39°59′51.00″N 116°16′8.04″E / 39.9975000°N 116.2689000°E
| Situs Warisan Dunia UNESCO | |
|---|---|
| Kriteria | Cultural: i, ii, iii |
| Referensi | 880 |
| Pengukuhan | 1998 (22) |
Istana Musim Panas (Hanzi: 颐和园; Pinyin: Yíhéyuán) adalah istana yang terletak 15 km dari pusat kota Beijing.[1][2] Istana ini pada zaman Dinasti Qing dibangun oleh Permaisuri Cixi sebagai tempat peristirahatan pribadi.[1][2][3] Pada awal pembuatan tempat ini diberi nama Taman Qingyi (清漪園).[2]
Kompleks ini merupakan kawasan luas yang terdiri atas danau, taman, dan istana di Beijing. Pada masa Dinasti Qing, kawasan ini berfungsi sebagai taman kekaisaran dan mencakup Bukit Panjang Umur (万寿山; 萬壽山; Wànshòu Shān), Danau Kunming, serta Jembatan Tujuh Belas Lengkung. Luas keseluruhan mencapai 2,9 km² (1,1 mil²), dengan tiga perempat wilayah berupa perairan. Bukit Panjang Umur memiliki ketinggian sekitar 60 meter (200 kaki) dan dipenuhi bangunan yang tersusun berurutan. Bagian depan bukit dihiasi balai dan paviliun megah, sedangkan bagian belakang lebih tenang dengan panorama alami. Danau Kunming, yang berada di pusat kompleks, memiliki luas 2,2 km² (540 hektare) dan sepenuhnya buatan; tanah hasil galian digunakan untuk membentuk Bukit Panjang Umur.
Istana Musim Panas, yang terinspirasi dari taman-taman di Tiongkok Selatan, menaungi lebih dari 3.000 bangunan kuno Tiongkok. Koleksinya mencakup lebih dari 40.000 benda bersejarah berharga dari berbagai dinasti. Pada Desember 1998, UNESCO menetapkan Istana Musim Panas sebagai Situs Warisan Dunia.[1][2] UNESCO menyebutnya sebagai "mahakarya desain taman lanskap Tiongkok. Lanskap alami berupa bukit dan perairan terbuka dipadukan dengan elemen buatan seperti paviliun,balai, kuil, istana dan jembatan, membentuk kesatuan harmonis dengan nilai estetika luar biasa."[1]
Dalam sejarah Tiongkok, kawasan ini juga menjadi titik akhir Jalur Tengah Proyek Transfer Air Selatan-Utara, yang menyalurkan air sejauh 1.267 km (787 mil) dari Waduk Danjiangkou di Hubei, menjadikannya sumber utama pasokan air bagi Beijing.
Tempat ini sempat hancur pada Perang Candu Kedua tahun 1860, dan direkontruksi ulang pada tahun 1886.[1] Nama tempat ini kemudian diubah menjadi Yihe Yuan oleh Ibusuri Cixi pada tahun 1881.[2] Perubahan terakhir disertai renovasi besar-besaran.[2] Setelah renovasi itu, Ibusuri Cixi kemudian tinggal disana.[2]
Referensi
sunting- ^ a b c d e (Inggris) Summer Palace, UNESCO World Heritage Site'. Diakses pada 1 Juni 2010.
- ^ a b c d e f g (Inggris) Beijing Summer Palace, Travel China Guide. Diakses pada 1 Juni 2010.
- ^ The World Atlas of Architecture (dalam bahasa Inggris). G.K. Hall. 1984. hlm. 30. ISBN 978-0-8161-8716-4.