Surat-surat Paulus (bahasa Inggris: Pauline epistles, Epistles of Paul, atau Letters of Paul) adalah kumpulan sejumlah surat-surat tulisan Paulus yang kemudian menjadi kitab-kitab dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Ada tiga belas surat yang dimulai dengan nama "Paulus" (ฮ ฮฑแฟฆฮปฮฟฯ‚) pada kata pertamanya, dan dengan demikian memberikan identitas Paulus sebagai penulisnya. Di antara surat-surat ini terkandung ajaran-ajaran paling awal dalam Kekristenan, termasuk perdebatan prinsip dalam gereja mula-mula, munculnya aliran-aliran yang tidak sejalan dan, sebagai bagian dari Kanon Alkitab, semua surat ini terus menerus menjadi landasan teologi Kristiani dan etika Kristen. Surat Ibrani tidak memuat nama "Paulus" sama sekali, meskipun pada zaman kuno dianggap juga merupakan tulisan Paulus, pada zaman sekarang masih diragukan apakah benar-benar tulisannya.

Surat-surat Paulus biasanya ditempatkan di antara Kisah Para Rasul dan Surat-surat umum. Pada sejumlah naskah kuno, misalnya minuscule 175, 325, 336, dan 1424, surat-surat Paulus ditempatkan di akhir Perjanjian Baru.

Keaslian

sunting
Kemungkinan tanggal
surat-surat Paulus
โ–  Surat-surat Penahanan
โ–  Surat-surat Pastoral
36(31โ€“36 M: pertobatan Paulus)
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48Surat Paulus kepada Jemaat di Galatia
49
50Surat Paulus yang Pertama kepada Jemaat di Tesalonika
51Surat Paulus yang Kedua kepada Jemaat di Tesalonika
52
53
54Surat Paulus yang Pertama kepada Jemaat di Korintus
55Surat Paulus yang Kedua kepada Jemaat di Korintus
56
57Surat Paulus kepada Jemaat di Roma
58
59
60
61
62Surat Paulus kepada Jemaat di Filipi
Surat Paulus kepada Filemon
Surat Paulus kepada Jemaat di Kolose
Surat Paulus kepada Jemaat di Efesus
63
64Surat Paulus yang Pertama kepada Timotius
65Surat Paulus yang Kedua kepada Timotius
66Surat Paulus kepada Titus
67(64โ€“67 M: kematian Paulus)
Awal naskah Yunani karya Ulrich Zwingli mengenai surat-surat Paulus, yang ditulis pada tahun 1517, disimpan di Zentralbibliothek Zรผrich

Dalam semua surat ini, kecuali Surat Ibrani, penulisnya memang mengklaim Paulus. Surat-surat yang diperdebatkan tersebut mungkin ditulis dengan menggunakan nama Paulus, sebagaimana lazimnya dikaitkan pada masa itu.[1]

Lokasi tempat surat-surat Paulus dikirim

Tujuh surat (dengan tanggal konsensus)[2] dianggap asli oleh sebagian besar sarjana:

Tiga surat yang menjadi bahan perdebatan di antara para sarjana: Jika surat-surat ini tidak autentik, maka tanggal konsensus kemungkinan besar tidak tepat.

Surat-surat yang dianggap Pseudopigrafa oleh banyak sarjana (tanggal penulisan tradisional diberikan): Isi surat-surat ini sangat menunjukkan bahwa surat-surat tersebut ditulis satu dekade atau lebih setelah tanggal tradisional.

Terakhir, Surat Ibrani, meskipun anonim dan tidak benar-benar berbentuk surat, telah lama dimasukkan dalam kumpulan surat Paulus. Meskipun beberapa gereja menganggap Kitab Ibrani ditulis oleh Paulus,[3] baik sebagian besar agama Kristen maupun ilmu pengetahuan modern tidak menganggapnya demikian.[4]

Urutan

sunting

Menurut urutannya dalam Perjanjian Baru, surat-surat Paulus meliputi:

