Frankenstein; or, The Modern Prometheus
Halaman judul Jilid I, edisi pertama, 1818
PengarangMary Shelley
NegaraInggris
BahasaInggris
GenreNovel Gotik, fiksi ilmiah[1]
Latar tempat/waktuInggris, Irlandia, Italia, Prancis, Skotlandia, Konfederasi Swiss Lama, Kekaisaran Rusia, Kekaisaran Romawi Suci; akhir abad ke-18
Diterbitkan1 Januari 1818; 208 tahun lalu (1818-01-01)
PenerbitLackington, Hughes, Harding, Mavor & Jones
Halaman280
823.7
LCCPR5397 .F7
Didahului olehHistory of a Six Weeks' Tour 
Diikuti olehValperga 
TeksFrankenstein; or, The Modern Prometheus di Wikisource

Frankenstein; or, The Modern Prometheus adalah sebuah novel Gotik tahun 1818[a] yang ditulis oleh penulis Inggris Mary Shelley. Frankenstein menceritakan kisah tentang Victor Frankenstein, seorang ilmuwan muda yang menciptakan makhluk cerdas dari berbagai bagian tubuh dalam sebuah eksperimen ilmiah yang tidak lazim. Shelley mulai menulis cerita itu ketika dia berusia 18 tahun dan tinggal di Bath,[2] dan edisi pertama diterbitkan secara anonim di London pada tanggal 1 Januari 1818, ketika ia berusia 20 tahun. Namanya pertama kali muncul dalam edisi kedua, yang diterbitkan di Paris pada tahun 1821.

Shelley melakukan perjalanan keliling Eropa pada tahun 1815, menyusuri sungai Rhine di Jerman, dan singgah di Gernsheim, yang berjarak sejauh 17 kilometer (11 mi) dari Kastil Frankenstein, di mana, sekitar seabad sebelumnya, Johann Konrad Dippel, seorang alkemis, telah terlibat dalam eksperimen.[3][4][5] Kemudian dia melakukan perjalanan ke wilayah Jenewa, Swiss, di mana sebagian besar cerita berlangsung. Unsur-unsur Galvanisasi dan gaib menjadi topik pembicaraan bagi teman-temannya, terutama bagi kekasih dan calon suaminya Percy Bysshe Shelley.

Pada tahun 1816—atas saran Lord Byron—Mary, Percy, John Polidori, dan Byron sendiri, masing-masing setuju untuk mencoba menulis cerita hantu.[6] Setelah berpikir berhari-hari, Shelley mendapat inspirasi untuk menulis Frankenstein setelah membayangkan seorang ilmuwan yang menciptakan kehidupan dan merasa ngeri dengan apa yang telah ia ciptakan.[7] Novel ini pertama kali diterbitkan secara anonim pada tahun 1818, dan pada tahun 1831, edisi revisi diterbitkan dengan nama Mary Shelley. Versi ini mencakup revisi gaya penulisan yang signifikan, kata pengantar baru yang menjelaskan gagasan di balik cerita, dan nada moral yang lebih eksplisit.[8]

Frankenstein merupakan salah satu karya sastra Inggris yang paling terkenal. Dipadukan dengan unsur-unsur novel Gotik dan gerakan Romantisme, karyanya telah memberikan pengaruh yang cukup besar pada sastra dan budaya populer, melahirkan genre lengkap berupa cerita horor, film, dan drama. Sejak novel tersebut diterbitkan, nama Frankenstein sering digunakan untuk merujuk pada monsternya.[9][10][11]

Ringkasan plot

sunting

Victor Frankenstein, lahir di Napoli berasal dari keluarga Genevese kelas atas, menghabiskan masa mudanya terobsesi dengan alkimia. Seiring bertambahnya usia, ia mengembangkan minat pada ilmu pengetahuan modern seperti kimia dan listrik. Setelah ibunya, Caroline, meninggal karena demam scarlet, Victor meninggalkan rumah untuk bersekolah di University of Ingolstadt. Melalui studinya, Victor menemukan cara baru untuk menciptakan kehidupan, yaitu dengan merakit bagian-bagian tubuh manusia yang dicuri dari rumah mayat dan kuburan yang masih baru, yang ia gunakan untuk menciptakan makhluk humanoid besar dan mengerikan. Ketika si makhluk terbangun, Victor merasa jijik dan melarikan diri dalam ketakutan, lalu kembali keesokan harinya dan mendapati makhluk itu telah menghilang.

Makhluk yang baru sadar itu melarikan diri, menemukan api, dan belajar menghindari manusia, yang menganggapnya menakutkan. Ia menemukan sebuah gubuk yang menempel pada sebuah rumah kecil, yang memungkinkannya mengamati sebuah keluarga tanpa terlihat. Saat keluarga itu mengajarkan bahasa mereka kepada orang asing, makhluk itu juga belajar berbicara dan menulis. Dia juga menemukan koleksi buku, termasuk Paradise Lost, dan belajar membacanya. Dia membaca beberapa kertas yang ada di dalam pakaian yang diambilnya dari Ingolstadt, melalui hal tersebut, ia mempelajari kebenaran tentang asal-usulnya dan identitas penciptanya. Dia akhirnya mengungkapkan jati dirinya kepada ayah keluarga yang buta saat dia sendirian, dan ayah tersebut memperlakukannya dengan baik. Namun, ketika anggota keluarga lainnya kembali, mereka merasa ngeri melihat penampilannya dan mengusirnya. Makhluk itu kemudian menyelamatkan seorang gadis kecil dari tenggelam, tetapi kemudian ditembak oleh ayahnya, yang salah paham dan mengira makhluk itu telah menyerangnya.

Merasa sakit hati terhadap umat manusia, makhluk itu melakukan perjalanan ke Jenewa untuk menghadapi penciptanya; setibanya di sana, ia bertemu dengan adik laki-laki Victor, William. Menyadari bahwa William berasal dari keluarga yang sama, makhluk itu membunuhnya, lalu menjebak pelayan keluarga tersebut, Justine, atas kematiannya. Victor menduga makhluk ciptaannya bertanggung jawab, tetapi tidak ikut campur saat Justine diadili dan dieksekusi. Kemudian, saat mendaki di Mer de Glace, Victor sekali lagi bertemu dengan si makhluk. Makhluk itu menceritakan kisahnya dan meminta Victor untuk menciptakan pendamping perempuan, yang menurutnya akan menjadi satu-satunya kesempatannya untuk bahagia. Victor menyetujui hal ini.

"Oh, Frankenstein, janganlah bersikap adil kepada setiap orang lain, dan injaklah hanya aku seorang, kepada siapa keadilanmu, bahkan kemurahan hatimu dan kasih sayangmu, paling pantas diberikan. Ingatlah, bahwa aku adalah ciptaan-Mu; aku seharusnya menjadi Adam-Mu; tetapi aku lebih seperti malaikat yang jatuh, yang Kau usir dari sukacita tanpa kesalahan apa pun. Di mana pun aku melihat kebahagiaan, dari mana aku sendiri secara mutlak dikecualikan. Aku dulu baik hati dan berbudi luhur; penderitaan membuatku menjadi iblis. Buatlah aku bahagia, dan aku akan kembali menjadi orang yang berbudi luhur."

— Si Makhluk meminta Victor Frankenstein untuk menciptakan seorang pendamping perempuan.

Victor dan temannya Henry Clerval meninggalkan daratan Eropa menuju Britania Raya, di mana Victor mendirikan sebuah laboratorium di Orkney. Saat mengerjakan makhluk betina itu, Victor membayangkan ciptaannya melahirkan, dan dengan ketakutan memutuskan untuk menghancurkan makhluk betina yang belum sempurna tersebut. Makhluk asli itu mengeluarkan peringatan bahwa ia akan bertemu Victor pada malam pernikahannya, dan membunuh Henry sebagai tindakan balas dendam.

Victor mengalami gangguan mental, lalu kembali ke rumah. Kembali di Jenewa, Victor menikahi Elizabeth Lavenza, teman masa kecilnya yang lahir di Italia. Sesuai dengan ancamannya, makhluk itu membunuh wanita itu pada malam pernikahan. Beberapa hari kemudian, ayah Victor, Alphonse, meninggal karena kesedihan. Karena tidak memiliki keluarga yang tersisa (selain saudara laki-lakinya yang lain, Ernest), Victor bersumpah untuk membalas dendam dan mengejar si makhluk, akhirnya mengikutinya hingga ke Arktik.

