Cao Chun
ๆ›น็ด”
Konsultan (่ญฐ้ƒŽ)
(dibawah Cao Cao)
Masa jabatan
?ย โ€“ ?
Penguasa monarkiKaisar Xian dari Han
Penasihat Militer dibawah Menteri Pekerjaan Umum
(ๅƒๅธ็ฉบ่ปไบ‹)
(under Cao Cao)
Masa jabatan
?ย โ€“ ?
Penguasa monarkiKaisar Xian dari Han
Informasi pribadi
Lahirca170[a]
Meninggal210[1]
AnakCao Yan
Orang tua
  • Cao Chi (ayah)
KerabatCao Ren (kakak)
Cao Cao (sepupu)
PekerjaanPerwira militer
Nama kehormatanZihe (ๅญๅ’Œ)
Nama anumertaMarquis Wei (ๅจไพฏ)
Gelar bangsawanMarquis Desa Gaoling
(้ซ˜้™ตไบญไพฏ)
Sunting kotak info
Sunting kotak infoย โ€ข Lย โ€ข B
Bantuan penggunaan templat ini

Cao Chun (ca170-210), nama kehormatan Zihe,[2] merupakan seorang perwira militer yang mengabdi dibawah Cao Cao pada masa akhir Dinasti Han Timur di Tiongkok. Ia merupakan adik sepupu Cao Cao dan adik kandung Cao Ren dan ia dikenal memimpin sebuah pasukan kavaleri elit yang bernama Kavaleri Harimau dan Macan Tuntul (่™Ž่ฑน้จŽ) di beberapa pertempuran melawan rival Cao Cao, antara lain Yuan Shao, Tadun dan Liu Bei. Cao Chun mahir dalam pertempuran, populer di kalangan rakyat, dan dikenal karena rasa disiplinnya yang kuat, rasionalitas, kecintaan pada ilmu pengetahuan, dan rasa hormatnya kepada para cendekiawan. Ia terkenal di seluruh negeri.

Kehidupan

sunting

Cao Chun dan kakaknya, Cao Ren merupakan sepupu jauh dari Cao Cao.[3] Kakek dan ayahnya, Cao Bao (ๆ›น่ฅƒ) dan Cao Chi (ๆ›น็†พ) merupakan pegawai sipil di pemerintahan Dinasti Han Timur.[4] Ayah mereka meninggal ketika Cao Chun berusia 13 tahun, sehingga Cao Chun dan Cao Ren tinggal bersama keluarga lain. Mereka mewarisi kekayaan keluarga ketika mereka dewasa; mereka kaya raya dan memiliki ratusan pelayan dan pengikut. Cao Chun dikenal sebagai pemimpin yang tegas, taat aturan, dan adil di antara para pengikutnya. Warga kota sangat menghormatinya. Sebagai seorang yang berpengetahuan luas dan menghormati para cendekiawan, Cao Chun juga populer di kalangan kaum terpelajar, banyak di antaranya berbondong-bondong mendatanginya dan menjadi pengikutnya.[5]

Pada usia 17 tahun, Cao Chun dipanggil untuk mengabdi di pemerintahan Han sebagai seorang Gentleman of the Yellow Gate (้ปƒ้–€ไพ้ƒŽ). Dua tahun kemudian, ia mengikuti sepupu keduanya, Cao Cao, ke Xiangyi (่ฅ„้‚‘; sekarang Kabupaten Sui, Henan)[b] untuk merekrut tentara. Sejak saat itu, ia telah bertempur di pihak Cao Cao dalam beberapa pertempuran melawan panglima perang saingan.[6] Ia menjadi Konsultan (girou) dan Penasihat Militer untuk Menteri Pekerjaan Umum (ๅƒๅธ็ฉบ่ป) sekitar tahun 196 sampai 205.

