Kejadian kontaminasi pada obat sirop telah terjadi beberapa kali di berbagai negara. Umumnya kontaminasi disebabkan adanya dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol. Dietilena glikol dan etilena glikol sudah dilarang digunakan dalam produk obat-obatan sejak tahun 1938 oleh Food and Drugs Administration (FDA).[1] Dua zat pencemar tersebut kemungkinan berasal dari gliserin, sorbitol, propilen glikol, atau polietilen glikol yang merupakan bahan tambahan yang diperbolehkan dan tidak berbahaya. Gliserin, sorbitol, propilen glikol, atau polietilen glikol digunakan sebagai pelarut untuk membantu zat aktif dapat terlarut. DEG dan etilena glikol bersifat nefrotoksik[2] (memiliki efek toksik pada ginjal) dan dapat menyebabkan sindrom disfungsi multiorgan terutama pada anak-anak.

Dampak terhadap kesehatan

sunting

Dietilen glikol adalah senyawa organik berbentuk cairan bening, tidak berbau, dan memiliki rasa manis serta sering ditemukan sebagai bahan pelarut dalam minyak rem, pelumas, atau produk perawatan diri.[3]

Menurut pakar farmasi Universitas Gadjah Mada, Zullies Ikawati, adanya kandungan dietilen glikol dan etilen glikol pada obat sirop yang menyebabkan gagal ginjal akut pada anak. Zat tambahan seperti gliserin, sorbitol, propilena glikol, atau polietilena glikol diperlukan sebagai pelarut tambahan karena beberapa obat tidak bisa larut dalam dalam air.[4] Namun, pelarut tambahan tersebut ada kemungkinan terdapat kontaminan berupa oleh dietilena glikol atau etilena glikol.[5] Kadar kontaminan dietilena glikol dan etiliena glikol tidak boleh melebihi 0,1% pada propilena glikol dan gliserin serta tidak boleh melebihi 0,25% pada polietilen glikol.[6] Dietilena glikol atau etilena glikol dapat membahayakan jika melebihi ambang batas harian yang aman, yakni sebesar 0,5 mg/berat badan/hari.[5] Jika kandungan dietilena glikol dan etilena glikol dalam sirop obat melebihi batas, maka dapat menyebabkan sakit perut, muntah, diare, sulit buang air kecil, sakit kepala, perubahan kondisi mental, dan gagal ginjal akut yang dapat menyebabkan kematian.[4]

Menurut Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran, Muchtaridi, dietilen glikol ataupun etilena glikol dapat dengan mudah mengalami oksidasi oleh enzim pencernaan menjadi glikol aldehid dan kemudian dioksidasi lagi menjadi asam glikolat dan berubah bentuk lagi menjadi asam oksalat yang kemudian membentuk batu ginjal. Hal tersebut kemudian menyebabkan gagal ginjal akut. Etilena glikol atau dietilena glikol dapat disalahgunakan sebagai pengganti propilena glikol atau polietilena glikol.[7]

Kejadian kontaminasi

sunting

Indonesia

sunting

Rincian kejadian

sunting

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 17 Oktober merilis bahwa obat yang menyebabkan kejadian gagal ginjal akut di Gambia tidak terdaftar di Indonesia. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan, seluruh obat sirop anak dan dewasa pada saat registrasi tidak diperbolehkan menggunakan dietilena glikol (DEG) dan etilena glikol (EG). Lembaga ini juga menelusuri apakah ada kemungkinan perusahaan farmasi yang memproduksi obat sirop batuk dan pilek menggunakan dietilena glikol (DEG) dan etilena glikol sebagai zat pelarut tambahan.[8]

Kasus gagal ginjal akut anak juga terjadi di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan bahwa per 21 Oktober 2022, gangguan ginjal akut (acute kidney injury atau AKI) mencapai 241 orang dengan jumlah yang meninggal mencapai 133 orang.[9] Namun pada 24 Oktober 2022, korban meninggal dunia bertambah menjadi 141 anak dengan total kejadian 245 kasus.[10]

Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Lies Dina Liastuti mengatakan persentase angka kematian pada kasus gagal ginjal akut mencapai 63 persen dari 49 kasus. Angka tersebut berdasarkan data pasien di rumah sakit tersebut sejak Januari-Oktober 2022.[11] Kasus ini kemudian naik menjadi 206 kasus pada anak-anak, di antaranya 99 anak meninggal dunia. Tingkat kematian 48 persen secara nasional dan 68 persen untuk pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo.[12]