Mengejar si makhluk melintasi es Arktik, Victor hampir mati karena kelelahan dan hipotermia, tetapi diselamatkan oleh Kapten Robert Walton, yang memimpin ekspedisi ke Kutub Utara. Victor menceritakan kisahnya kepada Walton dan mendorong kru untuk melanjutkan ekspedisi mereka; namun, mereka memutuskan untuk menghentikan perjalanan dan berbalik. Victor bersumpah akan terus mengejar si makhluk, tetapi dalam keadaan lemah, ia meninggal di atas kapal. Saat kapal meninggalkan Arktik, makhluk itu naik ke kapal. Ia meratapi kematian Victor, memberi tahu Walton bahwa ia berencana membakar dirinya sendiri di atas tumpukan kayu, lalu pergi.

Latar Belakang Penulis

sunting
Mary Shelley karya Richard Rothwell (1840–41)

Ibu Mary Shelley, Mary Wollstonecraft, meninggal karena infeksi sebelas hari setelah melahirkannya. Shelley menjadi dekat dengan ayahnya, William Godwin. Godwin mempekerjakan seorang perawat, yang sempat merawatnya dan saudara tirinya, sebelum menikahi istri keduanya, Mary Jane Clairmont, yang tidak menyukai kedekatan antara Shelley dan ayahnya. Gesekan yang terjadi menyebabkan Godwin lebih menyayangi anak-anaknya yang lain.

Ayah Shelley adalah seorang penulis terkenal pada masanya, dan pendidikannya sangat penting baginya, meskipun tidak formal. Shelley tumbuh besar dikelilingi oleh teman-teman ayahnya, para penulis, dan tokoh-tokoh penting di bidang politik, yang sering berkumpul di rumah keluarga mereka. Hal ini menginspirasinya untuk menulis sejak usia muda. Mary, pada usia enam belas tahun, bertemu Percy Bysshe Shelley (yang kemudian menjadi suaminya) saat ia mengunjungi ayahnya. Godwin tidak menyetujui hubungan antara putrinya dengan seorang pria yang lebih tua dan sudah menikah, sehingga mereka melarikan diri ke Prancis bersama saudara tirinya, Claire Clairmont. Pada tanggal 22 Februari 1815, Shelley melahirkan anak pertamanya, Clara, secara prematur, dan anak tersebut meninggal dua minggu kemudian.[12]

Pada musim panas tahun 1816, Mary, Percy, dan Claire melakukan perjalanan untuk mengunjungi kekasih Claire, Lord Byron, di Jenewa. Kondisi cuaca buruk, yang lebih mirip musim dingin, memaksa Byron dan para tamu untuk tetap berada di dalam ruangan. Byron menyarankan agar dia, Mary, Percy, dan dokter Byron, John Polidori, masing-masing mencoba menulis cerita hantu.[13] Mary berusia 20 tahun ketika novelnya Frankenstein diterbitkan.[14][15]

Pengaruh Sastra

sunting

Karya Shelley sangat dipengaruhi oleh karya orang tuanya. Ayahnya terkenal karena bukunya yang terbit pada tahun 1793 Enquiry Concerning Political Justice dan ibunya terkenal karena esai tahun 1792 A Vindication of the Rights of Woman. Novel-novel karya ayahnya juga memengaruhi tulisannya pada Frankenstein. Novel-novel ini termasuk Things as They Are; or, The Adventures of Caleb Williams (1794), St. Leon, dan Fleetwood. Semua buku ini berlatar di Swiss, mirip dengan latar tempat di Frankenstein. Beberapa tema utama tentang kasih sayang sosial dan pembaharuan kehidupan yang muncul dalam novel Shelley berasal dari karya-karya yang dimilikinya. Pengaruh sastra lainnya yang muncul di Frankenstein adalah Pygmalion et Galatée karya Madame de Genlis, dan Ovid, dengan menggunakan individu-individu yang mengidentifikasi masalah-masalah dalam masyarakat.[16] Ovid juga menginspirasi penggunaan Prometheus dalam subjudul buku tersebut.[17]

Pengaruh dari karya John Milton Paradise Lost dan karya Samuel Taylor Coleridge The Rime of the Ancient Mariner terlihat jelas dalam novel tersebut. Dalam The Frankenstein of the French Revolution, pengarang Julia Douthwaite berpendapat bahwa Shelley mungkin memperoleh beberapa ide untuk karakter Frankenstein dari buku Humphry Davy Elements of Chemical Philosophy, di mana dia telah menulis bahwa,

ilmu pengetahuan telah ... menganugerahkan kepada manusia kekuatan yang dapat disebut kreatif; yang telah memungkinkannya untuk mengubah dan memodifikasi makhluk di sekitarnya ...

Referensi mengenai Revolusi Prancis tersebar di seluruh novel; salah satu kemungkinan sumbernya adalah karya François-Félix Nogaret Le Miroir des événemens actuels, ou la Belle au plus offrant (1790), sebuah perumpamaan politik tentang kemajuan ilmiah yang menampilkan seorang penemu bernama "Wak-wik-vauk-an-son-frankésteïn",[18] lalu disingkat menjadi Frankésteïn, yang menciptakan automaton seukuran manusia.[19] Namun, tidak ada bukti bahwa Shelley pernah membacanya.[20]

Baik Frankenstein maupun monster tersebut mengutip bagian-bagian dari puisi Percy Shelley tahun 1816, "Mutability", dan tema tentang peran alam bawah sadar dibahas dalam bentuk prosa. Nama Percy Shelley tidak pernah muncul sebagai penulis puisi tersebut, meskipun novel tersebut menyebutkan nama-nama penyair lain yang dikutip. Puisi Coleridge The Rime of the Ancient Mariner (1798) dikaitkan dengan tema rasa bersalah dan karya William Wordsworth "Tintern Abbey" (1798) dengan kepolosan.

Banyak penulis dan sejarawan telah mencoba mengaitkan beberapa filsuf alam yang populer saat itu (sekarang disebut ilmuwan fisika) dengan karya Shelley karena beberapa kesamaan yang mencolok. Dua filsuf alam terkemuka di antara sezaman Shelley adalah Giovanni Aldini dari Italia, yang melakukan banyak upaya publik untuk menghidupkan kembali manusia melalui Galvanisme bio-listrik di London,[21] dan Johann Konrad Dippel, yang konon telah mengembangkan cara-cara kimia untuk memperpanjang umur manusia. Meskipun Shelley mengetahui keberadaan kedua pria ini dan aktivitas mereka, dia tidak menyebutkan atau merujuk pada mereka atau eksperimen mereka dalam catatan-catatan yang diterbitkan atau dirilisnya.

Gagasan tentang hidup dan mati yang dibahas oleh Percy dan Lord Byron sangat menarik bagi para ilmuwan pada masa itu. Mereka mengambil inspirasi dari teori Erasmus Darwin dan eksperimen-eksperimen yang dilakukan oleh Luigi Galvani, serta karya dari James Lind.[22] Mary ikut serta dalam percakapan-percakapan ini, dan gagasan-gagasan Darwin, Galvani, dan mungkin Lind tercermin dalam novelnya.

Pengalaman pribadi Shelley juga memengaruhi tema-tema dalam karya Frankenstein. Tema-tema kehilangan, rasa bersalah, dan konsekuensi menentang alam yang terdapat dalam novel ini semuanya berkembang dari kehidupan Mary Shelley sendiri. Kehilangan ibunya, hubungannya dengan ayahnya, dan kematian anak pertamanya diyakini telah menginspirasi monster tersebut dan menjauhkannya dari bimbingan orang tua. Dalam edisi tahun 1965 The Journal of Religion and Health seorang psikolog berpendapat bahwa tema rasa bersalah muncul karena dia merasa tidak cukup baik untuk Percy karena kehilangan anak mereka.[15]

Komposisi

sunting
Draf Frankenstein ("It was on a dreary night of November that I beheld my man completed ...")

Selama musim hujan tahun 1816, "Tahun Tanpa Musim Panas", dunia terisolir dalam musim dingin vulkanik yang panjang dan dingin yang disebabkan oleh letusan Gunung Tambora pada tahun 1815.[23][24] Mary Shelley, berusia 18 tahun, dan kekasihnya (dan calon suaminya), Percy Bysshe Shelley, mengunjungi Lord Byron pada Villa Diodati di Danau Jenewa, di Pegunungan Alpen Swiss. Cuaca terlalu dingin dan suram pada musim panas itu untuk menikmati kegiatan liburan di luar ruangan yang telah mereka rencanakan, sehingga kelompok tersebut memilih untuk berdiam di dalam ruangan hingga fajar.

