Salah satu halaman Kodeks Aleppo yang memuat detail Yosua 1:1.
Sebuah halaman dari Kodeks Aleppo yang memuat bagian dari Kitab Ulangan pasal 32 dan 33.

Kodeks Aleppo (bahasa Inggris: Aleppo Codex; bahasa Ibrani: ื›ึถึผืชึถืจ ืึฒืจึธื ืฆื•ึนื‘ึธืโ€Ž, Keter Aram Tzova) adalah naskah Alkitab Ibrani terjilid dari abad pertengahan. Codex ini dibuat pada abad ke-10 M.[1][2] Naskah ini sudah lama dianggap sebagai dokumen paling otoritatif di dalam tradisi Masorah,[3][4][5] yaitu tradisi penyalinan dan pengawetan naskah bahasa Ibrani yang dipelihara dari generasi ke generasi.[1] Sejumlah responsa yang ditemukan menunjukkan bahwa Aleppo Codex ini dipakai sebagai rujukan oleh sarjana-sarjana Yahudi di sepanjang Abad Pertengahan.[1] Studi modern telah menunjukkannya menjadi gambaran dari prinsip Masoretik yang sangat akurat.[1] Hal ini ada di dalam kitab, yang berisi sangat sedikit kesalahan di dalam 2,7 juta ortografi.[1] Ortografi ini diperbaiki di dalam Teks Masoret.[6] Banyak para sarjana tradisi Masoret yang berpandangan bahwa naskah ini merupakan teks Masoret yang paling dapat dipercaya.[6][7]

Pada waktu terjadi kerusuhan terhadap orang Yahudi di Aleppo pada bulan Desember 1947, sejumlah orang Arab membakar sinagoge tempat naskah itu disimpan dan juga merusak Kodeks ini. Setelah perusakan itu, hanya 294 dari 487 halaman asli yang dapat diselamatkan.[8] Secara khusus, hanya beberapa halaman terakhir dari kumpulan kitab Taurat yang tersisa, meskipun bagian-bagian Alkitab Ibrani lain masih ada.

Isi

sunting

Pada waktu Kodeks Aleppo masih utuh (sampai tahun 1947),[6] didapati bahwa urutan kitab-kitab di dalamnya mengikuti tradisi tekstual Ibrani Tiberias, yang mirip dengan Codex Leningrad, dan juga sesuai dengan tradisi naskah-naskah Alkitab kaum Sephardi.[6] Kitab-kitab Taurat dan Nevi'im sama urutannya dengan kebanyakan Alkitab Ibrani yang dicetak sekarang, tetapi urutan kitab-kitab dalam Ketuvim sangat berbeda.[6] Di dalam Kodeks Aleppo, urutan kitab-kitab Ketuvim adalah: Kitab Tawarikh, Mazmur, Amsal, Rut, Kidung Agung, Ratapan, Ester, Daniel, Ezra-Nehemia.[6]

Foto dari halaman-halaman yang hilang[9]

