Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
USG Transvaginal (USG TVS) adalah metode pemeriksaan kehamilan serta kondisi organ reproduksi wanita dengan memasukkan stik probe atau transducer ke dalam vagina. Probe sepanjang sepanjang 5–7,5 cm tersebut akan memancarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi ke dalam tubuh. Gelombang suara tersebut akan memantul, lalu pantulannya diubah menjadi gambaran organ-organ tubuh Anda pada layar monitor. Dibandingkan USG abdominal dengan alat yang ditempelkan ke perut, USG transvaginal akan memberikan gambaran yang lebih jelas. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan kondisi vagina, saluran tuba, leher rahim, rahim, serta ovarium Anda dengan lebih jelas.[1]
USG Transvaginal dilakukan dengan menggunakan gelombang suara untuk merekam rongga dan organ panggul dan memproyeksikan gambar ke layar yang akan melakukan USG Transvaginal dapat mengosongkan kandung kemih terlebih dahulu. Kemudian, perlu mengganti pakaian dengan pakaian yang mudah untuk melakukan USG Transvaginal. Setelah siap, akan diarahkan untuk berbaring di tempat tidur pemeriksaan, dengan menekuk kaki seperti akan melahirkan. Lalu, dokter akan memasukkan transduser ke dalam vagina. Transduser sedikit lebih besar dari tampon dan dibentuk khusus agar pas dengan nyaman ke dalam vagina. Penutup pelindung ditempatkan di atas transduser dan gel pelumas / cairan hangat dioleskan ke transduser untuk kemudahan pemasangan. Transduser akan digerakkan dengan lembut di sekitar bagian dalam panggul dan gambar diambil. Gelombang suara berjalan kembali ke transduser, di mana mereka diubah menjadi sinyal listrik. Sinyal-sinyal ini memproyeksikan gambar visual organ panggul secara real-time ke layar yang dapat dilihat oleh dokter. Gambar yang dihasilkan selama USG Transvaginal dilakukan disebut dengan “sonogram”. Pemeriksaan USG Transvaginal hanya membutuhkan waktu 15-30 menit. Setelah melakukan USG Transvaginal, dokter akan memberikan informasi yang rinci terkait dengan hasil pemeriksaan.[2]
Fungsi USG Transvaginal
suntingSelain memantau perkembangan janin dan kondisi kesehatan organ reproduksi wanita, berikut adalah fungsi lain dari USG transvaginal. Mendeteksi kehamilan ektopik, memantau detak jantung janin, mendeteksi penyebab nyeri panggul, mempersiapkan kehamilan, mendeteksi keberadaan kista pada organ reproduksi, mendiagnosis komplikasi kehamilan, mendeteksi perdarahan abnormal, memastikan pemasangan IUD sudah tepat, mendiagnosis risiko keguguran, mencari tahu tanda persalinan dini, mengetahui posisi plasenta, dan mencari tahu penyebab masalah kesuburan.[3] Penelitian terbaru telah mengkaji penggunaan kecerdasan buatan untuk mengotomatisasi pengukuran biometrik uterus dan membantu memperoleh tampilan koronal uterus yang terstandar selama pemeriksaan USG transvaginal. Teknik otomatis ini bertujuan meningkatkan konsistensi pengukuran dan mengurangi waktu pemeriksaan, terutama pada kasus yang menghadirkan tantangan dalam memperoleh visualisasi yang optimal.[4]
Manfaat USG Transvaginal
suntingMenemukan Fibroid: fibroid adalah tumor jinak dalam rahim. Salah satu manfaat USG transvaginal sebelum IVF adalah untuk melihat ada tidaknya fibroid. Karena tergantung dari ukuran dan posisinya, beberapa fibroid dapat membuat wanita sulit hamil dan meningkatkan kemungkinan keguguran. Ini biasanya terjadi jika fibroid tumbuh ke dalam rongga rahim. Melihat Kista, Kista ovarium merupakan sebuah stuktur berisi cairan yang sebenarnya, sebagian besar kasus tidak berbahaya dan tidak mengganggu program hamil.
Tapi jika memiliki endometrioma (kista yang dihasilkan dari endometriosis) atau kista karena PCOS, maka akan berpengaruh pada kesuburan. Manfaat USG transvaginal sebelum IVF akan mengidentifikasi kista dengan mudah. Mengecek dinding Manfaat USG transvaginal sebelum IVF adalah untuk mengukur endometrium hingga milimeter terakhir. Jika terlalu tipis pada titik siklus yang seharusnya optimal tebal, maka hal tersebut bisa menjadi petunjuk mengapa hingga saat ini belum juga hamil. Memastikan Folikel untuk wanita yang mengalami ovulasi berlebih, manfaat USG transvaginal sebelum IVF sangat penting. Prosedur ini dapat secara akurat mengukur kuantitas dan ukuran perkembangan folikel. Pasien dengan kondisi ini biasanya membutuhkan satu hingga empat kali USG Transvaginal jenis ini sebelum melakukan suntikan pemicu hCG dan pengambilan telur. Adanya Hidrosalpinx Manfaat USG transvaginal sebelum IVF juga untuk melihat adanya hidrosalpinx, yaitu kumpulan cairan dalam tuba fallopi, kondisi ini dapat menghambat rencana kehamilan alami (karena tuba fallopi tertutup) dan memengaruhi kehamilan IVF (bocornya cairan, rahim dan embrio merupakan kombinasi yang buruk). Penyakit radang panggul dapat menyebabkan infertilitas, sehingga manfaat USG transvaginal sebelum IVF dapat mempermudah diagnosis dan pengobatannya. Diagnosis sejak dini merupakan kunci kesuksesan program hamil. Manfaat USG transvaginal sebelum IVF lainnya adalah untuk melihat kemungkinan adanya kanker pada organ bagian bawah. Kemungkinan kanker yang dapat dideteksi dengan USG transvaginal adalah kanker rahim, vagina, ovarium, ginjal, dan kandung kemih. Bagi beberapa pasien, menjalani prosedur USG transvaginal tidak terlalu menakutkan.[5]
Daftar Referensi
sunting- ^ "USG Transvaginal: Definisi, Tujuan, Prosedur, dll". Hello Sehat. 2018-09-19. Diakses tanggal 2025-03-06.
- ^ "USG Transvaginal : Pengertian, Manfaat, Kapan Harus dilakukan". KS Women & Children Clinic. 2023-03-08. Diakses tanggal 2025-03-06.
- ^ "USG Transvaginal: Definisi, Tujuan, Prosedur, dll". Hello Sehat. 2018-09-19. Diakses tanggal 2025-03-06.
- ^ "Assessment of UterineAssist™ and UterineContour™ software for automatic uterine biometric measurement and uterine coronal plane obtainment. A validation study". global.samsungsuite.com. Diakses tanggal 29 December 2025.
- ^ "7 Manfaat USG Transvaginal Sebelum IVF". www.orami.co.id. 2020-02-14. Diakses tanggal 2025-03-06.