Kheminda
Kehidupan pribadi
Lahir12 Juni 1967 (umurย 58)
PekerjaanBiku
MazhabTheravฤda
OrganisasiDhammavihฤrฤซ Buddhist Studies

Ashin Kheminda (lahir 12 Juni 1967), juga dikenal sebagai Bhante Kheminda dan Sayadaw Kheminda, adalah seorang biku kelahiran Indonesia yang dikenal karena aktivitasnya dalam menyebarkan agama Buddha serta pembelajaran Abhidhamma-nya yang berjudul Abhidhamma Made Easy.[1] Ia mengajar tradisi Abhidhamma Theravฤda secara terstruktur, sistematis, dan akademis. Gelar Ashin berasal dari bahasa Myanmar yang artinya setara dengan Bhante.[2]

Ashin Kheminda adalah pelopor kebangkitan Abhidhamma di Indonesia yang pertama kali memperkenalkan perayaan Hari Abhidhamma di Indonesia, yakni peringatan Buddha Gotama selesai mengajarkan Abhidhamma di Surga Tavatiแนsa. Kegiatan Hari Abhidhamma ini pertama kali berlangsung pada tahun 2012 di Jakarta.

Kehidupan awal

sunting

Kheminda dilahirkan di Semarang pada tahun 1967. Meskipun awalnya bukan seorang buddhis, karena "sifat pemberontak dan ketidaksukaannya atas keterikatan," ia mulai tertarik dengan berbagai ajaran spiritual sejak masih muda. Jiwa pemberontaknya mulai berkembang sejak ia duduk di bangku SMA Kolese Loyola. Pada saat itu, ia untuk pertama kalinya bersinggungan secara dekat dengan agama lain. Sifat fanatik yang menganggap agama sendiri yang paling baik berangsur-angsur lenyap setelah ia melihat bahwa agama yang lain pun menawarkan banyak kebaikan. Ketertarikan untuk mempelajari agama dan ajaran spiritual yang lain terus berlanjut sampai pada saat ia kuliah di Fakultas Teknik Sipil Universitas Diponegoro, Semarang. Pada masa-masa tersebut, ia sempat tidak percaya lagi bahwa ada satu agama yang lebih baik dari agama-agama yang lain.

Kehidupan religius

sunting

Penekunan meditasi

sunting

Pada satu masa di dalam kehidupannya, ia mulai merasakan bahwa kehidupan ini sangat tidak memuaskan. Hal ini membuatnya mencari jalan keluar yang tidak biasa yaitu mulai menekuni meditasi. Ia aktif menjadi anggota beberapa kelompok spiritual Kejawen. Dari aliran-aliran ini, ia akhirnya sangat akrab dengan berbagai macam laku pertapaan. Selama bertahun-tahun, ia menjalani praktik pertapaan di hutan-hutan dan makam-makam keramat di pulau Jawa.[2]

Perkenalan dengan Buddhisme

sunting

Pertemuannya dengan ajaran Buddha terjadi pada saat ia bertapa di Alas (Hutan) Ketonggo, Paron, Ngawi. Di sana, secara tidak sengaja, ia bertemu dengan guru buddhisnya yang pertama yang kemudian mengajarkannya meditasi Buddhis dengan menggunakan objek kasiแน‡a api sampai akhirnya ia mengalami "pengalaman kebahagiaan dan kedamaian yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya."[1] Di Alas Ketonggo, Ashin Kheminda terus menekuni meditasinya, dan di saat senggang, ia membaca semua buku meditasi dari Ajahn Chah hingga timbul niatan untuk berguru langsung kepadanya di Thailand. Namun, ia tidak sempat bertemu dengannya karena Ajahn Chah telah wafat saat Ashin Kheminda tiba di Wat Pah Nanachat, Thailand.[1]

Pendalaman akademis

sunting

Kheminda kemudian berkeliling di pusat-pusat meditasi, melanjutkan perjalanannya ke Dharamsala, India, hingga akhirnya seorang kenalannya yang berkebangsaan Prancis memberitahunya bahwa Myanmar merupakan tempat para guru meditasi. Ashin Kheminda selanjutnya segera berangkat ke sana. Setiba di Myanmar, Ashin Kheminda memutuskan untuk menjadi seorang biku. Ia belajar meditasi selama lebih dari setahun di Pusat Meditasi Mahasi Sasana Yeikhta, Yangon, Myanmar, hingga kemudian ditabhiskan oleh Sayadaw Jatila Mahฤthera pada tahun 2004. Selama di sana, ia juga mendalami berbagai metode meditasi dari tradisi-tradisi Theravฤda yang lain. Ashin Kheminda kemudian mengambil gelar Bachelor di ITBMU (International Theravฤda Buddhist Missionary University) of Yangon dan memperoleh medali emas sebagai lulusan terbaik.[2] Selama mendalami ajaran Buddha di Myanmar, ia juga mengajar tradisi Abhidhamma Theravฤda kepada teman-temannya, para biku, bikuni, dan sayalay.

