Kertosono
Pasar Baru Kertosono
Pasar Baru Kertosono
Negaraย Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenNganjuk
Pemerintahan
ย โ€ขย CamatMashudi Nurul Huda S.STP, MM.
Populasi
ย โ€ขย Total57.060 jiwa
Kode pos
64496
Kode Kemendagri35.18.08 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3518090 Suntingan nilai di Wikidata
Luas22,68 kmยฒ
Desa/kelurahan14
Peta
PetaKoordinat: 7ยฐ36โ€ฒ36โ€ณS 112ยฐ5โ€ฒ28โ€ณE๏ปฟ / ๏ปฟ7.61000ยฐS 112.09111ยฐE๏ปฟ / -7.61000; 112.09111

Kertosono adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Nganjuk yang terletak di sebelah timur dan berada di tepian Sungai Brantas. Kertosono merupakan salah satu pusat ekonomi terpenting di Kabupaten Nganjuk. Kertosono memiliki lokasi strategis yang dilewati jalan nasional dan menjadi persimpangan tiga kabupaten yaitu Nganjuk, Jombang, dan Kediri.[1][2] Nama Kertosono dipakai sebagai nama ruas Jalan Tol Trans-Jawa yaitu ruas Ngawi-Kertosono dan Kertosono-Mojokerto. Kecamatan ini terdapat Stasiun Kertosono yang merupakan satu dari dua stasiun yang masih aktif di Kabupaten Nganjuk selain Stasiun Nganjuk. Stasiun Kertosono melayani hampir seluruh perjalanan KA penumpang dan barang di persimpangan jalur Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Malang.

Secara historis, Kertosono merupakan wilayah kadipaten yang berdiri sendiri pada masa Kesultanan Mataram. Namun kemudian, pada masa Hindia Belanda Kertosono dilebur dengan kadipaten lain di sekitarnya menjadi Kabupaten Berbek dengan Kertosono berstatus sebagai distrik. Kabupaten Berbek nantinya mengalami pemindahan ibukota dan berubah nama menjadi Kabupaten Nganjuk.[3]

Kertosono merupakan tempat kelahiran berbagai tokoh nasional seperti Letjen TNI Witarmin, Mayjen TNI Istu Hari Subagio, serta salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama yaitu KH Dahlan Abdul Qohar.[4][5]

Geografi

sunting
Peta Kertosono

Kertosono adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Nganjuk bagian timur dan berbatasan dengan Sungai Brantas. Geografinya berupa dataran rendah yang didominasi areal persawahan dan pemukiman padat penduduk. Batas wilayah kecamatan Kertosono adalah:

Utara Kecamatan Patianrowo
Timur Kecamatan Bandarkedungmulyo (Jombang), Kecamatan Purwoasri (Kediri), dan Sungai Brantas
Selatan Kecamatan Ngronggot
Barat Kecamatan Baron

Daftar desa dan dusun

sunting

Kecamatan Kertosono terdiri dari 1 kelurahan dan 13 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:

Daftar kelurahan

sunting
No. Nama Kelurahan Nama Dusun / Dukuh / Lingkungan Ref
1 Banaran Banaran [2]

Daftar desa

sunting
No. Nama Desa Nama Dusun atau Dukuh Ref
1 Bangsri Bangsri [2]
2 Drenges Drenges, Jabon, Karanganyar, Kedungringin, Mbesuk, Ngebrugan, Sambijajar, Sukorejo [2]
3 Juwono Juwono, Sobowono [2]
4 Kalianyar Kalianyar (Mbote), Kedung Bajul [2]
5 Kepuh Kepuh [2]
6 Kudu Kudu [2]
7 Kutorejo Kutorejo, Templek [2]
8 Lambangkuning Lambangkuning, Pandanasri [2]
9 Nglawak Nglawak, Bogo, Mentaos, Pilangkenceng, Pojok [2]
10 Pandantoyo Pandantoyo, Cangkring, Jabon Kulon, Jabon Wetan, Tegalarum [2]
11 Pelem Pelem, Klinter, Semanding, Tegalarum [2]
12 Tanjung Tanjung, Gondang [2]
13 Tembarak Tembarak [2]

Sejarah

sunting
Jembatan kereta Sungai Brantas Kertosono-Jombang (1930)

Konon nama Kertosono diambil dari seorang nama pahlawan yang berasal dari daerah Kuncen Kecamatan Patianrowo. Dulu hidup seseorang yang bernama Kertosono atau biasa di panggil Mbah Kerto, ia adalah seorang pembabat hutan yang tidak lain dilakukan Mbah Kerto hanya untuk mempertahankan daerah tersebut dari jajahan Belanda. Namun kejadian bersejarah mulai terjadi ketika pasukan yang di komandoi Mbah Kerto mempertahankan tempat tersebut dari jajahan Belanda yang di kenal dengan perang โ€œTreteg Tosonoโ€ yang berada di atas jembatan sungai Brantas. Para tentara Belanda sendiri membangun jembatan sebagai jalur penghubung sekaligus mempermudah Belanda menjajah tempat tersebut, tetapi dengan kegigihan pasukan Mbah Kerto pertumpahan darahpun tak terelakkan.[3]

