Waraha
Awatara Wisnu berwujud babi hutan
Anggota Dasawatara
Genderpria
AfiliasiDewa, Awatara Wisnu
KediamanWaikunta
MantraOm Bhuvarāhāya Vidmahe Hiranyakarabhāya Dhimahi Tanno Krodha Prachodayāt.
SimbolPadma
SenjataCakra Sudarsana dan Kaumodaki
Pemujaan
KepercayaanHindu India
AliranWaisnawa
PerayaanVaraha Jayanti
Suksesi Dasawatara
SebelumnyaKurma
BerikutnyaNarasinga
Keluarga
IstriBumidewi
AnakNarakasura
Versi lain: Anggaraka, Boma

Waraha (Dewanagari: वराह; ,IASTVarāha, वराह) adalah awatara (penjelmaan) ketiga dari Dewa Wisnu yang berwujud babi hutan. Awatara ini muncul pada masa Satyayuga (zaman kebenaran). Kisah mengenai Waraha Awatara selengkapnya terdapat di dalam kitab Warahapurana dan Purana-Purana lainnya.

Kisah

sunting

Menurut mitologi Hindu, pada zaman Satyayuga (zaman kebenaran), ada seorang raksasa bernama Hiranyaksa, adik raksasa Hiranyakasipu. Keduanya merupakan kaum Detya (raksasa). Hiranyaksa hendak menenggelamkan Dewi Bumi (Bumidewi) ke dalam lautan kosmik, Ksirasagara.[1]

Melihat dunia akan mengalami kiamat, Wisnu menjelma menjadi babi hutan yang memiliki dua taring panjang mencuat dengan tujuan menopang bumi yang dijatuhkan oleh Hiranyaksa.[2][3] Usaha penyelamatan yang dilakukan Waraha tidak berlangsung lancar karena dihadang oleh Hiranyaksa. Maka terjadilah pertempuran sengit antara raksasa Hiranyaksa melawan Waraha. Konon pertarungan ini terjadi ribuan tahun yang lalu dan memakan waktu ribuan tahun pula.[4][5] Pada akhirnya, Waraha yang menang.[6]

Setelah Waraha memenangkan pertarungan, dia mengangkat bumi yang bulat seperti bola dengan dua taringnya yang panjang mencuat, dari lautan kosmik, dan meletakkan kembali bumi pada orbitnya. Setelah itu, Waraha menikahi Bumidewi dalam wujud babi hutan tersebut.[7][2][3]

Penggambaran

sunting

Waraha Awatara dilukiskan sebagai babi hutan yang membawa planet bumi dengan kedua taringnya dan meletakkannya di atas hidung, di depan mata. Kadang kala dilukiskan sebagai manusia berkepala babi hutan,[8] dengan dua taring menyangga bola dunia, bertangan empat, masing-masing membawa: cakra, trompet dari kulit kerang (sangkakala), teratai, dan gada.[9]

Nama lain

sunting
  • Bhuwaraghan
  • Waraghan
  • Warha
  • Yagnawaraha
  • Srīeewaraham
  • Adhiwaraha

Referensi

sunting
  1. ^ Narada_Purana 1995, hlm. 85-6.
  2. ^ a b Shastri 1990, hlm. 504-5.
  3. ^ a b Rao 1914, hlm. 137.
  4. ^ Wilson 1862, hlm. 62.
  5. ^ Shastri & Tagare 1999, hlm. 318-28.
  6. ^ Deshpande 1989, hlm. 848-53.
  7. ^ Gupta 1972, hlm. 113-4.
  8. ^ Krishna 2009, p. 47
  9. ^ Narada Purana 1997, hlm. 1000-2.

Daftar pustaka

sunting
  • Deshpande, Dr. N A (1989). Padma Purana. UNESCO collection of Representative Works - Indian Series. Vol. 2. Motilal Banarsidas.
  • Gupta, Anand Swarup (1972). The Kūrma Purāṇa (with English translation). All-India Kashi Raj Trust.
  • Nanditha Krishna (2009). Book Of Vishnu. Penguin Books India. ISBN 978-0-14-306762-7. Diakses tanggal 5 January 2013.
  • The Narada Purana. Vol. 1. Motilal Banarsidas. 1995 [1950].
  • The Narada Purana. Vol. 3. Motilal Banarsidas. 1997 [1952].
  • Rao, T.A. Gopinatha (1914). "Dasavataras of Vishnu: The Varahavatara". Elements of Hindu iconography. Vol. 1: Part I. Madras: Law Printing House. hlm. 128–145.
  • Shastri, J. L.; Bhatt, G. P.; Gangadharan, N. (1998) [1954]. Agni Purana. Motilal Banarsidass Publishers Pvt. Ltd.
  • Wilson, H. H. (Horace Hayman) (1862). The Vishnu Purána : a system of Hindu mythology and tradition. Works by the late Horace Hayman Wilson. Vol. VI. Princeton Theological Seminary Library. London : Trübner. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)

Pranala luar

sunting
Waraha
Sebelumnya:
Kurma
Awatara Wisnu
ke-3
Berikutnya:
Narasinga

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Wisnu

Avatār. Sepuluh Awatara Wisnu: Matsya (Sang ikan) Kurma (Sang kura-kura) Waraha (Sang Babi hutan) Narasingha (Sang manusia-singa) Wamana (Rama bersenjatakan

Awatara

Awatara, sang kura-kura, muncul saat Satya Yuga sebagai alas gunung mandara Waraha Awatara, sang babi hutan, muncul saat Satya Yuga untuk menyelamatkan bumi

Narakasura

putra Pertiwi (perwujudan dewi bumi) dengan Waraha, salah satu awatara Wisnu. Wisnu menjelma sebagai Waraha (babi hutan) untuk menolong Bumi yang ditenggelamkan

Daftar dewa-dewi Hindu

berikut ini. Balarama Dattatreya Garuda Hanoman Kresna Laksamana Matsya Narada Narasinga Parasurama Rama Sesa Wamana Waraha Inkarnasi dari Dewa Hindu

Bumi (dewi)

dan Niladewi). Menurut mitologi Hindu, awatara ketiga Wisnu yang bernama Waraha menyelamatkannya dari perundungan yang dilakukan asura Hiranyaksa, kemudian

Miss Grand Thailand 2023

tanggal 29 April 2023 di MGI Hall, Show DC Megacomplex, Bangkok. Engfa Waraha, Miss Grand Thailand 2022 dari Bangkok menobatkan penerusnya Thaweeporn

Miss Grand Thailand 2022

Chantarapadit dan Miss Grand Thailand 2021, Indy Johnson memahkotai Engfa Waraha dari Krung Thep Maha Nakhon sebagai pemenang yang baru. Miss Grand Thailand

Hiranyakasipu

raja bangsa detya dalam mitologi Hindu. Adiknya, Hiranyaksa, dibunuh oleh Waraha, salah satu awatara Wisnu. Semenjak saat itu, ia membenci Wisnu dan seluruh