Nama Penerima Bahasa Yunani Bahasa Latin Singkatan
Roma Jemaat Roma ฮ ฯแฝธฯ‚ แฟฌฯ‰ฮผฮฑฮฏฮฟฯ…ฯ‚ Epistola ad Romanos Rm
1 Korintus Jemaat Korintus ฮ ฯแฝธฯ‚ ฮšฮฟฯฮนฮฝฮธฮฏฮฟฯ…ฯ‚ ฮ‘สน Epistola I ad Corinthios 1Kor
2 Korintus Jemaat Korintus ฮ ฯแฝธฯ‚ ฮšฮฟฯฮนฮฝฮธฮฏฮฟฯ…ฯ‚ ฮ’สน Epistola II ad Corinthios 2Kor
Galatia Jemaat Galatia ฮ ฯแฝธฯ‚ ฮ“ฮฑฮปฮฌฯ„ฮฑฯ‚ Epistola ad Galatas Gal
Efesus Jemaat Efesus ฮ ฯแฝธฯ‚ แผ˜ฯ†ฮตฯƒฮฏฮฟฯ…ฯ‚ Epistola ad Ephesios Ef
Filipi Jemaat Filipi ฮ ฯแฝธฯ‚ ฮฆฮนฮปฮนฯ€ฯ€ฮทฯƒฮฏฮฟฯ…ฯ‚ Epistola ad Philippenses Flp
Kolose Jemaat Kolose ฮ ฯแฝธฯ‚ ฮšฮฟฮปฮฟฯƒฯƒฮฑฮตแฟ–ฯ‚ Epistola ad Colossenses Kol
1 Tesalonika Jemaat Tesalonika ฮ ฯแฝธฯ‚ ฮ˜ฮตฯƒฯƒฮฑฮปฮฟฮฝฮนฮบฮตแฟ–ฯ‚ ฮ‘สน Epistola I ad Thessalonicenses 1Tes
2 Tesalonika Jemaat Tesalonika ฮ ฯแฝธฯ‚ ฮ˜ฮตฯƒฯƒฮฑฮปฮฟฮฝฮนฮบฮตแฟ–ฯ‚ ฮ’สน Epistola II ad Thessalonicenses 2Tes
1 Timotius Timotius ฮ ฯแฝธฯ‚ ฮคฮนฮผฯŒฮธฮตฮฟฮฝ ฮ‘สน Epistola I ad Timotheum 1Tim
2 Timotius Timotius ฮ ฯแฝธฯ‚ ฮคฮนฮผฯŒฮธฮตฮฟฮฝ ฮ’สน Epistola II ad Timotheum 2Tim
Titus Titus ฮ ฯแฝธฯ‚ ฮคฮฏฯ„ฮฟฮฝ Epistola ad Titum Tit
Filemon Filemon ฮ ฯแฝธฯ‚ ฮฆฮนฮปฮฎฮผฮฟฮฝฮฑ Epistola ad Philemonem Flm
Ibrani Kristen Ibrani ฮ ฯแฝธฯ‚ ฮˆฮฒฯฮฑฮฏฮฟฯ…ฯ‚ Epistola ad Hebraeus Ibr

Urutan ini sangat konsisten dalam tradisi manuskrip, dengan sedikit sekali penyimpangan. Prinsip pengorganisasian yang jelas adalah menurunkan panjang teks Yunaninya, tetapi menyimpan empat surat Pastoral yang ditujukan kepada individu-individu di bagian akhir yang terpisah. Satu-satunya anomali adalah bahwa Galatia mendahului Efesus yang sedikit lebih panjang.[5]

Urutan kronologis surat-surat Paulus[6]
Tanggal Nama Surat Lokasi penulisan
ca 48 Galatia Antiokhia (tidak pasti)
ca 49โ€“51 1 Tesalonika Korintus
ca 49โ€“51 2 Tesalonika Korintus
ca 53โ€“55 1 Korintus Efesus
ca 55โ€“56 2 Korintus Makedonia
ca 57 Roma Korintus
ca 62 Efesus Roma
ca 62 Filipi Roma
ca 62 Kolose Roma
ca 62 Filemon Roma
ca 62โ€“64 1 Timotius Makedonia
ca 62โ€“64 Titus Nicopolis
ca 64โ€“67 2 Timotius Roma