Membinasakan Sisa Kekuatan Yuan Shao

sunting

Pada awal 205, Cao Chun memimpin pasukan kavaleri elit bernama Kavaleri Harimau dan Macan Tutul (่™Ž่ฑน้จŽ) di Pertempuran Nanpi melawan Yuan Tan, putra sulung Yuan Shao. Yuan Tan sendiri memimpin pasukannya ke medan perang, menimbulkan banyak korban jiwa pada pasukan Cao Cao. Cao Cao awalnya bermaksud menunggu musuh kelelahan, tetapi Cao Chun menasihati, "Kita telah menempuh seribu mil untuk menghadapi musuh. Jika kita tidak dapat mengalahkan mereka, mundur pasti akan merusak moral kita; terlebih lagi, pasukan kita berada jauh di wilayah musuh dan tidak dapat bertahan dalam kampanye yang berkepanjangan. Mereka sombong setelah kemenangan mereka, sementara kita takut setelah kekalahan kita. Dengan menanamkan rasa takut pada musuh, kita pasti dapat mengalahkan mereka."

Cao Chun berpendapat, "Hari ini, kita telah menempuh seribu mil untuk menyerang musuh. Jika kita tidak dapat sepenuhnya memusnahkan mereka dan segera mundur, kita pasti akan merusak prestise militer kita; terlebih lagi, kita sudah berada jauh di wilayah musuh dan tidak dapat mempertahankan kampanye yang berkepanjangan. Sekarang, musuh menjadi sombong dan ceroboh karena kemenangan sementara mereka, sementara pasukan kita menjadi waspada karena kemunduran yang kita alami. Dengan pasukan kita yang waspada menghadapi musuh yang sombong dan ceroboh, kita pasti dapat meraih kemenangan." Cao Cao setuju dan melancarkan serangan cepat. Yuan Tan memang dikalahkan, dan Kavaleri Harimau dan Macan Tutul Cao Chun bahkan membunuh Yuan Tan.[7]

Pada 207, Cao Chun kembali memimpin Kavaleri Harimau dan Macan Tutul di Pertempuran Gunung Serigala Putih melawan suku Wuhuan yang bersekutu dengan rival Cao Cao, Yuan Shang. Dalam pertempuran tersebut, Cao Cao dengan tegas memerintahkan pertempuran, menunjuk Zhang Liao dan Zhang He sebagai garda depan, dan mengirim Cao Chun bersama Kavaleri Harimau dan Macan Tutul untuk menyerang pasukan Wuhuan. Cao Chun dengan gemilang menangkap Tadun,[8] yang kemudian dieksekusi oleh Zhang Liao.[9] Pasukan Cao Cao mengejar musuh yang melarikan diri, memaksa 200.000 pasukan musuh untuk menyerah. Setelah pertempuran ini, Cao Chun, selain prestasi militernya sebelumnya, dianugerahi Kaisar Xian dari Han dengan gelar Marquis Desa Gaoling, dengan wilayah kekuasaan yang terdiri dari 300 rumah tangga.[10]

Kampanye Selatan Melawan Liu Bei

sunting

Pada tahun 208, Cao Chun menemani Cao Cao dalam kampanye di Provinsi Jing. Selama Pertempuran Changban, Cao Chun memimpin pasukannya mengejar panglima perang saingan Liu Bei dan menangkap kedua putri Liu Bei, bersama dengan sebagian besar perlengkapannya. Mereka juga mengumpulkan beberapa tentara Liu Bei yang terpencar selama pertempuran dan merekrut mereka untuk bergabung dengan pasukan Cao Cao. Setelah Cao Cao menduduki Kabupaten Jiangling (ๆฑŸ้™ต็ธฃ; sekarang Jingzhou, Hubei), ibu kota Provinsi Jing, Cao Chun kembali ke Kabupaten Qiao (่ญ™็ธฃ; sekarang Bozhou, Anhui).[11] Tidak diketahui apakah Cao Chun ikut di Pertempuran Chibi.