Duduk mengelilingi perapian di vila Byron, rombongan tersebut menghibur diri dengan membaca cerita hantu Jerman yang diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis dari buku Fantasmagoriana.[25] Byron mengusulkan agar mereka "masing-masing menulis sebuah cerita hantu."[26] Karena tidak mampu memikirkan cerita, Mary Shelley menjadi cemas. Dia ingat selalu ditanya "Apakah kamu sudah memikirkan sebuah cerita?" setiap pagi, dan setiap kali "terpaksa menjawab dengan jawaban negatif yang memalukan."[27] Pada suatu malam di pertengahan musim panas, diskusi beralih ke hakikat prinsip kehidupan. "Mungkin mayat bisa dihidupkan kembali," kata Mary, "galvanisme telah memberikan tanda-tanda hal semacam itu".[28] Waktu sudah lewat tengah malam sebelum mereka tidur, dan karena tidak bisa tidur, dia terbawa oleh imajinasinya saat dia menyaksikan "kengerian mengerikan" dari "alam bawah sadarnya".[7]

Aku melihat mahasiswa pucat yang mempelajari ilmu terlarang itu berlutut di samping benda yang telah ia rakit. Aku melihat sosok mengerikan seorang pria terbentang, dan kemudian, berkat kerja suatu mesin yang kuat, menunjukkan tanda-tanda kehidupan, dan bergerak dengan gelisah, setengah hidup. Sungguh mengerikan; karena dampak yang sangat mengerikan akan terjadi jika manusia mencoba mengolok-olok mekanisme agung Sang Pencipta dunia.[29]

Pada bulan September 2011, astronom Donald Olson, setelah mengunjungi vila di Danau Jenewa pada tahun sebelumnya dan memeriksa data tentang pergerakan bulan dan bintang, ia menyimpulkan bahwa "alam bawah sadarnya" terjadi antara pukul 2 pagi dan 3 pagi pada tanggal 16 Juni 1816, beberapa hari setelah gagasan awal Lord Byron agar mereka masing-masing menulis cerita hantu.[30]

Mary Shelley's House of Frankenstein, sebuah museum yang didedikasikan untuk kehidupan Shelley dan novelnya, di 37 Gay Street, Bath, kota tempat dia menulis bukunya.

Mary Shelley mulai menulis apa yang menurutnya akan menjadi cerita pendek, tetapi dengan dorongan dari Percy Shelley, ia mengembangkan cerita tersebut menjadi sebuah novel yang utuh.[31] Dia kemudian menggambarkan musim panas di Swiss itu sebagai momen "ketika saya pertama kali melangkah keluar dari masa kanak-kanak menuju kehidupan."[32] Shelley menulis empat bab pertama dalam beberapa minggu setelah saudara tirinya, Fanny, bunuh diri.[33] Ini adalah salah satu dari banyak tragedi pribadi yang memengaruhi karya Shelley. Anak pertama Shelley meninggal saat masih bayi, dan ketika ia mulai membuat Frankenstein tahun 1816, ia mungkin sedang menyusui anak keduanya, yang juga sudah meninggal pada saat penerbitan Frankenstein.[34]

Shelley menulis sebagian besar buku tersebut saat tinggal di sebuah rumah kos di pusat kota Bath, Inggris tahun 1816.[35] Menurut The Guardian, "Menurut semua keterangan, Shelley datang ke Bath untuk bersembunyi. Namun ia menemukan sumber inspirasi yang dalam saat tinggal di bawah bayang-bayang biara gotik kota ini, khususnya di kalangan komunitas medis Bath. Yang penting, dia sezaman dengan Dr. Charles Wilkinson, seorang pelopor kelistrikan medis, dan menghadiri kuliah-kuliahnya di laboratoriumnya yang terletak di dekat tempat tinggalnya ketika dia sedang menulis tentang Victor Frankenstein yang melanggar tabu dengan menggunakan galvanisme untuk menyetrum dan menghidupkan makhluk yang dijahit dari potongan tubuh mayat."[36]

Byron hanya berhasil menulis sebuah fragmen berdasarkan legenda vampir yang ia dengar saat melakukan perjalanan di Balkan, dan dari sinilah John Polidori menciptakan The Vampyre (1819), pelopor genre sastra vampir romantis. Dengan demikian, dua kisah horor penting berasal dari pertemuan tersebut.[37][38][39]

Kelompok tersebut juga membahas ide-ide Pencerahan dan Kontra-Pencerahan. Mary Shelley meyakini gagasan Pencerahan bahwa masyarakat dapat maju dan berkembang jika para pemimpin politik menggunakan kekuasaan mereka secara bertanggung jawab; namun, dia juga mempercayai gagasan Romantis bahwa penyalahgunaan kekuasaan dapat menghancurkan masyarakat.[40]

Manuskrip Shelley untuk edisi tiga jilid pertama pada tahun 1818 (ditulis tahun 1816–1817), serta salinan bersih untuk penerbitnya, sekarang disimpan di Bodleian Library di Oxford. Museum Bodleian memperoleh dokumen-dokumen tersebut pada tahun 2004, dan sekarang menjadi milik Abinger Collection.[41][42] Pada tahun 2008, Bodleian menerbitkan edisi baru dari Frankenstein, disunting oleh Charles E. Robinson, yang berisi perbandingan teks asli Mary Shelley dengan tambahan dan intervensi Percy Shelley.[43]

Frankenstein dan monsternya

sunting

Si Makhluk

sunting
Seorang kartunis editorial Inggris menganggap gerakan Fenian Irlandia mirip dengan makhluk Frankenstein, setelah pembunuhan Phoenix Park dalam sebuah edisi tahun 1882 Punch.[44]

Meskipun si makhluk digambarkan dalam karya-karya selanjutnya sebagai gabungan bagian-bagian tubuh utuh yang dicangkokkan dari mayat dan dihidupkan kembali dengan menggunakan listrik, deskripsi ini tidak sesuai dengan karya Shelley; baik penggunaan listrik maupun citra monster Frankenstein yang dibuat secara asal-asalan lebih merupakan hasil dari adaptasi film populer karya James Whale pada tahun 1931 dan karya-karya film awal lainnya yang berdasarkan pada makhluk tersebut. Dampak adaptasi karya James Whale cukup signifikan sehingga dalam publikasi tahun 2025 pada Frankenstein, pendahuluan oleh Jeanette Winterson secara keliru menyebutkan penggunaan sengatan listrik besar untuk menghidupkan makhluk tersebut.[45] Dalam karya asli Shelley, Victor Frankenstein menemukan prinsip kehidupan yang sebelumnya tidak diketahui namun mendasar, dan wawasan itu memungkinkannya untuk mengembangkan metode untuk menanamkan vitalitas ke dalam materi mati, meskipun sifat pasti dari proses tersebut masih belum jelas. Setelah lama ragu-ragu untuk menggunakan kekuatan ini, Frankenstein menghabiskan dua tahun dengan susah payah membangun tubuh si Makhluk (satu fitur anatomi pada satu waktu, dari bahan mentah yang dipasok oleh "ruang pembedahan dan rumah jagal"), yang kemudian ia wujudkan menggunakan proses yang tidak dijelaskan secara spesifik.

Ilustrasi surat kabar dari versi ringkas dari Frankenstein, 1910

Frankenstein tidak memberinya nama. Sebaliknya, ciptaan Frankenstein disebut dengan kata-kata seperti "makhluk celaka", "monster", "makhluk", "iblis", "setan", "makhluk jahat", dan "itu". Ketika Frankenstein berbicara dengan si makhluk, dia memanggilnya dengan sebutan "serangga keji", "monster menjijikkan", "iblis", "setan celaka", dan "setan menjijikkan".

Dalam novel tersebut, si makhluk dibandingkan dengan Adam,[46] manusia pertama di Taman Eden. Monster itu juga membandingkan dirinya dengan malaikat jatuh. Saat berbicara kepada Frankenstein, monster itu berkata, "Seharusnya aku adalah Adam-mu, tetapi aku lebih mirip malaikat yang jatuh." Malaikat itu adalah Lucifer (yang berarti "pembawa cahaya") dalam Paradise Lost karya Milton, yang telah dibaca oleh monster. Adam juga menyebut dalam epigraf edisi tahun 1818:[47]

Apakah aku memohon kepada-Mu, Sang Pencipta, dari tanah liatku
Untuk membentukku menjadi manusia? Apakah aku memohon kepada-Mu
Dari kegelapan untuk mengangkatku?[48]

Beberapa orang berpendapat bahwa makhluk itu merupakan gabungan dari Percy Shelley dan Thomas Paine. Jika kebencian makhluk itu terhadap Victor dan keinginannya untuk membesarkan anak mencerminkan pemberontakan Percy terhadap orang tuanya dan kerinduannya untuk mengadopsi anak, keinginannya untuk berbuat baik dan penganiayaan yang dialaminya dapat dikatakan mencerminkan visi utopis Paine dan nasibnya di Inggris.[49]

Si Makhluk seringkali secara keliru disebut Frankenstein. Pada tahun 1908, seorang penulis berkata, "Sungguh aneh untuk memperhatikan betapa hampir universalnya istilah 'Frankenstein' disalahgunakan, bahkan oleh orang-orang cerdas, sebagai gambaran monster yang mengerikan."[50] The Reef (1916) karya Edith Wharton menggambarkan anak yang nakal sebagai "Frankenstein kecil".[51] "The Bridal Ornament" karya David Lindsay', diterbitkan di The Rover, 12 Juni 1844, menyebutkan "pembuat Frankenstein yang malang." Setelah perilisan film Whale Frankenstein, masyarakat luas mulai menyebut si Makhluk sendiri sebagai "Frankenstein". Kesalahpahaman ini berlanjut dengan sekuel yang sukses Bride of Frankenstein (1935), serta dalam judul film seperti Abbott and Costello Meet Frankenstein.

