Kabinet Hatta II

Kabinet Pemerintahan Indonesia ke-9
1949
Dibentuk4 Agustus 1949ย (1949-08-04)
Diselesaikan20 Desember 1949ย (1949-12-20)
Struktur pemerintahan
Kepala negaraSoekarno
Kepala pemerintahanMohammad Hatta
Jumlah menteri17 menteri
Partai anggotaย  Masyumi
ย  PNI
ย  Parkindo
ย  Partai Katolik
ย  PIR
ย  Independen
Sejarah
PendahuluKabinet Hatta I
Pengganti

Kabinet Hatta Kedua atau Kabinet Hatta II adalah kabinet kesembilan yang dibentuk di Indonesia. Kabinet ini dibentuk setelah para pemimpin Indonesia, yang ditangkap oleh pasukan Belanda setelah Agresi Militer Belanda II, kembali ke ibu kota Yogyakarta. Kabinet ini bertugas dari tanggal 4 Agustus sampai 14 Desember 1949.

Susunan kabinet

sunting
No. Jabatan Pejabat Partai Politik
1
Perdana Menteri Mohammad Hatta[1] Non-Partai
Wakil Perdana Menteri Sjafruddin Prawiranegara Masyumi
2
Menteri Luar Negeri Agus Salim
(sampai 21 Oktober 1949)
Non-Partai
Hamengkubuwono IX
(ad-interim; mulai dari 21 Oktober 1949)
3
Menteri Dalam Negeri Wongsonegoro PIR
4
Menteri Kehakiman Susanto Tirtoprodjo PNI
5
Menteri Penerangan R. Sjamsoeddin Masyumi
6
Menteri Keuangan Lukman Hakim Non-Partai
7
Menteri Persediaan Makanan Rakyat IJ Kasimo Katolik
8
Menteri Kemakmuran
9
Menteri Perhubungan Herling Laoh PNI
10
Menteri Pekerjaan Umum
11
Menteri Perburuhan dan Sosial Koesnan Non-Partai
12
Menteri Pengajaran Pendidikan dan Kebudayaan Ki Sarmidi Mangunsarkoro PNI
13
Menteri Agama Masjkur Masyumi
14
Menteri Kesehatan dr. Surono[2]
(ad-interim; sampai 1 Desember 1949)
Non-Partai
dr. J. Leimena
(mulai dari 1 Desember 1949)
Parkindo
15
Menteri Negara Sukiman Wirjosandjojo [3] Masyumi
Djoeanda Kartawidjaja[3] Non-Partai
J. Leimena[3] Parkindo
Hamengkubuwono IX Non-Partai

Pergantian anggota

sunting

Dikarenakan Hatta akan berangkat untuk Konferensi Meja Bundar mulai 6 Agustus 1949, melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 10/A/1949, Menteri Pertahanan Hamengkubuwana IX ditugaskan sebagai pelaksana tugas Perdana Menteri. Hamengkubuwana IX juga bertugas sebagai pelaksana tugas Menteri Luar Negeri selagi Agus Salim tidak dapat melaksanakan tugasnya mulai 21 Oktober. Efektif sejak 1 Desember, dr. Johannes Leimena menggantikan Menteri Kesehatan ad interim dr. Surono, menyisakan hanya dua menteri negara.[4]

Pembubaran kabinet

sunting

Kabinet Hatta II dibubarkan setelah adanya perubahan besar dalam sistem politik Indonesia, dengan dibentuknya Republik Indonesia Serikat (RIS) sebagai bagian dari hasil Konferensi Meja Bundar. Dengan diimplementasikannya Konstitusi Republik Indonesia Serikat pada tanggal 20 Desember, Kabinet Hatta II secara otomatis dibubarkan dan digantikan oleh Kabinet Republik Indonesia Serikat, yang dipimpin kembali oleh Hatta.[5]

Catatan

sunting
  1. ^ Mohammad Hatta ditunjuk menjadi ketua delegasi Indonesia untuk Konferensi Meja Bundar dan sementara digantikan oleh Sri Sultan Hamangkubuwono IX .
  2. ^ Surono digantikan J. Leimena pada 1 Desember 1949.
  3. ^ a b c Sukiman Wirjosandjojo, Djuanda, dan J. Leimena menjadi anggota delegasi KMB.
  4. ^ Simanjuntak (2003) p85
  5. ^ Simanjuntak (2003) pp. 89-90

Referensi

sunting
  • Simanjuntak, P. N. H. (2003) (in Indonesian), Kabinet-Kabinet Republik Indonesia: Dari Awal Kemerdekaan Sampai Reformasi, Jakarta: Djambatan, pp.ย 83โ€“90, ISBN 979-428-499-8.

Pranala luar

sunting

Kabinet Pemerintahan Indonesia
Didahului oleh:
Kabinet Darurat
Kabinet Hatta II
1949
Diteruskanย oleh:
Kabinet RIS
Didahului oleh:
Kabinet Hatta I
Kabinet Hatta II
1949
Diteruskanย oleh:
Kabinet RIS

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kabinet Hatta I

Kabinet Hatta Pertama atau Kabinet Hatta I adalah kabinet ketujuh yang dibentuk di Indonesia. Kabinet ini dibentuk oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta

Kabinet Republik Indonesia Serikat

Serikat, menunjuk Mohammad Hatta, Ida Anak Agung Gde Agung, Sri Sultan Hamengkubuwana IX dan Sultan Hamid II untuk membentuk kabinet Republik Indonesia Serikat

Kabinet Merah Putih

Dilihat dari nama kabinet baru ini, nama Kabinet Merah Putih memiliki kemiripan dengan nama koalisi pendukung Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dalam Pemilihan

Lambang negara Indonesia

pemerintah Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku "Bung Hatta Menjawab" untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan

Mohammad Hatta

wakil presiden, ia pernah menjabat sebagai Perdana Menteri dalam Kabinet Hatta I, Hatta II, dan RIS. Di bidang ekonomi, pemikiran dan sumbangsihnya terhadap

Kabinet Darurat

luar. Kabinet Darurat berjalan dari 19 Desember 1948 dan berakhir pada 13 Juli 1949 ketika mandat pemerintahan dikembalikan kepada Kabinet Hatta I. Pada

Agus Salim

Menteri Luar Negeri Kabinet Amir Sjarifuddin I dan Amir Sjarifuddin II (1947โ€“1948) Menteri Luar Negeri Kabinet Hatta I dan Hatta II (1948โ€“1949) Di antara

Soesanto Tirtoprodjo

Kehakiman pada enam kabinet yang berbeda-beda, mulai dari Kabinet Sjahrir III sampai Kabinet Hatta II. Soesanto menyelesaikan pendidikannya dalam bidang hukum