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta Polri mengusut dugaan pidana di balik pembuatan obat-obatan yang mengandung etilena glikol melebihi ambang batas tersebut. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sejauh ini, Indonesia menjadi negara dengan jumlah kematian tertinggi di dunia untuk kasus gagal ginjal akutpada anak.[13]

Jumlah kasus per 23 Oktober 2022[14]
NoPropinsiKasusMeninggalDalam PengobatanSembuh
1DKI Jakarta8647[15]
2Jawa Barat3315
3Aceh312164
4Jawa Timur301479
5Sumatera Barat221354
6Bali161024
7Sumatera Utara12723
8Banten10523
9DI Yogyakarta6231
10Jawa Tengah532
111Jambi3111
12Kalimantan Selatan33
13NTB22
14NTT22
15Sulawesi Tenggara211
16Bengkulu11
17Kalimantan Utara11
18Kep. Bangka Belitung11
19Kepulauan Riau11
20Lampung11
21Papua11
22Sumatera Selatan11

Respons Kementerian Kesehatan dan BPOM

sunting

Merebaknya kasus gagal ginjal akut direspons oleh Kementerian Kesehatan dengan melarang apotek untuk menjual obat sirop di seluruh Indonesia.[16] Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih mengkaji penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap kasus gangguan ginjal akut karena masih belum mendapatkan penyebab utama penyakit tersebut.[17]

Larangan juga ditujukan kepada tenaga kesehatan untuk tidak meresepkan obat-obatan berbentuk sirop. Kementerian Kesehatan juga membuat kriteria penderita, yakni kasus suspek apabila penderita anak usia 0-18 tahun mengalami gelaja anuria atau oliguria secara tiba-tiba dan kasus probable apabila gejala kasus suspek terjadi ditambah sebelumnya tidak ada riwayat kelainan ginjal tetapi ada gejala prodromal seperti demam, diare, muntah, batuk, dan pilek, kemudian hasil pemeriksaan laboratorium menemukan ureum kreatinin lebih dari 1,5 kali atau naik senilai lebih dari sama dengan 0,3 mg/dL, dan pemeriksaan USG didapatkan bentuk dan ukuran ginjal normal, tidak ada kelainan seperti batu, kista, atau massa.[18]

Menteri Kesehatan Budi Sadikin menyatakan, anak-anak yang menderita gagal ginjal akut disebabkan adanya etilena glikol, dietilena glikol, dan etilena glikol butil eter. Zat ini mencemari polietilena glikol yang digunakan sebagai pelarut pada obat sirop.[19] Kementerian Kesehatan juga menemukan 15 jenis sirop obat tercemar etilen glikol.[20] Pada 20 Oktober 2022, BPOM menemukan lima produk obat sirop yang mengandung cemaran etilen glikol melebihi ambang batas yang telah ditetapkan.[5] Menindaklanjuti hal itu, BPOM memerintahkan kepada industri farmasi pemilik izin edar untuk melakukan penarikan dan pemusnahan sirop obat dari peredaran di seluruh Indonesia.[21][22] Kementerian Kesehatan merilis daftar 91 obat sirop yang sebelumnya dikonsumsi oleh pasien gagal ginjal akut pada anak. Seluruh obat tersebut tengah diuji untuk memastikan apakah terdapat cemaran dietilena glikol dan etilena glikol atau aman.[23]

Daftar obat sirop yang mengandung cemaran etilena glikol yang melebihi ambang batas berdasarkan BPOM
NoTanggalProdusenIzin EdarNama ObatNote
120 Oktober 2022[24][25]KonimexDBL7813003537A1Termorex[a]botol plastik @ 60 ml
2Yarindo FarmatamaDTL0332708637A1Flurin DMP sirop
3Universal Pharmaceutical IndustriesDTL7226303037A1Unibebi Cough sirop
4DBL8726301237A1Unibebi Demam siropBotol @ 60 ml
5DBL1926303336A1Unibebi Demam DropsBotol @ 15 ml
631 Oktober 2022[27][28][29]PT Afi Farma Pharmaceutical IndustriesParacetamol drops
7Paracetamol sirup peppermint
8Vipcol sirup
99 November 2022[30][31][32]PT Ciubros FarmaDBL9304003837A1Citomolbotol plastik @60 mL
10DKL9604004633A1Citoprim
11PT Samco FarmaDTL8821904637A1Samcodrylbotol plastik @60 ml dan @120 ml
12DBL8821905137A1Samconalbotol plastik @60 ml
  1. ^ BPOM menyatakan tidak seluruh produk Termorex tercemar. Hanya produksi dengan nomor batch DBL7813003537A1 yang diminta ditarik dari peredaran.[26]

