Berbagai makanan dalam botram di sebuah gereja di Amerika Serikat.

Botram, saweran makanan, atau urun makanan (di Amerika Serikat disebut potluck) adalah suatu pertemuan ketika setiap tamu menyumbangkan makanan yang biasanya dimasak sendiri untuk dibagikan dan dimakan bersama.[1][2] Di Australia, istilah ini disebut "bring your plate" yang artinya tamu diminta datang dengan piring berisi makanan, bukan piring kosong.

Penggambaran

sunting

Botram adalah acara ketika para peserta membawa hidangan untuk dimakan bersama dalam sebuah acara yang biasanya diselenggarakan oleh kelompok agama atau masyarakat karena mereka menyederhanakan perencanaan makan dan membebankan biaya di kalangan peserta. Pertemuan yang lebih kecil dan tidak formal dengan penyiapan makanan yang dibagikan juga dapat disebut botram. Satu-satunya aturan tetap yang disepakati adalah bahwa setiap hidangan harus cukup besar untuk dibagikan di antara para tamu yang diperkirakan hadir. Adakalanya setiap peserta setuju sebelumnya untuk membawa satu hidangan, maka makanan yang dibawa juga beragam. Kesepakatan ini menyelesaikan masalah banyak peserta yang membawa hidangan yang sama. Tamu dapat membawa makanan dalam bentuk apa pun, mulai dari hidangan utama hingga pencuci mulut.

Namun demikian, ada kalanya botram atau potluck tidak berlangsung dengan baik. Tanpa adanya pembagian tugas yang jelas, para tamu yang datang sengat mungkin membawa jenis makanan yang tidak berimbang. Sebagai contoh, ada banyak orang membawa lalap, tapi yang membawa nasi hanya sedikit orang. Maksudnya masing-masing membawa makanan untuk berbagi untuk melengkapi makanan, jadi tidak melengkapi karena jumlah jenis makanan yang timpang.

Di samping itu, aktivitas seperti ini juga rawan kekurangan wadah. Biasanya para tamu datang membawa makanan dengan wadah besar. Ketika di lokasi tidak ada yang menyediakan wadah kecil, makanan yang menggunung rawan runtuh ketika mulai diambil satu per satu.

Satu hal sepele yang sering terjadi adalah tamu terlambat datang. Menyiapkan makanan sendiri bagia yang tidak biasa akan menyita banyak waktu, sehingga mereka datang terlambat.[3] Kegiatan yang sedianya berlangsung tepat waktu dan utamanya adalah saling berbagi cerita justru menjadi agenda memasak yang mengorbankan waktu kebersamaan bersama teman.

Lihat pula

sunting

Rujukan

sunting
  1. ^ Partridge, Eric and Paul Beale. A Dictionary of Slang and Unconventional English, 8th ed. (1984).
  2. ^ Bachelor, Lisa (October 4, 2002). "Surviving on a student budget". The Guardian.
  3. ^ "So I went to a potluck wedding". weddingwire. 2016-08-08. Diakses tanggal 2026-05-05.

Pranala luar

sunting

Templat:Meals navbox

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Nasi liwet

pisan serta dimakan secara bersama sama (dalam bahasa Sunda disebut sebagai botram, papaharรฉ,mayoran dan bancakan). Menu utamanya adalah nasi yang dimasak

Hidangan Sunda

liwet dan pauk dalam hamparan daun pisang, selain itu ada juga papahare, botram, atau bancakan. Sambal terasi adalah bumbu penyerta yang paling lazim dalam

Munggahan

paling umum yaitu berkumpul bersama keluarga dan kerabat, makan bersama (botram), saling bermaafan, hingga berdoa bersama. Selain itu, ada juga yang mengunjungi

Bahasa Sunda Bogor

standar: katรฉl); "cucurak" berarti "makan bersama" (bahasa Sunda standar: botram); merupakan sebuah tradisi pada masyarakat Sunda pada zaman dahulu, di mana

Hajat bumi Cariu

sebagai bentuk kegembiraan dan kebersamaan. Acara kemudian ditutup dengan botram atau makan bersama, di mana masyarakat diperbolehkan mengambil makanan yang

Hajat Bumi

wilayah Eyang Candradirana, pertunjukan ronggeng, dan makan bersama atau botram. Di Desa Linggamukti, Kabupaten Purwakarta, Hajat Bumi merupakan bagian

Papajar

diwarnai oleh kegiatan perjalanan rekreasi dan kebersamaan. Makan bersama (botram) dan kunjungan ke tempat-tempat wisata menjadi ciri khas Papajar bersama

Cucurak

berkumpul bersama keluarga besar atau kolega. Istilah lain yang serupa adalah botram dan munggahan. Kebudayaan Sunda Kota Bogor Kabupaten Bogor Haryadi, Dadi