📑 Table of Contents
Bagian pembuka bab 13โ€“14, kitab Matsyapurana dalam bahasa Sanskerta, dengan aksara Dewanagari.

Matsyapurana (Dewanagari: เคฎเคคเฅเคธเฅเคฏเคชเฅเคฐเคพเคฃ;ย ,IAST:ย Matsyapurฤแน‡a, เคฎเคคเฅเคธเฅเคฏเคชเฅเคฐเคพเคฃ) adalah salah satu dari 18 kitab Mahapurana, dan merupakan salah satu naskah tertua dan terawetkan dengan baik di antara sastra Purana dalam tradisi Hindu.[1][2] Kitab tersebut merupakan tulisan yang signifikan untuk aliran Waisnawa, dan diberi judul menurut nama awatara Wisnu yang berwujud ikan.[1][3]

Nakah kuno Matsyapurana yang bertahan di masa kini memiliki banyak versi, berbeda-beda dalam detail tetapi hampir semua versi yang diterbitkan mengandung 291 bab,[4] kecuali versi bahasa Tamil, ditulis dengan aksara Grantha, yang memiliki 172 bab.[5]

Kitab ini dikenal sebagai bentuk sastra tertua yang mendefinisikan Purana.[6] Matsyapurana menguraikan lima ciri yang harus terkandung dalam suatu babad agar layak disebut Purana; jika tidak, maka ia disebut Akhyana.[6] Lima ciri tersebut adalah: kosmogoni, pembabaran kronologis setelah penciptaan alam semesta, genealogi dan mitologi dewa-dewi, Manwantara, legenda para raja dan tokoh lainnya.[7]

Referensi

sunting

Kutipan

sunting
  1. ^ a b Dalal 2014, hlm.ย 250.
  2. ^ Rocher 1986, hlm.ย 196โ€“201.
  3. ^ Goldberg, Ellen (2002). The Lord who is Half Woman: Ardhanฤrฤซล›vara in Indian and Feminist Perspective. SUNY Press. hlm.ย 20. ISBNย 978-0-7914-5325-4.
  4. ^ Rocher 1986, hlm.ย 197.
  5. ^ Rocher 1986, hlm.ย 199.
  6. ^ a b Bryant 2007, hlm.ย 393 with note 17.3.
  7. ^ Rocher 1986, hlm.ย 24โ€“29.

Daftar pustaka

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Yayati

dapat ditemukan dalam kitab Mahabharata, Brahmapurana, Naradapurana, Matsyapurana, Bhagawatapurana dan Purana lainnya. Berbagai kitab tersebut memiliki

Purana

suci untuk melakukan Tirtha Yatra. Daftar kitab Purana (Mahapurana): Matsyapurana Wisnupurana Bhagawatapurana Warahapurana Wamanapurana Markandeyapurana

Tarakasura

Taraka terlahir untuk memberikan bencana kepada para dewa. Menurut Matsyapurana, Waranggi melahirkannya setelah mengandung selama seribu tahun. Kelahirannya

Pertu

Kisahnya muncul dalam beberapa kitab Purana, seperti misalnya Brahmapurana, Matsyapurana, dsb. Dalam kitab-kitab Purana disebutkan bahwa Pertu lahir dari tangan

Kaca (mitologi)

Wesampayana kepada Maharaja Janamejaya. Selain itu juga muncul dalam kitab Matsyapurana dan Agnipurana. Dalam kitab Mahabharata pertama ('Adiparwa) diceritakan

Satarupa

sedangkan putri mereka bernama Akuti, Dewahuti, dan Prasuti. Menurut kitab Matsyapurana, Satarupa diciptakan dari tubuh Dewa Brahma โ€“ dewa pencipta. Ia juga

Kamajaya

yang merupakan reinkarnasi dari Sati. Kisah Kama terurai dalam kitab Matsyapurana (sloka 227โ€“255). Dalam versi ini, Kamajaya pada mulanya menolak sebab

Manu (Hindu)

Karusa, Saryati, Ila, Persadru (Persadra), dan Nabagarista. Dalam kitab Matsyapurana, ia muncul sebagai raja yang menyelamatkan umat manusia dari bencana