Dugaan kontaminasi obat sirop tercemar dietilena glikol dan etilena glikol kemungkinan berasal dari perubahan impor negara asal bahan baku obat dari Tiongkok ke India, negara awal yang menjadi penyebab terjadinya pencemaran dietilena glikol dan etilena glikol di Gambia yang menyebabkan gagal ginjal akut pada anak. Hal tersebut disampaikan oleh Pakar Farmasi Universitas Gadjah Mada Prof Dr Zullies Ikawati.[33]

Pada 21 Oktober 2022, Menteri Kesehatan Budi G Sadikin mengatakan, pemerintah mengimpor 200 vial antidot Fomepizol seharga 16 juta rupiah per vial dari Singapura. Fomepizol telah digunakan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo dengan hasil kondisi anak-anak membaik.[34] Pemerintah kemudian mengimpor dua ribu lagi Fomepizol dari Amerika Serikat dan Jepang.[35]

Pada 7 November 2022, BPOM mencabut izin peredaran 69 obat sirop yang diproduksi oleh 3 perusahaan farmasi, yakni PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, dan PT Afi Farma, karena menggunakan bahan baku pelarut yang tercemar EG di atas ambang batas ketentuan. Empat bahan baku yang dimaksud adalah Propilena Glikol, Polietilena Glikol, Sorbitol, dan/atau Gliserin/Gliserol.[36]

