Stasiun Kertosono
Kereta Api Indonesia
PD48

Tampak depan Stasiun Kertosono pada 2024
Lokasi
Koordinat7°35′40″S 112°6′16″E / 7.59444°S 112.10444°E / -7.59444; 112.10444
Ketinggian+44 m
Operator
Letak
Jumlah peron5 (satu peron sisi yang tinggi, satu peron pulau yang tinggi, dan tiga peron pulau yang rendah)
Jumlah jalur7
  • jalur 2: sepur lurus jalur ganda arah Solo Balapan
  • jalur 3: sepur lurus jalur ganda arah Wonokromo
  • jalur 4: sepur lurus jalur tunggal dari dan ke arah Malang-Bangil
LayananSemua perjalanan kereta api penumpang dan barang di lintas selatan Jawa yang mengarah ke Jakarta, Surabaya, dan Malang, kecuali kereta api Sancaka.
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiBesar tipe B[2]
Sejarah
Dibuka25 Juni 1881
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Logo PT KAI Antar Kota Stasiun berikutnya
Jombang Lintas Selatan Jawa
Nganjuk
Kediri
menuju Malang
Lintas Selatan Jawa
Stasiun sebelumnya Stasiun berikutnya
Sembung
Perjalanan satu arah
Commuter Line Dhoho
Surabaya Kota-Blitar via Kertosono berlawanan arah jarum jam
Purwoasri
menuju Blitar
Commuter Line Dhoho
Surabaya Kota-Malang via Kertosono-Blitar berlawanan arah jarum jam
Purwoasri
menuju Malang
Commuter Line Dhoho Purwoasri
menuju
Commuter Line Dhoho
Surabaya Kota-Kertosono berlawanan arah jarum jam
Terminus
Purwoasri
Perjalanan satu arah
Commuter Line Penataran
Lingkar Jawa Timur
Via Malang-Blitar-Kertosono searah jarum jam
Sembung
Commuter Line Penataran
Malang-Surabaya Kota via Blitar-Kertosono searah jarum jam
Commuter Line Penataran
Blitar-Surabaya Kota via Kertosono searah jarum jam
Terminus Commuter Line Penataran Terminus
Commuter Line Penataran
Kertosono-Surabaya Kota searah jarum jam
Sembung
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Cetak tiket mandiri Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Layanan pelanggan Pusat informasi Musala Toilet Pos kesehatan Pertokoan/area komersial Ruang menyusui Isi baterai Area merokok Air minum 
Jenis persinyalan
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Kertosono (KTS) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe B yang terletak di Banaran, Kertosono, Nganjuk; termasuk dalam pengelolaan Daerah Operasi VII Madiun dan KAI Commuter Wilayah 8 Surabaya pada ketinggian +44 meter.

Stasiun ini merupakan stasiun yang terletak paling timur sekaligus terbesar di Kabupaten Nganjuk. Meskipun terletak di sebuah kecamatan di bagian timur Kabupaten Nganjuk, stasiun ini memiliki bangunan yang lebih besar dan jumlah jalur yang lebih banyak daripada Stasiun Nganjuk yang terletak di ibu kota kabupaten.

Stasiun Kertosono menjadi titik pertemuan antara jalur utama selatan Jawa mengarah Surabaya Kota serta jalur percabangan menuju Malang yang melayani kereta api antarkota jalur selatan Jawa maupun kereta api lokal. Selain itu, stasiun ini melayani bongkar muat angkutan batu balas/kricak di Daop VII. Stasiun ini memiliki subdepo lokomotif yang terletak di sebelah barat daya stasiun.

Satu-satunya kereta api yang melintas langsung/tidak berhenti di stasiun ini adalah kereta api Sancaka.

Sejarah

sunting
Potret udara Stasiun Kertosono yang kala itu dihancurkan tentara Belanda dalam rangkaian Agresi Militer Belanda II. Seberang stasiun ini dahulunya merupakan sebuah los bundar yang dilengkapi dengan dua pemutar rel, tetapi dibongkar[kapan?] sehubungan dengan pengubahan status depo lokomotif menjadi subdepo.