Hampir semua surat-surat tersebut memuat nama Paulus sebagai penulisnya.[7] Sejumlah klasifikasi dan tradisi memasukkan Surat Ibrani, yang tidak memuat nama penulis (anonim), sebagai surat-surat Paulus, bukan surat-surat umum, tetapi siapa penulis Surat Ibrani masih diperdebatkan sejak zaman dahulu sampai sekarang, dan banyak yang meragukan bahwa penulisnya adalah Paulus.[8]

Pada versi-versi Alkitab modern, Surat Ibrani ditempatkan di akhir kelompok surat-surat Paulus sebelum surat-surat umum. Praktik tersebut dipopulerkan melalui Alkitab Vulgata abad ke-4 oleh Hieronimus, yang menyadari keraguan-keraguan lama atas kepengarangan Surat Ibrani, dan kemudian diikuti dalam banyak naskah Teks Bizantin Abad Pertengahan tanpa adanya pengecualian yang berarti.[5] Pada naskah-naskah kuno, letak Surat Ibrani sering berubah-ubah di antara surat-surat Paulus:

  • antara Surat Roma dan 1 Korintus (diurutkan berdasarkan panjangnya tanpa membagi surat-surat Korintus): Papirus 46 and minuskul 103, 455, 1961, 1964, 1977, 1994.
  • antara Surat 2 Korintus dan Galatia: minuskul 1930, 1978, dan 2248
  • antara Surat Galatia dan Efesus: tersirat oleh penomoran dalam B. Namun, dalam B, akhir Surat Galatia dan awal Surat Efesus terletak pada halaman yang sama (halaman 1493); demikian pula akhir Surat 2 Tesalonika dan awal Surat Ibrani terletak pada halaman yang sama (halaman 1512).[9]
  • di antara Surat 2 Tesalonika dan 1 Timotius (sebelum surat-surat pastoral): ื, A, B, C, H, I, P, 0150, 0151, dan sekitar 60 minuskul (mis. 218, 632)
  • setelah Surat Filemon: D, 048, E, K, L dan sebagian besar minuskul.
  • dihapus: F dan G

Naskah-naskah kuno yang memuat Surat-surat Paulus

sunting

Tidak semua naskah kuno Perjanjian Baru yang terlestarikan sekarang ini memuat surat-surat Paulus, karena naskah-naskah itu sendiri tidak diketemukan lengkap. Sebenarnya hanya sekitar delapan persen dari seluruh naskah Perjanjian Baru yang memuatnya. Dalam kebanyakan kasus, surat-surat Paulus digabungkan dengan Kisah Para Rasul dan Surat-surat umum. Dan sering kali ditulis dalam salinan terpisah tanpa bagian lain dari Perjanjian Baru. Berikut adalah tabel dari informasi yang ada sampai sekarang.[10]

Jumlah dan muatan surat-surat Paulus dalam naskah-naskah kuno bahasa Yunani
ap 271 34.79%
p 213 27.34%
eap 149 19.13%
apr 76 9.76%
eapr 59 7.57%
pr 6 0.77%
ep 5 0.64%
TOTAL 779

Catatan:

  • e = Injil (evangelium)
  • a = Kisah Para Rasul (acts) + Surat-surat umum (apostolik)
  • p = Surat-surat Paulus
  • r = Wahyu (Revelation)

Sumber: Kurt Aland, Barbara Aland. The Text of the New Testament, ed. ke-2 (Grand Rapids: Eerdmans, 1989) halaman 91.

Klasifikasi agamawi

sunting

Surat-surat Paulus mempunyai ciri khas hubungan pribadi antara penulis dan penerima surat. Paulus menyapa banyak orang dengan nama dan sering dibubuhi informasi nilai persahabatan antara mereka serta rasa syukur atas budi baik yang mereka berikan kepadanya.