Daftar Obat yang Bebas dari Dietilena Glikol & Etilena Glikol[37][38][39]
NoNama ObatProdusenKeterangan
1Alerfed SyrupGuardian Pharmatama
2AmoxanSanbe Farma
3AmoxilinMersifarma TM
4Azithromycin SyrupNatura/Quantum Labs
5CazetinIfars Pharmaceutical Laboratories
6Cefazel SyrupCaprifarmindo Laboratories
7Cefspan SyrupKalbe Farma
8Cetirizin HydrochlorideNovapharinobat alergi
9Devosix dropIfras Pharmeceutical Laboratoties15 ml
10Domperidon SirupAfi Farma
11Etamox SyrupErrita Pharma
12InterzincInterbat
13NytexPharos
14OmemoxMutiara Mukti Farma
15Rhinos Neo DropDexa Medica
16Vestein (Erdostein)Kalbe Farma
17YusimoxIfras Pharmaceutical Laboratories
18Zinc SyrupAfi Farma
19Zincpro SyrupHexpharm Jaya
20ZibramaxGuardian Pharmatama
21RenalytePratapa Nirmala
22Amoksisilin
23Eritromisin
24Ambroxol HCLKimia Farmaobat batuk
25Anakonidin OBHKonimex
27Cetirizin SirupSampharindo Perdana
28Paracetamol SirupMersifarma TM
29Paracetamol SirupKimia Farma
30Paracetamol SirupAfi Farma
31Paracetamol dropsAfi Farma
32Aficitrin sirupAfi Farmaobat cacing
33Alergon sirupKonimex
34Amoxicilin Trihydrate dropsMeprofarmantibiotik
35Amoxsan dropsCaprifarmindo Laboratoriesantibiotik
36Asterol sirupMeprofarmobat asma
37Avamys suspensiGlaxo Wellcome Indonesiaobat alergi
38B-Dex sirupNulab Phamaceutical Indonesiaobat alergi
39BDM sirupNulab Pharmaceutical Indonesiaobat alergi
40Bufagan ExpectorantBuka Aneka
41Cefadroxil Monohydrate drops (serbuk kering)Lapi laboratoriesobat alergi
42Cetirizin sirupNufarindoobat alergi
43Citocetin suspensiCiubros Farma
44Cohistan Expectorant 60 mlDarya-Varia Laboratoria
45Cohistan Expectorant 100 mlDarya-Varia Laboratoria
46Colfin sirupNufarindoobat batuk
47Colsancetine suspensiSanbe Farmaantibiotik
48Combicitrine sirupBerlico Mulia Farmaobat cacing
49Constipen sirupPharma Health Careobat pencahar
50Constuloz sirupNovell Pharmaceutical Laboratoriesobat pencahar
51Coredryl Ekspektoran sirupGlobal Multi Pharmaobat batuk
52Cotrimoxazole suspensi antimikrobaErrita Pharma
53Cotrimoxazole suspensi antibiotikHarsen
54Daryazinc sirup 60 mlDarya-Varia Laboratoriaobat diare
55Daryazinc sirup 15 mlDarya-Varia Laboratoriaobat diare
56Decatrim suspensi antimikrobaHarsen
57Deferiprone cairan oral chelatingPratapa Nirmala
58Diakids sirupBernofarm
59Domino dropsAfifarma
60Domperidone dropsAfifarma
61Durafer cairan oral chelating 250 mlPratapa Nirmala
62Ertamycetin suspensi antibiotikErlangga Edi Laboratories
63Etamoxul suspensi antimikroba 60 mlErrita Pharma
64Extropect sirup obat batukGuardian Pharmatama
65Garkene sirup obat epilepsi 129 mlGuardian Phamatama
66Glisend Expectorant obat batukKonimex
67Rafazol suspensi antimikroba 60 mlGraha Farma
68Guanistrep suspensiItrasalobat diare
69Hislorex sirup obat alergiKonimex
70Interzinc sirup obat diareInterbat
71Itrabat sirup obat batukItrasal
72Komix Expectorant Jahe sirup obat batukBintang Toedjoe
73Komix Expectorant Jeruk Nipis sirup obat batukBintang Toedjoe
74Komix Expectorant Peppermint obat batukBintang Toedjoe
75Komix OBH sirup obat batukBintang Toedjoe
76Komix OBH Kid (rasa madu) sirup obat batukBintang Toedjoe
79Komix rasa jahe sirup obat batukBintang Toedjoe
80Komix rasa jeruk nipis obat batukBintang Toedjoe
81Komix rasa peppermint obat batukBintang Toedjoe
82Konidin OBH sirup obat batukKonimex
83Lactulax sirup pencahar 60 mlIkapharmindo Putramas
84Lactulax sirup pencahar 120 mlIkapharmindo Putramas
85Lactulax sirup (rasa coklat) obat pencahar 200 mlIkaparmindo Putramas
86Lactulose sirup obat pencahar 60 mlIkaparmindo Putramas
87Lactulose sirup obat pencahar 120 mlIkaparmindo Putramas
88Lapicef drops antibiotik 15 mlLapi Laboratories
89Laxalosan sirup obat pencahar 60 mlSanbe Farma
90Levopront sirup obat batuk 120 mlCombiphar
91Maltofer drops obat defisiensi zat besi tanpa anemia 30 mlCombiphar
92Mefamesis sirup obat mual 50 mlIntijaya Meta Ratna Pharmindo
93Metagan Expectorant obat batuk 50 mlIntijaya Meta Ratna Pharmindo
94Methadone Hydrochloride sirup obat pereda nyeri 1.000 mlKimia Farma
95Metronidazole Benzoat suspensi antimikroba 100 mlHarsen
96Metronidazole Benzoat suspensi antimikroba 60 mlGraha Farma
97Mucobat sirup obat batukItrasal
98Neo Emkanadryl sirup obat batuk 100 mlMudita Karuna
99Nipe Expectorant Adult sirup obat batuk dewasa 120 mlMenarini Indria Laboratories
100Nipe Expectorant Adult 60 mlMenarini Indria Laboratories
101Nipe Expectorant Adult 60 mlMenarini Indria Laboratories
102Nipe Expectorant Adult 120 mlMenarini Indria Laboratories
103Nipe Expectorant Kids 60 MlMenarini Indria Laboratories
104Nipe Expectorant Kids 60 mlMenarini Indria Laboratories
105Drops pereda nyeri Norages 20 mlMeprofarm
106Suspensi anti jamur Nystatin 15 mlIfars Pharmaceutical Laboratories
107Sirup obat batuk 8 Dewa 60 mlMega Esa Farma
108Obat batuk hitam 120 mlItrasal
109Obat batuk hitam botol plastik 300 mlMulia Farmasi
110Obat batuk hitam botol 100 mlHoli Farma Suci
111OBH AFI 125 mlAfifarma
112OBH AFI (rasa lemon) 100 mlAfifarma
113OBH AFI (rasa mint) 100 ml
114OBH Berlico (rasa jeruk nipis) 100 mlBerlico Mulia Farma
115OBH Combi batuk berdahak rasa jahe 100 mlCombiphar
116OBH Combi batuk berdahak rasa menthol 1 botol sachetCombiphar
117OBH Combi batuk berdahak rasa menthol dus 20 sachet 7,5 mlCombiphar
118OBH Combi batuk berdahak rasa menthol 100 mlCombined Imperial Pharmaceutical, Combiphar
119OBH Ika 100 mlIkapharmindo Putramas
120OBH Ika 200 mlMolex Ayus
121OBH Molex 60 mlCandra Nusantara Jaya
122OBH Nutra 100 mlRama Emerald Multi Sukses
123OBH Rama 100 mlItrasal
124OBH Surya 100 mlGuardian Pharmatama
125Ondane 60 mlAbott Indonesia
126Pedialyte cairan oral botol plastik 500 mlAbott Indonesia
127Pedialyte aroma bubble gum cairan oral 500 mlAbott Indonesia
128Pralax sirup 100 mlPratapa Nirmala
129Sirup obat asma Procaterol Hydrochloride 60 mlMeprofarm
130obat cacing Pyrantel Pamoate suspensi 60 mlHoli Pharma
131obat batk sirup Ramadryl 15 mlRama Emerald Multi Sukses
132Antibiotik Renasistin OD Drops (serbuk kering) 100 mlPratapa Nirmala
133obat batik sirup Rhinathiol 100 mlAventis Pharma
134obat flu rhinos neo drops 100 ml + dropperDexa Medica
135Rotarix suspensi 1 oral applicator 1,5 mlGlaxo Wellcome Indonesia
136Rotarix suspensi dus 10 pouch @1 tube 2 mlOrganon Pharma Indonesia
137Rotateq cairan oral dus 10 pouchOrganon Pharma Indonesia
138Salbron Ekspektoran sirup dus 60 mlDankos Farma
139Salbugen sirup dus 60 mlMulia Farma Suci
140Salbugen Ekspektoran sirup 60 mlMulia Farma Suci
141Salbutamol Sulfate sirup 60 mlMulia Farma Suci
142Saldextamin sirup 60 mlItrasal
143Saltrim Forte 60 mlItrasal
144Sucralfate suspensi 60 mlDexamedica
145Sucralfate suspensi 100 mlDexamedica
146Supramox drop 100 mlMeprofarm
147Suryanta suspensi 1 vial 8 mlAbott Indonesia
148Synflorix suspensi dus 1 prefilled syringe 0,5 ml + 1 jarum suntikSmithkline Beecham Pharmaceuticals
149Valved sirup 60 mlGlobal Multi Pharmalab
150Valved DM sirup 60 mlGlobal Multi Pharmalab
151Ventilin sirup botol 60 mlGlobal Wellcome Indonesia
152Ventolin Expectorant sirup 100 mlGlaxo Wellcome Indonesia
153Vertivom sirup 60 mlGlobal Multi Pharmalab
154Winasal sirup 60 mlItrasal
155Zenicold sirup 60 mlZenith
156Zentris sirup 60 mlNovapharin
157Zinc Go Forte sirup 60 mlAfifarma
158Zinc Sulfate Monohydrate sirup 60 mlBernofarm
159Zinc Sulfate Monohydrate sirup 60 mlAfifarma
160Zinfion sirup 60 mlInfion