Pembangunan Stasiun Kertosono telah direncanakan bersamaan dengan pembangunan jalur kereta api lintas Surabaya–Madiun–Solo oleh Staatsspoorwegen (SS). Stasiun ini dibuka bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api Sembung–Kertosono pada 25 Juni 1881. Pada 1 Oktober 1881, pembangunan jalur lintas Kertosono–Nganjuk telah selesai. Kemudian pada 13 Agustus 1882, jalur menuju Kediri telah selesai dibangun.[4][5]

Setelah menyeberangi Sungai Brantas dalam perjalanan ke arah timur, jalur kereta api bercabang dua: ke arah timur menuju Surabaya dan ke arah selatan menuju Kediri hingga Malang—percabangan tersebut dikendalikan dari rumah sinyal yang terletak di sebelah timur sungai tersebut. Jalur percabangan sengaja dibangun di seberang sungai supaya SS tidak membangun dua buah jembatan yang mengeluarkan biaya yang terlalu besar—percabangan ini di kemudian hari dijuluki sebagai "Simetri Kertosono". Sejak dilakukan pergantian sistem persinyalan dari mekanik ke elektrik buatan Ansaldo STS, rumah sinyal di percabangan tersebut sudah tidak digunakan lagi.

Pada zaman Hindia Belanda, stasiun ini dihubungkan dengan Pabrik Gula Lestari melalui jalur lori sekitar 5 km untuk keperluan angkutan tebu dan gula.[6] Jalur tersebut mengarah dari utara Stasiun Kertosono, kemudian berbelok menuju timur, yang saat ini menjadi tempat bongkar muat batu kricak.[7]

Sekitar 2013–2014, PT KAI sempat menerapkan kebijakan bahwa semua KA harus melintas langsung di stasiun ini untuk membersihkan stasiun dan KA dari pengamen maupun pedagang asongan hingga kembali melayani penumpang sejak diberlakukan Grafik Perjalanan Kereta Api 2015 mulai 1 April 2015.[8]

Bangunan dan tata letak

sunting
KA Sri Tanjung saat tiba di Stasiun Kertosono. Tampak rumah sinyal barat yang kini telah dibongkar (2011)

Stasiun Kertosono memiliki tujuh jalur kereta api ditambah satu jalur yang terhubung dengan subdepo lokomotif tersebut, tetapi hanya jalur 1–5 yang sering digunakan. Pada awalnya, hanya jalur 1 yang dijadikan sebagai sepur lurus. Setelah jalur ganda ruas JombangBaron dioperasikan sejak 30 Oktober 2019,[9][10] jalur 2 dan 3 dijadikan sebagai sepur lurus berturut-turut untuk arah Surakarta dan arah Surabaya. Di ujung timur jalur 1 terdapat jalur menuju area bongkar muat batu balas/kricak.

Pada saat pembangunan jalur ganda oleh Balai Teknik Perkeretaaapian Wilayah Jawa Bagian Timur Direktorat Jenderal Perkeretaapian (sekarang BTP Surabaya), dilakukan perubahan diagram lintasan stasiun ini dengan membuat percabangan menuju Kediri di dalam area emplasemen, menggunakan jalur 4 sebagai sepur lurus sehingga wesel "Simetri Kertosono" dibongkar. Selain itu, rumah sinyal peninggalan SS di barat stasiun maupun di timur Sungai Brantas dibongkar, mengganti jembatan lama dengan jembatan jalur dwiganda yang berukuran lebih besar, serta sistem persinyalan elektrik produksi Ansaldo digantikan dengan yang terbaru produksi PT Len Industri.