Ilustrasi karya Theodor von Holst dari gambar sampul edisi 1831[52]

Asal Usul Nama Victor Frankenstein

sunting

Mary Shelley menyatakan bahwa ia mendapatkan nama Frankenstein dari sebuah penglihatan dalam mimpinya. Klaim ini kemudian dibantah dan diperdebatkan oleh para cendekiawan yang telah mengusulkan sumber alternatif untuk inspirasi Shelley.[53] Nama Jermannya Frankenstein berarti "batu Franks", dan dikaitkan dengan berbagai tempat di Jerman, termasuk Kastil Frankenstein (Burg Frankenstein) di Darmstadt, Hesse, dan Kastil Frankenstein di Frankenstein, sebuah desa di Palatinate.[54] Ada juga kastil bernama Frankenstein di Bad Salzungen, Thuringia, dan sebuah kotamadya bernama Frankenstein di Saxony. Kota Frankenstein di Silesia (kini Ząbkowice, Polandia) merupakan lokasi terjadinya skandal yang melibatkan penggali kubur pada tahun 1606, dan hal ini telah diusulkan sebagai inspirasi bagi penulis.[55] Terakhir, nama tersebut disandang oleh keluarga bangsawan House of Franckenstein dari Franconia.

Radu Florescu berpendapat bahwa Mary dan Percy Shelley mengunjungi Kastil Frankenstein dekat Darmstadt pada tahun 1814, tempat sang alkemis Johann Konrad Dippel telah melakukan eksperimen dengan tubuh manusia, dan berpendapat bahwa Mary menekan penyebutan kunjungannya untuk mempertahankan klaim publiknya atas orisinalitasnya.[56] Sebuah esai sastra karya A.J. Day mendukung pendapat Florescu bahwa Mary Shelley mengetahui dan mengunjungi Kastil Frankenstein sebelum menulis novel pertamanya.[57] Day menyertakan detail mengenai dugaan deskripsi kastil Frankenstein dalam "jurnal yang hilang" milik Mary Shelley. Namun, menurut Jörg Heléne, klaim Day dan Florescu tidak dapat diverifikasi.[58]

Salah satu kemungkinan interpretasi dari nama "Victor" berasal dari Paradise Lost karya John Milton, pengaruh besar pada Shelley (kutipan dari Paradise Lost ada di halaman pembuka Frankenstein dan Shelley menulis bahwa monster itu membacanya di dalam novel).[59][60] Milton sering menyebut Tuhan sebagai "sang pemenang" dalam Paradise Lost, dan penciptaan kehidupan oleh Victor dalam novel tersebut dibandingkan dengan penciptaan kehidupan oleh Tuhan dalam Paradise Lost. Selain itu, penggambaran Shelley tentang monster tersebut banyak dipengaruhi oleh karakter Setan dalam Paradise Lost; dan, kata monster dalam cerita, setelah membaca puisi epik tersebut, dia bersimpati dengan peran Setan.

Terdapat pula kemiripan antara Victor Frankenstein dan suami Mary, Percy Shelley. Percy Shelley adalah putra sulung dari Anggota Parlemen Timothy Shelley, seorang bangsawan pedesaan dengan koneksi politik yang kuat, dan cucu dari Sir Bysshe Shelley, Baronet ke-1 Castle Goring.[61] Demikian pula, keluarga Victor adalah salah satu keluarga paling terkemuka di republik itu dan leluhurnya adalah penasihat dan anggota dewan. Saudara perempuan Percy dan saudara perempuan angkat Victor sama-sama bernama Elizabeth. Ada banyak kesamaan lainnya, mulai dari penggunaan nama "Victor" oleh Percy sebagai nama pena untuk Original Poetry by Victor and Cazire, kumpulan puisi yang ia tulis bersama Elizabeth,[62] hingga masa-masa Percy di Eton, di mana ia "bereksperimen dengan listrik dan magnetisme serta dengan bubuk mesiu dan berbagai reaksi kimia," dan cara kamar-kamar Percy di Oxford dipenuhi dengan peralatan ilmiah.[63][64]

Modern Prometheus

sunting

The Modern Prometheus adalah subjudul novel tersebut (meskipun edisi modern sekarang menghilangkannya, hanya menyebutkannya di bagian pengantar).[65] Prometheus, dalam berbagai versi mitologi Yunani, adalah Titan yang menciptakan manusia menurut gambar para dewa sehingga mereka dapat ditiupkan roh ke dalam diri mereka atas perintah Zeus.[b] Prometheus kemudian mengajari manusia berburu, tetapi setelah ia menipu Zeus agar menerima "persembahan berkualitas rendah" dari manusia, Zeus menahan api dari umat manusia. Prometheus mengambil kembali api dari Zeus untuk diberikan kepada umat manusia. Ketika Zeus mengetahui hal ini, ia menghukum Prometheus untuk dihukum selamanya dengan memakukannya ke sebuah batu di Kaukasus, di mana setiap hari seekor elang mematuk hatinya, hanya agar hati itu tumbuh kembali keesokan harinya karena keabadiannya sebagai dewa.

Sebagai seorang Pythagorean, atau penganut kepercayaan An Essay on Abstinence from Animal Food, as a Moral Duty karya Joseph Ritson,[66] Mary Shelley memandang Prometheus bukan sebagai pahlawan, melainkan sebagai sosok yang mirip iblis, dan menyalahkannya karena membawa api kepada umat manusia dan dengan demikian menggoda umat manusia untuk melakukan keburukan memakan daging.[67] Percy menulis beberapa esai tentang apa yang kemudian dikenal sebagai vegetarianisme, termasuk A Vindication of Natural Diet.[66]

Byron sangat menyukai drama Prometheus Bound karya Aeschylus, dan Percy Shelley segera menulis karyanya sendiri Prometheus Unbound (1820). Istilah "Modern Prometheus" berasal dari Immanuel Kant yang menggambarkan Benjamin Franklin sebagai "Prometheus zaman modern" mengacu pada eksperimennya dengan listrik.[68]

Penerbitan

sunting

Shelley menyelesaikan tulisannya pada bulan April/Mei 1817, dan Frankenstein; or, The Modern Prometheus diterbitkan pada 1 Januari 1818[69] oleh rumah penerbitan berskala kecil Lackington, Hughes, Harding, Mavor, & Jones di London.[70][71] Diterbitkan secara anonim, dengan kata pengantar yang ditulis untuk Mary oleh Percy Bysshe Shelley dan dengan dedikasi kepada filsuf William Godwin, ayahnya. Novel ini diterbitkan dalam edisi terbatas hanya 500 eksemplar dalam tiga jilid, format standar "tiga jilid" untuk edisi pertama abad ke-19.

Berbagai macam edisi berbeda

Terjemahan bahasa Prancisnya (Frankenstein: ou le Prométhée Moderne, diterjemahkan oleh Jules Saladin) muncul sejak tahun 1821. Edisi bahasa Inggris kedua dari Frankenstein diterbitkan pada tanggal 11 Agustus 1823 dalam dua jilid (oleh G. dan W. B. Whittaker) menyusul kesuksesan pementasan drama panggungnya Presumption; or, the Fate of Frankenstein karya Richard Brinsley Peake.[72] Edisi ini mencantumkan Mary Shelley sebagai penulis buku tersebut di halaman judulnya.[73]

Pada tanggal 31 Oktober 1831, edisi "populer" pertama dalam satu jilid muncul, diterbitkan oleh Henry Colburn & Richard Bentley.[74] Edisi ini direvisi secara besar-besaran oleh Mary Shelley, sebagian untuk membuat cerita tersebut tidak terlalu radikal. Edisi ini menyertakan pengantar baru yang panjang dari penulis, yang menyajikan versi gen yang agak dibumbui. Edisi ini adalah edisi yang paling banyak diterbitkan dan dibaca saat ini, meskipun beberapa edisi mengikuti teks tahun 1818.[75] Beberapa cendekiawan seperti Anne K. Mellor lebih menyukai versi aslinya, dengan alasan bahwa versi tersebut melestarikan semangat visi Mary Shelley.[76]