Kasus-kasus Negara Lain

sunting

Amerika Serikat

sunting

Kasus pencemaran dietilena glikol pertama kali terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1937, dengan menelan korban 100 orang meninggal dunia akibat mengonsumsi obat batuk berbentuk sirop yang tercemar dietilena glikol, produksi perusahaan farmasi lokal.[40] Atas kejadian ini, Food and Drugs Administration kemudian melarang penggunaan dietilena glikol dan etilena glikol dalam proses pembuatan produk obat-obatan sejak tahun 1938.[1]

India

sunting

Pada tahun 1972, di India, terjadi lima kasus kematian massal akibat produk sirop obat-obatan tercemar dietilena glikol dan etilena glikol. Di tahun-tahun berikutnya, sebanyak 14 anak di Mumbai meninggal dunia pada tahun 1986, kemudian 33 anak di Gurgaon, India, dilaporkan meninggal dunia tahun 1998, dan 12 kasus di Mumbai pada tahun 2020.[40]

Haiti

sunting

Pada 14 Juni 1996 ditemukan 75 dari 76 anak meninggal dunia meninggal dunia akibat meminum obat sirop asetaminofen. 10 anak lainnya dilarikan ke rumah sakit di Amerika Serikat dan sembilan di antaranya berhasil sembuh.[40]

Tiongkok

sunting

Pada tahun 2006, 365 keluarga dilaporkan meninggal dunia akibat meminum obat sirup yang tercemar dietilena glikol dan etilena glikol. Hal ini akibat pejabat pemerintah tanpa sengaja mencampur 260 ribu jenis obat sirop flu dengan dietilena glikol dan etilena glikol.

