Eter minyak bumi[1][2][3]
Nama
Nama lain
Benzina; Ligroin ringan; Minyak bumi ringan; "peter"; Eter petroleum; Petroleum eter
Penanda
ChemSpider
  • none
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
Sifat
Massa molar 82,2 g/mol
Penampilan Cairan yang mudah menguap, bening, tidak berwarna dan tidak berfluoresensi
Densitas 0,653 g/mL
Titik lebur < −73 °C (−99 °F; 200 K)
Titik didih 42–62 °C (108–144 °F; 315–335 K)
tidak larut
Kelarutan dalam Etanol larut
Tekanan uap 31 kPa (20 °C)
Indeks bias (nD) 1,370
Viskositas 0,46 mPa·s
Bahaya
Piktogram GHS GHS02: Mudah terbakar GHS07: Tanda Seru GHS08: Bahaya Kesehatan GHS09: Bahaya Lingkungan
Keterangan bahaya GHS {{{value}}}
H225, H304, H315, H336, H411
P210, P243, P273, P301+P310, P301+P330+P331, P303+P361+P353, P403+P235
Titik nyala < 0 °C (32 °F; 273 K)
24.611 °C (44.332 °F; 24.884 K)
Ambang ledakan 1,4–5,9 %
300 ppm (1370 mg/m3) 8 jam TWA (TWA)
Dosis atau konsentrasi letal (LD, LC):
3400 ppm (pada tikus, 4 jam)
Batas imbas kesehatan AS (NIOSH):
PEL (yang diperbolehkan)
100 ppm (400 mg/m3) 8 jam TWA
REL (yang direkomendasikan)
100 ppm (400 mg/m3) 10 jam TWA
IDLH (langsung berbahaya)
1000 ppm
Senyawa terkait
Senyawa terkait
Ligroin, benzina minyak bumi, spiritus minyak bumi, pelarut Stoddard, nafta, spiritus putih
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
Referensi

Eter minyak bumi (disebut juga dengan eter petroleum atau petroleum eter) adalah fraksi minyak bumi yang terdiri dari hidrokarbon alifatik dan mendidih dalam kisaran 35–60 °C, dan umumnya digunakan sebagai pelarut laboratorium.[4] Meskipun namanya "eter minyak bumi", tetapi sebenarnya bukanlah eter.

Properti

sunting
Botol liter

Petroleum eter sebagian besar terdiri dari hidrokarbon alifatik dan biasanya rendah aromatik. Eter ini umumnya dihidrodesulfurisasi dan dapat dihidrogenasi untuk mengurangi jumlah hidrokarbon aromatik dan hidrokarbon tak jenuh lainnya.[5]

Standar

sunting

DIN 51630 memiliki titik didih awal di atas 25 °C, dan titik didih akhirnya hingga 80 °C.[5]

Keamanan

sunting

Kebakaran harus dipadamkan dengan busa, karbon dioksida, bahan kimia kering, atau karbon tetraklorida.[2]

Campuran nafta yang disuling pada titik didih yang lebih rendah memiliki keteruapan yang lebih tinggi, dan secara umum tingkat toksisitas yang lebih tinggi daripada fraksi titik didih yang lebih tinggi.[6]

Paparan berlebih akibat inhalasi terutama menyebabkan efek pada sistem saraf pusat (SSP) berupa sakit kepala, pusing, mual, kelelahan, dan gangguan koordinasi. Secara umum, toksisitas lebih terasa pada eter petroleum yang mengandung konsentrasi senyawa aromatik yang lebih tinggi. n-Heksana menyebabkan kerusakan akson pada saraf tepi.[3]

Kontak dengan kulit dapat menyebabkan dermatitis kontak alergi.[3]

Sulingan yang berasal dari petroleum belum terbukti bersifat karsinogenik pada manusia.[6] Eter petroleum terdegradasi dengan cepat di tanah dan air.[3]

Referensi

sunting
  1. ^ Dieter Stoye (2007), "Solvents", Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry (Edisi 7th), Wiley, hlm. 41
  2. ^ a b N. Irving Sax, ed. (1957), "Petroleum Spirits", Dangerous Properties of Industrial Materials, Reinhold, hlm. 996–997
  3. ^ a b c d Patricia J Beattie (2005), "Petroleum Ether", Encyclopedia of Toxicology, vol. 3 (Edisi 2nd), Elsevier, hlm. 375–376
  4. ^ David R. Lide, ed. (2010), CRC Handbook of Chemistry and Physics (Edisi 90th), CRC Press, hlm. 2–60
  5. ^ a b Alan Phenix (2007), "Generic Hydrocarbon Solvents: a Guide to Nomenclature" (PDF), WAAC Newsletter, 29 (2)
  6. ^ a b Stephen R Clough (2005), "Petroleum Distillates", Encyclopedia of Toxicology, vol. 3 (Edisi 2nd), Elsevier, hlm. 372–375

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Minyak

non-polar, misalnya dietil eter (C2H5OC2H5), Kloroform (CHCl3), benzena dan hidrokarbon lainnya yang polaritasnya sama. Minyak merupakan senyawaan trigliserida

Produk bahan bakar minyak Pertamina

Keputusan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Np.3674/K24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006 tentang Spesifikasi Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin 88. Premium

Bensin

MJ. Bensin dibuat dari minyak mentah, cairan berwarna hitam yang dipompa dari dalam perut bumi biasa disebut dengan minyak bumi. Cairan ini mengandung

Petrolatum

Jeli minyak bumi (Bahasa Inggris: petroleum jelly), petrolatum, petrolatum putih, parafin lunak, atau multi-hidrokarbon, dengan nomor CAS 8009-03-8, adalah

Ligroin

Ligroin adalah fraksi minyak bumi yang sebagian besar terdiri dari hidrokarbon C7 dan C8 dan mendidih pada kisaran 90‒140 °C (194–284 °F). Fraksi ini

Bilangan setana

diproduksi sebagai bahan bakar hayati. Kebanyakan eter sederhana, termasuk yang cair, seperti dietil eter dapat digunakan sebagai bahan bakar solar, meskipun

Lampu minyak tanah

dihubungkan ke lampu minyak tanah ialah kapsul yang memiliki eter yang dapat mengembang dan mengempis. Termoregulator dihubungkan dengan lampu minyak tanah menggunakan

Kemangi

yang termasuk kedalam kelompok eter. Senyawa metil klavikal juga memiliki efek anestetik. Seperti halnya contoh kelompok eter yang lain, diperkirakan metil