Misi misionaris

sunting

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar monastik di Myanmar, Ashin Kheminda berencana pulang ke Indonesia. Akan tetapi, sebuah wihara di Singapura mengundangnya untuk tinggal dan mengajar Abhidhamma Theravฤda di sana. Ia mengajar Abhidhamma dan meditasi buddhis di Singapura dari Juli 2008 sampai Desember 2010, dan sempat menyelesaikan pendidikan S2 nya di The Graduate School of Buddhist Studies di Singapura.[1]

Kembali ke Indonesia

sunting

Ashin Kheminda menyadari kurangnya pemahaman and implementasi kitab suci Tipiแนญaka di Indonesia yang berpedoman pada kitab-kitab komentar sesuai dengan tradisi tafsir Theravฤda klasik. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan mengabdikan diri untuk perkembangan Buddhisme melalui jalur pendidikan buddhis yang mengacu kepada Tipiแนญaka dan kitab-kitab tafsir tradisionalnya.[1]

Pandangan terhadap kebangkitan bikuni

sunting

Pada tanggal 21 Juni 2015, untuk pertama kalinya dilaksanakan penahbisan bikuni Theravฤda di Maribaya, Lembang. Pada acara yang dihadiri Sangha dari dalam dan luar negeri tersebut, Ashin Kheminda menyampaikan dukungannya atas kebangkitan kelompok bikuni perempuan dalam tradisi Theravฤda dengan argumen yang didasarkan pada Vinaya Piแนญaka dan kitab komentarnya. Dia juga menekankan pentingnya pariyatti (penguasaan Tripitaka dan Kitab Komentar secara teori) dan paแนญipatti (melatih sฤซla, samฤdhi, dan paรฑรฑฤ) sebagai landasan menjadi anggota Sangha yang baik dan demi tegaknya ajaran Buddha (Buddhasฤsana).[3]

Karya

sunting

Buku

sunting

Berbagai buku karyanya telah diterbitkan oleh Yayasan Dhammavihari:[4]

  • Manual Abhidhamma Bab 1: Kesadaran (2016)
  • Manual Abhidhamma Bab 2: Faktor-Faktor Mental (2016)
  • Manual Abhidhamma Bab 3: Serbaneka (2017)
  • Sejarah Abhidhamma (2017)
  • Kamma โ€“ Pusaran Kelahiran & Kematian Tanpa Awal (2018)
  • Kompilasi Ceramah tentang Suttanta: Penjelasan Suttanta 1 (2018)
  • Manual Abhidhamma Bab 4: Proses Kognitif (2018)
  • Manual Abhidhamma Bab 5: Terbebas dari Proses (2018)
  • Manual Abhidhamma Bab 6: Materi (2019)
  • Penjelasan Suttanta 2 (2019)
  • Penjelasan Suttanta 3: Mahฤsatipaแนญแนญhฤna Sutta (2019)
  • Penjelasan Suttanta 4 (2020)
  • Manual Abhidhamma Bab 7 Vol.1: Kategori-Kategori (2020)
  • Manual Abhidhamma Bab 7 Vol.2: Kategori-Kategori (2020)
  • Manual Abhidhamma Bab 8: Kondisi-Kondisi (2021)
  • Majjhima Nikฤya - Gahapativagga: Kelompok Diskursus Berkenaan dengan Para Penghuni Rumah (2021)
  • Majjhima Nikฤya - Bhikkhuvagga: Kelompok Diskursus untuk Para Rahib Laki-Laki (2021)
  • Majjhima Nikฤya - Paribbฤjakavagga: Kelompok Diskursus untuk Para Pengembara Fakir (2022)
  • Majjhima Nikฤya - Mลซlapaแน‡แน‡ฤsapฤแธทi (I.1A) - Lima Puluh Diskursus yang di Akar (2022)
  • Majjhima Nikฤya - Mลซlapaแน‡แน‡ฤsapฤแธทi (I.1B) - Lima Puluh Diskursus yang di Akar (2022)
  • Khuddaka Nikฤya - Dhammapada Atthakatha: Yamakavagga โ€” Buddhavagga (KN 2.1 - 2.14) (2023)
  • Khuddaka Nikฤya - Pelengkap Buku Dhammapada Atthakatha: Yamakavagga โ€” Buddhavagga (KN 2.1 - 2.14) (2023)
  • Majjhima Nikฤya - Mลซlapaแน‡แน‡ฤsapฤแธทi (I.1C) - Lima Puluh Diskursus yang di Akar (2023)
  • Ovฤdakathฤ (Kumpulan Ceramah yang Berisikan Nasihat) Volume 1 (2024)
  • Majjhima Nikฤya - Mลซlapaแน‡แน‡ฤsapฤแธทi (I.1D) - Lima Puluh Diskursus yang di Akar (2024)
  • Majjhima Nikฤya - Mลซlapaแน‡แน‡ฤsapฤแธทi (I.2A) - Lima Puluh Diskursus yang di Akar (2024)
  • Ovฤdakathฤ (Kumpulan Ceramah yang Berisikan Nasihat) Volume 2 (2024)