Panama

sunting

Pada tahun 2006, lebih dari 153 orang meninggal dunia akibat keracunan obat yang mengandung dietilena glikol antara tahun 2006-2007 dan 400 korban susulan dilaporkan meninggal dunia. Hal ini akibat terkontaminasinya 20 ribu botol sirop obat batuk produksi Social Security Laboratories. Pada 17 April 2022, Caja de Seguro Social (CSS) atau Social Security Agency harus memberikan kompensasi pembayaran sebesar lebih dari US$ 6,5 juta per tahun kepada 1.940 korban keracunan.[41]

Bangladesh

sunting

Di negara ini sebanyak 141 anak meninggal dunia pada tahun 2009 akibat mengonsumsi obat sirop yang tercemar dietilena glikol dan etilena glikol pada tahun 2009.[40]

Nigeria

sunting

Sebanyak 84 bayi meninggal di Nigeria pada tahun 2009 akibat obat sirop sakit gigi "My Pikin Baby Teething Mixture" mengandung dietilena glikol.[42] Atas peristiwa ini, pengadilan Lagos menjatuhkan vonis 7 tahun penjara terhadap dua orang Nigeria dari perusahaan farmasi yang memproduksi obat yang tercemar. Pengadilan juga memerintahkan perusahaan farmasi tersebut ditutup dan asetnya disita oleh negara.[43]

Gambia

sunting

Kejadian gagal ginjal akut anak di Gambia pertama kali dilaporkan pada Juli 2022. Pada Oktober 2022, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) mengumumkan adanya keterkaitan antara kematian sebanyak 66 anak dengan penggunaan sirop obat batuk dan pilek produksi Maiden Pharmaceuticals Ltd asal India. Terdapat empat produk obat yang terkontaminasi dietilena glikol (DEG) dan etilena glikol (EG) dalam kadar tinggi, yakni Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup dan Magrip N Cold Syrup.[44] Anak-anak mulai menderita sakit ginjal tiga hingga lima hari kemudian setelah meminum produk obat sirop tersebut. Hingga 15 Oktober 2022, di Gambia tercatat ada 70 anak-anak meninggal karena kasus ini.[3]

Atas temuan WHO tersebut, otoritas kesehatan India menangguhkan seluruh kegiatan produksi Maiden Pharmaceuticals Ltd, setelah menemukan sejumlah pelanggaran aturan.[45] Organisasi Kesehatan Dunia juga memperingatkan bahwa produk-produk Maiden bisa saja terjual di luar Gambia secara informal, sedangkan pihak kepolisian Gambia menyita 50 ribu botol yang tercemar.

