Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |

Pemangsaan kucing terhadap satwa liar merupakan bentuk dari naluri dan perilaku alami kucing rumah yang menjadi liar karena keberadaan mereka diharapkan untuk berburu mangsa kecil seperti tikus dan termasuk pula satwa liar. Menurut Arne Redsted Rasmussen, profesor asosiasi di Sekolah Konservasi Denmark, kucing dianggap sebagai spesies invasif di Australia karena peranannya dalam menghancurkan sebagian besar spesies burung kecil dan ular di sana.[1] Selain di Australia, kucing telah terbukti menyebabkan kerusakan ekologis yang signifikan di berbagai ekosistem.[2] Berdasarkan penelitian global tahun 2023, kucing diketahui memangsa sebanyak 2.084 spesies berbeda, dengan 347 di antaranya (sekitar 16,5%) tergolong spesies yang perlu mendapat perhatian konservasi. Dari total tersebut, burung, reptil, dan mamalia kecil mencakup sekitar 90% dari spesies yang menjadi korban. Spesies yang hidup di pulau tercatat tiga kali lebih rentan dibandingkan dengan spesies yang berasal dari daratan benua.[3]
Dampak pada ekosistem pulau
suntingBanyak pulau menjadi habitat bagi spesies hewan yang secara ekologis tidak memiliki mekanisme pertahanan alami terhadap pemangsa seperti kucing.[4] Kehadiran kucing peliharaan yang diperkenalkan ke pulau-pulau tersebut telah menimbulkan dampak negatif yang serius terhadap keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.[5] Pulau-pulau menampung sebagian besar keanekaragaman hayati darat, sehingga keberadaan kucing invasif di wilayah tersebut dapat berdampak besar terhadap ekosistem. Pemberantasan kucing dari pulau dinilai dapat melindungi banyak spesies terancam. Kucing liar telah dilaporkan memengaruhi sedikitnya 175 spesies vertebrata di 120 pulau, termasuk reptil, burung, dan mamalia yang tercatat oleh IUCN. Mereka diperkirakan menyebabkan sekitar 14% kepunahan global dan menjadi ancaman utama bagi hampir 8% spesies yang terancam punah.[6]
Pengelolaan populasi kucing liar
suntingBeragam metode pengendalian populasi diterapkan untuk menekan jumlah kucing liar di wilayah dengan populasi berlebih, guna meminimalkan dampak negatif yang mereka timbulkan terhadap satwa liar setempat.
TNR
suntingBeberapa metode yang umum diterapkan meliputi program "Trap-Neuter-Return, TNR" (bahasa Indonesia: Tangkap-Kebiri-Lepas), dan sterilisasi anak kucing untuk kemudian diadopsikan. Namun, penelitian ilmiah menunjukkan bahwa metode TNR belum terbukti efektif dalam mengendalikan populasi kucing liar.[7] Peningkatan popularitas program TNR, termasuk di wilayah dengan tingkat kepekaan ekologis tinggi, sebagian disebabkan oleh rendahnya kepedulian masyarakat terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh kucing liar, serta keengganan dari kalangan ilmiah dan pendukung TNR untuk terlibat secara aktif dalam isu tersebut.[8]
Pengayaan makanan dan perilaku kucing
suntingSebuah penelitian menunjukkan bahwa pemberian makanan tinggi kandungan daging pada kucing peliharaan serta keterlibatan mereka dalam aktivitas bermain dapat secara signifikan menurunkan tingkat perburuan terhadap satwa liar. Kucing yang mengonsumsi makanan kaya daging tercatat mengurangi perilaku berburu hingga 36%, sedangkan permainan harian menurunkan jumlah tangkapan mangsa sekitar 25%. Hasil ini mengindikasikan bahwa perbaikan pola makan dan penyediaan aktivitas alternatif untuk menyalurkan naluri berburu dapat membantu mengurangi dampak kucing terhadap satwa liar.[9]
Referensi
sunting- ^ Persson, Charlotte Price (2017-11-26). "Scientist: Australia's feral cats should be eradicated". www.sciencenordic.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-11-01.
- ^ Nogales, Manuel; Vidal, Eric; Medina, Fรฉlix M.; Bonnaud, Elsa; Tershy, Bernie R.; Campbell, Karl J.; Zavaleta, Erika S. (2013-10). "Feral Cats and Biodiversity Conservation: The Urgent Prioritization of Island Management" (PDF). BioScience (dalam bahasa Inggris). 63 (10): 804โ810. doi:10.1525/bio.2013.63.10.7. ISSNย 1525-3244.
- ^ Lepczyk, Christopher A.; Fantle-Lepczyk, Jean E.; Dunham, Kylee D.; Bonnaud, Elsa; Lindner, Jocelyn; Doherty, Tim S.; Woinarski, John C. Z. (2023-12-12). "A global synthesis and assessment of free-ranging domestic cat diet". Nature Communications. 14 (1): 7809. doi:10.1038/s41467-023-42766-6. ISSNย 2041-1723. PMCย 10716121. PMIDย 38086838.
- ^ Gavriilidi, Ioanna; De Meester, Gilles; Van Damme, Raoul; Baeckens, Simon (2022-04-20). "How to behave when marooned: the behavioural component of the island syndrome remains underexplored". Biology Letters. 18 (4): 20220030. doi:10.1098/rsbl.2022.0030. PMCย 9039784. PMIDย 35440235.
- ^ Hervรญas, S.; Oppel, S.; Medina, F. M.; Pipa, T.; Dรญez, A.; Ramos, J. A.; Ruiz de Ybรกรฑez, R.; Nogales, M. (2014). "Assessing the impact of introduced cats on island biodiversity by combining dietary and movement analysis". Journal of Zoology (dalam bahasa Inggris). 292 (1): 39โ47. doi:10.1111/jzo.12082. ISSNย 1469-7998.
- ^ Medina, Fรฉlix M.; Bonnaud, Elsa; Vidal, Eric; Tershy, Bernie R.; Zavaleta, Erika S.; Josh Donlan, C.; Keitt, Bradford S.; Corre, Matthieu; Horwath, Sarah V. (2011-11). "A global review of the impacts of invasive cats on island endangered vertebrates". Global Change Biology (dalam bahasa Inggris). 17 (11): 3503โ3510. doi:10.1111/j.1365-2486.2011.02464.x.
- ^ Coe, Seraiah T.; Elmore, Jared A.; Elizondo, Elisa C.; Loss, Scott R. (2021-02-11). "Free-ranging domestic cat abundance and sterilization percentage following five years of a trapโneuterโreturn program". Wildlife Biology. 2021 (1). doi:10.2981/wlb.00799. ISSNย 0909-6396.
- ^ Debrot, Adolphe O.; Ruijter, Martin N. M.; Endarwin, Wempy; van Hooft, Pim; Wulf, Kai; Delnevo, Adrian J. (2022). "A renewed call for conservation leadership 10 years further in the feral cat Trap-Neuter-Return debate and new opportunities for constructive dialogue". Conservation Science and Practice (dalam bahasa Inggris). 4 (4): e12641. doi:10.1111/csp2.12641. ISSNย 2578-4854.
- ^ Cecchetti, Martina; Crowley, Sarah L.; Goodwin, Cecily E. D.; McDonald, Robbie A. (2021-03-08). "Provision of High Meat Content Food and Object Play Reduce Predation of Wild Animals by Domestic Cats Felis catus". Current Biology. 31 (5): 1107โ1111.e5. doi:10.1016/j.cub.2020.12.044. ISSNย 0960-9822.