ini akan memipihkan lehernya dan menjulur-julurkan lidahnya.[4]

Ular-bajing bamban berkembangbiak dengan bertelur (ovipar). Jumlah telur yang dihasilkan sebanyak 5 sampai 12 butir. Anak ular bajing yang baru menetas berukuran panjang sekitar 40 sampai 55 cm.[4]

Galeri

sunting

Rujukan

sunting
  1. ^ "Ular darat Indonesia (Seri 1)". Serpentes di Indonesia.
  2. ^ Rooij, N. de. 1917. The Reptiles of Indo Australian Archipelago. II. Ophidia. E.J. Brill, Leiden. pp. 104-105
  3. ^ Stuebing, R.B. & R.F. Inger. 1999. A Field Guide to The Snakes of Borneo. Natural History Publications (Borneo). Kota Kinabalu. p. 152-154. ISBN 983-812-031-6
  4. ^ a b c Ular Asli Indonesia: Ular Bajing (Gonyosoma oxycephalum)
  5. ^ David, P and G. Vogel. 1996. The Snakes of Sumatra. An annotated checklist and key with natural history. Edition Chimaira. Frankfurt. p.91-92. ISBN 3-930612-08-9
  6. ^ Tweedie, M.W.F. 1983. The Snakes of Malaya. The Singapore National Printers. Singapore. p.44-46.
  7. ^ Gonyosoma oxycephalum di Reptarium.cz Reptile Database. Diakses 9 November 2010.

  • Boulenger GA (1894). "On the Herpetological Fauna of Palawan and Balabac". Ann. Mag. Nat. Hist., Sixth Series 14: 81-90.
  • Dowling, Herndon G. (1958). "A taxonomic study of the ratsnakes VI. Validation of the genera Gonyosoma Wagler and Elaphe Fitzinger". Copeia 1958 (1): 29-40.
  • Gray JE (1849). "Description of three new genera and species of snakes". Ann. Mag. Nat. Hist., Second Series 4: 246-248.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Ular-bajing

atau ular bajing adalah nama genus ular tikus yang tersebar di Asia Selatan hingga Asia Tenggara dan sebagian Asia Timur. Nama ilmiah genus ular ini berdasarkan

Ular bangkai laut

berwarna hijau, seperti halnya ular pucuk (Ahaetulla spp.) dan ular bajing (Gonyosoma oxycephalum) yang tidak berbahaya. Ular yang sedang besarnya, agak gemuk

Bajing

Keluarga bajing termasuk bajing pohon, bajing tanah (termasuk bajing-belang dan pispisa, antara lain), dan bajing terbang. Bajing berasal dari Amerika, Eurasia

Ular tikus

subradiatus Ular bajing, Gonyosoma oxycephalum. Bandotan Macan, Ptyas mucosa, lebih umum disebut bandotan macan. Ular banteng, Ptyas carinata. Kelompok ular tikus

Kolubrid

1833 - Ular tikus Genus Euprepiophis Fitzinger, 1843 Genus Ficimia Gray, 1849 Genus Geagras Cope, 1876 Genus Gonyosoma Wagler, 1828 - Ular bajing Genus

Bajing terbang

Bajing terbang, alinturu atau secara keliru disebut tupai terbang (secara ilmiah dikenal sebagai Pteromyini atau Petauristini ) adalah Tribus dari 50 spesies

Tupai

mirip dan kerap dikelirukan dengan bajing. Secara ilmiah, tupai tidak sama dan jauh kekerabatannya dengan bajing (Famili Sciuridae). Tupai adalah pemangsa

Sanca bodo

berukuran sedang hingga besar, mangsa ular ini umumnya kadal, tikus, burung, ayam hutan, musang, kera, bajing, rusa, dan kijang. Bahkan pernah dilaporkan