Surat-surat Paulus yang "hilang"

sunting

Dalam surat-surat Paulus, ada sejumlah rujukan kepada surat-surat yang tidak ada lagi sekarang.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Joseph Barber Lightfoot in his Commentary on the Epistle to the Galatians writes: "At this point [[[|]]ย Gal:6:11] the apostle takes the pen from his amanuensis, and the concluding paragraph is written with his own hand. From the time when letters began to be forged in his name (2ย Thess:2:2; [https://alkitab.sabda.org/?2%20Thess%3A3%3A17&version=tb Thess
    3:17]) it seems to have been his practice to close with a few words in his own handwriting, as a precaution against such forgeries... In the present case he writes a whole paragraph, summing up the main lessons of the epistle in terse, eager, disjointed sentences. He writes it, too, in large, bold characters (Gr. pelikois grammasin), that his handwriting may reflect the energy and determination of his soul."
  2. ^ Wall, Robert (2002). New Interpreter's Bible. Vol.ย X. Abingdon Press. hlm.ย 373. ISBNย 1426739125.
  3. ^ Arhipov, Sergei, ed. (1996). The Apostol. New Canaan, PA: St. Tikhon's Seminary Press. hlm.ย 408. ISBNย 1-878997-49-1.
  4. ^ Ellingworth, Paul (1993). The New International Greek Testament Commentary: The Epistle to the Hebrews. Grand Rapids, MI: Wm. B. Eardmans Publishing Co. hlm.ย 3.
  5. ^ a b Trobisch 1994, hlm.ย 1โ€“27.
  6. ^ ESV Study Bible. Wheaton, IL: Crossway. 2008. hlm.ย 1806โ€“1807. ISBNย 978-1-4335-0241-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 21, 2023.
  7. ^ Joseph Barber Lightfoot dalam karyanya Commentary on the Epistle to the Galatians menulis: "Pada titik ini [Galatia 6:11] sang rasul mengambil alih pena dari juru tulisnya, dan menulis paragraf penutup dengan tangannya sendiri. Sejak waktu itu, ketika mulai muncul surat-surat yang dipalsukan menggunakan namanya (2 Tesalonika 2:2; 2 Tesalonika 3:17), tampaknya merupakan kebiasaannya untuk menutup surat-surat dengan beberapa kata tulisan tangannya sendiri, sebagai penangkalan upaya pemalsuan semacam itu ... Dalam hal ini ia menulis seluruh alinea, memuat ringkasan ajaran-ajaran penting surat itu dengan kalimat-kalimat yang tegas, bersemangat, dan terputus-putus. Ia juga menulisnya dengan huruf-huruf berukuran besar dan tebal (bahasa Yunani pelikois grammasin), sehingga tulisan tangannya mencerminkan energi dan kebulatan tekad jiwanya."
  8. ^ "Meskipun [Surat] Ibrani hampir pasti tidak ditulis oleh Paulus, [kitab itu] merupakan bagian kumpulan Surat-surat Paulus 'sejak permulaan pembuatan naskah-naskah kuno yang ada sampai sekarang'." (Wallace, Daniel B. Hebrews: Introduction, Argument, and Outline).
  9. ^ Digital Vatican Library (DigiVatLib), Manuscript โ€“ Vat.gr.1209
  10. ^ ""The Oldest Extant Editions of the Letters of Paul" oleh David Trobisch". Diarsipkan dari asli tanggal 2005-02-16. Diakses tanggal 2013-11-01.
  11. ^ Disebut sebagai A Prior Epistle of Paul to the Corinthians[1] Diarsipkan 2012-12-25 di Wayback Machine. atau Paulโ€™s previous Corinthian letter.[2], kemungkinan juga "Surat Ketiga kepada jemaat di Korintus".
  12. ^ Apologetics Press - Are There Lost Books of the Bible?

