📑 Table of Contents
Patung Kisshoten atau Kichijoten (Dewi Laksmi menurut kepercayaan Shinto) di Joururi-ji, Jepang, sedang membawa Cintamani di tangan kirinya.
Patung khiimori atau lung ta, kuda angin menurut kepercayaan Asia Timur, digambarkan mengangkut Cintamani.

Cintamani[a] (Dewanagari: चिंतामणि; ,IASTCintāmaṇi, चिंतामणि), adalah jenis permata atau mestika yang dapat mengabulkan harapan dalam kepercayaan Hindu dan Buddhis Mahayana, yang dapat dipadankan dengan batu filsuf dalam alkimia di Dunia Barat.[1] Cintamani merupakan salah satu dari beberapa mestika yang disebutkan dalam pustaka Buddhis.

Kepercayaan

sunting

Dalam kepercayaan Hindu, Cintamani berkaitan dengan Dewa Wisnu dan Ganesa. Dalam tradisi Hindu, Cintamani sering digambarkan sebagai mestika mulia milik Wisnu yang juga disebut Kostuba, atau melekat di dahi Nagaraja dan disebut pula Nagamani. Kitab Yogawasistha, yang pertama kali ditulis sekitar abad ke-10 Masehi, mengandung suatu cerita tentang Cintamani.[2] Kitab Wisnupurana mengandung kisah tentang suatu Cintamani yang disebut Syamantaka, memberikan kemakmuran bagi pemiliknya, merukunkan klan-klan bangsa Yadawa.[3]

Dalam kepercayaan Buddhis, Cintamani dibawa oleh para Bodhisatwa (makhluk suci dengan welas asih, kebijaksanaan, serta kekuatan yang agung), contohnya Awalokiteswara dan Ksitigarbha. Mestika itu juga diangkut oleh kuda angin (khiimori atau lung ta) yang tergambarkan dalam lambang Mongolia dan bendera doa di Tibet. Dengan merapalkan dharani (puji-pujian) tentang Cintamani, ajaran Buddha mengingatkan bahwa orang yang mencapai kebijaksanaan Buddha, memahami kebenaran Sang Buddha, dan mengubah penderitaan menjadi pencerahan. Dipercaya pula dapat membuat seseorang melihat para pengikut Amitabha pada saat menjelang ajal. Dalam tradisi Buddhisme di Tibet, Cintamani kadangkala digambarkan sebagai mutiara cemerlang dan dibawa oleh beberapa Buddha yang berbeda-beda.[4]

Di Jepang, kepercayaan Shinto mengasimilasi dewi Hindu Laksmi menjadi Kisshōten, dan biasanya digambarkan sedang membawa Cintamani.

Catatan

sunting
  1. ^ Hanzi: 如意寶珠; Pinyin: Rúyì bǎozhū; Romaji: Nyoihōju; bahasa Tamil: சிந்தாமணி

Referensi

sunting
  1. ^ Guénon, René (2004) [1962]. Symbols of Sacred Science. Sophia Perennis, USA. ISBN 0-900588-78-0. p. 277
  2. ^ Venkatesananda, Swami (1984). The Concise Yoga Vāsiṣṭha. Albany: State University of New York Press. hlm. 346–353. ISBN 0-87395-955-8. OCLC 11044869.
  3. ^ The Past before us: Historical traditions of early North India, Romila Thapar, Harvard, 2013
  4. ^ R. A. Donkin, Beyond price: pearls and pearl-fishing : origins to the Age of Discoveries, American Philosophical Society, 1998. ISBN 978-0-87169-224-5. p. 170

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Studio Dragon

Studio Dragon, yang disebut sebagai "Drama Paragon", terinspirasi dari Cintamani, permata pemenuh harapan dalam tradisi Hindu dan Buddha. Logo ini merepresentasikan

Daftar kata serapan dari bahasa Sanskerta dalam bahasa Melayu dan bahasa Indonesia modern

(carita): kisah ceritera (caritra): kisah cerna cinta (cintā): kasih cintamani cita (citta): pikiran cipta: inovasi citra (citra): gambar cuci (śuci):

Mahāyāna

Sebuah relikui dari periode Kamakura yang dihiasi dengan cintamani (permata pengabul keinginan). Teks tentang benih Kebuddhaan sering kali menggunakan

Bhante Sujato

April 2020. Best, Anthony (2020-12-04). I Am an Anarchist. Thanissara; Cintamani; Jitindriya (25 Agustus 2010). "The Time Has Come". Lion's Roar. Diakses

Tradisi Hutan Ajahn Chah

Fsnewsletter.amaravati.org. 2012. Diakses tanggal 2016-02-18. Thanissara; Cintamani; Jitindriya (25 Agustus 2010). "The Time Has Come". Lion's Roar. Diakses

Lima Buddha Kebijaksanaan

kemelekatan musim panas Ratna/Ratnasambhava kuning/emas ← tanah → permata cintamani selatan → equanimous → perasaan → kedermawanan memperkaya, meninggikan

Uncharted 2: Among Thieves

teman-teman lama Elena Fisher dan Victor Sullivan untuk menemukan keberadaan Cintamani Stone dan Kota Shambhala. Pada saat perjalanan petualangan mereka, mereka

Prasasti Ligor

bangunan Trisamaya Chaiya yang demikian indahnya, seakan-akan dibuat dari cintamani yang terpilih di triloka Terjemah prasasti ligor B. {} = Tafsiran penulis