Jeruk jari Buddha
A yellow citrus fruit with several finger-like sections
Jeruk jari Buddha, terlihat seperti "tangan terbuka" saat matang
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
(tanpa takson):
(tanpa takson):
(tanpa takson):
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
Varietas:
C. m. var. sarcodactylis
Nama trinomial
Citrus medica var. sarcodactylis
(Hoola van Nooten) Swingle


Jeruk jari Buddha atau Citrus medica var. sarcodactylis, dikenal pula sebagai Buddha’s hand atau jeruk jari, merupakan salah satu varietas dari jeruk sitrun yang buahnya tersegmentasi menjadi beberapa bagian menyerupai jari. Bentuk buah ini mirip dengan tangan pada patung-patung Buddha, sehingga disebut Buddha’s hand dalam berbagai bahasa seperti Inggris, Mandarin, Jepang, Korea, Vietnam, Jerman, dan Prancis.[1]

Asal dan varietas

sunting

Beragam kultivar jeruk tangan Buddha memiliki variasi bentuk yang beragam. Ada tipe “tangan terbuka” (open-hand) dengan jari-jari yang menyebar, serta tipe “tangan tertutup” (closed-hand) dengan jari-jari yang rapat. Beberapa buah juga memiliki bentuk setengah terbuka, di mana bagian pangkal menyatu dan ujungnya terpisah menyerupai jari.[2]

Asal-usul jeruk tangan Buddha biasanya ditelusuri ke wilayah Asia Selatan atau Asia Timur, kemungkinan besar dari timur laut India atau Tiongkok, yang juga merupakan daerah asal banyak spesies jeruk yang dibudidayakan.

Deskripsi

sunting

Seperti varietas jeruk sitrun lainnya, Citrus medica var. sarcodactylis tumbuh sebagai semak atau pohon kecil dengan cabang yang panjang, tidak beraturan, dan berduri. Daunnya besar dan lonjong berwarna hijau muda dengan panjang sekitar 10–15 sentimeter. Bunganya berwarna putih dengan semburat ungu di bagian luar dan tumbuh dalam kelompok yang harum.[3]

Buah tangan Buddha sebagian besar tidak memiliki sari atau daging buah seperti jeruk pada umumnya. Bagian dalam buah hanya terdiri dari lapisan putih tebal (albedo) dan sering kali tidak berbiji. Beberapa varietas mengandung sedikit pulp asam, tetapi banyak pula yang sepenuhnya kering.

Tanaman ini sensitif terhadap suhu ekstrem, baik dingin maupun panas, serta terhadap kekeringan. Ia tumbuh paling baik di iklim sedang. Perbanyakan biasanya dilakukan dengan stek dari cabang berumur dua hingga empat tahun atau melalui penyambungan batang bawah jeruk lain yang lebih kuat. Tanaman ini juga rentan terhadap penyakit citrus greening(HLB).[4]

Kegunaan

sunting

Aromaterapi dan Pewangi

sunting

Buah tangan Buddha dikenal karena aromanya yang kuat dan harum. Di Tiongkok dan Jepang, buah ini digunakan sebagai pengharum alami untuk ruangan maupun pakaian. Kulitnya yang kaya minyak esensial juga dimanfaatkan dalam pembuatan parfum tradisional.[5]

Keagamaan

sunting

Dalam tradisi Buddhisme, buah tangan Buddha sering dijadikan persembahan di kuil. Menurut kepercayaan, Buddha lebih menyukai buah dengan jari-jari yang tertutup menyerupai tangan dalam posisi berdoa, yang melambangkan penghormatan dan doa. Di Tiongkok, buah ini juga menjadi simbol kebahagiaan, panjang umur, dan keberuntungan, serta kerap dijadikan hadiah tahun baru.

Dalam tradisi Yudaisme, penggunaan jeruk tangan Buddha sebagai etrog pada perayaan Sukkot pernah dibahas oleh Rabbi Abdallah Somekh dan muridnya, Rabbi Yosef Hayyim, dari Baghdad pada abad ke-19. Rabbi Somekh memperbolehkannya, sementara Rabbi Yosef Hayyim menolak karena tidak ada tradisi yang menguatkan penggunaannya.[6]

Tanaman Hias

sunting

Jeruk tangan Buddha sering dibudidayakan sebagai tanaman hias di taman maupun dalam pot di teras rumah. Di Amerika Serikat, buahnya yang belum matang pernah dipasarkan dengan nama Goblin Fingers sebagai hiasan bertema Halloween.[7]

Pangan dan Pengobatan Tradisional

sunting

Meskipun sebagian besar varietasnya tidak memiliki sari buah, jeruk tangan Buddha tetap dimanfaatkan dalam kuliner karena bentuk dan aromanya yang khas. Kulit buahnya sering digunakan sebagai penyedap alami dalam makanan penutup, hidangan gurih, atau minuman beralkohol seperti vodka dan arak beras. Buah ini juga bisa dibuat manisan atau dikeringkan menjadi camilan.

Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, kulit buah tangan Buddha yang telah dikeringkan digunakan sebagai tonik alami. Ia dipercaya membantu memperlancar pernapasan dan pencernaan.[8]

Galeri

sunting

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Karp, David (Winter 1998). "Buddha's Hand Citron". Flavor and Fortune. 5 (4). Kings Park, NY: Institute for the Advancement of the Science and Art of Chinese Cuisine: 5–6. Diarsipkan dari asli tanggal 6 June 2011. Diakses tanggal 20 April 2010.
  2. ^ "Citrus medica var. Buddhas Hand". Catalog of the Living Plant Collections. Storrs, CT: University of Connecticut, Department of Ecology & Evolutionary Biology, Plant Growth Facilities. Diakses tanggal 20 April 2010.
  3. ^ Vitalini, Sara; Iriti, Marcello; Ovidi, Elisa; Laghezza Masci, Valentina; Tiezzi, Antonio; Garzoli, Stefania (2022-03-03). "Detection of Volatiles by HS-SPME-GC/MS and Biological Effect Evaluation of Buddha's Hand Fruit". Molecules (dalam bahasa Inggris). 27 (5): 1666. doi:10.3390/molecules27051666. ISSN 1420-3049. PMC 8911557. PMID 35268766. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  4. ^ "Wayback Machine" (PDF). www.researchgate.net. Diakses tanggal 2025-11-10.
  5. ^ "Buddha's Hand". Melissas Produce (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-10.
  6. ^ "זבחי צדק - חלק ב - סומך, עבדאללה אברהם יוסף (page 379 of 465)". www.hebrewbooks.org. Diakses tanggal 2025-11-10.
  7. ^ Goldschmidt, Eliezer E. (2023). The Citron Compendium: The Citron (Etrog) Citrus Medica L.: Science and Tradition. Moshe Bar-Joseph (Edisi 1st ed). Cham: Springer International Publishing AG. ISBN 978-3-031-25775-9.
  8. ^ Dang, Nguyen Hai; Nhung, Pham Huong; Mai Anh, Bui Thi; Thu Thuy, Dinh Thi; Minh, Chau Van; Dat, Nguyen Tien (2016). "Chemical Composition and α-Glucosidase Inhibitory Activity of Vietnamese Citrus Peels Essential Oils". Journal of Chemistry (dalam bahasa Inggris). 2016 (1): 6787952. doi:10.1155/2016/6787952. ISSN 2090-9071. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Jamur jarum

Amerika barat yaitu F. velutipes var. lupinicola juga telah diusulkan untuk membentuk spesiesnya sendiri dari F. velutipes var. velutipes karena perbedaan-perbedaan

Ubi jalar

Indonesia. Ubi jalar ungu, atau dalam istilah ilmiahnya Ipomoea Batatas var Ayamurasaki, adalah satu varietas ubi jalar yang memiliki kulit dan daging

Selada (tumbuhan)

Plantarum-nya pada tahun 1753. Lactuca scariola var. sativa, Lactuca scariola var. integrata, dan Lactuca scariola var. integrifolia semua sinonim untuk Lactuca

Botrychium matricariifolium

Botrychium matricariifolium (orth.var. B. matricariaefolium) adalah spesies paku dalam keluarga Ophioglossaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama umum

Rumput gajah mini

Axonopus compressus (sinonim: Axonopus compressus (Sw.) P.Beauv. var. australis G.A.Black, Milium compressum Sw., Paspalum compressum (Sw.) Nees, Paspalum

Kubis

 oleracea var. oleracea), dan tergolong dalam "sayur kubis-kubisan" atau brasika, yang berarti berkerabat dekat dengan brokoli dan kembang kol (var. botrytis);

Quercus rubra

Sons. hlm. 349–354. Arbor Day Foundation, Northern Red Oak United States Department of Agriculture Plant Guide Lamont–Doherty Earth Observatory and Columbia

Kura-kura brazil

Pond Slider (Trachemys scripta) risk assessments for Australia (PDF). Department of Agriculture and Food, Western Australia. Diarsipkan dari asli (PDF)