Sumber pustaka

sunting
  • Aland, Kurt. โ€œThe Problem of Anonymity and Pseudonymity in Christian Literature of the First Two Centuries.โ€ Journal of Theological Studies 12 (1961): 39-49.
  • Bahr, Gordon J. โ€œPaul and Letter Writing in the First Century.โ€ Catholic Biblical Quarterly 28 (1966): 465-77. idem, โ€œThe Subscriptions in the Pauline Letters.โ€ Journal of Biblical Literature 2 (1968): 27-41.
  • Bauckham, Richard J. โ€œPseudo-Apostolic Letters.โ€ Journal of Biblical Literature 107 (1988): 469-94.
  • Carson, D.A. โ€œPseudonymity and Pseudepigraphy.โ€ Dictionary of New Testament Background. Eds. Craig A. Evans and Stanley E. Porter. Downers Grove: InterVarsity, 2000. 857-64.
  • Cousar, Charles B. The Letters of Paul. Interpreting Biblical Texts. Nashville: Abingdon, 1996.
  • Deissmann, G. Adolf. Bible Studies. Trans. Alexander Grieve. 1901. Peabody: Hendrickson, 1988.
  • Doty, William G. Letters in Primitive Christianity. Guides to Biblical Scholarship. New Testament. Ed. Dan O. Via, Jr. Philadelphia: Fortress, 1988.
  • Gamble, Harry Y. โ€œAmanuensis.โ€ Anchor Bible Dictionary. Vol. 1. Ed. David Noel Freedman. New York: Doubleday, 1992.
  • Haines-Eitzen, Kim. โ€œโ€˜Girls Trained in Beautiful Writingโ€™: Female Scribes in Roman Antiquity and Early Christianity.โ€ Journal of Early Christian Studies 6.4 (1998): 629-46.
  • Kim, Yung Suk. A Theological Introduction to Paul's Letters. Eugene, Oregon: Cascade Books, 2011.
  • Longenecker, Richard N. โ€œAncient Amanuenses and the Pauline Epistles.โ€ New Dimensions in New Testament Study. Eds. Richard N. Longenecker and Merrill C. Tenney. Grand Rapids: Zondervan, 1974. 281-97. idem, โ€œOn the Form, Function, and Authority of the New Testament Letters.โ€ Scripture and Truth. Eds. D.A. Carson and John D. Woodbridge. Grand Rapids: Zondervan, 1983. 101-14.
  • Murphy-Oโ€™Connor, Jerome. Paul the Letter-Writer: His World, His Options, His Skills. Collegeville, MN: Liturgical, 1995.
  • Richards, E. Randolph. The Secretary in the Letters of Paul. Tรผbingen: Mohr, 1991. idem, โ€œThe Codex and the Early Collection of Paulโ€™s Letters.โ€ Bulletin for Bulletin Research 8 (1998): 151-66. idem, Paul and First-Century Letter Writing: Secretaries, Composition, and Collection. Downers Grove: InterVarsity, 2004.
  • Robson, E. Iliff. โ€œComposition and Dictation in New Testament Books.โ€ Journal of Theological Studies 18 (1917): 288-301.
  • Stowers, Stanley K. Letter Writing in Greco-Roman Antiquity. Library of Early Christianity. Vol. 8. Ed. Wayne A. Meeks. Philadelphia: Westminster, 1989.
  • Wall, Robert W. โ€œIntroduction to Epistolary Literature.โ€ New Interpreterโ€™s Bible. Vol. 10. Ed. Leander E. Keck. Nashville: Abingdon, 2002. 369-91.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Piala Dunia Antarklub FIFA

dari asli tanggal 7 November 2007. Diakses tanggal 6 Maret 2013. "The Corinthian Invasion of Japan". FIFA. 12 Desember 2012. Diarsipkan dari asli tanggal

Langgam Korintus

Diakses tanggal 24 Maret 2019. Mark Wilson Jones, "Designing the Roman Corinthian order", Journal of Roman Archaeology 2:35-69 (1989). Jones 1989. Peter D'Epiro;

Langgam Doris

16. Jenkins, 16โ€“17. Robin F. Rhodes, "Early Corinthian Architecture and the Origins of the Doric Order" in the American Journal of Archaeology 91, no

Ricardo Montalbรกn

dalam iklan dan promosi otomotif mereka, terutama yang memuji "kulit Corinthian yang mewah" yang digunakan di interior Cordoba. Montalbรกn berperan sebagai

Bandar Udara Internasional Ninoy Aquino

International Airport was finally approved through the promulgation of Executive Order No. 381, which authorized the airport's development. In 1973, a feasibility

Kamala Harris

Pada 2015, Harris berhasil memperoleh $ 1,2 miliar dari perguruan tinggi Corinthian Colleges karena iklan palsu dan pemasaran yang menargetkan siswa berpenghasilan

Helios

Publishers, Inc. Madigan, Brian Christopher, Monumenta Graeca et Romana: Corinthian and Attic vases in the Detroit Institute of Arts, Boston, Brill Publications

Vitruvius

bangunan, orang-orang Yunani menemukan arsitektur pesanan: Doric, Ionic dan Corinthian. Ini memberi mereka rasa proporsi, yang berpuncak dalam memahami proporsi