Jalur akses dari dan ke subdepo lokomotif maupun pemutar rel
Jalur 7 Jalur parkir rangkaian kereta api
Jalur 6 Jalur parkir rangkaian kereta api
Jalur 5 Sepur belok
(Sembung) P Commuter Line Penataran, tujuan Surabaya Kota (rute memutar searah jarum jam)
(Sembung) D Commuter Line Dhoho, dari Surabaya Kota (rute memutar berlawanan arah jarum jam)
(Purwoasri) D Commuter Line Dhoho, tujuan Surabaya Kota/Malang/Blitar (rute memutar berlawanan arah jarum jam)
Peron pulau
Jalur 4 Sepur lurus jalur tunggal dari dan ke arah Bangil
(Sembung) P Commuter Line Penataran, tujuan Surabaya Kota (rute memutar searah jarum jam)
(Purwoasri) D Commuter Line Dhoho, tujuan Surabaya Kota/Malang/Blitar (rute memutar berlawanan arah jarum jam)
Peron pulau
Jalur 3 Sepur lurus jalur ganda arah Wonokromo
Jalur berjalan langsung kereta api ke arah timur
Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota ke arah timur dan selatan
Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kiri
Jalur 2 Sepur lurus jalur ganda arah Solo Balapan
Jalur berjalan langsung kereta api ke arah barat
Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota ke arah barat
Peron pulau
Jalur 1 Memiliki jalur akses dari dan ke jalur bongkar muat angkutan batu balas
Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota ke arah barat
(Sembung) P Commuter Line Penataran, tujuan Surabaya Kota (rute memutar searah jarum jam)
(Purwoasri) D Commuter Line Dhoho, tujuan Surabaya Kota/Malang/Blitar (rute memutar berlawanan arah jarum jam)
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan
G Bangunan utama stasiun

Ke arah timur, terdapat dua viaduk: Jalan Ahmad Yani dan Nyawiji. Viaduk Nyawiji baru dibangun saat pembangunan jalur ganda tersebut.[11]

Per 2023 peron sisi jalur 1 serta peron pulau antara jalur 2 dan 3 di stasiun ini sudah diperpanjang maupun ditinggikan sehingga memudahkan penumpang naik turun kereta api. Kemudian, per 2024, peron pulau antara jalur 3 dan 4 juga sudah sedikit diperpanjang maupun ditinggikan. Selain itu, dibangun kanopi tambahan pada ketiga peron tersebut agar penumpang kereta api tidak kepanasan maupun kehujanan.

Ciri khas

sunting

Mulai 2024, stasun ini bersama Stasiun Nganjuk menggunakan melodi penyambutan kereta api berupa lagu keroncong berjudul "Sungai Brantas Megah Menawan" yang diciptakan sekaligus dinyanyikan oleh Maspiani.[12]

Insiden

sunting

Pada 29 Oktober 2006, pukul 06.50, kereta makan pada kereta api Gajayana terbakar akibat arus pendek di Stasiun Kertosono. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, tetapi insiden ini mengakibatkan beberapa perjalanan kereta api mengalami hambatan.[13]

Pada 28 Agustus 2008, sebuah rangkaian kereta api ketel anjlok tepat di Jembatan Sungai Brantas, 900 meter dari Stasiun Kertosono. Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah perjalanan KA terganggu akibat rusaknya rel di jembatan itu.[14]

Pada 24 Desember 2008, sebuah lokomotif CC203 21 (kini CC203 98 09) menabrak kereta penolong yang sedang parkir di Stasiun Kertosono. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi insiden ini mengakibatkan rel sepanjang 2 meter patah, as roda lokomotif putus, dan kaca kereta penolong pecah.[15]

Pada 26 Juli 2024, sebuah lokomotif CC201 milik Commuter Line Dhoho menabrak rangkaiannya saat proses gerak langsir. Dua orang penumpang mengalami luka dan dirujuk ke RSUD Kertosono. Sebagian pendingin ruangan di dalam kereta juga dilaporkan terlepas. Rangkaian kereta api melanjutkan kembali perjalanan setelah dilakukan pengecekan.[16]

Layanan kereta api

sunting

Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 1 Mei 2026.[17]