Penerimaan

sunting

Ulasan kritis kontemporer beragam. Walter Scott, menulis di Blackwood's Edinburgh Magazine, memuji novel tersebut sebagai "kisah luar biasa, di mana penulis tampaknya mengungkapkan kekuatan imajinasi puitis yang tidak biasa," meskipun dia kurang yakin tentang cara monster itu memperoleh pengetahuan tentang dunia dan bahasa.[77] La Belle Assemblée menggambarkan novel tersebut sebagai "fiksi yang sangat berani"[78] dan Edinburgh Magazine and Literary Miscellany berharap dapat melihat "lebih banyak karya ... dari penulis ini".[79] Di sisi lain, John Wilson Croker, menulis secara anonim di Quarterly Review, meskipun mengakui bahwa "penulis memiliki kemampuan, baik dalam hal konsepsi maupun bahasa," ia menggambarkan buku tersebut sebagai "untaian absurditas yang mengerikan dan menjijikkan."[80]

British Critic, sebuah jurnal konservatif dan beraliran gereja tinggi, menyerang kekurangan novel tersebut dan menuduhnya sebagai kesalahan penulis:

Penulisnya, setahu kami, adalah seorang perempuan; ini memperburuk kekurangan utama novel tersebut; tetapi jika penulis kita dapat melupakan kelembutan kaum perempuan, itu bukan alasan mengapa kita juga harus melupakannya; dan oleh karena itu kita akan mengabaikan novel ini tanpa komentar lebih lanjut.[81]

The Literary Panorama and National Register menyerang novel tersebut sebagai "tiruan lemah dari novel-novel William Godwin" yang dihasilkan oleh "putri seorang novelis terkenal yang masih hidup."[82]

Sampul pementasan drama panggung West End tahun 1823, Presumption; or, the Fate of Frankenstein, adaptasi pertama dari novel tersebut

Terlepas dari ulasan-ulasan ini, Frankenstein meraih kesuksesan populer hampir seketika. Karya ini menjadi terkenal luas, terutama melalui adaptasi teater yang melodramatis. Adaptasi pertamanya, Presumption; or, the Fate of Frankenstein, sebuah drama karya Richard Brinsley Peake, dilakukan sebanyak tiga puluh tujuh kali di English Opera House di West End selama musim 1823. Pujian yang diterimanya menyebabkan novel Shelley dicetak ulang untuk kedua kalinya dan adaptasi teater lainnya.[83][84] Shelley menghadiri pertunjukan pada tanggal 29 Agustus 1823 dan setelah kesuksesan drama tersebut, ia menulis, "Lihatlah! Aku mendapati diriku terkenal!".[73]

Penerimaan kritikus terhadap Frankenstein secara umum, perkembangannya positif sejak pertengahan abad ke-20.[85] Kritikus besar seperti M. A. Goldberg dan Harold Bloom telah memuji relevansi "estetika dan moral" dari novel tersebut.[86] meskipun ada juga para kritikus, seperti Germaine Greer, yang mengkritik novel tersebut karena kekurangan teknis dan naratif: misalnya, dia mengklaim bahwa ketiga naratornya berbicara dengan cara yang sama.[87] Dalam beberapa tahun terakhir, novel telah menjadi subjek populer untuk kritik psikoanalitik dan feminis: Lawrence Lipking menyatakan: "Bahkan subkelompok kritik psikoanalitik Jacques Lacan, misalnya, telah menghasilkan setidaknya setengah lusin interpretasi berbeda terhadap novel tersebut".[88] Frankenstein sering direkomendasikan pada Five Books, dengan para cendekiawan sastra, psikolog, novelis, dan sejarawan yang mengutipnya sebagai teks yang berpengaruh.[89] Saat ini, novel tersebut secara umum dianggap sebagai karya penting sebagai salah satu novel Romantis dan Gotik terbesar, serta salah satu novel fiksi ilmiah pertama.[90]

Brian Aldiss telah berpendapat untuk menganggapnya sebagai kisah fiksi ilmiah sejati pertama. Berbeda dengan cerita-cerita sebelumnya yang memiliki unsur fantasi menyerupai fiksi ilmiah modern, Aldiss menyatakan bahwa tokoh sentral "membuat keputusan yang disengaja" dan "beralih ke eksperimen modern di laboratorium" untuk mencapai hasil yang fantastis.[91]

Sutradara film Guillermo del Toro menjelaskan Frankenstein sebagai "buku remaja yang paling khas", mencatat bahwa perasaan yang "Kamu bukan bagian dari sini. Kamu dilahirkan ke dunia ini oleh orang-orang yang tidak peduli padamu dan kamu dilemparkan ke dunia yang penuh rasa sakit, penderitaan, air mata, dan kelaparan" adalah bagian penting dari cerita ini. Dia menambahkan bahwa "ini adalah buku luar biasa yang ditulis oleh seorang gadis remaja. Sungguh menakjubkan."[92] Profesor filsafat Patricia MacCormack mengatakan bahwa Sang Makhluk membahas pertanyaan-pertanyaan manusia yang paling mendasar: "Ini adalah gagasan untuk bertanya kepada pencipta kalian apa tujuan kalian. Mengapa kita ada di sini, apa tujuan kita di dunia ini?"[92]

Pada tanggal 5 November 2019, BBC News menyertakan Frankenstein dalam daftar 100 novel paling berpengaruh.[93] Pada tahun 2018, Jersey Post merilis serangkaian 8 prangko untuk merayakan ulang tahun ke-200 Frankenstein.[94] Pada tahun 2021, novel ini adalah salah satu dari enam novel fiksi ilmiah klasik karya penulis Inggris yang dipilih oleh Royal Mail untuk ditampilkan di serangkaian prangko Inggris.[95]

Film, drama, televisi, dan buku komik

sunting
Pada 1910, Edison Studios merilis adaptasi film pertama dari kisah Shelley.

Film tahun 1931, dengan Boris Karloff memerankan peran monster, dianggap sebagai penggambaran Frankenstein yang paling terkenal.[96] Hammer Horror films berfokus pada karakter Dr. Frankenstein (diperankan oleh Peter Cushing dalam enam film dimulai dengan filmnya tahun 1957) alih-alih monsternya.[97]

Pada bulan Desember 1945, Gilberton Company menerbitkan versi buku komik Frankenstein sebagai No. 26 dalam seri Classics Illustrated yang sudah berjalan lama, dengan ilustrasi oleh Robert Hayward Webb dan Ann Brewster. Buku tersebut dicetak ulang sebanyak sembilan belas kali antara tahun 1945 dan 1971,[98] dan telah dipuji oleh sejarawan komik Mike Benton sebagai "mungkin adaptasi paling setia dari novel aslinya -- termasuk film-filmnya."[99]

