PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk
Jenis perusahaan
Perusahaan publik
Kode emitenBEI: ULTJ
IndustriMinuman
Didirikan2ย November 1932; 93 tahun laluย (1932-11-02)
Kantor pusatBandung Barat, Indonesia
Wilayah operasi
Indonesia
Tokoh kunci
Sabana Prawirawidjaja[1]
(Direktur Utama)
Supiandi Prawirawidjaja[2]
(Komisaris Utama)
Produk
Merek
  • Ultra Milk
  • Ultra Mimi
  • Low Fat Hi Cal
  • Teh Kotak
  • Sari Asam
  • Sari Kacang Ijo
  • Coco Pandan Drink
  • Cap Sapi
  • Golden Choice
PendapatanRp 6,617 triliun (2021)[3]
Rp 1,251 triliun (2021)[3]
Total asetRp 7,407 triliun (2021)[3]
Total ekuitasRp 5,138 triliun (2021)[3]
PemilikSabana Prawirawidjaja (44,26%)
PT Prawirawidjaja Prakarsa (21,40%)
Karyawan
Sekitar 1.036 (2021)[3]
Anak usahaPT Nikos Distribution Indonesia
PT Ultra Sumatera Dairy Farm
PT Nikos Intertrade
PT Ultra Peternakan Bandung Selatan
PT Tirta Talaga Jaya
PT Ito-En Ultrajaya Wholesale (50%)
PT Kraft Ultrajaya Indonesia (70%)
Situs webwww.ultrajaya.co.id

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk adalah sebuah produsen minuman yang berkantor pusat di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia.[3]

Sejarah

sunting

Perusahaan ini memulai sejarahnya pada dekade 1960-an sebagai sebuah bisnis keluarga dari Achmad Prawirawidjaja. Awalnya perusahaan ini hanya memproduksi susu yang diolah secara sederhana. Pada pertengahan dekade 1970-an, perusahaan ini mulai menerapkan teknologi pengolahan Ultra High Temperature (UHT) dan teknologi pengemasan karton aseptik. Pada tahun 1975, perusahaan ini mulai memproduksi susu cair UHT dengan merek "Ultra Milk". Tiga tahun kemudian, perusahaan ini juga mulai memproduksi sari buah UHT dengan merek "Buavita".

Pada dekade 1980-an, perusahaan ini mulai memproduksi teh UHT dengan merek "Teh Kotak", sari kacang ijo, kola dalam kemasan dengan merek "Cola Pack", dan sari buah asam dengan merek "Asem Asli". Perusahaan ini juga meneken perjanjian lisensi dengan Kraft General Food Ltd asal Amerika Serikat agar dapat memproduksi dan memasarkan keju dengan merek "Kraft", dengan Nestlรฉ agar dapat memproduksi Milo RTD, dengan Mead Johnson agar dapat memproduksi minuman isotonik Lytren, dan dengan Carlsberg agar dapat memproduksi Pripps. Perusahaan ini juga mendirikan perusahaan patungan bersama Kraft Heinz pada dekade yang sama.

Pada dekade 1990-an, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan ini juga mulai memproduksi susu kental manis. Setahun kemudian, perusahaan ini mulai memproduksi susu bubuk melalui kerja sama dengan Meiji Dairies. Pada tahun 2000, perusahaan ini menjalin kerja sama produksi dengan PT Sanghiang Perkasa yang mendapat lisensi dari Morinaga Milk Industry Co. Ltd., untuk memproduksi dan mengemas susu bubuk untuk bayi. Pada tahun 2008, perusahaan ini menjual merek "Buavita" dan "Go-Go" ke Unilever Indonesia.[4] Walaupun begitu, Unilever Indonesia menyerahkan produksi dan pengemasan dari dua merek tersebut ke perusahaan ini.[3]

Pada tahun 2020, perusahaan ini mulai membangun gudang dan pabrik baru di Kawasan Industri MM2100, yang masing-masing ditargetkan dapat mulai dioperasikan pada pertengahan tahun 2022 dan 2023.[5]

Produk

sunting

Produk utama ULTJ adalah produk susu cair dalam kemasan Ultra High Temperature (UHT) yakni Susu Ultra dan produk Ultra Kental Manis, Ultra Mimi, Teh Kotak, Sari Asem Asli, Sari Kacang Ijo dan produk-produk keju melalui kerja sama dengan Kraft Heinz.[6][7]

Pranala luar

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Dewan Direksi". PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. Diakses tanggal 12 Agustus 2022.
  2. ^ "Dewan Komisaris". PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. Diakses tanggal 12 Agustus 2022.
  3. ^ a b c d e f g "Laporan Tahunan 2021" (PDF). PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. Diakses tanggal 12 Agustus 2022.
  4. ^ "Unilever Akuisisi Minuman Buavita dan Gogo". Detikcom. 25 September 2007. Diakses tanggal 17 November 2024.
  5. ^ Julian, Muhammad (16 Desember 2021)., Handoyo (ed.). "ULTJ Kawal Pembangunan Pabrik dan Gudang Baru di Kawasan Industri MM2100". Kontan.co.id. Kontan. Diakses tanggal 12 Agustus 2022.
  6. ^ "PT. Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ)". idnfinancials.com. Diakses tanggal 3 September 2025.
  7. ^ Natalia, Tasya (12 Juli 2023). "ULTJ: Ultrajaya Milk Industry". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 3 September 2025.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kraft Foods

Kraft Foods Group, Inc. dulu adalah sebuah konglomerat pemrosesan dan produksi makanan, yang dipisah dari Kraft Foods Inc. pada tanggal 1 Oktober 2012

Daftar perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia

2021ย (2021-02-01) 2.287.500.000 Pengembangan Consumer Cyclicals 892 BEI: ULTJ Ultrajaya Milk Industry & Trad 2 Juli 1990ย (1990-07-02) 11.553.528.000 Utama Consumer

Unilever Indonesia

& Lovely) Vaseline Cif Citra AXE Clear Closeup Buavita (mantan produk Ultrajaya) Royco Jawara Bango Sariwangi (teh, kini produk Savoria) Lipton (teh)

Teh Botol Sosro

Ocha/MyTea (Suntory/Garudafood), Fiesta (Charoen Pokphand), Teh Kotak (Ultrajaya), Frestea (Coca-Cola), dan lainnya menjadi pesaing Teh Botol dalam bisnis

Daftar diskografi, filmografi, dan bibliografi JKT48

Pte. Ltd. dari ย Singapura)) Makanan ringan (wafer) 2024โ€“2025 Teh Kotak Ultrajaya Milk Industry Minuman ringan (teh) 2018โ€“2020 Teh Pucuk Harum Mayora Indah

Daftar merek Unilever

โ€“ kopi instan (India) Buavita โ€“ jus buah (Indonesia, diakuisisi dari Ultrajaya) Horlicks โ€“ susu bubuk malt (khusus India, diperoleh dari GlaxoSmithKline)

Bank ANZ Indonesia

eks ABN AMRO di Indonesia, pinjaman bilateral Pamapersada Nusantara dan Ultrajaya. 2012: Pergantian nama menjadi Bank ANZ Indonesia. Joseph Abraham: Presiden

Campina Es Krim

Estate Rungkut. Pada tahun 1994, keluarga Prawirawidjaja (pemilik PT Ultrajaya Milk Industry) mengambil alih mayoritas saham perusahaan ini. Badan hukum