Penumpang

sunting

Antarkota

sunting
Lintas selatan Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Eksekutif
Argo Wilis Panoramic Bandung Surabaya Gubeng Via TasikmalayaYogyakarta
Eksekutif
Turangga Panoramic
Eksekutif
Campuran
Mutiara Selatan Eksekutif Bandung Surabaya Gubeng Via TasikmalayaYogyakarta
Ekonomi Premium
Malabar Eksekutif Malang
Ekonomi Premium
Wijayakusuma Eksekutif Cilacap Ketapang Via YogyakartaSurabaya Gubeng
Ekonomi Premium
Sangkuriang Compartment Suite Bandung
Eksekutif
Ekonomi Premium
Ekonomi
Sri Tanjung Ekonomi Lempuyangan Ketapang Via Surabaya KotaJember
Pasundan (reguler & tambahan) Kiaracondong Surabaya Gubeng Via TasikmalayaLempuyangan
Kahuripan Blitar
Lintas tengah Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Eksekutif
Argo Semeru Compartment Suite Gambir Surabaya Gubeng Via CirebonPurwokerto
Eksekutif
Bima Compartment Suite
Eksekutif
Brawijaya Priority Malang Via Semarang TawangSolo Jebres
Eksekutif
Gajayana Luxury Via CirebonPurwokerto
Eksekutif
Gajayana Tambahan Priority
Eksekutif
Campuran
Malioboro Ekspres Eksekutif Purwokerto Malang Via YogyakartaBlitar
Ekonomi
Kertanegara Eksekutif
Ekonomi
Bangunkarta Eksekutif Pasar Senen Jombang Via CirebonPurwokerto

Bertukar rangkaian dengan kereta api Singasari.

Ekonomi
Logawa Eksekutif Purwokerto Ketapang Via LempuyanganSurabaya Gubeng
Ekonomi Premium
Ranggajati Eksekutif Cirebon Jember Via PurwokertoSurabaya Gubeng
Ekonomi
Brantas (reguler & tambahan) Eksekutif Pasar Senen Blitar Via Semarang TawangSolo Jebres
Ekonomi
Gaya Baru Malam Selatan Eksekutif Surabaya Gubeng Via Cirebon PrujakanPurwokerto
Ekonomi
Singasari Eksekutif Blitar Via CirebonPurwokerto
Ekonomi
Ekonomi
Jayakarta Ekonomi Premium Pasar Senen Surabaya Gubeng Via CirebonPurwokerto
Majapahit Ekonomi Malang Via Semarang TawangSolo Jebres
Matarmaja Via Semarang PoncolSolo Jebres

Lokal (Commuter Line)

sunting
Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
P Penataran Kertosono Surabaya Kota Perjalanan searah jarum jam pada jadwal pagi.
Surabaya Kota Perjalanan memutar searah jarum jam via MalangBlitarKertosono.
Malang Perjalanan memutar searah jarum jam via BlitarKertosono pada jadwal pagi.
Blitar Perjalanan searah jarum jam via Kertosono pada jadwal pagi.
D Dhoho Surabaya Kota Kertosono Perjalanan berlawanan arah jarum jam pada jadwal malam.
Surabaya Kota Perjalanan memutar berlawanan arah jarum jam via KertosonoBlitarMalang.
Malang Perjalanan memutar berlawanan arah jarum jam via KertosonoBlitar pada jadwal sore.
Blitar Perjalanan berlawanan arah jarum jam via Kertosono pada jadwal pagi.

Barang

sunting
Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
Lintas selatan Jawa
Angkutan logistik ONS Parcel Selatan Bandung Surabaya Kota Via TasikmalayaLempuyangan
Lintas tengah Jawa
Angkutan logistik ONS Parcel Tengah Kampung Bandan Malang Via Cirebon PrujakanPurwokerto