Daftar referensi

sunting
  1. ^ a b "Pakar: Dietilen Glikol dan Etilen Glikol dalam Sirup Parasetamol Sudah Dilarang Sejak 1938". MSN. Diakses tanggal 2022-10-20.
  2. ^ "Obat Nefrotoksik Mengganggu Fungsi Ginjal". Ikatan Apoteker Indonesia. 2016-03-16. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-22. Diakses tanggal 2022-10-22.
  3. ^ a b K, Nafilah Sri Sagita (2022-10-15). "Anak Meninggal Gagal Ginjal Akut gegara Obat Batuk Naik Jadi 70 Kasus". detikcom. Diakses tanggal 2022-10-20.
  4. ^ a b "Pakar Farmasi UGM Sebutkan Alasan Cemaran Etilen Glikol di Obat Sirup". detikcom. 2022-10-20. Diakses tanggal 2022-10-20.
  5. ^ a b c "INFORMASI KEEMPAT HASIL PENGAWASAN BPOM TERHADAP SIRUP OBAT YANG DIDUGA MENGANDUNG CEMARAN ETILEN GLIKOL (EG) DAN DIETILEN GLIKOL (DEG)". www.pom.go.id. Badan Pengawas Obat dan Makanan - Republik Indonesia. Diakses tanggal 2022-10-21.
  6. ^ "Apoteker: Senyawa Etilen dan Dietelen Glikol Tidak Digunakan dalam Formulasi Obat". Republika. 2022-10-20. Diakses tanggal 2022-10-22.
  7. ^ Rahmadania, Suci Risanti (2022-10-20). "Apa Itu Etilen Glikol? Ditemukan pada Obat Sirup yang Sebabkan Gagal Ginjal Akut". detikcom. Diakses tanggal 2022-10-20.
  8. ^ Indonesia, Bbc (2022-10-17). Puspaningrum, Bernadette Aderi (ed.). "Obat dari India Diduga Sebabkan Gagal Ginjal Akut di Gambia, Apakah Beredar di Indonesia?". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-10-20.
  9. ^ Ulya, Fika Nurul (2022-10-21). Santosa, Bagus (ed.). "Menkes: Gangguan Ginjal Akut Capai 241 Kasus, Meninggal 133 Orang". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-10-21.
  10. ^ Azizah, Khadijah Nur (2022-10-25). "141 Anak Meninggal, Kasus Gagal Ginjal Akut RI Lampaui Gambia". detikcom. Diakses tanggal 2022-10-25.
  11. ^ Magang_Merdeka (2022-10-20). Febriyan (ed.). "Kasus Gagal Ginjal Akut di RSCM, Dari 49 Kasus 63 Persen Meninggal". Tempo.co. Diakses tanggal 2022-10-20.
  12. ^ "Tingkat Kematian Anak Akibat Gagal Ginjal Akut di Indonesia Capai 48 Persen!". detikcom. 2022-10-19. Diakses tanggal 2022-10-20.
  13. ^ Dirgantara, Adhyasta (2022-10-23). Meiliana, Diamanty (ed.). "Polri Bentuk Tim Usut Produksi Obat Sirup dengan Etilen Glikol Lebihi Ambang Batas". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-10-23.
  14. ^ Ulya, Fika Nurul (2022-10-22). Prabowo, Dani (ed.). "Kasus Gangguan Ginjal Akut Misterius Capai 241 Kasus, Ini Sebarannya Per Provinsi". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-10-22.
  15. ^ Prihatini, Zintan (2022-10-22). Sari, Nursita (ed.). "UPDATE: 86 Anak di Jakarta Alami Gagal Ginjal Akut, 47 di Antaranya Meninggal Dunia". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-10-23.
  16. ^ Pinandhita, Vidya (2022-10-15). "Kemenkes: Tak Cuma Sirup Parasetamol, Semua Obat Cair Disetop Sementara!". detikcom. Diakses tanggal 2022-10-20.
  17. ^ Ulya, Fika Nurul (2022-10-21). Asril, Sabrina (ed.). "Gangguan Ginjal Akut: Kematian Dekati 50 Persen, Dikaji Jadi KLB". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-10-21.
  18. ^ "Kasus Ginjal Gagal Akut Bertambah, Kemenkes Larang Apotek Jual Obat Sirup!". detikcom. 2022-10-19. Diakses tanggal 2022-10-20.
  19. ^ Alam, Sarah Oktaviani (2022-10-20). "Menkes Beberkan 3 Zat Berbahaya Cemari Obat Sirup Anak Gagal Ginjal Akut RI". detikcom. Diakses tanggal 2022-10-20.
  20. ^ Pramudiarja, AN Uyung (2022-10-20). "15 Sirup Obat RI Tercemar Etilen Glikol, Bahan Berbahaya Terkait Gagal Ginjal". detikcom. Diakses tanggal 2022-10-20.
  21. ^ Ulya, Fika Nurul (2022-10-20). Santosa, Bagus (ed.). "BPOM Perintahkan Tarik 5 Obat Sirup dengan Etilen Glikol Lebihi Ambang Batas". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-10-20.