Kematian

sunting

Cao Chun wafat pada 210. Pada akhir tahun 220, putra dan pewaris Cao Cao, Cao Pi, memaksa Kaisar Xian untuk turun takhta demi dirinya, mengakhiri dinasti Han Timur, dan mendirikan negara Cao Wei. Setelah menjadi kaisar, Cao Pi menganugerahkan gelar anumerta "Marquis Wei" (ๅจไพฏ) kepada Cao Chun.[12]

Kavaleri Harimau dan Macan Tutul yang dipimpin Cao Chun adalah kavaleri elit di pasukan Cao Cao. Proses perekrutannya sangat ketat dan selektif - Hanya prajurit yang memiliki setidaknya 100 anak buah di bawah komandonya yang memenuhi syarat. Bahkan, Cao Cao sendiri bingung bagaimana ia dapat memimpin pasukan ini. Maka, Cao Cao memercayai Cao Chun untuk memimpin Kavaleri Harimau dan Macan Tutul dimana pasukan ini juga menghormati Cao Chun. Setelah Cao Chun meninggal, ketika seseorang menanyakan Cao Cao mengenai pemilih komandan baru kavaleri tersebut, Cao Cao bertanya kembali, "Siapakah yang dapat dibandingkan dengan (Cao) Chun? Apakah saya bukan salah satu orang yang dapat memimpin (pasukan ini)?". Pada akhirnya Cao Cao tidak memilih siapapun.[13]

Keturunan

sunting

Putra Cao Chun, Cao Yan (ๆ›นๆผ”; fl.210-254), bertugas sebagai perwira militer di negara Cao Wei selama periode Tiga Kerajaan dan memegang jabatan Jenderal yang Memimpin Pasukan (้ ˜่ปๅฐ‡่ป). Sekitar tahun 254 hingga 256, ia dianugerahi gelar Marquis Distrik Pingle (ๅนณๆจ‚้„‰ไพฏ). Setelah kematiannya, putranya, Cao Liang (ๆ›นไบฎ), mewarisi gelar marquis-nya.[14]

Lihat pula

sunting

Catatan

sunting
  1. ^ While Cao Chun's birth year was not recorded, he was younger than Cao Ren, who was born in 168. Also, he was 20 (by East Asian reckoning) when he went to Xiangyi to recruit soldiers; this took place calate 189, just before Cao Cao declared war on Dong Zhuo in the 12th month of the 6th year of the Zhongping era, per Cao Cao's biography in Sanguozhi; the month corresponds to 26 Dec 189 to 23 Jan 190. That year ends on 22 Feb 190 in the Julian calendar as it had a leap 12th month (24 Jan to 22 Feb 190).
  2. ^ Di Xiangyi, Cao Cao juga memperoleh dukungan dari penduduk setempat, Wei Zi (ๅซ็ކ); ia kemudian terbunuh dalam Pertempuran Xingyang. Putra Wei, Wei Zhen (ๅซ่‡ป), kemudian menjadi pejabat Cao Wei, dan biografinya terdapat dalam jilid 22 dari "Sanguozhi".

