Chelicerata
Rentang waktu: 445โ€“0ย jtyl Late Ordovician (tetapi lihat teks) โ€“ Recent
Horseshoe crab underside
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Klad: Arachnomorpha
Subfilum: Chelicerata
Heymons, 1901
Kelas

Chelicerata adalah subfilum dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Arthropoda.[1] Chelicerata dalam pengertian yang luas merupakan salah satu kelompok fauna yang terdiri dari Arachnida, Xiphosura, kelompok yang punah Eurypterida dan Chasmataspidida dan juga Pycnogonida.[2]

Jadi Chelicerata merupakan semacam kelompok besar yang memayungi jenis-jenis laba-laba, kalajengking, kalajengking semu, kalacuka dan bahkan mimi dan mintuno. Kelompok Chelicerata ini dikenal karena anggotanya mempunya alat mulut berupa chelicera yang terdiri dari dua segmen.[3] Berbeda dengan kelompok serangga, kaki seribu, dan lipan yang menggunakan alat mulut berupa mandibula dan maxilla yang terdiri dari lebih dari dua ruas.

Saat ini, jumlah jenis yang dikenal hidup dan sudah ditemukan lebih dari 100.000 jenis telah diberi nama. Termasuk di dalamnya jenis yang sangat mega-diverse yaitu Acari dan laba-laba (Araneae) yang dari tahun ke tahun jumlah temuan jenis baru terus meningkat secara drastis. Saat ini, dikenal ada sekitar 2000 jenis fosil Chelicerata dan hampir lebih dari 3/4 jumlahnya adalah kelompok Arachnida.[1]

Chelicerata diduga mempunyai nenek moyang yang hidup di dalam air. Namun, jenis-jenis chelicerata dari laut maupun air tawar saat ini sangat jarang ditemukan dan hanya terbatas pada laba-laba laut dan mimi dan mintuno (horseshoe crabs) serta beberapa akuatik Acari dari kelompok Hydracari. Konon, kelompok yang pertama kali diyakini hidup di daratan adalah kalajengking.[2]

Fosil

sunting

Fosil-fosil yang ditemukan di beberapa lokasi sangat bermanfaat untuk mengetahui umur tertua dari satu kelompok takson dalam kelompok Chelicerata, atau secara luas semua makhluk hidup di bumi ini. Sebagai contoh, fosil kalajengking ditemukan sekitar 430 juta tahun lalu meskipun temuan ini bisa lebih tua dari yang diketahui saat ini. Dari hasil temuan fosil dalam satu lapisan tertentu, dapat diperoleh informasi umur dari keturunan kelompok tersebut atau umur kerabat dekatnya. Entah suatu takson mempunyai umur lebih muda atau setidaknya setua dengan kelompok takson yang diketahui fosilnya tersebut.[2]

Dengan studi filogeni yang berkembang saat ini, baik molekuler maupun pendekatan tradisional melalui morfologi, dapat dilakukan suatu pendekatan superimposed pada pohon filogeni yang dihasilkan. Dari hasil ini dapat diperkirakan umur suatu takson berdasarkan catatan fosil takson maupun takson yang belum diketahuin fosilnya. Hasil dari kombinasi pohon evolusi dan catatan fosil dapat digunakan sebagai metode kalibrasi molekular clock yang jamak digunakan pada pendekatan molekuler. Selain sebagai alat kalibrasi, dari kombinasi ini dapat digunakan untuk memperkirakan divergence time yang diperoleh dari penanda molekuler. Meskipun demikian, pertentangan antara hasil temuan fosil pada suatu lapisan stratigrafi dan hasil posisi suatu takson dalam pohon filogeni tidak dapat dihindarkan.[2]

Sebagai contoh, kalajengking merupakan salah satu takson yang paling tua yang pernah ditemukan tanpa keraguan. Dalam beberapa studi tentang evolusi Chelicerata, kalajengking merupakan takson dasar yang paling primitif dan moyang dari semua keturunan yang ada dalam kelompok chelicerata. Namun dalam kajian yang berbeda, kelompok kalajengking yang diyakini sebagai kelompok tertua yang pernah ditemukan justru menjadi kelompok yang lebih maju atau derived taxon. Pertentangan hasil seperti inilah yang masih banyak ditemukan sehingga menuntut lebih banyak mengeksplorasi data-data lain yang dapat menyelesaikan masalah tersebut.[2]

Kontroversi

sunting

Meskipun banyak fosil yang telah ditemukan dan secara meyakinkan merupakan salah satu kelompok dari Chelicerata, tetapi temuan fosil ini โ€“ tidak hanya di Chelicerata, tetapi juga kelompok lain โ€“ dalam kajian filogeni tetap menimbulkan kontroversi yang memerlukan lebih banyak penjelasan. Bagaimanapun, temuan fosil yang ditemukan dan selengkap apa pun itu, tetap tidak bisa menampakan karakter lengkap seperti yang ditemukan pada spesimen hidup yang ada sekarang, baik molekuler maupun morfologi. Pertentangan antara beberapa hasil kajian menjadi tantangan untuk mengungkap bagaimana sejarah geologi dapat berkontribusi pada pengetahuan evolusioner suatu takson.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ a b D. A. Pratiwi, Sri Maryati, Srikini, Suharno, Bambang S. (2007). BIOLOGI SMA Jilid 1 untuk Kelas X Berdasarkan Standar Isi 2006. Jakarta: Penerbit Erlangga. ISBN 979-781-726-1. ; ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  2. ^ a b c d e f Biotagua.org Sejarah geologi[pranala nonaktif permanen] Chelicerata. Diakses 19 Februari 2011
  3. ^ Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bibliografi

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Arachnida

Arachnida adalah kelas hewan invertebrata Arthropoda dalam subfilum Chelicerata. Istilah arachnid berasal dari bahasa Yunani ฮฌฯฮฌฯ‡ฮฝฮท atau arachne, berarti

Artropoda

adalah upafilum yang terdiri atas banyak spesies laut yang telah punah. Chelicerata meliputi hewan berkaki delapan atau Arachnida (contohnya laba-laba, tungau

Mandibulata

adalah salah satu dari dua klad utama artropoda hidup bersamaan dengan Chelicerata. Klad ini terdiri dari kelompok hidup Myriapoda (kaki seribu, kelabang

Persetubuhan

ISBN 0-8146-2947-4 Ruppert, E.E.; Fox, R.S. & Barnes, R.D. (2004). "Chelicerata: Araneae". Invertebrate Zoology (Edisi 7th). Brooks/Cole. hlm.ย 571โ€“584

Eurypterida

periode Ordovisium hingga Perem. Euripterida termasuk ke dalam kelas Chelicerata yang mempunyai alat mulut berupa chelicera yang terdiri dari dua segmen

Kepiting

berlapis baja tetapi bentuk tubuh yang sangat berbeda, adalah anggota Chelicerata, kelompok yang mencakup laba-laba dan kalajengking. Bentuk tubuh kepiting

Kalajengking

(kelompok yang memiliki paru-paru buku). Araknida ditempatkan di dalam Chelicerata, sebuah subfilum dari Arthropoda yang memuat laba-laba laut dan belangkas

Belangkas padi

mimi ranti adalah sebuah spesies belangkas, yaitu sejenis arthropoda chelicerata yang ditemukan di perairan asin dan payau di India, Bangladesh dan Asia