Seniman dan penulis Manga Junji Ito, yang paling dikenal karena karya horornya, menerbitkan adaptasi komik dari Frankenstein, yang memenangkan Eisner Award pada tahun 2019 untuk kategori “Adaptasi Terbaik dari Media Lain.”[100]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Stableford, Brian (1995). "Frankenstein and the Origins of Science Fiction". Dalam Seed, David (ed.). Anticipations: Essays on Early Science Fiction and its Precursors. Syracuse University Press. hlm. 47–49. ISBN 978-0815626404. Diakses tanggal 19 July 2018.
  2. ^ Hindle, Maurice (1990). "Vital matters: Mary Shelley's Frankenstein and Romantic science". Critical Survey. 2 (1): 29–35. ISSN 0011-1570. JSTOR 41555493.
  3. ^ Hobbler, Dorthy and Thomas. The Monsters: Mary Shelley and the Curse of Frankenstein. Back Bay Books; 20 August 2007.
  4. ^ Garrett, Martin. Mary Shelley. Oxford University Press, 2002
  5. ^ Seymour, Miranda. Mary Shelley. Atlanta, GA: Grove Press, 2002. pp. 110–11
  6. ^ McGasko, Joe. "Her 'Midnight Pillow': Mary Shelley and the Creation of Frankenstein". Biography. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 February 2019. Diakses tanggal 2019-02-18.
  7. ^ a b Shelley, Mary W. "Frankenstein: or, The Modern Prometheus". Paragraphs 11-13. Diakses tanggal 2022-12-29 – via Project Gutenberg.
  8. ^ "Mary Wollstonecraft Shelley, Frankenstein; or, The Modern Prometheus". Duke University Libraries. Diakses tanggal 26 October 2025.
  9. ^ Bergen Evans, Comfortable Words, New York: Random House, 1957
  10. ^ Bryan Garner, A Dictionary of Modern American Usage, New York, Oxford: Oxford University Press, 1998.
  11. ^ Merriam-Webster's Dictionary of American English, Merriam-Webster: 2002.
  12. ^ Lepore, Jill (2018-02-05). "The Strange and Twisted Life of "Frankenstein"". The New Yorker. ISSN 0028-792X. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 February 2018. Diakses tanggal 2019-03-04.
  13. ^ "Mary Shelley's "Frankenstein" is published". History.com. 13 November 2009. Diakses tanggal 11 February 2021.
  14. ^ "Frankenstein: Penetrating the Secrets of Nature: The Birth of Frankenstein". nlm.nih.gov. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2018. Diakses tanggal 2018-11-20.
  15. ^ a b Badalamenti, Anthony (Fall 2006). "Why did Mary Shelley Write Frankenstein". Journal of Religion and Health. 45 (3): 419–39. doi:10.1007/s10943-006-9030-0. ISSN 0022-4197. JSTOR 27512949. S2CID 37615140.
  16. ^ "Pollin, "Philosophical and Literary Sources"". knarf.english.upenn.edu. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 April 2019. Diakses tanggal 2019-05-26.
  17. ^ Pollin, Burton (Spring 1965). "Philosophical and Literary Sources of Frankenstein". Comparative Literature. 17 (2): 97–108. doi:10.2307/1769997. JSTOR 1769997.
  18. ^ Original text Diarsipkan 2018-01-05 di Wayback Machine. di Gallica.
  19. ^ Douthwaite, Julia V. "The Frankenstein of the French Revolution". The Frankenstein of 1790 and Other Lost Chapters from Revolutionary France. University of Chicago Press. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 November 2012.
  20. ^ Douthwaite, Julia V.; Richter, Daniel (2009). "The Frankenstein of the French Revolution: Nogaret's automaton tale of 1790". European Romantic Review. 20 (3): 381–411. doi:10.1080/10509580902986369. S2CID 143492105.
  21. ^ Ruston, Sharon (25 November 2015). "The Science of Life and Death in Mary Shelley's Frankenstein". The Public Domain Review. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 November 2015. Diakses tanggal 25 November 2015.
  22. ^ "Lind, James (1736–1812) on JSTOR". plants.jstor.org. Diakses tanggal 2021-05-08.
  23. ^ Marshall, Alan (January 2020). "Did a Volcanic Eruption in Indonesia Really Lead to the Creation of Frankenstein?". The Conversation.
  24. ^ Sunstein 1989, hlm. 118.
  25. ^ Dr. John Polidori, "The Vampyre" 1819, The New Monthly Magazine and Universal Register; London: H. Colburn, 1814–1820. Vol. 1, No. 63.
  26. ^ paragraph 7, Introduction, Frankenstein 1831 edition
  27. ^ paragraph 8, Introduction, Frankenstein 1831 edition
  28. ^ paragraph 10, Introduction, Frankenstein 1831 edition
  29. ^ Dikutip dalam Spark, 157, dari pengantar Mary Shelley untuk edisi tahun 1831 dari Frankenstein.
  30. ^ Radford, Tim (2011-09-25). "Frankenstein's hour of creation identified by astronomers". The Guardian. London. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 March 2017. Diakses tanggal 2022-12-29.
  31. ^ Bennett 1998, hlm. 30–31; Sunstein 1989, hlm. 124.
  32. ^ Sunstein 1989, hlm. 117.
  33. ^ Hay, 103.
  34. ^ Lepore, Jill (5 February 2018). "The Strange and Twisted Life of 'Frankenstein'". The New Yorker. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 February 2018. Diakses tanggal 22 February 2018.
  35. ^ Kennedy, Maev (26 February 2018). "'A 200-year-old secret': plaque to mark Bath's hidden role in Frankenstein". The Guardian. London. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 November 2018. Diakses tanggal 13 November 2018.
  36. ^ Parkes, Lorna (23 July 2021). "House of horror: Bath opens the world's first museum dedicated to Mary Shelley". The Guardian. Diakses tanggal 15 November 2025.
  37. ^ "Frankenstein and the Vampyre: A Dark and Stormy Night". BBC Two. BBC. Diakses tanggal 28 December 2024.
  38. ^ "Frankenstein and the Vampyre: A Dark and Stormy Night - BBC Literary Archive". Educational Recording Agency Limited (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 28 December 2024.
  39. ^ "Frankenstein and the Vampyre: A Dark and Stormy Night". Films Media Group (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 29 December 2024.
  40. ^ Bennett 1998, hlm. 36-42.
  41. ^ "OX.ac.uk". Bodley.ox.ac.uk. 15 December 2009. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 December 2017. Diakses tanggal 28 August 2010.
  42. ^ "Shelley's Ghost – Reshaping the image of a literary family". shelleysghost.bodleian.ox.ac.uk. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 August 2019. Diakses tanggal 2019-09-19.
  43. ^ Mary Shelley, with Percy Shelley (2008). Charles E. Robinson (ed.). The Original Frankenstein. Oxford: Bodleian Library. ISBN 978-1-851-24396-9. Diarsipkan dari asli tanggal 25 September 2015.
  44. ^ "Frankenstein:Celluloid Monster". National Library of Medicine of the National Institute of Health. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 May 2016.
  45. ^ Winterson, Jeanette. "Introduction to the Vintage Classics Edition (2025)." Frankenstein; or, the Modern Prometheus by Mary Shelley, Vintage Classics, 2025, pp. viii-xi.
  46. ^ "Frankenstein: Penetrating the Secrets of Nature / Exhibit Text" (PDF). National Library of Medicine and ALA Public Programs Office. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 4 December 2006. Diakses tanggal 31 December 2007. from the travelling exhibition Frankenstein: Penetrating the Secrets of Nature Diarsipkan 9 November 2007 di Wayback Machine.
  47. ^ Shelley, Mary (1818). Frankenstein (Edisi 1).
  48. ^ John Milton, Paradise Lost (X. 743–45)
  49. ^ Chiu, Frances A. "Reform, Revolution, and the relevance of Frankenstein in 2020" in Frankenstein Reanimated: Conversations with Artists in Dystopian Times, ed. by Marc Garrett and Yiannis Colakides. London: Torque, 2022, 33–44.
  50. ^ Johnson, Rossiter (1908). Author's digest : the world's great stories in brief. Vol. 16, Robert Louis Stevenson to Albion Winegar Tourgée. unknown library. [New York] : Issued under the auspices of the Author's Press.
  51. ^ The Reef, p. 96.
  52. ^ This illustration is reprinted in the frontispiece to the 2008 edition of Frankenstein Diarsipkan 7 November 2015 di Wayback Machine.
  53. ^ Gray, Paul (1979-07-23). "Books: The Man-Made Monster". Time. ISSN 0040-781X. Diakses tanggal 2020-09-21.
  54. ^ "The Real-Life Places That Inspired Frankenstein". Smithsonian. Diakses tanggal 13 November 2025.
  55. ^ zapomniana, Historia (24 January 2016). "Afera grabarzy z Frankenstein". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 February 2018. Diakses tanggal 15 February 2017.
  56. ^ Florescu 1996, hlm. 48–92.
  57. ^ Day, A.J. (2005). Fantasmagoriana (Tales of the Dead). Fantasmagoriana Press. hlm. 149–51. ISBN 978-1-4116-5291-0.
  58. ^ Heléne, Jörg (12 September 2016). "Mary Shelley's Frankenstein, Castle Frankenstein and the alchemist Johann Conrad Dippel". Darmstadt. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 October 2016. Diakses tanggal 2017-06-23.
  59. ^ "Wade, Phillip. "Shelley and the Miltonic Element in Mary Shelley's Frankenstein." Milton and the Romantics, 2 (December, 1976), 23–25". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 April 2011. Diakses tanggal 5 August 2011.
  60. ^ Jones 1952, hlm. 496–97.
  61. ^ Shelley, Percy (1885). The Complete Poetical Works of Percy Bysshe Shelley. The Text Carefully Revised by William Michael Rossetti · Volume 1. Harvard University. hlm. 3.
  62. ^ Sandy, Mark (20 September 2002). "Original Poetry by Victor and Cazire". The Literary Encyclopedia. The Literary Dictionary Company. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 November 2006. Diakses tanggal 2 January 2007.
  63. ^ "Percy Bysshe Shelley (1792–1822)". Romantic Natural History. Department of English, Dickinson College. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 August 2006. Diakses tanggal 2 January 2007.
  64. ^ Goulding, Christopher (2002). "The real Doctor Frankenstein?". Journal of the Royal Society of Medicine. 95 (5): 257–259. doi:10.1177/014107680209500514. ISSN 0141-0768. PMC 1279684. PMID 11983772.
  65. ^ Sebagai contoh, edisi studi Longman yang diterbitkan di India pada tahun 2007 oleh Pearson Education
  66. ^ a b Morton, Timothy (2006-09-21). The Cambridge Companion to Shelley. Cambridge University Press. ISBN 9781139827072.
  67. ^ Wolf, Leonard (1993). The Essential Frankenstein: The Definitive, Annotated Edition of Mary Shelley's Classic Novel. New York: Plume. hlm. 20.
  68. ^ "Benjamin Franklin in London". The Royal Society. Diarsipkan dari asli tanggal 12 May 2013. Diakses tanggal 8 August 2007.
  69. ^ Robinson, Charles (1996). The Frankenstein Notebooks: A Facsimile Edition. Vol. 1. Garland Publishing, Inc. hlm. xxv. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 March 2017. Diakses tanggal 15 March 2017. She began that novel as Mary Godwin in June 1816 when she was eighteen years old, she finished it as Mary Shelley in April/May 1817 when she was nineteen . . . and she published it anonymously on 1 January 1818 when she was twenty.
  70. ^ Bennett 1998.
  71. ^ D. L. Macdonald and Kathleen Scherf, "A Note on the Text", Frankenstein, 2nd ed., Peterborough: Broadview Press, 1999.
  72. ^ Wollstonecraft Shelley, Mary (2000). Frankenstein. Bedford Publishing. hlm. 3. ISBN 978-0312227623.
  73. ^ a b Smith, Andrew (2016). The Cambridge Companion to Frankenstein. Cambridge University Press. hlm. 20.
  74. ^ See forward to Barnes and Noble classic edition.[perlu rujukan lengkap]
  75. ^ Edisi yang diterbitkan oleh Forgotten Books adalah teks aslinya, seperti halnya "Ignatius Critical Edition". Vintage Books memiliki edisi yang menyajikan kedua versi tersebut.
  76. ^ Mellor, Anne K. (1990). "Choosing a Text of Frankenstein to Teach". Dalam Behrendt, Stephen C. (ed.). Approaches to Teaching Shelley's Frankenstein. New York: Modern Language Association of America. hlm. 31–37. ISBN 0-87352-539-6. [Reprinted in the Norton Critical Edition.]
  77. ^ Scott, Walter (March 1818). "Remarks on Frankenstein, or the Modern Prometheus; A Novel". Blackwood's Edinburgh Magazine: 613–620. Diakses tanggal 9 May 2025.
  78. ^ "Frankenstein; or, The Modern Prometheus. 3 vols. 12mo. Lackington and Co". La Belle Assemblée. New Series. 1818-02-01. hlm. 139–142. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 January 2020. Diakses tanggal 14 January 2020.
  79. ^ "Review – Frankenstein". The Edinburgh Magazine and Literary Miscellany. New Series. March 1818. hlm. 249–253.
  80. ^ "Review of Frankenstein, or the Modern Prometheus". The Quarterly Review. 18: 379–85. January 1818. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 November 2018. Diakses tanggal 18 March 2017.
  81. ^ "Art. XII. Frankenstein: or the Modern Prometheus. 3 vols. 12mo. 16s. 6d. Lackington and Co. 1818". The British Critic. New Series. 9: 432–438. April 1818. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 January 2020. Diakses tanggal 14 January 2020.
  82. ^ "Frankenstein; or, the modern Prometheus. 3 vols. Lackington and Co. 1818". The Literary Panorama and National Register. New Series. 8: 411–414. June 1818. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 January 2020. Diakses tanggal 14 January 2020.
  83. ^ Hoeveler, Diane Long (2016). The Cambridge Companion to Frankenstein. Cambridge University Press. hlm. 175–189.
  84. ^ Plath, James; Sinclair, Gail; Curnutt, Kirk (2019). The 100 Greatest Literary Characters. Rowman & Littlefield. hlm. 94.
  85. ^ "Enotes.com". Enotes.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 September 2010. Diakses tanggal 28 August 2010.
  86. ^ "KCTCS.edu". Octc.kctcs.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 15 November 2004. Diakses tanggal 28 August 2010.
  87. ^ Germaine Greer (2007-04-09). "Yes, Frankenstein really was written by Mary Shelley. It's obvious – because the book is so bad". The Guardian. London. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 October 2016. Diakses tanggal 2016-10-04.
  88. ^ L. Lipking. Frankenstein the True Story; or Rousseau Judges Jean-Jacques. (Published in the Norton critical edition. 1996)
  89. ^ Five Books. "Frankenstein by Mary Shelley | Five Books Expert Reviews". Five Books. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 March 2019. Diakses tanggal 2019-09-13.
  90. ^ Alexander, Lynn. "Mary Shelley, Frankenstein". Department of English, University of Tennessee at Martin. Diarsipkan dari asli tanggal 3 December 2010. Diakses tanggal 27 August 2009.
  91. ^ Aldiss, Brian Wilson (1995). The detached retina : aspects of SF and fantasy. Internet Archive. Syracuse, N.Y. : Syracuse University Press. ISBN 978-0-8156-2681-7.
  92. ^ a b "Frankenstein: Behind the monster smash". BBC. 1 January 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 July 2018. Diakses tanggal 21 July 2018.
  93. ^ "100 'most inspiring' novels revealed by BBC Arts". BBC News. 2019-11-05. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 November 2019. Diakses tanggal 2019-11-10. The reveal kickstarts the BBC's year-long celebration of literature.
  94. ^ "Celebrating the 200th anniversary of Frankenstein! Eight spooky stamps introduced by Jersey Post". findyourstampsvalue.com. May 8, 2018. Diakses tanggal November 28, 2024.
  95. ^ "Stamps to feature original artworks celebrating classic science fiction novels". Yorkpress.co.uk. 9 April 2021. Diakses tanggal 20 September 2022.
  96. ^ Anderson, John (2022-01-25). "'Boris Karloff: The Man Behind the Monster' Review: A Very Different Creature". The Wall Street Journal. ISSN 0099-9660. Diakses tanggal 2022-01-26.
  97. ^ "Peter Cushing: 10 essential films". BFI. Diakses tanggal 7 November 2025.
  98. ^ Jones Jr., William B (2002). Classics Illustrated: A Cultural History, with Illustrations (dalam bahasa Inggris). North Carolina: McFarland & Company. hlm. 40–41. ISBN 0-7864-1077-9.
  99. ^ Benton, Mike (1991). Horror Comics: The Illustrated History. Dallas: Taylor Publishing Company. hlm. 10.
  100. ^ "Junji Ito's contemporary visual adaptation of Mary Shelley's Frankenstein. A comparative study". Lingua. Language and Culture (dalam bahasa English). XX (2): 247–259. 2021. ISSN 2068-5351. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Sumber