Referensi

sunting
  1. ^ de Crespigny (2007), hlm.ย 40.
  2. ^ (่‹ฑ้›„่จ˜ๆ›ฐ๏ผš็ด”ๅญ—ๅญๅ’Œใ€‚) Yingxiong Ji annotation in Sanguozhi vol. 9.
  3. ^ (ๆ›นไปๅญ—ๅญๅญ๏ผŒๅคช็ฅ–ๅพžๅผŸไนŸใ€‚ ... ไปๅผŸ็ด”๏ผŒ ...) Sanguozhi vol. 9.
  4. ^ (้ญๆ›ธๆ›ฐ๏ผšไป็ฅ–่ฅƒ๏ผŒๆฝๅทๅคชๅฎˆใ€‚็ˆถ็†พ๏ผŒไพไธญใ€้•ทๆฐดๆ กๅฐ‰ใ€‚) Wei Shu annotation in Sanguozhi vol. 9.
  5. ^ (่‹ฑ้›„่จ˜ๆ›ฐ๏ผš ... ๅนดๅๅ››่€Œๅ–ช็ˆถ๏ผŒ่ˆ‡ๅŒ็”ขๅ…„ไปๅˆฅๅฑ…ใ€‚ๆ‰ฟ็ˆถๆฅญ๏ผŒๅฏŒๆ–ผ่ฒก๏ผŒๅƒฎๅƒ•ไบบๅฎขไปฅ็™พๆ•ธ๏ผŒ็ด”็ถฑ็ด€็ฃๅพก๏ผŒไธๅคฑๅ…ถ็†๏ผŒ้„‰้‡Œๅ’ธไปฅ็‚บ่ƒฝใ€‚ๅฅฝๅญธๅ•๏ผŒๆ•ฌๆ„›ๅญธๅฃซ๏ผŒๅญธๅฃซๅคšๆญธ็„‰๏ผŒ็”ฑๆ˜ฏ็‚บ้ ่ฟ‘ๆ‰€็จฑใ€‚) Yingxiong Ji annotation in Sanguozhi vol. 9.
  6. ^ (ๅนดๅๅ…ซ๏ผŒ็‚บ้ปƒ้–€ไพ้ƒŽใ€‚ไบŒๅ๏ผŒๅพžๅคช็ฅ–ๅˆฐ่ฅ„้‚‘ๅ‹Ÿๅ…ต๏ผŒ้‚ๅธธๅพžๅพๆˆฐใ€‚) Yingxiong Ji annotation in Sanguozhi vol. 9.
  7. ^ (ๅˆไปฅ่ญฐ้ƒŽๅƒๅธ็ฉบ่ปไบ‹๏ผŒ็ฃ่™Ž่ฑน้จŽๅพžๅœๅ—็šฎใ€‚่ข่ญšๅ‡บๆˆฐ๏ผŒๅฃซๅ’ๅคšๆญปใ€‚ๅคช็ฅ–ๆฌฒ็ทฉไน‹๏ผŒ็ด”ๆ›ฐ๏ผšใ€ŒไปŠๅƒ้‡Œ่นˆๆ•ต๏ผŒ้€ฒไธ่ƒฝๅ…‹๏ผŒ้€€ๅฟ…ๅ–ชๅจ๏ผ›ไธ”ๆ‡ธๅธซๆทฑๅ…ฅ๏ผŒ้›ฃไปฅๆŒไน†ใ€‚ๅฝผๅ‹่€Œ้ฉ•๏ผŒๆˆ‘ๆ•—่€Œๆ‡ผ๏ผŒไปฅๆ‡ผๆ•ต้ฉ•๏ผŒๅฟ…ๅฏๅ…‹ไนŸใ€‚ใ€ๅคช็ฅ–ๅ–„ๅ…ถ่จ€๏ผŒ้‚ๆ€ฅๆ”ปไน‹๏ผŒ่ญšๆ•—ใ€‚็ด”้บพไธ‹้จŽๆ–ฌ่ญš้ฆ–ใ€‚) Sanguozhi vol. 9.
  8. ^ (ๅŠๅŒ—ๅพไธ‰้ƒก๏ผŒ็ด”้ƒจ้จŽ็ฒๅ–ฎไบŽ่นน้ “ใ€‚) Sanguozhi vol. 9.
  9. ^ (ๅพžๅพ่ขๅฐšๆ–ผๆŸณๅŸŽ๏ผŒๅ’่ˆ‡่™œ้‡๏ผŒ้ผๅ‹ธๅคช็ฅ–ๆˆฐ๏ผŒๆฐฃ็”šๅฅฎ๏ผŒๅคช็ฅ–ๅฃฏไน‹๏ผŒ่‡ชไปฅๆ‰€ๆŒ้บพๆŽˆ้ผใ€‚้‚ๆ“Š๏ผŒๅคง็ ดไน‹๏ผŒๆ–ฌๅ–ฎไบŽ่น‹้ “ใ€‚) Sanguozhi vol. 17.
  10. ^ (ไปฅๅ‰ๅพŒๅŠŸๅฐ้ซ˜้™ตไบญไพฏ๏ผŒ้‚‘ไธ‰็™พๆˆถใ€‚) Sanguozhi vol. 9.
  11. ^ (ๅพžๅพ่Šๅทž๏ผŒ่ฟฝๅЉๅ‚™ๆ–ผ้•ทๅ‚๏ผŒ็ฒๅ…ถไบŒๅฅณ่ผœ้‡๏ผŒๆ”ถๅ…ถๆ•ฃๅ’ใ€‚้€ฒ้™ๆฑŸ้™ต๏ผŒๅพž้‚„่ญ™ใ€‚) Sanguozhi vol. 9.
  12. ^ (ๅปบๅฎ‰ๅไบ”ๅนด่–จใ€‚ๆ–‡ๅธๅณไฝ๏ผŒ่ฟฝ่ฌšๆ›ฐๅจไพฏใ€‚) Sanguozhi vol. 9.
  13. ^ (้ญๆ›ธๆ›ฐ๏ผš็ด”ๆ‰€็ฃ่™Ž่ฑน้จŽ๏ผŒ็š†ๅคฉไธ‹้ฉ้Šณ๏ผŒๆˆ–ๅพž็™พไบบๅฐ‡่ฃœไน‹๏ผŒๅคช็ฅ–้›ฃๅ…ถๅธฅใ€‚็ด”ไปฅ้ธ็‚บ็ฃ๏ผŒๆ’ซๅพช็”šๅพ—ไบบๅฟƒใ€‚ๅŠๅ’๏ผŒๆœ‰ๅธ็™ฝ้ธไปฃ๏ผŒๅคช็ฅ–ๆ›ฐ๏ผšใ€Œ็ด”ไน‹ๆฏ”๏ผŒไฝ•ๅฏๅพฉๅพ—๏ผๅพ็จไธไธญ็ฃ้‚ช๏ผŸใ€้‚ไธ้ธใ€‚) Wei Shu annotation in Sanguozhi vol. 9.
  14. ^ (ๅญๆผ”ๅ—ฃ๏ผŒๅฎ˜่‡ณ้ ˜่ปๅฐ‡่ป๏ผŒๆญฃๅ…ƒไธญ้€ฒๅฐๅนณๆจ‚้„‰ไพฏใ€‚ๆผ”่–จ๏ผŒๅญไบฎๅ—ฃใ€‚) Sanguozhi vol. 9.
  • Chen, Shou (3rd century). Records of the Three Kingdoms (Sanguozhi).
  • de Crespigny, Rafe (2007). A biographical dictionary of Later Han to the Three Kingdoms (23โ€“220ย AD). Leiden: Brill. ISBNย 978-90-04-15605-0.
  • Pei, Songzhi (5th century). Annotated Records of the Three Kingdoms (Sanguozhi zhu).