Kegiatan bongkar muat dan langsiran hanya dilakukan di Jakarta Gudang

Galeri

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46).
  4. ^ Staatsspoorwegen Ned. Indië (1896). Statistiek van het vervoer op de spoorwegen en tramwegen met machinale beweegkracht in Nederlandsch-Indië. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken.
  5. ^ Pincoffs, L. dkk. (1873). Spoorwegen op Java. Rotterdam: Commissie voor de Spoorwegen op Java.
  6. ^ Negara, Fadjrin Kurnia@Kementerian Badan Usaha Milik. "Sempat Vakum 2 Tahun, Stasiun Kertosono Kembali Beroperasi Sejak 2015". Kementerian BUMN (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2019-08-07. Diakses tanggal 2019-08-07.
  7. ^ "Kertosono" (Map). 1:50.000 (dalam bahasa Belanda). Universiteit Leiden. 1938.
  8. ^ "Dilarang Berjualan, Pedagang Asongan Ricuh dengan Petugas PT KA". detikcom. Detik.com. 5 Juli 2013. Diakses tanggal 24 Juli 2017.
  9. ^ Syafií, Moh. Ika, Aprillia (ed.). "Jalur Ganda Kereta Api Jombang - Baron Nganjuk Siap Dioperasikan". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-12-10.
  10. ^ Chusna, Asmaul (2019-10-30). Dewanto, Kelik (ed.). "KAI siap operasikan jalur ganda Jombang-Baron". ANTARA News. Diakses tanggal 2019-12-10.
  11. ^ Nganjuk, Humas Polres. "Bupati Nganjuk Resmikan Terowongan Nyawiji , Kapolsek Kertosono Turun Langsung Pimpin Giat Pengamanan" (dalam bahasa english). Diarsipkan dari asli tanggal 2019-08-07. Diakses tanggal 2019-08-07. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  12. ^ Maspiani (2024-01-04). Launcing Lagu Keroncong Sungai Brantas Megah Menawan cipt.Nenek Maspiani oleh Dirut PT KAI (YouTube).
  13. ^ Sumirat, Dadang (29 Oktober 2006). "Gerbong Restorasi KA Gajayana Terbakar". Liputan6.com. liputan6.com. Diakses tanggal 24 September 2017.
  14. ^ Bambang (30 Agustus 2008). Bambang (ed.). "KA Tangki Berhasil Dievakuasi Dari Jembatan Kertosono". ANTARA News. Antaranews.com. Diakses tanggal 24 September 2017.
  15. ^ Maksum, Dwidjo U. (24 Desember 2008). "Lokomotif Hantam Kereta Penolong di Stasiun Kertosono". Tempo.co. Tempo.co. Diakses tanggal 24 September 2017.
  16. ^ Dwi, Setiady (2024-07-26). "Lokomotif KA Commuter Line "Sundul" Kereta Penumpang di Stasiun Kertosono, Dua Penumpang Terluka". Suara Merdeka. Surabaya. Diakses tanggal 2024-07-27.
  17. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Pranala luar

sunting
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Baron Solo Balapan–Wonokromo Sembung
menuju Wonokromo
Terminus Kertosono–Bangil Purwoasri
menuju Bangil

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kertosono, Nganjuk

Kertosono dipakai sebagai nama ruas Jalan Tol Trans-Jawa yaitu ruas Ngawi-Kertosono dan Kertosono-Mojokerto. Kecamatan ini terdapat Stasiun Kertosono

Jalur kereta api Kertosono–Bangil

Jalur kereta api Kertosono–Bangil adalah jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Kertosono dan Stasiun Bangil di Jawa Timur. Jalur ini termasuk dalam

Stasiun Nganjuk

Madiun. Stasiun ini terletak di Jalan Raya Nganjuk–Kertosono, berjarak sekitar 700 m dari Alun-Alun Nganjuk. stasiun ini merupakan salah satu stasiun kereta

Commuter Line Dhoho dan Penataran

Malang dan Kertosono. Kereta api ini merupakan peleburan layanan kereta api lokal Dhoho yang melayani Surabaya Kota–Blitar via Kertosono, Penataran yang

Kereta api lokal di Jawa Timur

api yang melewati Kertosono berganti nama menjadi Dhoho. Dalam pengoperasiannya, kereta api ini berhenti lebih lama di Stasiun Kertosono untuk memutar arah

Jalur kereta api Solo Balapan–Wonokromo

menuju Stasiun Sembung pada tanggal 27 Februari 1881. Jalur ini sampai di Stasiun Kertosono pada tanggal 25 Juni 1881. Berikutnya adalah jalur Kertosono menuju

Kabupaten Nganjuk

dengan jalur menuju Kediri. Terdapat dua stasiun kereta api utama di Kabupaten Nganjuk, yakni Stasiun Kertosono dan Nganjuk yang terletak di jalur kereta

Daftar stasiun kereta api di Indonesia

Kertapati Stasiun Kertosono Stasiun Kroya Stasiun Kutoarjo Stasiun Lamongan Stasiun Lampegan Stasiun Lawang Stasiun Lebakjero Stasiun Lempuyangan Stasiun Madiun