sunting
  • Aldiss, Brian W. "On the Origin of Species: Mary Shelley". Speculations on Speculation: Theories of Science Fiction. Eds. James Gunn and Matthew Candelaria. Lanham, Maryland: Scarecrow, 2005.
  • Baldick, Chris. In Frankenstein's Shadow: Myth, Monstrosity, and Nineteenth-Century Writing. Oxford: Oxford University Press, 1987.
  • Bann, Stephen, ed. "Frankenstein": Creation and Monstrosity. London: Reaktion, 1994.
  • Behrendt, Stephen C., ed. Approaches to Teaching Shelley's "Frankenstein". New York: MLA, 1990.
  • Bennett, Betty T.; Stuart, Curran, ed. (2000). Mary Shelley in Her Times. Baltimore: Johns Hopkins University Press. ISBN 0801877334.
  • Bennett, Betty T. (1998). Mary Wollstonecraft Shelley: An Introduction. Baltimore: Johns Hopkins University Press. ISBN 080185976X.
  • Bohls, Elizabeth A. "Standards of Taste, Discourses of 'Race', and the Aesthetic Education of a Monster: Critique of Empire in Frankenstein". Eighteenth-Century Life 18.3 (1994): 23–36.
  • Botting, Fred. Making Monstrous: "Frankenstein", Criticism, Theory. New York: St. Martin's, 1991.
  • Chapman, D. That Not Impossible She: A study of gender construction and Individualism in Mary Shelley's Frankenstein, UK: Concept, 2011. ISBN 978-1480047617
  • Clery, E. J. Women's Gothic: From Clara Reeve to Mary Shelley. Plymouth: Northcote House, 2000.
  • Conger, Syndy M., Frederick S. Frank, and Gregory O'Dea, eds. Iconoclastic Departures: Mary Shelley after "Frankenstein": Essays in Honor of the Bicentenary of Mary Shelley's Birth. Madison, New Jersey: Fairleigh Dickinson University Press, 1997.
  • Donawerth, Jane. Frankenstein's Daughters: Women Writing Science Fiction. Syracuse: Syracuse University Press, 1997.
  • Douthwaite, Julia V. "The Frankenstein of the French Revolution," chapter two of The Frankenstein of 1790 and other Lost Chapters from Revolutionary France Diarsipkan 16 November 2012 di Wayback Machine.. Chicago: University of Chicago Press, 2012.
  • Dunn, Richard J. "Narrative Distance in Frankenstein". Studies in the Novel 6 (1974): 408–17.
  • Eberle-Sinatra, Michael, ed. Mary Shelley's Fictions: From "Frankenstein" to "Falkner". New York: St. Martin's Press, 2000.
  • Ellis, Kate Ferguson. The Contested Castle: Gothic Novels and the Subversion of Domestic Ideology. Urbana: University of Illinois Press, 1989.
  • Florescu, Radu (1996). In Search of Frankenstein: Exploring the Myths Behind Mary Shelley's Monster (Edisi 2nd). London: Robson Books. ISBN 978-1-861-05033-5.
  • Forry, Steven Earl. Hideous Progenies: Dramatizations of "Frankenstein" from Mary Shelley to the Present. Philadelphia: University of Pennsylvania Press, 1990.
  • Freedman, Carl. "Hail Mary: On the Author of Frankenstein and the Origins of Science Fiction". Science Fiction Studies 29.2 (2002): 253–64.
  • Gigante, Denise. "Facing the Ugly: The Case of Frankenstein". ELH 67.2 (2000): 565–87.
  • Gilbert, Sandra and Susan Gubar. The Madwoman in the Attic: The Woman Writer and the Nineteenth-Century Literary Imagination. New Haven: Yale University Press, 1979.
  • Hay, Daisy "Young Romantics" (2010): 103.
  • Heffernan, James A. W. "Looking at the Monster: Frankenstein and Film". Critical Inquiry 24.1 (1997): 133–58.
  • Hodges, Devon. "Frankenstein and the Feminine Subversion of the Novel". Tulsa Studies in Women's Literature 2.2 (1983): 155–64.
  • Hoeveler, Diane Long. Gothic Feminism: The Professionalization of Gender from Charlotte Smith to the Brontës. University Park: Pennsylvania State University Press, 1998.
  • Holmes, Richard. Shelley: The Pursuit. 1974. London: Harper Perennial, 2003. ISBN 0-00-720458-2.
  • Jones, Frederick L. (1952). "Shelley and Milton". Studies in Philology. 49 (3): 488–519. JSTOR 4173024.
  • Knoepflmacher, U. C. and George Levine, eds. The Endurance of "Frankenstein": Essays on Mary Shelley's Novel. Berkeley: University of California Press, 1979.
  • Lew, Joseph W. "The Deceptive Other: Mary Shelley's Critique of Orientalism in Frankenstein". Studies in Romanticism 30.2 (1991): 255–83.
  • London, Bette. "Mary Shelley, Frankenstein, and the Spectacle of Masculinity". PMLA 108.2 (1993): 256–67.
  • Mellor, Anne K. Mary Shelley: Her Life, Her Fiction, Her Monsters. New York: Methuen, 1988.
  • Michaud, Nicolas, Frankenstein and Philosophy: The Shocking Truth, Chicago: Open Court, 2013.
  • Miles, Robert. Gothic Writing 1750–1820: A Genealogy. London: Routledge, 1993.
  • Milner, Andrew. Literature, Culture and Society. London: Routledge, 2005, ch.5.
  • O'Flinn, Paul. "Production and Reproduction: The Case of Frankenstein". Literature and History 9.2 (1983): 194–213.
  • Poovey, Mary. The Proper Lady and the Woman Writer: Ideology as Style in the Works of Mary Wollstonecraft, Mary Shelley, and Jane Austen. Chicago: University of Chicago Press, 1984.
  • Rauch, Alan. "The Monstrous Body of Knowledge in Mary Shelley's Frankenstein". Studies in Romanticism 34.2 (1995): 227–53.
  • Selbanev, Xtopher. "Natural Philosophy of the Soul", Western Press, 1999.
  • Schor, Esther, ed. The Cambridge Companion to Mary Shelley. Cambridge: Cambridge University Press, 2003.
  • Scott, Grant F. (April–June 2012). "Victor's Secret: Queer Gothic in Lynd Ward's Illustrations to Frankenstein (1934)". Word & Image. 28 (2): 206–32. doi:10.1080/02666286.2012.687545. S2CID 154238300.
  • Smith, Johanna M., ed. Frankenstein. Case Studies in Contemporary Criticism. Boston: Bedford/St. Martin's, 1992.
  • Spark, Muriel. Mary Shelley. London: Cardinal, 1987. ISBN 0-7474-0318-X.
  • Stableford, Brian. "Frankenstein and the Origins of Science Fiction". Anticipations: Essays on Early Science Fiction and Its Precursors. Ed. David Seed. Syracuse: Syracuse University Press, 1995.
  • Sunstein, Emily W. (1989). Mary Shelley: Romance and Reality (Edisi 1991). Baltimore: Johns Hopkins University Press. ISBN 0801842182.
  • Tropp, Martin. Mary Shelley's Monster. Boston: Houghton Mifflin, 1976.
  • Veeder, William. Mary Shelley & Frankenstein: The Fate of Androgyny. Chicago: University of Chicago Press, 1986.
  • Williams, Anne. The Art of Darkness: A Poetics of Gothic. Chicago: University of Chicago Press, 1995.