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Cao Cao

Changshui. Putra Cao Bao, ayah dari Cao Ren dan Cao Chun. Cao De (?-193), putra Cao Song dan adik Cao Cao. Kematian ayahnya dan Cao De yang diduga dibunuh

Cao Ren

Ia memiliki seorang adik bernama Cao Chun. Karena ayah mereka meninggal saat mereka masih muda, Cao Ren dan Cao Chun hidup bersama keluarga lain. Mereka

Zaman Tiga Negara

menjadi target Cao Cao selanjutnya. Ma Chao yang memimpin perlawanan ini dikalahkan Cao Cao dan mengasingkan diri. Setelah tahun 215, Cao Cao telah berhasil

Cao Zhi

hal-hal besar", Cao Cao mempromosikan Cao Zhi menjadi Marquis Linzi di tahun-tahun terakhirnya, dan Yang Xiu, Ding Yi, Ding Yi, Handan Chun, Xun Yun, Xiahou

Cao Kun

Jenderal Cao Kun (Hanzi sederhana: ๆ›น้”Ÿ; Hanzi tradisional: ๆ›น้Œ•; Pinyin: Cรกo Kลซn; Wadeโ€“Giles: Ts'ao K'un; Nama kehormatan: Zhongshan (ไปฒ็Š)code: zh is deprecated

Cao Zhang

Cao Zhang (189?โ€“1 Agustus 223), nama kehormatan Ziwen, berjulukan "Si Janggut Kuning" adalah seorang pangeran negara Cao Wei pada Zaman Tiga Negara di

Daftar tokoh Kisah Tiga Negara

Bei Yan Bian Xi Bo Cai Cai He Cai Mao Cai Yan Cai Zhong Cao Xing Cen Pi Chen Deng Chen Gong Chun Yuqiong Diao Chan: Salah satu dari 4 wanita cantik Tiongkok

Zhuge Liang

Guangwu merasa pernyataan Geng Chun sebagai pernyataan yang benar jadi ia akhirnya menerima tahta kaisar. Sekarang, keluarga Cao telah merebut tahta kaisar