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e Bodhi Buddhist Centre Indonesia. 24 Mei 2012. Abhidhamma Made Easy Bersama Ashin Kheminda. Diarsipkan 2015-04-08 di Wayback Machine.
  2. ^ a b c Harpin. Penyebar Dharma - Ashin Kheminda - Mengenal Ajaran Buddha di Hutan. Diarsipkan 2012-06-28 di Wayback Machine. Sumber: Majalah Mamit 8, Tahun 2012.
  3. ^ Blog Habis Gelap Terbitlah Terang [1].
  4. ^ "eBook Ashin Kheminda". Google Play Books.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Buddhisme

(1984), "The Buddhist to Liberation: An Analysis of the Listing of Stages", The Journal of the International Association of Buddhist Studies, 7 (2), diarsipkan

International Theravฤda Buddhist Missionary University

International Theravฤda Buddhist Missionary University (bahasa Burma: แ€กแ€•แ€ผแ€Šแ€บแ€•แ€ผแ€Šแ€บแ€†แ€ญแ€ฏแ€„แ€บแ€›แ€ฌ แ€‘แ€ฑแ€›แ€แ€ซแ€’แ€—แ€ฏแ€’แ€นแ€“แ€˜แ€ฌแ€žแ€ฌ แ€žแ€ฌแ€žแ€”แ€ฌแ€•แ€ผแ€ฏ แ€แ€€แ€นแ€€แ€žแ€ญแ€ฏแ€œแ€บcode: my is deprecated ; bahasa

Sima (Buddhisme)

International Association of Buddhist Studies (dalam bahasa Inggris). 20 (2): 141โ€“153. ISSNย 0193-600X. Karl Dรถhring: Buddhist Temples Of Thailand. Berlin

Upasaka-upasika

htm Diarsipkan 2011-01-01 di Wayback Machine.. Buddhist studies, secondary level, becoming a buddhist http://www.buddhanet.net/e-learning/buddhism/bs-s17

Dhamma

Press, 1986.) SUNY Series in Buddhist Studies. $16.95 (paper); $49.50 (cloth). - David J. Kalupahana. The Principles of Buddhist Psychology. Pp. 236.(New

Kitab buddhis awal

Pali discourses in light of their Chinese parallels, part two" (PDF). Buddhist Studies Review. 22 (1): 93โ€“105. doi:10.1558/bsrv.v22i2.14020. S2CIDย 247872609

Karma dalam Buddhisme

Tokyo: The International Institute for Buddhist Studies of the International College for Advanced Buddhist Studies, diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2019-04-07

Universitas Mahachulalongkornrajavidyalaya

uco.mcu.ac.th (dalam bahasa Thai). "International Buddhist Studies College (IBSC) เธงเธดเธ—เธขเธฒเธฅเธฑเธขเธžเธธเธ—เธ˜เธจเธฒเธชเธ•เธฃเนŒเธ™เธฒเธ™เธฒเธŠเธฒเธ•เธด". ibsc.mcu.ac.th (dalam bahasa