Bacaan lebih lanjut

sunting
  • Holmes, Richard (21 December 2017). "Out of Control". The New York Review of Books (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2017-12-14. Diakses tanggal 29 December 2024. After two hundred years, how exactly are we to go back to Mary Shelley's 'Frankenstein' itself, as distinct from its proliferating, multimedia myth?, review of:
  • Mary Shelley, Frankenstein, Or, The Modern Prometheus: Annotated for Scientists, Engineers, and Creators of All Kinds, edited by David H. Guston, Ed Finn, and Jason Scott Robert, MIT Press, 277 pp.
  • Mary Shelley, The New Annotated Frankenstein, edited and with a foreword and notes by Leslie S. Klinger, Liveright, 352 pp.), The New York Review of Books, vol. LXIV, no. 20 (21 December 2017), pp. 38, 40–41.

Edisi

sunting

Teks tahun 1818

sunting

Teks tahun 1831

sunting

Perbedaan antara teks tahun 1818 dan 1831

sunting

Perubahan tersebut meliputi:

  • Kutipan dari Paradise Lost karya Milton telah dihapus.
  • Bab Satu diperluas dan dibagi menjadi dua bab.
  • Elizabeth diubah dari sepupu Victor menjadi seorang yatim piatu.
  • Victor digambarkan lebih baik dalam teks aslinya. Dalam edisi tahun 1831, Shelley lebih kritis terhadap keputusan dan tindakannya.
  • Shelley menghapus banyak referensi ke gagasan ilmiah yang populer sekitar waktu ia menulis edisi buku tahun 1818.
  • Dalam versi tahun 1831, beberapa karakter mengalami penghapusan dialog sepenuhnya, sementara karakter lainnya mendapatkan dialog baru.

Pranala luar

sunting

Editions

online texts of 1818 and 1831 editions and copious annotations

Sources

  • Shelley's notebooks with her handwritten draft of Frankenstein

Reception

Templat:Feminist science fiction
Kesalahan pengutipan: Ditemukan tanda <ref> untuk kelompok bernama "lower-alpha", tapi tidak ditemukan tanda <references group="lower-alpha"/> yang berkaitan

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Victor Frankenstein

Victor Frankenstein, yang dalam budaya populer kadang dikenal dengan nama Dr. Frankenstein, adalah tokoh fiksi yang pertama kali muncul sebagai protagonis

Victor Frankenstein (film)

Victor Frankenstein adalah film horor fiksi fantasi Amerika Serikat tahun 2015 yang didasarkan adaptasi kontemporer dari novel tahun 1818 Mary Shelley

Elizabeth Lavenza

tunangan Victor Frankenstein. Latar belakangnya berbeda-beda tergantung edisi novel: dalam edisi tahun 1818, ia adalah sepupu Victor Frankenstein dari keluarga

I, Frankenstein

Strahovski, Miranda Otto dan Jai Courtney. Pada tahun 1795, Dr. Victor Frankenstein (Aden Young) menciptakan monster (Aaron Eckhart), makhluk tanpa jiwa

Frankenstein (film 2025)

karya Mary Shelley. Film ini dibintangi oleh Oscar Isaac sebagai Victor Frankenstein dan Jacob Elordi sebagai Si Makhluk, bersama Mia Goth dan Christoph

Young Frankenstein

oleh Gene Wilder sebagai karakter utama, seorang keturunan dari Dr. Victor Frankenstein, dan Peter Boyle sebagai monster. Para pemeran pendukungnya meliputi

Monster Frankenstein

memanggil dirinya sendiri ketika berbicara kepada penciptanya yaitu Victor Frankenstein, the Adam of your labours. Di dalam novel, ia dijuluki sebagai creature

Frankenstein (film 1994)

(Robert De Niro) Victor Frankenstein (Kenneth Branagh) Henry Clerval (Tom Hulce) Elizabeth (Helena Bonham Carter) Baron Frankenstein (Ian Holm) Profesor