  22. ^ Ulya, Fika Nurul (2022-10-20). Santosa, Bagus (ed.). "BPOM Perintahkan Tarik 5 Obat Sirup dengan Etilen Glikol Lebihi Ambang Batas". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-10-21.
  23. ^ Magang_Merdeka (2022-10-21). Febriyan (ed.). "Breaking News, Ini 91 Daftar Obat Sirup yang Dikonsumsi Korban Gagal Ginjal Akut". Tempo.co. Diakses tanggal 2022-10-21.
  24. ^ Ulya, Fika Nurul (2022-10-20). Santosa, Bagus (ed.). "BPOM Perintahkan Tarik 5 Obat Sirup dengan Etilen Glikol Lebihi Ambang Batas". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-10-21.
  25. ^ Noviansah, Wildan (2022-10-21). "Polri Pantau Peredaran Obat Sirup yang Ditarik BPOM". detikcom. Diakses tanggal 2022-10-21.
  26. ^ K, Nafilah Sri Sagita (2022-10-25). "BPOM RI: Sirup Termorex Tak Ditarik Semua, Hanya Bets Tertentu yang Tercemar". detikcom. Diakses tanggal 2022-10-25.
  27. ^ Rahmadania, Suci Risanti (2022-10-31). "BPOM RI Sebut 3 Perusahaan Farmasi Terkait Cemaran EG-DEG, Ini Daftarnya!". detikcom. Diakses tanggal 2022-10-31.
  28. ^ K, Nafilah Sri Sagita (2022-10-31). "Temuan Baru BPOM RI! Paracetamol Afi Pharma Juga Tercemar EG". detikcom. Diakses tanggal 2022-10-31.
  29. ^ Rahmadania, Suci Risanti (2022-11-02). "Terbaru! BPOM RI Rilis 7 Obat Sirup dengan Cemaran EG-DEG, Ini Daftarnya". detikcom. Diakses tanggal 2022-11-02.
  30. ^ Ulya, Fika Nurul (2022-11-09). "BPOM Perintahkan Tarik Obat Sirup PT Samco Farma dan PT Ciubros Farma dari Peredaran". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-11-09.
  31. ^ Rahmadania, Suci Risanti (2022-11-09). "Lengkap! Daftar Obat Sirup 5 Perusahaan Farmasi, Ditarik BPOM RI Terkait EG-DEG". detikcom. Diakses tanggal 2022-11-09.
  32. ^ K, Nafilah Sri Sagita (2022-11-10). "Update! BPOM Cabut Izin Edar 73 Obat Sirup 5 Perusahaan Farmasi, Ini Daftarnya". detikcom. Diakses tanggal 2022-11-09.
  33. ^ K, Nafilah Sri Sagita (2022-10-22). "Dulu Aman, Kok Obat Sirup Mendadak Tercemar? Profesor Farmasi Bilang Gini". detikcom. Diakses tanggal 2022-10-22.
  34. ^ "RI Beli Obat Gagal Ginjal Fomepizole dari Singapura Rp16 Juta Per Vial". CNN Indonesia. 2022-10-22. Diakses tanggal 2022-10-22.
  35. ^ "Pemerintah Impor 2 Ribu Obat Ginjal Akut dari AS dan Jepang". CNN Indonesia. 2022-10-25. Diakses tanggal 2022-10-24.
  36. ^ Pramudiarja, AN Uyung (2022-11-08). "BPOM Cabut Izin Edar 69 Obat Sirup 3 Perusahaan Farmasi! Ini Daftar Lengkapnya". detikcom. Diakses tanggal 2022-11-08.
  37. ^ K, Nafilah Sri Sagita (2022-10-25). "BPOM RI Rilis 23 Obat Aman dari Temuan 102 Sirup di Rumah Pasien Gagal Ginjal". detikcom. Diakses tanggal 2022-10-25.
  38. ^ Alam, Sarah Oktaviani (2022-10-25). "7 Obat Sirup yang Sudah Teruji Bebas Etilen Glikol, Ini Daftarnya". detikcom. Diakses tanggal 2022-10-25.
  39. ^ Alam, Sarah Oktaviani (2022-10-23). "Daftar 133 Obat Sirup Aman Menurut BPOM, Bebas Risiko Cemaran EG dan DEG". detikcom. Diakses tanggal 2022-10-24.
  40. ^ a b c d Dinisari, Mia Chitra (2022-10-25). Islamiati, Widya (ed.). "Bukan Cuma di Indonesia, 6 Negara Ini Pernah Diguncang Kasus Gagal Ginjal Akut". Bisnis.com. Diakses tanggal 2022-10-25.
  41. ^ "Dietlylene Glicol Poisoning in Panama: Case Study". Yumpu. Diakses tanggal 2022-10-27.
  42. ^ "84 Children Are Killed by Medicine in Nigeria". New York Times. 2009-02-06. Diakses tanggal 2022-10-27.
  43. ^ "My Pikin Deaths: Nigerian Jailed Over Poisoned Baby Drug". BBC. 2013-05-13. Diakses tanggal 2022-10-27.
  44. ^ Reditya, Tito Hilmawan (2022-10-06). Reditya, Tito Hilmawan (ed.). "Sirup Obat Batuk Buatan India Diduga Picu Kematian 66 Anak di Gambia". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-10-20.
  45. ^ Indonesia, BBC News (2022-10-18). Iswara, Aditya Jaya (ed.). "Perusahaan India Setop Produksi Sirup Obat Batuk Setelah Kematian Puluhan Anak di Gambia". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-10-20.