Teks yang sekarang ini hilang mencakup kitab-kitab Taurat mulai dari kitab Kejadian sampai sebagian besar Kitab Ulangan.[6] Teks yang tersisa dimulai dengan firman terakhir di dalam Ulangan 28:17 (ื•ืžืฉืืจืชืš).[6] Setelah itu, kitab-kitab Nevi'im muncul dalam urutan tradisional, yaitu Kitab Yosua, Hakim-hakim, Samuel, Raja-raja, Yesaya, Yeremia, Pengkhotbah, Yehezkiel, dan dua belas nabi-nabi kecil.[6] Namun, sebagian Kitab Amos setelah Amos 8:12, Obaja, Yunus, dan permulaan Kitab Mikha sampai Mikha 5:1 juga hilang. Ketuvim yang merupakan kelanjutannya mengikuti urutan seperti disebutkan sebelumnya, tetapi sekarang ini hanya berakhir sampai pada halaman dengan frasa terakhir "ื‘ื ื•ืช ืฆื™ื•ืŸ" ("putri-putri Sion...") dari Kidung Agung 3:11.[6] Pengkhotbah, Ratapan, Ester, Daniel, dan Ezra-Nehemia hilang.[6]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e Olszowy: pp. 54-55 and footnote.86.
  2. ^ Goitein, S.D. A Mediterranean Society: The Jewish Communities of the Arab World as Portrayed in the Documents of the Cairo Geniza. Vol. V: The Individual: Portrait of a Mediterranean Personality of the High Middle Ages as Reflected in the Cairo Geniza. University of California Press, 1988 (ISBN 0-520-05647-7), pg. 376.
  3. ^ Olszowy-Schlanger, Judith.
  4. ^ Goitein: pp. 375โ€“376 and footnote #81 on pg. 612.
  5. ^ Karaite marriage documents from the Cairo Geniza: legal tradition and community life in mediaeval Egypt and Palestine. Etudes sur le judaรฏsme mรฉdiรฉval, t. 20. Leiden: Brill, 1998 (ISBN 90-04-10886-6), pg. 148.
  6. ^ a b c d e f g h i j k M. Nehmad, Keter Aram Tzova, Aleppo 1933; Fragment of ancient parchment given to Jewish scholars.
  7. ^ M. H. Goshen-Gottstein, "The Aleppo Codex and the Rise of the Massoretic Bible Text" The Biblical Archaeologist 42.3 (Summer 1979), pp. 145-163.
  8. ^ "One more piece of famed ancient Bible comes to Jerusalem". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-07-07. Diakses tanggal 2013-05-23.
  9. ^ Foto diambil pada tahun 1910 oleh Joseph Segall dan diterbitkan dalam "Travels through Northern Syria" (London, 1910), p. 99. Dicetak ulang dan dianalisis dalam Moshe H. Goshen-Gottstein, "A Recovered Part of the Aleppo Codex," Textus 5 (1966):53-59 (Plate I) Missing page

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Naskah Alkitab

yang diterbitkan sebelum penemuan mesin cetak di Eropa. Aleppo Codex (~ 920 M) dan Leningrad Codex (~ 1008 M) merupakan naskah tertua Perjanjian Lama dan

Kodeks Leningrad

1009 Masehi. Jadi Kodeks Aleppo beberapa dekade lebih tua dibandingkan dengan Leningrad Codex ini. Namun, ada bagian Kodeks Aleppo yang hilang sejak tahun

Mikraot Gedolot

and augmented scientific edition of "Mikra'ot Gedolot" based on the Aleppo Codex and Early Medieval MSS (Bar-Ilan University Press, 1992). Wikisource's

Kritik teks (Alkitab)

edisi diplomatik berdasarkan Leningrad Codex. Hebrew University Bible juga diplomatik, tetapi berdasarkan Aleppo Codex. Oxford Hebrew Bible adalah edisi eklektis

Yehezkiel 1

(dari 605-538 SM). Bahasa Ibrani: Masoretik Codex Cairensis (895 M) Aleppo Codex (abad ke-10 M) Leningrad Codex (1008-1009) Gulungan Laut Mati: (akhir abad

Qere dan Ketiv

Gambar dari Masoret Aleppo Codex dari Ulangan 33, mengandung qere dan ketiv di kolom kedua, baris kelima, kedua kata (33:9). Yang ketiv adalah "Beno" -

Daftar naskah Alkitab Ibrani

akhir) bertarikh 916 Masehi, Perpustakaan Nasional Rusia Kodeks Aleppo (Aleppo Codex), 930 Masehi, Museum Israel, (lengkap, tampaknya ditunjukkan oleh

Zakharia 1

tertua dalam bahasa Ibrani adalah: Masoretik Codex Cairensis (895 M) Aleppo Codex (10th century) Leningrad Codex (1008-1009) Gulungan Laut Mati: (akhir abad