Dwaparayuga adalah zaman ketiga dalam siklus Yuga. Zaman ini merupakan lanjutan dari zaman Tretayuga, zaman ketika moral manusia sempurna. Zaman Dwaparayuga merupakan zaman sebelum Kaliyuga. Zaman ini berlangsung selama 864.000 tahun. Pada zaman ini umur rata-rata umat manusia adalah 1000 tahun. Merujuk pada apa yang tertulis di dalam Purana, zaman Dwaparayuga berakhir di kala Kresna kembali ke kediaman abadinya di Waikuntha.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Sangkuni

permainan dadu. Menurut Mahabharata, Sangkuni merupakan personifikasi dari Dwaparayuga, yaitu masa kekacauan di muka Bumi, pendahulu zaman kegelapan atau Kaliyuga

Alengka

takhta kerajaan selalu dipegang oleh keturunannya, sampai pada zaman Dwaparayuga, yang tercatat dalam Mahabharata. Dalam kisah Mahabharata, Sadewa mengunjungi

Arjuna

kepada Baruna, sebab tugas Nara sebagai Arjuna sudah berakhir pada zaman Dwaparayuga tersebut. Dengan berat hati, Arjuna melemparkan senjata saktinya ke lautan

Byasa

Manwantara, yang memiliki empat zaman, disebut Caturyuga (empat Yuga). Dwaparayuga adalah Yuga yang ketiga. Kitab Purana (Buku 3, Chanto 3) berkata: Dalam

Kresna

Menurut sumber-sumber dari Purana, kepergian Kresna menandai akhir zaman Dwaparayuga dan dimulainya Kaliyuga, yang dihitung jatuh pada tanggal 17/18 Februari

Yuga

terbagi menjadi empat zaman, yaitu Satyayuga atau Kerta Yuga, Tretayuga, Dwaparayuga, dan Kaliyuga. Menurut ajaran Hindu, keempat zaman tersebut membentuk

Kaliyuga

jenjang zaman yang merupakan siklus dari Yuga. Jenjang yang lain bernama Dwaparayuga, Tretayuga, dan Satyayuga. Menurut Surya Siddhanta (kitab ilmu astronomis

Parasurama

berakhir tapi sebagai seorang Ciranjiwi, ia hidup abadi. Pada zaman Dwaparayuga Wisnu terlahir kembali sebagai Kresna putra Basudewa. Pada zaman tersebut