Saksi bisu dari perang โ€œTreteg Tosonoโ€ kini masih gagah berdiri di terjang waktu dan aliran sungai Brantas. Untuk memperingati perang Treteg Tosono, biasanya para penduduk sekitar waktu hari raya Idul Fitri (bodo) datang langsung ke Treteg Tosono yang kini disebut sebagai jembatan lama, mereka mengingat kembali dan mendoakan para pahlawan yang gugur ketika perang Treteg Tosono dulu. Maka dari itu di Kecamatan Kertosono tidak ada tempat yang bernama Kertosono ataupun desa Kertosono, di karenakan Kertosono sendiri adalah nama dari seorang pahlawan. Makam dari Mbah Kerto tidak berada di Kecamatan Kertosono melainkan di barat Pondok milik Pak Komari di Desa Kuncen kecamatan Patianrowo. Kertosono sendiri juga mempunyai ikon yaitu jembatan lama yang dahulu adalah jalur utama menuju Surabaya jembatan ini pula menyimpan sejuta sejarah, mulai sejarah kelam G30S/PKI dan sejarah perjuangan merebut kemerdekaan.[3]

Setelah Perjanjian Giyanti pada 1775, Kertasana tercatat sebagai daerah berstatus Kabupaten yang masuk wilayah Mancanagara Brang Wetan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, lalu setelah Perjanjian Sepreh, Kertasana, bersama dua kabupaten berstatus sama, yaitu Kabupaten Berbek, dan Kabupaten Godean serta satu kabupaten bawahan Surakarta Hadiningrat yaitu Kabupaten Nganjuk disatukan menjadi Kabupaten Berbek sebagai bawahan Pemerintah Hindia Belanda. Hal ini membuat Kertasana tidak lagi berstatus kabupaten (Afdeeling/Regentschap) melainkan hanya sebatas Districten.

Tempat terkenal

sunting
Stasiun Kertosono

Pasar

sunting
  • Pasar Kertosono
  • Pasar Templek atau Pasar Kutorejo
  • Pasar Kedungringin

Institusi pendidikan

sunting
  • Pondok Pesantren Miftahul Ula yang juga mengelola perguruan tinggi Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul 'Ula Kertosono (STAIM)
  • Akademi Kebidanan Wiyata Mitra Husada (Akbid Wimisada)
  • Pondok Pesantren Al-Ubaidah yang dikelola LDII
  • Pondok Pesantren Ar Roudhotul Ilmiyah yang dikelola Yayasan Taman Pengetahuan atau YTP
  • Pondok Pesantren Al-Muhajirin Sulaimaniyah Kertosono
  • SMAN 1 Kertosono - salah satu dari sedikit sekolah di Nganjuk yang tergolong dalam "Top 1000 Sekolah Tahun 2022 Berdasarkan Nilai UTBK" menurut Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) yaitu peringkat 573 dari seluruh sekolah di Indonesia.[6]

Tempat lainnya

sunting
RSD Kertosono
  • Stasiun Kertosono
  • RSD Kertosono
  • Puskesmas Kertosono
  • Lapangan Desa Tembarak
  • Taman Kertosono
  • The Legend Waterpark Kertosono (tutup)
  • PT Jaya Kertas (Jaker) Kertosono
  • PLN Gardu Induk Kertosono
  • Cerobong asap atau setum bekas pabrik gula SF Djoewono di Desa Juwono

Referensi

sunting
  1. ^ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 25 Juli 2024.
  2. ^ a b c d e f g h i j k l m n o Kabupaten Nganjuk Dalam Angka 2010. Nganjuk: BPS Kabupaten Nganjuk. 2010-11-09.
  3. ^ a b c Avief Zakawaly (2023-07-28). "Menilik Sejarah Treteg Tosono yang Semakin Rusak Dimakan Zaman". JAWA POS.
  4. ^ "5 Jenderal TNI Berkarier Moncer Kelahiran Nganjuk, Nomor 3 Mantan Danjen Kopassus". 2023-01-05. RCTI+.
  5. ^ A Habiburrahman (2022-12-24). "KH Dahlan Abdul Qohar, Tokoh Kemajuan NU di Nganjuk". jatim.nu.or.id. Nahdlatul Ulama Jawa TImur.
  6. ^ "Top 1000 sekolah Tahun 2022 Berdasarkan Nilai UTBK". LEMBAGA TES MASUK PERGURUAN TINGGI (LTMPT). 2022.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Stasiun Kertosono

Stasiun Kertosono (KTS) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe B yang terletak di Banaran, Kertosono, Nganjuk; termasuk dalam pengelolaan Daerah Operasi

Kabupaten Nganjuk

daerah Nganjuk terbagi dalam 4 daerah yaitu Berbek, Godean, Nganjuk dan Kertosono merupakan daerah yang dikuasai Belanda dan kasultanan Yogyakarta kecuali

Commuter Line Dhoho dan Penataran

Malang dan Kertosono. Kereta api ini merupakan peleburan layanan kereta api lokal Dhoho yang melayani Surabaya Kotaโ€“Blitar via Kertosono, Penataran yang

Jalur kereta api Kertosonoโ€“Bangil

Jalur kereta api Kertosonoโ€“Bangil adalah jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Kertosono dan Stasiun Bangil di Jawa Timur. Jalur ini termasuk dalam

Jalan Tol Kertosonoโ€“Mojokerto

dapat beroperasi secara penuh. Ruas Kertosono-Mojokerto (Dikelola PT Marga Harjaya Infrastruktur) Jalan tol Kertosono-Mojokerto mempunyai beberapa tempat

Jalan Tol Ngawiโ€“Kertosono

Jalan Tol Ngawiโ€“Kertosono sehingga meminimalisir terjadinya kecelakaan. Ruas Klitik-Kertosono (Dikelola PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri) Jalan tol

Kereta api lokal di Jawa Timur

api yang melewati Kertosono berganti nama menjadi Dhoho. Dalam pengoperasiannya, kereta api ini berhenti lebih lama di Stasiun Kertosono untuk memutar arah

Stasiun Kediri

Operasi VII Madiun dan KAI Commuter dengan jarak 28,6 km arah selatan dari Kertosono. Stasiun ini terletak di Jalan Stasiun, berada sekitar 300 meter ke arah